
Makanan sudah tersedia di atas meja dan Vivian sedang makan malam bersama dengan keluarganya. Setelah makan dia ingin mencoba menghubungi rekannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat mereka sedang bertugas di The Ministry Of Sound.
Dia sangat penasaran dengan cerita Charlie yang tertunda dan dia ingin tahu lebih lanjut. Charlie pasti mau mengatakannya jika melalui telephon dan dia harap Charlie tidak menutupi apapun.
Selama makan, Vivian berbincang dengan kakaknya. Kakaknya juga berniat pulang besok bersama dengan paman dan bibi mereka.
Dia tidak bisa lama karena dia meninggalkan putranya yang masih berusia tiga tahun. Suaminya sibuk jadi dia harus cepat kembali.
"Vivi, kau sudah memutuskan akan menikah lalu bagaimana dengan karirmu?" tanya David pada cucunya.
"Aku dan Matthew sudah sepakat akan menikah setelah kasus yang aku tangani selesai, Kakek. Itu sebabnya aku ingin kalian bertemu dengan keluarganya untuk membahas hal ini terlebih dahulu dan supaya kalian saling mengenal," jawab Vivian.
"Cih, entah penjahat dari mana yang tertarik denganmu!" ucap bibinya dengan sinis.
"Hilary!" David melototi putrinya dan tampak tidak senang.
"Aunty, kau boleh membenciku dan menghinaku tapi kau tidak boleh menghina Matthew karena Aunty tidak mengenalnya!" ucap Vivian.
"Aku tidak perduli karena sudah bisa aku tebak, seoarang putri mafia pasti akan berhubungan dengan seorang mafia dan kalian sama-sama penjahat!"
"Brak!" David menggebrak meja dengan kasar.
"Jaga ucapanmu Hilary!" teriak David marah.
"Kakek, sudahlah. Yang diucapkan Aunty memang benar. Nyatanya aku memang putri mafia dan Matthew juga mafia. Jadi kakek tidak perlu marah untuk hal ini. Sebaiknya kita nikmati makanan saja dan aku tidak mau menghancurkan suasana karena kehadiranku," ucap Vivian.
"Sudah puas bukan? Inilah kenapa aku tidak mau Vivian tahu jika dia hanya anak yang aku temukan. Itu karena sikap kalian bisa menghancurkan perasaannya!" ucap David sambil memandangi putrinya dengan tajam.
"Hmp!" Hilary membuang wajahnya. Dia tidak menyangka ayahnya begitu menyayagi anak yang dia temukan bahkan kakak dan keluarganya juga begitu menyayanginya.
Mereka kembali makan dan kali ini tidak ada keributan lagi dan mereka mengobrol sesekali. Setelah makan Vivian dan kakaknya membersihkan piring kotor dan merapikan dapur.
Mereka tampak akrab dan seperti kakak adik pada umumnya. Itu karena Charles dan Marta selalu mengajarkan mereka untuk saling menyayangi satu sama lain.
Setelah selesai makan, mereka masih berbincang di ruang tamu. Mereka menghabiskan waktu bersama dan ketika sudah malam mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Beruntungnya rumah itu memilki beberapa kamar yang bisa mereka tempati dan Vivian tidur dengan kakaknya.
Vivian duduk di balkon kamar, dia sedang menghubungi Felicia tapi sayangnya Felicia tidak menjawab telephonnya. Karena Felicia tidak menjawab jadi Vivian menghubungi Charlie.
"Ada apa Angel?" tanya Charlie.
"Ini mengenai pembicaraan kita yang tertunda Charlie," jawab Vivian.
"Sudahlah Angel, lupakan saja. Tidak ada yang terjadi pada saat itu."
"Jangan bohong Charlie, kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Tidak ada sungguh," jawab Charlie dengan cepat.
Vivian semakin penasaran dan semakin yakin jika ada yang disembunyikan oleh Charlie dan dia harus tahu itu.
"Charlie, katakan padaku. Apa yang terjadi saat ledakan?" tanya Vivian.
Charlie menghela nafas, baiklah. Dia akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa mereka bisa terpental ke arah yang berlawanan.
"Angel, waktu kau meminta kami untuk lari, aku hendak berlari ke arah pintu utama tapi tiba-tiba saja Felicia menarik tanganku dan membawaku ke arah yang berlawanan. Aku tidak sempat menanyakan kenapa dia melakukan hal itu karena ledakan sudah terjadi dan tubuh kami sudah terpental akibat terkena dasyatnya ledakan," jelas Charlie.
"Kenapa dia melakukan hal itu?"
"Aku juga tidak tahu, Angel. Felicia menarikku tiba-tiba dan tidak lama kemudian ledakan terjadi. Jika kau tidak percaya kau boleh menanyakan hal ini dengannya karena itulah yang terjadi."
Vivian diam saja, memikirkan ucapan Charlie. Masuk akal dan terjawab sudah kenapa mereka bisa berada di ruangan yang berlawanan dengan arah pintu keluar saat dia menemukan mereka. Tapi apa motif Felicia melakukan hal itu? Apa benar dia penghianatnya?
"Aku tidak berani mengatakan hal ini padamu tadi karena aku tidak mau Felicia mendengarnya tapi kenapa kau menanyakan hal ini Angel?" tanya Charlie curiga.
"Ck, baiklah. Ini bukan hal yang penting. Sudah malam sebaiknya kita beristirahat. Aku harap Mosha segera dieksekusi agar kita cepat kembali ke Inggris," ucap Charlie.
"Baiklah, aku juga harap begitu. Maaf mengganggumu, Charlie."
