
Sebelum Thomas menangkap targetnya, Matthew kembali ke rumah karena dia ingin mendiskusikan sesuatu dengan adiknya juga Damian.
Ketika dia kembali, Damian tampak melihat-lihat foto yang ada di dinding dan tentunya itu adalah foto-foto keluarga besar Smith.
Damian jadi teringat dengan rumahnya, pasti ayahnya sangat sedih karena rumahnya sudah hancur dan dia yakin ayahnya juga sedih karena foto-foto istrinya hancur. Di rumah itu pasti banyak kenangan dan dia rasa dia harus membangun rumah itu kembali tapi saat ini, dia lebih menghawatirkan keadaan ayahnya.
Ayahnya punya penyakit dan dia tidak minum obat, apa penyakit ayahnya akan kambuh? Damian benar-benar menghawatirkan hal ini karena ayahnya selalu rutin mengkonsumsi obat, tapi sekarang?
Dia hanya bisa berharap ayahnya baik-baik saja dan dia harap, semoga saja penyakit ayahnya tidak kambuh.
Matthew melewati Damian ketika dia sudah tiba dan masuk ke dalam ruangan di mana keluarganya berada karena dia ingin mencari adiknya. Michael sedang berbincang dengan ayah dan ibu mereka saat itu dan ketika melihat putra sulungnya, Kate bangkit berdiri dan menghampirinya.
"Ada apa, Matth? Kenapa kau terlihat kusut?"
"Tidak ada apa-apa, Mom. Aku hanya memikirkan keberadaan ayah Vivian yang ditangkap oleh Gary."
"Apa? Ayah Vivi tertangkap?"
"Yes, aku sudah menyebar orang untuk mencarinya dan aku harap anak buahku segera menemukannya."
"Matthew, apa yang diluar itu kakak Vivian?" Kate mengintip keluar.
"Yes, Mom. Rumahnya hancur saat ayahnya tertangkap jadi biarkan dia di sini untuk sementara waktu."
"Baiklah, Mommy tidak keberatan," ucap Kate sambil tersenyum.
"Boy, kali ini kau bermain dengan siapa?" tanya Albert.
"Hanya seorang pengecut, Dad. Dia hanya bisa bersembunyi menggunakan wajah orang lain bahkan dia berani menggunakan wajahku untuk memfitnahku."
"Wow, sungguh berani! Sepertinya musuhmu tidak mudah kali ini. Walau pengecut tapi dia licik!" ucap ayahnya.
"Memang, Gary selalu bersembunyi memakai wajah orang lain jadi aku kesulitan menangkapnya."
"Jadi? Bagaimana kau akan menangkapnya? Musuhku dulu tidak memakai wajah siapapun jadi aku bisa mengatasinya degan mudah dan lagi pula, yang aku hadapi bersama Mommy mu hanya seorang ja*lang!"
"Apa perlu kami bantu, Matth?" tanya ibunya.
"Tidak perlu, Mom. Aku dan Michael bisa mengatasinya dan lagipula ada Damian dan juga Vivi, dia dan pihak berwajib pasti sedang mencari ayahnya saat ini."
"Baiklah, padahal aku sudah lama tidak beraksi. Oh aku jadi ingin muda lagi," ucap Kate.
"Dan mencuri celanaku lagi?" tanya Albert bercanda.
"Albert!" Kate tidak menyangka suaminya masih mengingat hal memalukan itu.
Albert tertawa begitu juga dengan kedua putra mereka. Sementara diluar sana, Ainsley keluar dari kamar karena ada yang ingin dia bicarakan dengan kakaknya.
Ainsley melihat Damian dan menghentikan langkahnya, kenapa pria itu berdiri di sana? Tanpa ragu Ainsley menghampiri Damian dan berdiri di sampingnya.
"Hai," sapa Ainsley dan Damian melihatnya sejenak.
"kenapa kau di sini? Kenapa tidak bergabung dengan kakakku?"
"Aku tidak ingin mengganggu," jawab Damian.
"Oh ayolah, mereka tidak akan terganggu," tanpa Damian duga Ainsley meraih tangannya dan menariknya pergi.
Damian merasa canggung tapi dia membiarkan Ainsley mambawanya di mana keluarganya sedang berada saat ini.
"kak Matthew," Ainsley melepaskan tangan Damian dan menghampiri kakaknya, sedangkan Michael mengajak Damian untuk bergabung dengan mereka.
"Ada apa?" tanya Matthew.
"Kak, aku dengar Kak Clarina pulang hari ini," jawab Ainsley.
"Oh ya? Aku kira dia tidak mau pulang lagi dan mau tinggal di Paris."
"Hubungi dia Kak dan minta dia untuk datang. Ada yang ingin aku tanyakan padanya," pinta Ainsley.
"Kau saja," ucap Matthew seraya melemparkan ponselnya ke arah adiknya.
"Ajak Clarina makan malam di rumah, Ainsley. Mommy sudah lama tidak bertemu dengannya," pinta ibunya.
"Oke, Mom," jawab Ainsley sambil berjalan pergi untuk menghubungi Clarina.
Wajah yang dibuat Bruke tidak memiliki cacat sama sekali dan begitu mirip dengan wajah Matthew. Walaupun ada satu yang terlewatkan yaitu tahi lalat yang ada di bawah mata tapi sejak dulu Clarina masih kesulitan untuk mengenali yang mana Michael dan yang mana Matthew.
Clarina begitu senang ketika melihat Matthew berdiri di depan rumahnya, ini kejutan karena dia tidak menyangka Matthew akan datang padahal dia baru pulang dari Paris.
"Matthew," panggil Clarina dan pria itu tersenyum.
"Kau tahu dari mana jika hari ini aku akan pulang?" tanya Clarina.
