HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 59


Given 59


Keesokan harinya, Kenzo dan Given pulang ke mansion Kenzo. Dan kini giliran Given yang merawat Kenzo di mansion hingga membuat Given harus tinggal di mansion Kenzo.


"Apakah aku perlu ke perusahaan untuk mengecek pekerjaanmu?" tanya Given yang kini sedang berada di kamar Kenzo.


"Tidak perlu. Aku memiliki banyak pegawai dan sekarang fokusmu hanya aku," jawab Kenzo yang sedari tadi masih memegang tangan Given sembari merebahkan tubuhnya yang lengannya masih terasa sakit.


"Kau benar benar manja, Tuan Santiago," sahut Given yang baru melihat sisi manja Kenzo.


"Ini sudah siang, aku akan mengambil makan siangmu," kata Given.


"Ambil ponselku. Aku akan menelepon kepala pelayan," sahut Kenzo.


"Aku saja yang mengambilnya," kata Given.


"Diamlah dan duduk di sini," perintah Kenzo yang tak ingin dibantah dengan wajah cool nya seperti biasa.


"Baiklah, Tuan," sahut Given dengan menuruti perintah sang Bos.


Given mengambil ponsel Kenzo dari meja nakas dan memberikannya pada pria yang ada di sampingnya itu.


Kenzo menelepon pelayannya dan memerintahkan untuk membawa makan siang ke kamarnya.


Setelah itu, Kenzo menaruh ponsel di sebelahnya dan menutup kembali matanya.


Efek obat membuat Kenzo selalu mengantuk meskipun ia sudah sudah berkali kali tidur sejak datang dari rumah sakit.


"Ken, jangan tidur. Kau harus makan terlebih dulu," kata Given.


"Hmm, aku tak kuat menahan beratnya mataku," jawab Kenzo lirih.


Tak lama kemudian, makan siang pun datang. Para pelayan menata makanan di meja yang ada di kamar Kenzo.


Setelah itu, pelayan pun kembali keluar dan Given mengambilkan makanan Kenzo.


"Ken, duduklah. Aku akan menyuapimu, Big Boy," ucap Given.


Kenzo mengerjapkan matanya dan kemudian beranjak duduk dengan bersandar di sandaran ranjang.


"Kau benar benar seperti anak balita," kata Given.


"Obat itu yang membuatku benar benar mengantuk dan mataku terasa berat untuk terbuka," lirih Kenzo.


"Kalau begitu cepatlah mengunyah agar kau bisa tidur lagi," kata Given yang tampak seperti seorang ibu yang menjaga anaknya.


"Hmm, thank you," sahut Kenzo.


Dan beberapa menit kemudian, Kenzo pun selesai menghabiskan makanannya dan langsung tidur kembali.


Given kemudian menaruh piring kosong itu di meja dan mengambil makanannya sendiri.


"Hei, makanlah di sampingku," kata Kenzo memanggil Given yang akan menyantap makanannya di kursi sofa.


"Oh God ... Kau benar benar manja, Ken. Unbelieveable," sahut Given.


Kenzo hanya tersenyum dan kembali tidur setelah Given duduk di sebelahnya lagi.


Tangan Kenzo bahkan melingkar di perut Given yang duduk di sebelahnya.


"Waktu aku sakit, tak semanja ini," gumam Given yang kemudian mengambil remot televisi lalu menyalakannya.


"Kenzo tak menjawab apa pun dan sepertinya sudah melancong ke alam mimpinya yang entah itu indah atau buruk.


*


*


Dua hari berlalu, Given masih berada di mansion Kenzo. Keadaan Kenzo sudah lumayan membaik dan bisa menggunakan tangannya kembali, tapi pria itu seakan terbiasa dan terlalu nyaman dengan kehadiran Given di sampingnya hingga membuat sikap manjanya semakin tak terkendali.


"Ken, apakah aku harus selalu berada di sampingmu? Masa kau juga menyuruhku tidur jika kau tidur? Ck," ucap Given dimana tangan Kenzo melingkar diperutnya ketika pria itu ingin tidur.


Kenzo selalu menyalahkan efek obat hanya karena ingin selalu berada di dekat Given.


"Aku hanya sakit sebentar saja jadi tolonglah pria lemah ini untuk sementara waktu," gumam Kenzo yang semakin hari malah semakin random sejak sakit.


"Naikkan gajiku," kata Given yang membuat Kenzo tertawa pelan lalu mengecup puncak kepala sang wanita pujaan hatinya itu.