Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Mission Complete.


Hari sudah berganti dan hari ini mereka akan sibuk seperti biasanya. Vivian harus pergi ke kantor, sedangkan Matthew akan pergi ke markas untuk memberikan hukuman pada Gary dan kedua rekannya lagi.


Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi. Mereka berdua masih tidur dengan pulas. Setelah menjemput Vivian, mereka pulang ke rumah.


Matthew sudah memerintahkan James mencari rumah yang nyaman untuk keluarga Vivian tinggali dan tentunya itu bukan perkara yang sulit bagi James.


Dia juga yang akan membawa keluarga Vivian nanti karena Vivian harus bekerja. Suara ponsel yang terus berbunyi, membangunkan Vivian dari tidurnya. Vivian segera meraba ponselnya dan mematikan alarm yang dia pasang dan setelah itu dia masuk lagi ke dalam pelukan Matthew.


Dia ingin mereka seperti itu untuk sebentar sebelum mereka sibuk dengan pekerjaan mereka. Lagi pula masih ada waktu sebelum dia pergi ke kantor.


"Babe," Matthew mendekap Vivian dengan erat dan mencium dahinya.


"Hm?"


"Bagaimana dengan keadaan ayahmu?"


"Kak Damian bilang keadaan Daddy semakin membaik."


"Itu bagus, jadi kapan ayahmu bisa pulang?"


"Entahlah, tapi kak Damian berkata, Daddy bisa cepat pulang karena kesehatan Daddy benar-benar semakin bagus."


"Aku senang mendengarnya."


"Oh ya?"


"Yes, aku sudah tidak sabar mempertemukan keluarga kita dan melamarmu, Sayang."


"Aku juga sudah tidak sabar, Matth," ucap Vivian.


"Tunggulah, Babe. Aku pasti akan melamarmu dengan romantis tapi nanti, kau harus melakukan sesuatu."


"Wow, apa itu?" tanya Vivian penasaran.


"Ini rahasia, Sayang."


"Menyebalkan! Jangan membuatku penasaran!"


Matthew terkekeh dan mencium dahi Vivian kembali. "Jadi, apa yang akan kau lakukan hari ini?"


"Ke kantor. Misiku sudah selesai jadi aku rasa Kapten Ston akan memintaku kembali ke Inggris dalam waktu dekat."


"Jadi kau akan kembali?"


"Tentu saja tidak, Matth. Sudah aku katakan bukan? Aku akan mengundurkan diri jika misiku sudah selesai tapi jika Kapten Willys mau menampungku di agensi aku masih mau bekerja."


"Hey, kau sudah berjanji!"


"Aku hanya bercanda," ucap Vivian sambil tertawa.


Sebelum mereka pergi, mereka menghabiskan waktu berdua. Berendam dan membuat sarapan bersama. Pagi ini terasa begitu berbeda bagi Vivian karena dia sudah menyelesaikan tugasnya dan keluarganya juga sudah baik-baik saja.


Memang dia datang ke Amerika karena surat tantangan yang diberikan oleh Gary dan ternyata, kedatangannya mengubah kehidupannya.


Vivian turun dari atas motornya setelah dia tiba di kantor. Matanya menatap langit biru dan sebuah senyuman menghiasi wajanya.


Banyak yang dia syukuri dan dia berterima kasih kepada Gary karena telah membawanya datang ke Amerika. Bisa bertemu dengan Matthew adalah anugerah yang paling indah dalam hidupnya.


Walaupun banyak yang dia alami dan begitu sulit menemukan buronan yang dia cari, tapi Matthew selalu membantunya. Bahkan ketika dia tahu jika Gary adalah buronannya, Matthew ada untuknya dan menghiburnya. Matthew selalu bisa dia andalkan, orang yang selalu bersama dengannya dan orang yang menghapus luka yang ada di dalam hatinya karena perbuatan Gary.


Dia juga orang yang memberikan cinta baru dan orang yang menyadarkan dirinya jika dia terlalu bodoh karena telah menunggu Gary selama lima tahun tanpa kepastian. Semenjak dia bertemu dengan Matthew, kehidupannya berubah bahkan dia bisa melawan ketakutan yang ada pada dirinya.


Tidak hanya itu saja, dia juga bisa bertemu dengan ayah kandungnya dan mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Matthew jugalah yang memberinya solusi apakah dia mau menerima ayahnya atau tidak saat itu. Dia benar-benar bersyukur dan sekarang, dia hanya ingin hidup bersama dengan Matthew apalagi, misinya sudah selesai.


Vivian masuk ke dalam kantor sambil tersenyum. Tidak lama lagi dia akan merindukan tempat itu. Merindukan rekan-rekannya dan yang terutama Patrik.


Patrik banyak membantunya selama dia menjalankan misi dan dia sempat celaka akibat ledakan bom yang dipasang oleh Gary. Dia bahkan lebih setia dan bisa dipercaya dibandingkan Felicia tapi beruntungnya, tidak ada yang tahu jika Felicia seorang penghianat kecuali dirinya dan Charlie.


Para rekannya yang berada di dalam sudah bersiap-siap menyambut kedatangannya. Hari ini mereka akan memberikan kejutan dan selamat untuk Vivian karena telah selesai menjalankan misinya.


"Congratulation, Angel!" teriak semua rekannya sambil membunyikan Popper party.


"Oh my God!" Vivian sangat kaget dan memegangi dadanya tapi senyuman menghiasi wajahnya.


