HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 53


Given 53


"Siapa kau berani menentukan siapa yang boleh bertemu dengan Given? Cih," sahut Steven yang sejak awal tak suka dengan Kenzo.


"Aku tak perlu menjelaskan siapa diriku. Aku tak ingin kau muncul lagi di depan Given apa pun alasannya. Dan Given tak akan peduli apakah kau bercerai atau tidak karena kau tak penting baginya," kata Kenzo.


"Given tipe wanita setia dan aku sangat mengenalnya sejak kecil. Jadi dia tak mungkin melupakanku begitu saja. Kau takut aku bisa menguasai hati Given lagi?" sahut Steven dengan senyum mengejeknya.


Kenzo tertawa pelan dan menekan leher Steven.


"Kau bukanlah sainganku, Dude," jawab Kenzo dan memencet tombol lift.


TING


Pintu lift terbuka dan Kenzo mendorong masuk tubuh Steven ke sana meskipun Steven melawan.


"Aku tak akan membiarkanmu menunjukkan batang hidungmu sekalipun pada Given," ucap Kenzo sebelum akhirnya memukul pipi Steven.


Steven terjatuh kemudan pintu lift itu tertutup.


Kenzo mengambil ponsel yang dikantonginya lalu menelepon security apartemen Given dan juga anak buahnya.


Dia ingin Steven menjauh dari Given dan tak pernah bertemu dengan Given lagi.


Ada rasa takut di hati Kenzo bahwa Given akan kembali melihat Steven dan mengabaikan Kenzo.


"She's mine. Tak ada yang boleh mengambilnya dariku," gumamnya berbisik.


Setelah beberapa menit di luar, Kenzo kembali masuk ke dalam apartemen Given.


Given melihat Kenzo.


"Ada apa? Apakah ada masalah tentang perusahaan?" tanya Given.


"Tidak, hanya masalah kecil," sahut Kenzo yang kemudian duduk kembali di sebelah wanita cantik itu.


Given melihat ke arah Kenzo dan mengamati wajahnya.


"Ada apa? Mataku cukup tajam untuk melihat masalah di wajahmu," kata Given.


Kenzo tak mau membicarakan tentang Steven dan tak ingin membahas pria itu sama sekali agar Given tak mengingat pria itu lagi.


"Gaby sakit? Sakit apa?" tanya Given.


"Hanya panas biasa. Mommy baru memberitahuku tadi," jawab Kenzo.


"Pasti Aunty Cal khawatir meskipun hanya sakit panas biasa," sahut Given memegang tangan Kenzo.


"Hmm, ayo kita lanjutkan pekerjaan kita," kata Kenzo.


"Pulanglah, Ken. Ini sudah cukup malam dan kau pasti lelah setelah seharian bekerja di kantor," jawab Given.


"Besok ini akan dipakai untuk bahan meeting," kata Kenzo.


"Aku yang akan mengerjakannya," sahut Given.


"Kau tidurlah di sofa jika kau tak mau pulang," lanjut Given mengusap pelan pipi Kenzo.


Kenzo memegang tangan Given dan mencium telapak tangannya.


Lalu mereka saling bertatapan Kenzo memeluk Given.


"Apa kau merindukan Gaby? Kau bisa ke Amerika untuk menemuinya," kata Given karena dipikirnya Kenzo sedang galau masalah itu.


Kenzo tak menjawab apa pun dan hanya memeluk Given.


"Kau pasti sangat menyayanginya," lanjut Given lirih.


"Tidak, terkadang aku bahkan membencinya. Dan aku tahu bahwa aku tak boleh melakukan hal itu," jawab Kenzo yang justru membuat Given terkejut.


Kenzo melepaskan pelukannya dan Given menatap heran pada Kenzo.


"Kau tahu? Ibu Gaby dulunya adalah tunanganku hingga akhirnya dia berselingkuh dengan adik kandungku sendiri hingga lahirlah Gaby. Itulah yang membuatku terkadang membenci Gaby meskipun Gaby adalah keponakan kandungku. Wajah Gaby sangat mirip dengan wanita itu dan semoga tidak dengan sifatnya," ucap Kenzo yang akhirnya mengatakan hal ini pada Given.


Given cukup kaget dengan cerita internal keluarga Kenzo yang menurutnya pasti sangat menyakitkan bagi Kenzo.