"Jangan dipikirkan, kita rekan," ucap Charlie.
Setelah berbicara dengan Charlie, Vivian diam saja. Dia sudah tahu apa yang terjadi dari Charlie dan sebaiknya dia menanyakan hal itu juga pada Felicia. Dia ingin tahu dari mereka berdua dan dia ingin lihat, apa mereka akan memberikan penjelasan yang sama?
Karena Felicia masih belum bisa dihubungi akhirnya sebuah pesan dia kirimkan untuk Felicia.
"Felicia, apa kau sibuk?" pesan terkirim tapi Felicia belum membalas pesan darinya.
Dari pada bosan menunggu akhirnya Vivian mengirimkan pesan untuk kakaknya dan mengatakan jika dia akan pulang besok dan menginap di sana karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan ayahnya.
Tentu hal itu langsung disampaikan Damian pada ayahnya dan tentunya Jager sangat senang karena putrinya mau pulang.
Setelah saling berkirim pesan dengan Damian, Felicia belum juga menjawab pesan darinya. Vivian pikir dia ingin berbicara dengan kakaknya saja di dalam kamar tapi sayangnya kakaknya sudah tidur.
Sambil menunggu Felicia menjawab pesannya, Vivian menghubungi Matthew dan berbicara dengannya.
"Bagaimana Babe, apa kau sudah membicarakannya pada keluargamu?"
"Tentu Matth, mereka akan menemui keluargamu untuk membahas pernikahan kita dan besok aku akan membicarakan hal ini pada ayahku."
"Baiklah, aku senang mendengarnya. Setelah kau membicarakan hal ini dengan ayahmu maka aku akan mencari tempat bagus untuk mempertemukan mereka dan aku harap ayahmu tidak keberatan."
"Aku yakin ayahku tidak akan keberatan, Matth," ucap Vivian.
"Jika dia keberatan maka aku akan menemuinya," jawab Matthew.
Vivian tersenyum, semoga keinginan mereka untuk menikah berjalan dengan lancar dan semoga Carlk atau Gary tidak menggangu tapi sayangnya Gary tidak akan berhenti mengganggu mereka.
Selagi Vivian berbicara dengan Matthew, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya dan itu pesan dari Felicia.
Vivian menyudahi pembicaraan mereka dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Felicia.
"Ada apa Angel?"
"Maaf menggangumu, Felicia."
"Tidak apa-apa, katakan padaku ada apa?" tanya Felicia.
"Tidak ada yang penting, aku hanya ingin tahu apa yang terjadi saat ledakan terjadi di The Ministry Of Sound."
Felicia mengernyitkan dahi, kenapa Vivian masih menanyakan hal ini? Ada apa sebenarnya?
"Kenapa kau sangat ingin tahu, Angel?"
"Aku hanya ingin tahu Fel, tidak ada maksud lain," jawab Vivian.
"Baiklah, sebelum ledakan terjadi aku dan Charlie hendak berlari ke arah pintu keluar tapi pada saat itu aku melihat beberapa orang sedang memegang senjata jadi aku menarik Charlie ke arah yang berlawanan arah untuk menyelamatkan diri dari orang-orang itu dan saat itu ledakan terjadi. Aku terpental dan membentur dinding ruangan. Tubuhku begitu sakit jadi aku merangkak untuk mencari Charlie tapi pada saat itu aku mendengar Charlie sedang berbicara dengan seseorang. Aku ingin mendekatinya tapi sayang sebuah puing bangunan menimpa kakiku dan aku pingsan. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan begitu tersadar Charlie sudah ada di sampingku dan berusaha mengangkat puing yang menimpa kakiku," jelas Felicia.
Vivian diam saja, penjelasan Charie dan Felicia sama tapi ada sedikit perbedaan. Mungkin Charlie tidak melihat orang-orang yang dilihat Felicia sehingga dia tidak tahu kenapa Felicia menariknya ke arah yang berlawanan sedangkan Felicia memang melihatnya dan menarik Charlie untuk menyelamatkan diri.
Tapi dengan siapa Charlie berbicara? Apakah benar pada saat itu Charlie berbicara dengan seseorang atau dia sedang mencari Felicia dan Felicia salah mengartikannya? Jika Felicia memang penghianatnya pasti dia akan memutar balikkan fakta agar dia mencurigai Charlie tapi bukan berarti Charlie tidak mencurigakan. Bisa saja saat ledakan terjadi dia memang berbicara dengan seseorang dan bisa saja apa yang diucapkan oleh Felicia benar dan jangan-jangan Charlie sedang berbicara dengan buronan mereka untuk mengatakan situasi yang terjadi di sana.
Dua orang dengan penjelasan yang sama dan semakin membuat rumit. Bisa saja si penghianat memutar balikkan fakta dan bisa saja dia berpura-pura bodoh. Felicia dan Charlie punya penjelasan yang sama dan mereka berdua patut dicurigai lalu yang mana penghianat yang sesungguhnya?
Dia tahu kedua rekannya tidaklah bodoh dan sebaiknya dia mencari cara lain untuk membongkar kejahatan si penghianat. Tapi bagaimana caranya? Sebaiknya dia memikirkan hal ini baik-baik dan supaya si penghinat tidak curiga, dia tidak akan bertanya apa-apa lagi.
Vivian menyudahi pembicaraan mereka dan akan mencerna penjelasan dari kedua rekannya dengan baik, sedangkan si penghianat tersenyum dan tampak puas karena Vivian tidak akan pernah mencurigainya karena dia akan membuat Vivian mencurigai rekan lainnya.