
Seven Bar Lounge adalah sebuah tempat yang menawarkan Whiskeys terbaik yang ada di kota Los Angeles.
Di sana para pengunjung akan merasa puas oleh Whiskeys yang disediakan oleh Bar, tempat yang nyaman untuk berkumpul semakin membuat pengunjung betah dan disanalah Vivian dan para rekannya akan berkumpul.
Tidak saja mereka, seseorang sudah duduk di sisi ruangan dan orang itu adalah Carlk. Dia ingin melihat siapa orang yang membantu Vivian dan tentunya dia datang kesana dengan menyamar. Jangan sampai Vivian mengenalinya jika tidak rencananya akan kacau semua.
Saat itu waktu baru saja menunjukkan pukul setengan delapan malam, Vivian sudah tiba terlebih dahulu dan turun dari atas motornya.
Dia sudah mengganti pakaiannya sebelum datang. Rok mini dipadukan dengan tanktop kerlap kerlip yang memperlihatkan perutnya yang rata membuat penampilannya sempurna malam itu. Rambut panjangnya cukup diikat keatas dan wajahnya hanya dipoles dengan make up tipis.
High heel berwarna silver melengkapi penampilannya dan begitu Vivian melangkahkan kakinya memasuki bar, mata para pria yang ada di sana langsung tertuju ke arahnya begitu juga dengan Carlk.
Vivian terlihat luar biasa malam ini bahkan dia terlihat semakin cantik dari pada terakhir mereka bertemu dan tidak dia pungkiri, Vivian lebih cantik dari pada Ella.
Wajahnya manis dan terlihat segar, dia bagaikan gadis yang sudah mengenal cinta dan hal itu membuat Carlk penasaran, apa selama dia pergi ada pria lain yang mendekati Vivian?
Tapi dia rasa tidak mungkin karena Vivian takut dengan laki-laki dan dia masih percaya jika Vivian masih menunggunya kembali apalagi mereka sudah berjanji dan dia tahu, Vivian gadis yang tepat janji.
Untuk menunggu rekannya, vivian mencari tempat yang nyaman. Dia mencari sebuah meja yang muat untuk enam orang dan segera duduk di sana.
Mata Vivian bagaikan burung Elang yang mencari mangsa karena bisa saja buronannya ada disana dan mengawasinya.
Tanpa sengaja pandangan Vivian beradu dengan pandangan Carlk tapi dia tidak mengenalinya karena Carlk menggunakan wajah palsu.
Carlk tersenyum tipis dan mengangkat gelasnya tapi Vivian segera membuang wajahnya ke samping, lebih baik dia melihat situasi dan dia harap buronannya datang tapi dia tidak tahu, baru saja mereka bertatap muka.
Setelah beberapa menit menunggu, Patrik dan Ana datang secara bersamaan. Mereka segera menghampiri Vivian saat melihatnya. Mata Patrik tidak lepas dari Vivian karena dia sangat kagum melihat penampilannya.
"Sory, apa sudah lama menunggu?" tanya Ana dan dia segera duduk di samping Vivian.
"Tidak, aku baru tiba," jawab Vivian.
Patrik duduk di depan Vivian dan melihatnya tanpa berkedip karena Vivian tampak berbeda malam ini. Biasanya dia selalu melihat Vivian menggunakan pakaian dinas tapi sekarang? Dia benar-benar kagum.
"Di mana Jerry dan Rick?" Tanya Vivian basa basi.
"Tunggulah sebentar lagi, mungkin mereka akan segera tiba. Tapi dimana sahabat yang hendak kau kenalkan?" tanya Patrik.
"Sedang diperjalanan," jawab Vivian sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian, Jerry dan Rick datang secara bersama-sama. Mereka bertemu di depan bar dan mereka segera menghampiri rekan mereka yang telah menunggu.
Sambil menunggu Matthew karena Vivian berkata jika Matthew sedang dalam perjalanan, mereka memesan beberapa botol Whiskeys.
Si penghianat tampak was-was dan melihat sekitar karena pria berinisal M berkata dia akan datang tapi dia tidak sadar jika Vivian mengawasi gerak geriknya.
Entah apa yang akan dilakukan si buronan setelah melihat orang yang membantunya, sungguh dia ingin tahu.
Di luar sana, sebuah mobil sport berhenti di depan Bar. Seorang wanita mengeluarkan kaki panjangnya melalui pintu mobil dan semua mata lelaki yang ada di luar sana langsung melihat ke arahnya tanpa berkedip.
Matthew merapikan shallnya dan segera keluar dari mobilnya, kali ini dia harus berjalan dengan hati-hati agar dia tidak terjungkal. Semoga saja di Bar itu tidak ada sahabatnya dan tidak ada yang bisa mengenalinya jika tidak dia akan malu setengah mati.
Sambil menentang tasnya yang isinya sepatu, dia sengaja membawanya dan jika dia memerlukannya secara darurat dia bisa langsung menggantinya apalagi dia sudah sangat ingin mengubur high heel yang dia pakai.