"Selamat, Angel. Kau sudah menyelesaikan misimu," ucap salah satu rekannya.


"Jangan begitu, semua ini berkat kerja keras kita semua," jawab Vivian.


"Tidak. Jika kau tidak datang ke Amerika mungkin kita belum bisa menangkap buronan kita dan mungkin saja kami sudah salah menangkap orang," ucap Patrik.


Vivian tersenyum. Memang mereka hampir menangkap kakaknya karena Gary menggunakan wajah kakaknya. Beruntungnya saat itu, Matthew memintanya untuk tidak bertindak gegabah.


"Semua berkat kerja keras kita, Patrik. Kau dan Charlie, telah membantuku untuk menangkap si buronan tapi kau yang paling banyak membantuku. Thanks, Patrik," Vivian berjalan mendekati Patrik dan memeluknya.


"Sudah ... sudah ... ini hadiah untukmu," ucap Ana seraya mendekati Vivian dan memberinya sebuah hadiah.


"Isinya tidak aneh, bukan?" tanya Vivian curiga.


"Tidak! Itu hadiah dari kami semua," jawab Ana.


"Terima kasih, kalian begitu baik," ucap Vivian seraya memeluk Ana.


"Angel, Kapten Willys memanggil kita," ucap Charlie.


"Oke," Vivian meletakkan hadiah yang diberikan oleh Ana ke atas mejanya.


"Angel, Charlie, bagaimana jika malam ini kita pergi minum untuk merayakan keberhasilan kalian dan perpisahan untuk kalian? Kalian akan segera kembali ke Inggris bukan?" tanya Patrik.


Charlie dan Vivian saling pandang dan setelah itu mereka mengangguk setuju. Mereka segera mencari kapten Willys karena Kapten Willys telah menunggu mereka.


"Congratulation, Angel, Charlie," ucap Kapten Willys ketika mereka sudah berada di dalam ruangannya.


"Thank you, Sir!" jawab Vivian dan Charlie secara bersama-sama.


"Walaupun kita harus menghabiskan waktu selama beberapa bulan untuk menangkap buronan, akhirnya kita bisa meringkusnya dan besok pagi ketika matahari akan terbit, Mosha akan dijatuhi hukuman mati dan tugas kalian sudah selesai di sini," ucap Kapten Willys.


"Thank you, Sir. Semua ini berkat kerja sama kita semua," ucap Vivian.


Dia tidak akan mengatakan pada siapapun jika buronan mereka yang sebenarnya adalah Gary Wriston. Biarkan semua menyangka jika Mosha adalah pelakunya dan biarkan pria itu menjalani hukuman mati. Siapa suruh dia mau menjadi kambing hitam Felicia?


"Kau benar, Angel. Walaupun kita bersedih karena harus kehilangan dua agen terbaik kita tapi misi ini sudah selesai dan besok, aku akan memberikan penghargaan untuk kalian dan setelah itu kalian boleh kembali ke Inggris."


"Thank you, Sir!" ucap Vivian dan Charlie lagi dengan sikap hormat.


Kedua agen yang gugur adalah penghianat dan mereka pantas mendapatkan itu. Rick dan Felicia adalah dua agen bodoh yang mempermalukan negara jadi mereka lebih pantas mati dari pada masih berada di agensi.


Pembicaraan mereka dengan kapten Willys sudah selesai jadi mereka kembali ke meja mereka. Vivian segera menyalakan komputernya karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Kapten Ston.


Beberapa email dari Kapten Ston belum dia baca dan begitu Vivian membukanya, Vivian tersenyum karena itu ucapan selamat dari Kapten Ston.


Sebuah tugas baru juga dia dapat dari sang Kapten yang berkata akan mengirimnya ke Meksiko dalam waktu dekat setelah dia kembali ke Inggris.


Vivian tersenyum dan membalas email dari Kapten Ston, "Maaf Kapten, aku mau cuti dalam jangka panjang."


Tidak lama kemudian, sang Kapten membalas email darinya. "Berapa lama, Angel? Kau boleh cuti beberapa minggu sebelum memulai tugas baru."


"Maaf, Kapten. Aku akan segera mengirimkan surat pengunduran diriku karena aku akan segera menikah."


Kapten Ston sangat kaget setelah membaca email dari Vivian, agen terbaiknya mau berhenti? Dia langsung menghubungi Vivian untuk meminta penjelasan.


Vivian memberi penjelasan pada Kapten Ston sampai sang Kapten menerima keputusannya. Memang ini sangat mendadak dan dia sendiri tidak menyangka akan mengundurkan diri secepat ini. Menjadi agen selama empat tahun sudah memberinya banyak pengalaman dan yang pasti, dia akan rindu beraksi lagi dan semoga dia punya kesempatan untuk kembali beraksi.


Sambil memberi penjelasan kepada Kapten Ston, Vivian memandangi Charlie. Entah kenapa dia jadi teringat dengan Felicia dan dia jadi ingin tahu, apakah Felicia masih hidup? Atau dia sudah di makan oleh para Buaya Matthew?


Tentu Felicia masih hidup apalagi hari ini Felicia akan ikut bermain dan akan melihat siksaan yang didapat oleh Gary juga kedua rekannya dan bisa saja, Felicia juga akan mendapat siksaan dan semua itu akan terjadi sebentar lagi karena Matthew sedang menuju ke sana.