
Pagar yang menjulang tinggi terbuka ketika mobil yang di bawa oleh James sudah tiba di rumah Maxton dan mobil mulai bergerak masuk bersama dua mobil yang ada di belakangnya.
Di depan rumah Maxton sudah berdiri begitu banyak anak buah Maxton dan mereka berjajar dengan rapi untuk mengambut kedatangan Matthew Smith sesuai perintah Maxton.
Ketika mobil sudah berhenti, seorang anak buah Maxton membukakan pintu untuk Matthew.
Matthew meletakkan Ipad yang dia pegang sedari tadi dan melangkahkan kakinya keluar dari pintu mobil. Begitu melihatnya anak buah Maxton membungkuk hormat dengan serempak.
"Selamat datang tuan Smith!" ucap mereka secara bersama-sama.
Matthew hanya mengangguk dan James mengikuti langkahnya, sedangkan anak buahnya yang lain menunggu di depan pintu. Mereka sudah siap jika mendapat perintah untuk menyerang organisasi Black King.
Seorang pria setengah baya sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan Matthew dan pria itu adalah pelayan pribadi Maxton.
Saat melihat Matthew dan asisten pribadinya, pria tua itu membungkuk hormat.
"Selamat datang tuan Smith, tuan Max sudah menunggu anda di dalam dan maafkan tuan Max karena tidak bisa menyambut kedatangan tuan Smith," ucap pria tua itu.
"Tidak perlu terlalu sopan dan jangan dipermasalahkan," jawab Matthew.
"Baiklah, silahkan masuk tuan Smith."
Matthew mengangguk dan mengikuti langkah pelayan pribadi Maxton untuk masuk ke dalam di mana seorang pria sudah menunggu kedatangannya.
Entah ada tujuan apa Matthew Smith datang mencarinya tapi Maxton tetap meminta para anak buahnya menyambut kedatangan pria itu dengan sopan.
Matthew dan James dibawa masuk kesebuah ruangan, ini pertama kalinya Matthew mendatangi Maxton. Jika bukan karena ingin mencari tahu mengenai kedua pembunuh yang hendak membunuhnya agar tidak salah sasaran maka dia tidak akan datang kesana.
Didinding ruangan terdapat beberapa foto Maxton saat muda bersama dengan seorang wanita yang terlihat sedang hamil. Maxton tampak memeluk wanita itu dengan mesra sambil memegangi perut wanita itu dan bisa ditebak itu adalah istri Maxton.
Matthew melihat foto-foto itu sekilas dan masih mengikuti langkah pelayan Maxton. Dia memang pernah mendengar jika Maxton mempunyai seorang istri yang sangat dia cintai tapi dia juga pernah mendengar jika istrinya meninggal ketika melahirkan dan anak yang dilahirkan oleh istrinya juga meninggal.
Maxton tampak berdiri di depan sebuah foto dan melihat foto itu ketika Matthew sudah masuk ke kedalam bersama dengan pelayan pribadinya.
"Tuan Max, tuang Smith sudah tiba," ucap pelayan pribadinya.
Maxton segera memutar langkahnya dan berjalan menghampiri Matthew sambil tersenyum dengan ramah.
"Maaf aku tidak menyambutmu di depan tuan Smith," ucap Maxton sambil mengulurkan tangannya.
"Tidak perlu terlalu sopan tuan Max, aku datang kemari hanya ingin melemparkan beberapa pertanyaan padamu," jawab Matthew seraya menyambut uluran tangan Maxton.
"Kau tamu istimewa tuan Smith dan semoga kau tidak tersinggung dengan sambutan yang aku berikan."
"Panggil saja namaku tuan Max, bagaimanapun anda lebih tua."
Maxton tersenyum dan menggangguk, pemuda yang sangat sopan walaupun dia orang yang sangat berkuasa dan ditakuti. Maxton mengajak Matthew menuju sebuah sofa dan memerintahkan pelayan pribadinya membuat minuman untuk tamu istimewanya.
Matthew duduk di depan Maxton sedangkan James berdiri di belakang bosnya, dia juga sudah siap jika bosnya memberi perintah untuk menyerang.
"Jadi katakan padaku, apa yang membawamu kemari tuan Smith dan apa yang ingin kau tanyakan padaku?"
"Tuan Max, akhir-akhir ini ada beberapa orang yang menyerangku dan ingin membunuhku."
