HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 40


Lesca Thor 40


Setelah menempuh perjalanan jauh selama empat jam lamanya, Lesca dan Lemony akhirnya tiba di Dingle.


Lesca juga bergantian menyetir dengan Lemony agar mereka memiliki waktu istirahat bergantian.


"Jadi ini tempat tinggalmu yang disediakan oleh rumah sakit?" tanya Lemony ketika mereka turun dari mobil.


"Ya," jawab Lesca.


"Ini sangat buruk. Begini saja, nenekku punya paviliun di dekat rumah utama. Paviliun itu lumayan mewah karena dulu paman dan bibiku sempat tinggal di sana ketika menemani nenek setahun yang lalu. Kau di sana saja, bagaimana?" ucap Lemony ketika melihat keadaan rumah dinas Lesca tampak tak terurus dan sangat tak layak untuk ditempati.


"Baiklah kalau begitu. Nanti aku akan membayar sewanya," sahut Lesca yang meng-iyakan usul Lemony.


Lemony tersenyum mendengar Lesca menyetujui sarannya.


"Oke, sekarang kita langsung ke sana saja," kata Lemony.


"Semoga nenekmu tak keberatan jika aku tinggal di sana," kata Lesca.


"Tentu saja nenekku tak akan keberatan, Lesca. Nenekku bahkan sangat senang jika ada yang berkunjung ke rumahnya. Nenekku tinggal sendirian sejak kedua anaknya meninggal yaitu ayahku dan pamanku," jawab Lemony.


"Jadi kau tinggal dengan ibumu?" tanya Lesca.


"Ibuku menikah lagi dan kami sudah lama tak berhubugan. Aku dirawat oleh bibiku -- istri dari pamanku," jawab Lemony tersenyum yang sepertinya sudah berdamai dengan hal itu.


"Besok kita ke pantai. Di sini ada pantai yang sangat indah dan dulu aku sering bermain ke pantai itu bersama ayahku," ucap Lemony.


"Besok aku sudah mulai bekerja. Mungkin menunggu ketika aku libur saja," jawab Lesca.


"Baiklah," kata Lemony.


Lalu Lemony meminggirkan mobilnya dan memeluk Lesca.


"Aku senang bertemu denganmu, Lesca. Kukira aku akan kesepian selama sebulan di sini, tapi ternyata Tuhan mengirimkan teman yang menyenangkan sepertimu padaku," ucap Lemony.


"Kau berlebihan," sahut Lesca tertawa pelan.


"Jadi itu alasanmu menjadikanku teman? Agar ada yang menjaga nenekmu?" sahut Lesca tersenyum.


Lemony tertawa.


"Kuanggap itu bonus untukku karena sudah membuatmu menjadi temanku," jawab Lemony.


Lalu Lemony melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sang nenek.


Tak lama kemudian, Lesca dan Lemony tiba di sebuah rumah peternakan yang sangat luas.


Rumah itu dominan bernuansa putih dan terlihat sangat teduh karena ada beberapa pohon besar di halamannya.


"Rumah nenekmu sangat nyaman, Lemon," ucap Lesca.


"Hei, baru kali ini aku mendengar kau memanggil namaku," sahut Lemony.


"Apakah itu hal yang besar?" tanya Lesca tertawa kecil.


Lemony hanya mengedikkan bahunya.


"PAMAAANN!!!" panggil Lemony dengan berteriak keras pada seorang pria paruh baya di dekat kandang kuda.


"Suaramu sangat berisik, Lemon," ucap Lesca.


"Ya, dulu aku bercita - cita menjadi seorang penyanyi rock," jawab Lemony random.


Lesca tertawa kembali. Bersama Lemony, membuat hati Lesca senang karena keceriaannya itu. Mengingatkan dirinya pada seseorang yang sangat dicintainya dan selalu membuatnya tertawa.


Pria itu mendatangi Lemony dan membawa koper kedua wanita itu ke dalam rumah utama.


"Kau tidur di rumah utama dulu. Paviliun akan dibersihkan dulu sebelum kau menempatinya," ucap Lemony.


"Baiklah," sahut Lesca dan mereka masuk ke dalam rumah nenek Lemony.