HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 47


Lesca Thor 47


Thor masih berkeliling di area tengah kota itu untuk mencari hotel yang viewnya menarik.


Hingga akhirnya di berhenti di sebuah hotel yang tepat berada di taman kota yang tampak rindang dengan banyak tumbuhan besar di sana.


Thor masuk ke dalam hotel itu dan melakukan check in.


Setelah itu, Thor naik ke atas kamar hotel yang sudah dipesannya.


"Cukup nyaman," gumam Thor sembari mengedarkan pandangannya di kamar itu.


Thor menutup pintu kamarnya dan membuka jendela yang terdapat balkon di luarnya.


Thor membuka pintu balkon itu dan mengambil rokok dari jaket kulitnya yang berwarna hitam.


Thor melihat ke area taman di mana banyak orang berlalu lalang.


Dari jauh nampak di matanya gadis kecil yang hampir ditabraknya tadi sedang bermain dengan seorang pria tua.


Meskipun sangat jauh, tapi Thor mengenali baju gadis kecil itu yang berwarna kuning terang sehingga membuatnya terlihat mencolok di antara kerumunan orang yang lalu lalang di sana.


Gadis itu berlari kencang dan pria itu mengejarnya. Suara tawanya bahkan sayup sayup terdengar di telinganya.


Pria tua itu tampak mengangkat tangannya tanda bahwa dirinya menyerah mengejar gadis kecil itu.


Senyum di bibir Thor menyungging dan kembali menghisap rokoknya.


Lalu ponsel Thor berbunyi dan pria itu masuk ke dalam kamarnya kembali.


Thor mengambil ponselnya yang ada tadi diletakkannya di atas ranjang.


"Halo, Rex. Ada apa lagi?" tanya Thor.


"Nanti malam datanglah kemari karena nenek mengundangmu makan malam," jawab Rex.


"Baiklah," jawab Thor.


"Oke, bye," sahut Rex dan menutup sambungan teleponnya.


Lalu Thor membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi. Sebenarnya dia ingin berendam untuk merileks- kan tubuhnya.


*


*


"Honey!! Ini es krim-mu," teriak Lesca yang baru datang dengan membawa es krim untuk sang putri kecilnya.


Given yang melihat hal itu langsung berlari ke arah Lesca.


"Yeeayyy!!" sorak Given dengan senyum lebarnya.


"Sayang, tadi daddy sudah membelikannya es krim," ucap Franklin.


"Tak apa, Dad. Kondisi tubuh Given sangat baik dan sehat. Jadi tak masalah jika dia memakan banyak es krim hari ini. Khusus hari ini saja," sahut Lesca.


Lalu mereka semua duduk di kursi taman di mana Natasha menunggu di sana sejak tadi.


"Malam ini aku shift malam, Dad," kata Lesca.


"Ya, jaga kesehatanmu, Sayang. Seminggu ini kau benar- benar selalu sibuk tanpa mengenal waktu," kata Franklin.


"Ya, kami sedang menunggu dokter baru kemari lagi. Untuk saat ini hanya aku saja yang bisa mendampingi dokter Nora di meja operasi," jawab Lesca.


"Berapa lama kau di sini?" tanya Franklin lagi.


"Entahlah. Tapi aku sudah cocok di sini dan semoga aku bisa sedikit lama di sini," jawab Lesca.


"Kau tak ingin pindah ke Amerika, Sayang?" tanya Franklin.


Lesca melihat ke arah Franklin.


"Aku belum tahu," jawab Lesca.


"Bukankah kau pernah mengatakan bahwa kau akan mengatakan padanya setelah Given berumur lima tahun? Dan daddy rasa ini sudah saatnya," kata Franklin.


Natasha mengajak Given berdiri dan berjalan di area taman agar tak mendengar percakapan Lesca dan Franklin.


Lesca masih terdiam.


"Apa pun yang terjadi dia berhak tahu, Sayang. Tak ada yang perlu kau khawatirkan lagi sekarang. Kau sudah mencapai keinginanmu dan Given tumbuh dengan sehat. Dia pasti memaafkanmu dan mengerti dengan hal ini," lanjut Franklin.