Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Who are you, girl?


Suara orang yang sedang berbicara dan suara pukulan membangunkan Matthew dari tidurnya.


Dengan perlahan Matthew bangun dari tidurnya dan duduk di atas sofa, dia bahkan melihat sekelilingnya dan baru ingat jika dia menginap di rumah Vivian.


Matthew bangkit berdiri saat mendengar suara Vivian sedang berbicara dengan seseorang dan beberapa suara pukulan, setelah mencuci wajahnya dia segera berjalan kebelakang.


Di belakang rumah, terdapat sebuah taman kecil dan di sana Vivian sedang berolahraga. Sebuah samsak tergantung dan Vivian menggunakan sarung tinju untuk memukul samsak sambil berbicara dengan Patrik.


Matthew bersandar di dinding sambil bersedekap dada melihat Vivian sedang menendang dan memukul samsak, gadis itu benar-benar memberinya banyak kejutan.


"Angel, datang ke Kantor lebih awal karena ada kasus yang harus kita bahas," terdengar suara Patrik.


"Aku akan segera kesana!" jawab Vivian sambil memutar kakinya untuk menendang samsak.


"Baiklah, kita akan membahas kasus penting jadi jangan terlambat!" Patrik mengingatkan.


"Roger!" jawab Vivian dan dia segera memutar tubuhnya untuk menendang samsak.


Wow!" gumam Matthew saat melihatnya.


Vivian terengah-engah dan membuka sarung tinjunya, sedangkan Matthew berjalan menghampirinya.


"Morning babe," sapanya dan Vivian melihatnya sekilas seraya menyimpan sarung tinjunya.


"Ini sudah jam delapan, apa kau tidak pergi bekerja?" tanya Vivian.


"Tentu saja babe, tapi jam kerjaku jam sepuluh," jawab Matthew berdusta.


"Cih, supir seperti apa kau?" Vivian memincingkan matanya dan meneguk minuman yang ada di botol.


Mattew terkekeh dan mengambil sarung tinju yang disimpan oleh Vivian tadi.


"Aku tidak menyangka jika kau bisa boxing," ucapnya.


"Aku bisa melakukan banyak hal!" jawab Vivian.


"Oh ya?" Matthew memperhatikan Vivian yang tampak cantik saat berkeringat. Tangannya sudah terasa gatal ingin mendekap Vivian tapi dia harus tahan, jangan sampai Vivian mengusirnya hanya karena hal sepele.


"Yes," jawab Vivian sambil berjalan masuk dan Matthew mengikutinya.


"Babe, apa ada kasus penting yang sedang kau tangani?" tanya Matthew. Dia harus tahu kenapa Vivian mencari tahu tentangnya.


"Orang luar tidak ada hubungannya dan tidak perlu tahu!" jawab Vivian dengan sinis.


"Siapa tahu aku bisa membantumu babe, bukankah kau ingin tahu tentang Matthew Smith? Aku bisa memberikan informasi yang kau mau."


"Terima kasih tapi aku tidak bisa membocorkan misi ku sembarangan! Nanti siang aku akan membuat peraturan yang tidak boleh kau lakukan selama tinggal di rumahku dan satu lagi, sebaiknya kau memikirkan hutang-hutangmu karena aku tidak bisa memberi tumpangan untukmu begitu lama!"


"Wow, kenapa? Apa kau mau pergi?" Matthew jadi penasaran.


"Ini hanya rumah dinas yang aku dapat selama di sini dan setelah kasus yang aku tangani selesai maka aku akan pergi!"


"Babe apa kau bukan orang sini?"


Vivian tidak menjawab dan melangkah pergi masuk kedalam kamar karena dia sudah harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Matthew semakin penasaran, siapa sebenarnya Vivian dan dari mana dia berasal? Dia ingat betul adiknya pernah berkata jika data Vivian tidak ada, apa dia seorang agen rahasia yang di utus untuk menyelidiki kasus yang ada di Amerika? Jangan-jangan apa yang dikatakan oleh Michael benar, Vivian mencari tahu tentangnya karena curiga jika dia terlibat dengan kasus yang sedang dia tangani.


Dari pada penasaran lebih baik dia mencari tahu sendiri apalagi Vivian enggan memberitahu siapa dirinya dan dari mana asalnya.