Saat mendengar ucapan Matthew, Maxton memandangi pemuda itu dengan heran, apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Matthew Smith?
"Lalu apa hubungan pembunuh itu denganku tuan Smith?"
"Inilah alasanku datang kemari tuan Max, kedua pembunuh yang ingin membunuhku mengatakan jika kau yang mengirim mereka untuk membunuhku!"
"Hahahahaha!" Maxton tertawa. Dia mau membunuh Matthew Smith? Atas dasar apa? Sejak dulu dia tidak punya dendam dengan klan Smith lalu untuk apa dia membunuh Matthew Smith?
"Maafkan kelancanganku tuan Smith," ucap Maxton seraya menghentikan tawanya.
Matthew diam saja, sekarang dia sangat yakin jika Maxton bukan pelakunya dan sepertinya apa yang dikatakan oleh adiknya sangat benar, mungkin ada yang mau mengadu domba mereka atau jangan-jangan ada Maxton lainnya yang memang ingin membunuhnya.
"Sejak aku mengenal ayahmu Albert Smith, tidak sekalipun aku mencari perkara dengannya karena aku sangat sadar posisiku. Siapalah aku di mata kalian? Kalian bisa menghancurkan aku dengan mudah karena organisasi Black King tidak sebanding dengan kekuasaan kalian dan sekarang kau mencurigai jika aku mengirim orang untuk membunuhmu? Terus terang saja tuan Smith, aku masih sayang dengan nyawaku yang tersisa sedikit lagi karena aku sedang mencari orang."
Maxton bangkit berdiri dan berjalan mendekati fotonya yang sedang bersama dengan istrinya.
"Lagi pula, sejak aku kehilangan hartaku yang paling berharga, aku tidak pernah membunuh orang lagi," ucap Maxton dan dari wajahnya terpancar kesedihan yang teramat sangat
Matthew bangkit berdiri dan menghampiri Maxton, Matthew berdiri di samping Maxton dan melihat foto Maxton bersama dengan istrinya.
"Maaf tuan Max, aku datang kesini untuk mencari kebenarannya dari mulutmu dan sekarang aku sudah mendapatkan jawabannya. Aku rasa ada yang ingin mengadu domba kita berdua."
"Terima kasih atas pengertiannya tuan Smith, aku tidak pernah mengirim siapapun untuk membunuhmu karena aku sedang mencari orang dan keadaanku juga kurang baik."
"Apa kau mencari istrimu? Bukankah istrimu meninggal saat melahirkan?"
Maxton tersenyum, apakah seperti itu?
"Aku punya saran untukmu anak muda, jika kau punya sesuatu yang berharga jagalah dengan baik dan jangan sampai melakukan kesalahan seperti apa yang telah aku lakukan sehingga aku harus kehilangan benda berharga itu dan aku harus menyesalinya untuk seumur hidupku!"
Matthew diam saja dan memperhatikan wajah tua Maxton yang dipenuhi dengan kesedihan. Apa maksud ucapan Maxton, apa istrinya tidak mati? Apa telah terjadi sesuatu? Tapi itu bukan urusannya dan dia tidak akan ikut campur.
"Terima kasih atas saranmu tuan Max, aku akan mengingatnya."
"Aku yang harusnya berterima kasih karena tuan Smith bersedia datang kemari untuk mencari kebenarannya dan percaya padaku padahal tuan Smith bisa menghancurkan organisasiku dengan mudah tanpa perlu bertanya lagi!"
Matthew tersenyum, dia memang bisa menghancurkan Black King dengan mudah tapi dia tidak mau salah sasaran dan lihatlah, seseorang menggunakan nama Maxton untuk melakukan kejahatan dan dia akan semakin berhati-hati untuk hal ini.
Karena minuman sudah terhidang, Maxton mengundang Matthew untuk menikmati minuman yang dibuatkan oleh pelayanannya.
Sebelum melangkah pergi, Matthew memandangi foto istri Maxton sejenak dan setelah itu dia mengikuti langkah Maxton.
Entah kenapa dia merasa familiar dengan wajah istri Maxton, apa hanya perasaannya saja?
Setelah berbincang sebentar, Matthew meminta ijin untuk pergi karena dia sudah mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
Maxton kembali berdiri di depan foto istrinya dan mengusap wajah tuanya, beberapa hari lagi dia akan bertemu dengan seseorang dan dia harap orang itu bisa memberinya informasi.