Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Dua target dan tragedi dimulai.


Hari sudah siang dan waktu sudah menunjukkan pukul 14:00 waktu setempat. Gary sudah mengumpulkan dua puluh anak buahnya dan memecah mereka menjadi dua kubu karena hari ini dia akan menghabisi dua target.


Rencananya sedikit berubah setelah dia mendiskusikan hal itu dengan dua sekutunya. Supaya Vivian dan Matthew tidak semakin waspada, dia akan menghabisi dua target sekaligus hari ini.


Satu kelompok akan mengikutinya sedangkan satu kelompok lagi menuju targetnya yang lain. Apapun yang terjadi hari ini rencananya harus berhasil dan setelah itu mereka akan melawan Matthew dan dia akan menangkap Vivian.


Ketika anak buahnya sudah siap, mereka segera berangkat menuju lokasi target berada. Gary memakai wajah orang lain ketika keluar dari rumah Bruke supaya tidak ketahuan. Setelah sudah hampir tiba di tempat tujuan dia akan memakai wajah yang sudah dia siapkan untuk mengecoh targetnya dan supaya identitasnya tidak ketahuan.


Gary dan anak buahnya pergi menuju tempat targetnya sedangkan anak buahnya yang lain menuju target yang satunya lagi dan mereka berangkat secara bersama-sama. Puluhan senjata api sudah mereka siapkan bahkan beberapa bahan peledak seperti Granat dan Bom sudah siap sedia karena dia akan meratakan tempat musuh.


Yang paling berbahaya adalah target yang satunya lagi dan dia meminta anak buahnya yang lain untuk memantau keadaan di sana sambil menunggu kedatangannya dan setelah itu dia akan menyerang.


Setelah menyelesaikan satu target maka dia akan segera menuju target lainnya dan menghabisi mereka. Di sanalah bahan peledak yang dia bawa akan dia gunakan karena dia akan meratakan tempat itu dengan Bom yang dia bawa.


Sementara itu target pertama yang mereka incar tidak tahu jika hari ini akan ada sebuah musibah menghampiri mereka. Keluarga Adison tampak sibuk karena tidak lama lagi, Mariam Adison akan segera berangkat ke bandara bersama dengan paman dan bibinya.


Mariam mengajak ibu juga bibinya untuk pergi berbelanja setelah Vivian pergi. Dia membeli beberapa hadiah untuk putranya nanti dan tentunya saat ini dia sedang sibuk merapikan barang-barangnya lagi.


Setengah jam lagi mereka akan berangkat ke bandara dan dia harus bergegas. Marta membantu putrinya dan mereka terlihat berbincang sesekali.


Sebuah mobil taxi sudah dipanggil oleh David untuk mengantar putra, putri dan cucunya ke bandara. Mereka tidak akan mengantar dan hanya melepas kepergian mereka di rumah saja apalagi mereka juga akan kembali setelah Vivian menikah.


Koper sudah dikeluarkan dan Marta memeluk putrinya sebelum putrinya pergi.


"Jaga dirimu Mariam, Mommy akan mengabarimu kapan adikmu akan menikah dan datanglah lagi bersama dengan putra dan suamimu."


"Tentu, Mom. Aku pasti akan datang diacara pernikahan Vivian nanti."


"Maafkan adikmu karena dia tidak bisa mengantarmu," ucap ibunya lagi.


"Tidak apa-apa, aku tahu dia sibuk jadi Mommy tidak perlu menghawatirkan hal ini."


Setelah berpamitan dengan ibunya, Mariam juga berpamitan dengan ayah juga kakeknya. Mereka melepas kepergian Mariam di depan pintu dan setelah mobil yang ditumpangi mereka pergi, tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah itu.


Segerombolan orang turun dari mobil dan ketika melihat mereka, anak buah Matthew langsung siaga dan hendak mengambil senjata api mereka tapi ketika melihat orang yang turun kemudian, mereka langsung mengurungkan niat mereka.


"Bos," panggil mereka tapi orang yang mereka panggil bos mengangkat tangannya dan tanpa mereka ketahui, dua peluru yang ditembakkan dari senjata api kedap suara sudah melesat ke arah mereka dan menembus kepala mereka.


Tubuh mereka ambruk ke atas aspal dan mereka langsung mati, sedangkan orang yang menyamar menjadi bos mereka adalah Gary. Dia sedang menggunakan wajah Matthew dan wajah itulah yang dia minta Bruke buatkan dan lihatlah, anak buah Matthew bahkan tidak mengenalinya sama sekali.


"Bereskan mayat mereka!" perintah Gary.


Sekarang saatnya masuk ke dalam, memberi keluarga Vivian beberapa tembakan dan setelah itu pergi. Dia akan menghancurkan hubungan Vivian dengan Matthew dan membuat Matthew dibenci oleh keluarga Vivian. Dia ingin lihat reaksi Vivian, bagaimana jika orang yang dia cintai menghabisi keluarganya tanpa sepengetahuannya?