Matthew menarik sebuah kursi dan duduk di sana, untuk mencari tahu tentang Vivian dia harus mendapatkan kartu pengenal gadis itu terlebih dahulu, dan sepertinya untuk mendapatkannya juga tidak mudah.


"Who are you, girl?" tanyanya dengan suara pelan.


Matthew bangkit berdiri dan menekuk jari-jarinya dan bergumam, "Baiklah, misi akan segera dimulai!"


"Misi apa?" tanya Vivian yang sudah berdiri di belakangnya.


"Misi untuk membayar hutang babe," jawab Matthew berdusta.


"Bagus, kau tidak bisa melarikan diri untuk selamanya jadi pikirkanlah caranya untuk melunasi hutangmu dan jika aku bisa, aku akan membantumu!"


"Thanks babe, aku beruntung bertemu denganmu," jawab Matthew dengan senyum diwajahnya.


Vivian melewatinya dan menyambar sepotong roti yang ada di atas meja.


"Aku mau pergi dan ini untukmu!" Ucapnya seraya melemparkan kunci kearah Matthew yang langsung ditangkap oleh Matthew.


"Ingat kunci rumahku saat kau pergi, jangan sampai ada pencuri masuk dan mengambil komputer yang baru saja aku beli! Seseorang telah membuatku kehilangan benda itu dan jangan sampai kau membuatku harus membeli komputer lagi jika sampai itu terjadi maka aku akan menendang bokongmu sampai puas!" ancam Vivian.


"Serahkan padaku babe," jawab Matthew sambil terkekeh.


"Jangan lupa bersihkan kamar itu sendiri jika tidak kau akan tidur di sofa lagi!"


"Aku tahu," Matthew tersenyum dan melihat Vivian sedang memakan rotinya dengan terburu-buru.


"Pelan-pelan babe."


"Aku buru-buru!"


Setelah memakan rotinya, Vivian langsung pergi karena ada kasus penting yang harus dia bahas dengan rekan-rekannya dan begitu tiba di kantor dia langsung mencari Patrik.


"Patrik, bukankah kita mau membahas sebuah kasus?"


"Oh Angel, sory aku lupa mengabarimu. Rapat di undur jam dua siang nanti, kapten sedang diare," bisik Patrik dengan pelan, jangan sampai atasannya mendengar karena saat itu sang kapten tampak buru-buru berjalan menuju kamar mandi.


Vivian terkekeh dan duduk di kursinya, karena rapat di undur sebaiknya dia membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh Freddy selama tinggal di rumahnya dan nanti siang dia mau mendatangi Matthew Smith untuk mengintrogasinya.


Entah apa saja yang dia ketik tapi sepertinya banyak peraturan yang dia buat dan peraturan-peraturan itu harus Matthew patuhi jika tidak dia akan menendang pria itu keluar.


Vivian bahkan berpikir sebentar dan kembali mengetik lagi dan saat merasa sudah cukup, Vivian mengcopy tulisan yang dia buat dan kembali melihatnya dengan teliti.


Saat waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas siang, Vivian meminta ijin pada Patrik karena dia ada urusan dan berjanji akan segera kembali sebelum rapat dimulai.


Dengan bekal alamat yang diberikan Patrik, Vivian menuju kesebuah tempat yaitu perusahaan Smith untuk menemui Matthew Smith.


Begitu sampai ketempat itu dia melangkah tanpa ragu untuk masuk kedalam dan sebelum petugas yang berjaga disana menahannya, langkah Vivian terhenti karena ponselnya berbunyi.


Vivian mengambil ponselnya dan menjawabnya dengan segera, dia tidak mau ada yang manggangunya saat mengintrogasi Matthew Smith nanti.


"Hallo."


"Babe, kau tidak lupa bukan akan makan siang denganku?"


"Oh astaga, kau bener-benar!" Vivian mengerutu kesal.


"Apa aku mengganggumu?"


"Yes! Aku sedang berada di Smith Corp untuk bertemu dengan Matthew Smith jadi jangan menghubungiku dulu, setelah selesai bertemu dengannya aku akan menghubungimu!"


"What?" Matthew sangat kaget mendengarnya. Vivian ada dibawah? Oh no!


Sepertinya dia harus segera melakukan sesuatu agar kebohongannya tidak terbongkar.