Matthew berjalan memasuki bar dan sungguh ini sangat memalukan karena dia jadi pusat perhatian laki-laki. Ingin rasanya mencongkel mata mereka semua tapi jangan sampai aktingnya gagal. Dia berjalan dengan pelan agar tidak terjatuh walaupun terkadang dia hampir tergelincir.
Ini sungguh siksaan yang nyata, lebih baik dia membantu tentara Amerika pergi berperang jika dia bisa memilih tapi ini demi kekasih hatinya.
Dia harap Matthew cepat datang tapi tidak lama kemudian, Vivian melihat seorang wanita sedang mencari seseorang. Dilihat gerak geriknya dia tahu itu Matthew.
Vivian segera bangkit berdiri dan berteriak, "Maria!"
Matthew melihat datangnya suara karena itu suara Vivian dan benar saja, Vivian sedang melambaikan tangan ke arahnya.
"Maria, sini!" panggil Vivian lagi.
Matthew mendengus kesal, namanya berubah dalam hitungan detik. Dia segera berjalan dengan hati-hati mendekati Vivian sedangkan Vivian ingin tertawa karena gaya berjalannya yang aneh.
Keempat rekan Vivian melihat ke arah Matthew dan berkata, "Wow!" tapi tidak dengan seseorang yang duduk di sisi ruangan. Ternyata wanita itulah yang membantu Vivian? Tapi dia merasa ada yang aneh karena dia sangat ingat jika mata-mata yang dia utus waktu itu mengatakan bahwa yang membantu Vivian adalah laki-laki, apa ada yang salah?
Tanpa banyak bicara, Matthew segera duduk di samping Vivian dan melihat penampilan Vivian dengan tatapan tidak suka.
"Guys, ini temanku yang aku ceritakan, namanya Maria," Vivian mengenalkan Matthew pada rekannya dan Matthew hanya tersenyum.
"Wah jadi kau yang selalu membantu Angel selama ini?" tanya Rick dengan antusias dan matanya tidak lepas dari Matthew.
"Hei, kalian kenal di mana?" tanya Ana pula.
Matthew memandangi Vivian dan memberi sebuah kode, jika dia berbicara maka habislah sudah. Dia tidak bisa memalsukan suaranya.
"Sory guys, temanku sepertinya sedang sariawan. Yang penting sudah aku kenalkan pada kalian bukan? Dan kalian sudah tidak penasaran lagi," ucap Vivian sambil tesenyum.
"Baiklah, kita mendapat anggota baru. Malam ini aku yang traktir jadi mari minum sampai puas," ucap Patrik sambil mengangkat tangannya untuk memanggil waiters.
Mereka kembali memesan Whiskeys dan pada saat itu Ana meminta ijin untuk pergi ke toilet. Mata Patrik masih tidak lepas dari Vivian dan hal itu membuat Matthew gusar karena patrik selalu melihat Vivian. Apa pria itu memiliki rasa pada VIvian?
Ditambah baju yang Vivian pakai begitu minim membuatnya semakin kesal. Ingin rasanya mencongkel mata pria yang ada di sana tapi untuk saat ini dia tidak bisa melakukan apapun.
Matthew melingkarkan tangannya ke pinggang Vivian dan menutupi perutnya yang kelihatan menggunakan telapak tangannya sedangkan Vivian diam saja.
Di sisi ruangan Carlk masih memperhatikan mereka dan segera memberi kode kepada mata-matanya karena dia akan memberi perintah untuk membunuh wanita yang ada di samping Vivian.
Setelah memberi tanda Cark segera bangkit berdiri dan berjalan pergi begitu juga dengan si penghianat.
"Sory, aku mau ke toilet sebentar," ucapnya sambil bangkit berdiri dan dia segera pergi.
Mata Vivian mengekori si penghianat dan pada saat itu dia melihat si penghianat berjalan ke arah seorang pria yang ada di depannya dan pria itu hilang di balik dinding.
Vivian segera bangkit berdiri dan berkata kepada rekannya, "Guys, beriaplah."
"For what?" tanya kedua rekannya yang tersisa tapi Vivian sudah menarik Matthew dan membawanya pergi, jangan sampai mereka terlambat sehingga targetnya lepas.
Vivian mengikuti ke mana si penghianat tadi dan mencari keberadaannya, dia yakin si penghianat sedang bersama dengan buronannya.
"Ada apa babe?" tanya matthew dan pada saat itu, Vivian menarik Matthew dan mereka bersembunyi di balik dinding karena si penghianat berjalan dengan beberapa orang dan mereka akan menuju sebuah ruangan di mana Carlk sudah menunggu untuk memberi perintah menghabisi orang yang membantu Vivian.
Setelah si penghianat masuk ke dalam ruangan, Vivian dan Matthew segera menghampiri ruangan itu untuk menguping dan melihat rupa buronannya tapi sialnya, secara kebetulan Ana tidak sengaja melihat mereka.
"Angel, kenapa kalian ada di sini?"
"Oh my, s*h*i*t!" umpat Vivian kesal dan mereka langsung ketahuan karena tidak lama kemudian, anak buah Carlk keluar dari ruangan dan menodongkan senjata api ke arah mereka.