
Mereka berdua masih diam saja dan hal itu membuat Matthew penasaran, Kenapa Vivian diam saja? Apa karena shock membuat Vivian tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun?
Vivian bangkit berdiri dan memandangi Matthew dengan serius dan Matthew juga memandanginya sehingga mereka saling pandang untuk beberapa saat.
Sungguh Mattthew sangat penasaran, kenapa Vivian masih diam saja bahkan, ekspresi Vivian sulit dia baca saat ini.
"Babe, kenapa kau diam saja?"
"Kau, Matthew Smith?"
"Yes, aku Matthew Smith. Apa kau tidak percaya?"'
Vivian masih diam dan memandangi wajah Matthew sejenak tapi tidak lama kemudian, tawanya langsung pecah.
Hal itu membuat Matthew sangat heran, apa Vivian tidak percaya jika dia adalah Matthew Smith?
Vivian tidak bisa menghentikan tawanya bahkan perutnya mulai sakit akibat tertawa, apa Freddy pikir dia akan percaya dengan mudah?
Yang dia tahu adalah, Matthew Smith adalah orang paling berbahaya bukan trouble maker seperti Freddy yang menghancurkan piring-piringnya dan menghabiskan sabunnya. Entah apa tujuan Freddy mengatakan hal itu tapi ini terdengar lucu.
Matthew diam saja, sepertinya Vivian tidak percaya tapi tidak jadi masalah, yang penting dia sudah mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya.
Vivian berusaha menghentikan tawanya dan duduk kembali di sisi ranjang sambil memegangi perutnya.
"Sudah puas tertawanya?" tanya Matthew.
"Sory Fredd, aku tidak bisa menahannya," jawab Vivian sambil menghapus air matanya yang keluar akibat tertawa.
"Apa ada yang lucu babe sampai kau tertawa seperti itu?"
"Tidak, tidak ada. Maaf!"
Vivian memandangi wajah Matthew dan merasa tawanya akan kembali meledak tapi dia berusaha menahannya. Vivian meraih minuman yang dibuatkan Matthew untuknya dan segera meneguknya tapi tidak lama kemudian?
"Brush!" Minuman yang ada di dalam mulutnya menyembur keluar dan mengenai tepat di wajah Matthew.
"Oh my, Angel!" Matthew memejamkan matanya dan menerima semburan air dari mulut Vivian.
"Hahahahahahaha!" Vivian kembali tertawa terbahak-bahak sedangkan Matthew tampak kesal dan mengusap wajahnya yang basah akibat semburan dari Vivian.
"Tehnya asin!" ucap Vivian dan dia kembali tertawa bahkan Vivian memegangi perutnya dan mengambil sebuah bantal untuk menutupi wajahnya.
"What?" Matthew tidak percaya dan meraih gelas yang sudah diletakkan Vivian ke atas meja dan segera meneguk isinya.
Matthew langsung mengeluarkan isinya saat merasakan teh yang dia buat ternyata asin. Sepertinya dia salah dan mengira garam yang dia ambil adalah gula.
"Oh my, sialan!" umpatnya seraya meletakkan gelas ke atas meja kembali.
Tawa Vivian semakin menjadi saat melihat Matthew mencoba teh buatannya sendiri bahkan dia segera berlari ke kamar mandi sambil tertawa karena dia sudah tidak tahan lagi.
Matthew mengerutu kesal apalagi tawa Vivian masih terdengar. Oke baiklah, mungkin dia terlalu cepat mengatakan identitasnya dan mungkin Vivian akan percaya jika mendengarnya dari orang lain tapi mulai sekarang dia tidak akan menyembunyikan identitasnya lagi.
Setelah menghentikan tawanya, Vivian keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Matthew.
"Sory Fredd, aku tidak bermaksud!" ucap Vivian seraya duduk di sisi Matthew.
"Tidak apa-apa kau bisa menertawakanku sampai pagi!"
"Sory, jangan marah," Vivian mendekatinya dan mencium pipinya.
"Oh my, jangan cium pipiku saja babe tapi bibirku juga," pintanya.
"Ck, enak saja!"
Matthew tersenyum dan memeluk Vivian kembali sambil bertanya, "Jadi, kau tidak percaya bahwa akulah Matthew Smith?"
"Tidak!" jawab Vivian dengan tegas.
"Kenapa?"
"Wow!" ucap Matthew.
"Dan lagi?" Vivian bersandar pada bahu Matthew dan memegangi lengan Matthew yang melingkar di perutnya.
"Jika kau Matthew Smith maka aku akan menendangmu keluar dari sini malam ini juga!"
"Kenapa?"