"Tentu aku tahu," jawab Thomas.
Clarina mengernyitkan dahi, kenapa suaranya berbeda?
"Ada apa dengan suaramu?" tanya Clarina curiga.
"Hm, tidak apa-apa. Tenggorokanku kurang baik," jawab Thomas. Dia harus cepat dan jangan sampai Clarina curiga.
"Baiklah, ayo masuk," ajak Clarina tapi Thomas menahan tangannya.
"Tidak Clarina, kita tidak punya banyak waktu. Ikutlah denganku," ajak thomas.
"Ada apa, Matth?"
"Ayahmu dalam bahaya."
"Apa?" Clarina sangat kaget mendengarnya.
"Ayahmu dalam bahaya jadi kau ikut denganku, jangan sampai kau juga dalam bahaya. Kau akan aman jika bersama denganku!" dusta Thomas.
"Apa yang terjadi dengan ayahku?" Clarina tampak panik. Dia baru saja kembali dan ayahnya sedang bekerja, apa yang terjadi dengan ayahnya?
Dia tahu jika Matthew tidak mungkin menipunya dan sepertinya apa yang diucapkan oleh Matthew adalah benar.
"Cepatlah Clarina! Ayahmu sudah tertangkap dan jangan sampai kau juga tertangkap!"
"Baiklah, aku mau mengambil ponselku terlebih dahulu."
"Sudah tidak ada waktu!" Thomas menarik tangan Clarina dan membawanya pergi, sedangkan Clarina tidak curiga sama sekali apalagi dia sedang memikirkan ayahnya.
Mesin mobil sudah menyala tapi Clarina tampak sedikit ragu, dia sangat ingin mengambil ponselnya karena dia ingin tahu bagaimana keadaan ayahnya.
"Tunggu Matth, aku harus menghubungi ayahku dan tahu keadaannya terlebih dahulu," ucap Clarina.
"Nanti kau akan tahu," jawab Thomas.
"Tapi ...."
Sebelum Clarina menyelesaikan ucapannya, Thomas menyemprotkan cairan ke wajah Clarina dan Clarina langsung tidak sadarkan diri.
Clarina diikat dan setelah itu, Thomas memerintahkan anak buahnya pergi ke San Francisco City Hall karena di sanalah ayah Clarina berada. Dia memberikan topeng wajah Matthew kepada anak buahnya karena ayah Clarina tidak akan menaruh curiga sama sekali.
Ketika ayah Clarina sudah tertangkap, Gary palsu akan mengambil bagiannya dan selama diperjalanan, Thomas menghubungi Gary dan mengatakan jika dia sudah menangkap target pertamanya dan target kedua sebentar lagi akan tertangkap.
Gary terdengar puas dan dia meminta Thomas untuk memasang bom di tubuh setiap korbannya seperti yang dia lakukan pada Jager Maxton. Sebuah bom berdaya ledak tinggi sudah terpasang di tubuh Jager karena dia ingin memberikan pertunjukkan bagus untuk Vivian.
Thomas membawa Clarina pergi dan menuju suatu tempat, dengan adanya Clarina bersama dengannya, Matthew pasti datang dan dia sudah menyiapkan anak buah untuk menyambut kedatangan Matthew karena hari ini, dia akan mendapatkan kepala Matthew.
Sementara itu, karena Clarina tidak menjawab ponselnya jadi Ainsley pikir Clarina sedang sibuk atau lelah apalagi dia baru saja kembali dari Paris.
Ainsley pikir dia akan menghubungi Clarina nanti jadi dia keluar untuk membahas sesuatu dengan ibunya. Kedua kakaknya sedang berada di ruang komputer begitu juga dengan Damian. Mereka sibuk melihat rekaman yang mereka ambil kemarin dan mereka melakukan hal itu untuk mencari keberadaan Jager Maxton.
Cukup lama Ainsley berbincang dengan ibunya dan setelah itu dia kembali menghubungi Clarina tapi lagi-lagi tidak ada yang menjawab.
Karena Clarina tidak juga menjawab jadi Ainsley mengembalikan ponsel kakaknya. Dia juga tidak mengatakan apapun karena kedua kakaknya tampak begitu sibuk membahas sesuatu dan dia pikir akan menghubungi Clarina lagi nanti siang.
Tanpa curiga jika Clarina juga akan menjadi korban apalagi mereka tidak tahu jika Gary bekerja sama dengan Thomas, Matthew dan Michael juga Damian melihat beberapa lokasi yang menjadi tempat kemungkinan Jager Maxton disekap.
Matthew memerintahkan anak buahnya berpencar dibeberapa lokasi untuk mencari Jager Maxton dan dia harap mereka bisa menemukannya tapi sayangnya, kejutan lain sudah menanti mereka semua karena selain menculik Clarina, ayah Clarina juga menjadi sasaran Thomas dan dia akan menjadi umpan untuk membuat para penegak hukum sibuk karena dia tidak mau ada yang menggangu saat dia menghabisi Matthew.
Rencana yang mereka buat bersama adalah, Thomas akan menjadikan Clarina umpan untuk memancing Matthew datang. Ayah Clarina akan disandera agar Vivian dan para penegak hukum sibuk dan tidak mengganggunya saat melawan Matthew. Setelah Thomas membunuh Matthew, maka Gary akan memancing Vivian menggunakan ayahnya dan setelah itu dia akan membunuh Jager Maxton dan membawa Vivian pergi yang jauh. Thomas mendapatkan Clarina dan dia mendapatkan Vivian. The plan is perfect, right? So, let's see.
#Albert dan Kate ngak akan ikutan dikisah ini. Mereka akan ikut action nanti dikisah Michael. Disini udah banyak orang jadi gak aku ikutin dan nanti dikisah Michael mereka pasti ikut dengan sebuah alasan.#