Ini sungguh menarik dan di saat hubungan mereka sedang kacau, dia akan melancarkan rencana selanjutnya bersama dengan kedua sekutunya. Kematian Matthew hanya menunggu waktu dan Vivian akan menjadi miliknya.


Di dalam rumah, David hendak masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Marta membereskan alat makan yang kotor sedangkan Charles membaca sebuah majalah bisnis yang ada di atas meja.


Tanpa sepengetahuan mereka, pintu didobrak dari luar dan Charles langsung bangkit berdiri untuk melihat siapa yang datang begitu juga dengan Marta.


"Matthew, ada apa?" tanya Charles.


Sebuah seringai menghiasi wajah Gary saat mendengar Charles Adison memanggilnya. Matthew? Bagus sekali, mereka benar-benar mengira dia Matthew.


"Tembak dan jangan sampai mati agar mereka menjadi saksi!" perintah Gary.


Para anak buahnya mulai mengangkat senjata api mereka tapi Charles dan Marta belum juga mengerti dengan situasi yang mereka hadapi apalagi mereka tahu jika Matthew adalah kekasih putri mereka.


"Charles, Marta, lari!" teriak David saat melihat situasi yang ada.


Marta lari ke dapur sedangkan Charles hendak bersembunyi tapi sayangnya, mereka sudah di hujani dengan timah panas oleh anak buah Gary.


Peluru terus keluar dari senjata api kedap suara dan anak buah Gary terus maju sedangkan Gary menghampiri David Adison yang berdiri diam di tempatnya dengan sebuah senjata api yang sudah terarah ke arah David.


"Apa maksudnya ini Matthew?" tanya David.


"Aku akan membunuh kalian semua dan memanfaatkan cucumu," jawab Gary.


"Kau bukan Matthew," ucap David setelah mendengar suara Gary.


"Orang tua yang pintar, tidak aneh karena kau mantan tentara tapi kau akan aku bunuh!" ucap Gary dan dia menembak dada David tanpa ragu.


David terhuyung kebelakang dan memegangi dadanya, dia juga berkata, "Vivian tidak akan mengampunimu!"


"Sayangnya, dia tidak akan tahu!" jawab Gary dan lagi-lagi dia menembak David bahkan memukul kepala David berkali-kali menggunakan gagang senjata apinya.


Gary tidak berhenti tapi anak buahnya sudah karena Charles mendapat tembakan dibagian perut dan kakinya, sedangkan Marta juga mendapat beberapa tembakan.


Gary masih belum selesai dengan David Adison tapi tiba-tiba saja, seseorang masuk ke dalam sambil berteriak, "Mom, ada yang aku lupakan."


Mariam kembali saat mengingat sesuatu yang dia lupakan dan begitu melihat orang-orang yang ada di dalam sana dengan senjata api mereka, Mariam langsung berteriak dan berlari keluar.


Gary mengumpat kesal dan mendorong tubuh tua David ke atas lantai dan setelah itu dia mengajak anak buahnya untuk pergi. Mariam bersembunyi di dalam mobil taxi yang dia tumpangi dan tampak ketakutan.


Paman dan bibinya bertanya ada apa tapi Mariam tidak menjawab dan semakin ketakutan. Ben dan Hilary melihat segerombolan orang keluar dari rumah dan pergi begitu saja dan setelah itu Mariam keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.


Mariam berteriak histeris ketika mendapati ayah dan ibunya bersimbah darah di atas lantai begitu juga dengan keadaan kakeknya. Ben dan Hilary berlari masuk ke dalam rumah dan sangat shock melihat keadaan ayah dan kakak mereka.


Mereka segera menghubungi 911 sedangkan Mariam menangis dan memeluk ibunya. Dia tampak shock tapi dia segera menghubungi Vivian untuk memberi tahu Vivian keadaan keluarga mereka.


Wajah Vivian langsung pucat setelah mendapat kabar jika keluarganya diserang. Dia segera berlari keluar dari kantor sambil berderai air mata dan tampak kacau. Siapa yang telah menyerang keluarganya?


Dia sangat berharap keluarganya baik-baik saja tapi sayangnya, Gary tidak akan berhenti sampai di sana karena dia sedang mengincar target yang satunya lagi.


#Oke all, jangan demo autor karena skenario awal kayak gini. Kalau mau diubah otomatis harus ubah dari awal dan aku berpikir dengan keras untuk mengabulkan permintaan reader agar jangan ada yang mati padahal pas di bab Vivian datang ke Amerika udah jelas kalau itu saat terakhir Vivian dengan kakeknya. Apalagi beberapa bab juga menunjukkan hal yang sama dan bab itu gak bisa diubah lagi. Autor akan mengabulkan permintaan reader dan membuat tidak ada korban mati cuma sekarat aja dan mengubah sedikit jalan ceritanya agar tetap nyambung sama part awal.#