"Kau tahu aku sedang mencurigainya Fredd jadi jangan mengatakan kebohongan seperti ini dan mengaku sebagai Mattew Smith. Jika kau adalah dia maka aku akan membencimu! Aku akan melupakanmu dan berhenti belajar mencintaimu dan aku bisa melakukannya dengan mudah karena kau tahu, saat ini cintaku masih untuk Carlk walaupun aku sedang berusaha melupakannya."
Matthew memutar bola matanya, memang dia Matthew Smith lalu mau apa? Jika dia tahu akan jadi seperti ini maka dia tidak akan mengatakan nama palsu waktu itu tapi dia sedikit bersyukur karena Vivian tidak percaya jika dia adalah Matthew Smith.
Seperti ini ada baiknya juga, yang penting dia sudah berkata jujur. Jika saat ini Vivian percaya mungkin dia sudah berada di luar dengan keadaan bokong yang membengkak dan jika sampai hal itu terjadi, maka dia akan sulit mendapatkan Vivian apalagi belum ada cinta untuknya di hati Vivian dan gadis itu akan pergi darinya begitu saja.
Untuk saat ini tidak apa-apa dia masih menjadi Freddy, pelan tapi pasti Vivian pasti akan tahu siapa dirinya dan pada saat itu tiba, dia harap Vivian tidak marah karena dia sudah mengatakan siapa dirinya.
"Begini saja babe, saat ini kau tidak percaya tidak apa-apa tapi untuk membersihkan namaku dan supaya kau tidak mencurigaiku lagi maka aku akan membantumu menangkap buronanmu dan akan aku buktikan padamu bahwa aku tidak bersalah sama sekali jadi kau harus libatkan aku dalam misimu!"
Vivian diam saja, apakah Freddy tidak bercanda? Tapi sungguh dia tidak percaya!
"Aku mau tidur," ucap Vivian.
"Baiklah, sudah larut sebaiknya kita tidur dan jangan pikirkan perkataanku. Mengenai gelang ini?"
Matthew meraih tangan Vivian dan mencium punggung tangannya, dia tahu Vivian bukan orang yang akan menerima pemberian orang lain dengan sembarangan tapi dia akan memaksa Vivian menerima pemberian neneknya.
"Barang yang sudah diberikan tidak boleh dikembalikan jadi simpanlah gelang ini baik-baik."
"Tapi ini bukan milikku!"
"Percayalah saat kau pergi mengembalikannya maka kau akan membuat kecewa seorang wanita tua jadi simpanlah baik-baik."
"Baiklah, aku akan menyimpannya dan aku akan mengembalikannya saat aku akan kembali."
Matthew tersenyum dan mencium pipi Vivian, itu lebih baik dari pada Vivian mengembalikan gelang itu besok.
Vivian melepaskan gelang yang dia pakai dan menyimpannya kembali kedalam kotak dan setelah itu dia naik ke atas ranjang di mana Matthew sudah menunggunya.
"Babe, kenapa kau tidak percaya jika aku adalah Matthew Smith?" tanya Matthew saat Vivian sudah berada di dalam pelukannya.
"Tentu saja tidak! Yang aku tahu Matthew Smith adalah orang paling berbahaya sedangkan kau, orang yang paling harus dihindari karena kau trouble maker dan lihatlah minuman rasa garam yang kau buat? Kau bahkan tidak bisa membuat segelas minuman."
Matthew terkekeh dan mencium dahi Vivian, jadi itu yang membuat Vivian tidak percaya tapi tidak apa-apa, karena dia punya alasan sekarang saat Vivian sudah mengetahui identitasnya. Vivian tidak akan bisa membencinya dan lagi pula, dia akan mengikat Vivian dengan cintanya hingga gadis itu tidak bisa pergi darinya.
"Sory, sepertinya aku salah ambil. Kau tahu bukan garam dan gula ada ditempat yang hampir sama."
"Sudahlah, tidak apa-apa," Vivian membelai wajahnya dan menciumnya.
"Oh my!" Matthew menangkap tangan Vivian dan mencium telapak tangannya.
Mereka saling pandang untuk sesaat dan pada saat Matthew mendekatkan bibirnya, Vivian memejamkan matanya dan Matthew mencium bibirnya dengan lembut.
"Babe, kau sudah menerima ciumanku tanpa takut sekarang dan aku rasa kau harus mulai menjalani terapi lainnya."
"Terapi apa?" tanya Vivian heran.
"Oh kau akan tahu nanti jadi bersiaplah!" Setelah berkata demikian, Matthew mencium bibir Vivian kembali.
Sepertinya tidak lama lagi dia bisa meremas bokong Vivian dan rasanya sudah tidak sabar apalagi tangannya sudah gatal.
#Jika ada adegan Ehem, uhuk, ehek, autor akan up malam dan akan ada peringatan di atas sebelum membaca 😀 Warning 🔞#