Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Wajah buatan


Suara teriakan Gary terdengar disebuah laboratorium karena jarinya yang terluka sedang disiram menggunakan alkohol oleh sahabatnya yang adalah seorang ilmuwan.


Dia pergi menemui sahabatnya karena dia ingin tahu, sudah sejauh mana proses pembuatan wajah yang dia inginkan. Dia harap wajah yang dia inginkan sudah selesai karena dia sudah tidak sabar menggunakan untuk membalas Matthew Smith.


Thomas juga sudah tidak sabar dan jika wajah itu sudah selesai maka mereka akan beraksi untuk balas dendam tapi sebelum itu, dia akan menghancurkan hubungan Vivian dan Matthew menggunakan wajah itu.


Rasanya sudah tidak sabar jadi sebab itu dia mendatangi sahabatnya dan begitu melihat keadaan Gary, Bruke tampak terkejut apa lagi Gary melemparkan dua potongan jari kearahnya.


"Siapa yang melakukan hal ini Gary?" tanya sahabatnya.


"Coba kau tebak Bruke," jawab Gary sambil duduk di sofa sedangkan Bruke mengambil perban untuk menutupi luka di jarinya.


"Ini pasti ulah Matthew Smith bukan?"


"Siapa lagi, aku sungguh sudah tidak sabar untuk membunuhnya."


"Bagaimana bisa kau kehilangan kedua jarimu?" tanya Bruke penasaran sambil mengobati jari sahabatnya.


"Dia merebut wanitaku dan aku tidak akan memaafkan ini."


"Wow, dia merebut pacarmu?"


"Ya, Vivian jadi benci denganku dan aku yakin pasti Matthew Smith sudah mencuci otaknya dan menghasutnya. Aku tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja dan aku akan merebut Vivian agar kembali padaku. Selain membunuh Maxton, aku juga akan membunuh Matthew Smith!"


"Sepertinya rencanamu berubah?"


"Benar Bruke, tadinya aku ingin Vivian yang membunuh Maxton tapi sekarang, aku tidak rela kehilangan dirinya. Setelah Maxton dan Matthew mati, maka Vivian harus menjadi milikku."


"Kau jadi terobsesi dengannya sekarang," ucap Bruke sambil terkekeh dan dia duduk di depan Gary setelah mengobati jarinya.


"Aku tidak suka ada yang mengambil milikku apalagi diambil oleh Matthew Smith. Aku akan menunjukkan padanya jika aku bisa mengalahkannya dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku sejak awal jadi bagaimana dengan apa yang aku minta, apa kau sudah menyelesaikannya?" tanya Gary sambil menatap sahabatnya dengan serius.


"Oh kau akan takjub melihat ini jadi tunggu sebentar," Bruke bangkit berdiri dan berjalan pergi sedangkan Gary sudah tidak sabar melihat hasil ciptaan sahabatnya.


Selama menunggu, Gary mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi mata-mata yang bisa dia andalkan selama ini dan dia akan memanfaatkan orang itu setelah dia datang.


Tidak butuh lama, terdengar suara seorang wanita dari seberang sana dan Gary langsung melontarkan pertanyaannya.


"Kapan kau datang? Kenapa begitu lama?"


"Sabarlah Mr M, besok aku sudah berangkat ke sana."


"Bagus, aku sudah tidak sabar menunggu kedatanganmu!"


"Tenang saja, jika aku sudah berada di sana maka setiap rencananmu tidak akan gagal. Aku akan menggagalkan rencana Angel dan aku akan mencari tahu apa saja yang akan dilakukan oleh agen di sana. Kali ini aku tidak akan membiarkan Angel selalu menang dariku."


Gary tersenyum, inilah yang dia butuhkan. Mata-mata yang bisa dia andalkan dan setelah mata-matanya datang, dia yakin setiap rencananya tidak akan pernah gagal.


"Tapi Mr M, aku mendapat kabar jika keluarganya berangkat ke Amerika dengan terburu-buru."


"Apa kau bilang?" Gary bangkit berdiri, keluarga Vivian datang ke Amerika? Ada apa ini? Apa ada yang dia lewatkan?


"Kenapa baru kau katakan sekarang dan ada urusan apa mereka datang?" tanya Gary dengan nada tinggi.


Untuk apa keluarga Vivian datang ke Amerika? Tidak seharusnya mata-matanya ketinggalan informasi yang begitu penting seperti ini.


"Dasar tidak berguna!" teriak Gary marah.


Dia harus tahu apa tujuan kedatangan keluarga Vivian apa lagi mereka datang dengan terburu-buru. Pasti telah terjadi sesuatu yang mengharuskan mereka datang dan sebaiknya dia mencari tahu akan hal ini.


"Jaga ucapanmu Mr M, aku bisa saja tidak memberikan informasi untukmu lagi dan aku bisa saja membocorkan identitasmu pada Angel," ancam mata-matanya.


"Mengancamku, heh?! Jika kau berani kita lihat, siapa yang akan hancur terlebih dahulu, kau atau aku?" ucap Gary dengan sinis sedang agen yang menjadi mata-matanya berdecak kesal.


"Baiklah, lupakan! Kita saling membutuhkan dan setelah aku tiba di sana, aku akan mencari tahu apa tujuan kedatangan keluarga Angel ke Amerika. Kau tidak perlu khawatir Mr M, Angel tidak akan pernah mencurigaiku sedikitpun," ucap agen itu dengan penuh kepercayaan diri.


"Bagus, aku harap kau tidak mengecewakan aku seperti si sampah itu!"


"Pasti!" jawab si agen penghianat.


Gary mematikan ponselnya dan tersenyum dengan licik, kali ini dia tidak boleh gagal apalagi yang harus dia hadapi Matthew Smith.


Sekali gagal maka nyawa jadi taruhannya dan dia akan menyusun rencana dengan matang sebelum bertindak dan agen bodoh yang menjadi mata-matanya, akan memberikan informasi untuknya.


Pada saat itu, Bruke kembali dengan maha karya hasil buatannya. Dia tampak puas tapi itu belum selesai karena masih harus dia sempurnakan lagi.


Wajah yang dia buat kali ini harus benar-benar menyerupai aslinya apalagi, wajah orang yang harus dia buat bukanlah wajah orang mati. Sedikit kesalahan saja yang dia buat maka akan ketahuan jika itu adalah wajah palsu dan dia melakukan dengan hati-hati agar maha karya ciptaannya sempurna.


Bruke mendekati Gary dengan wajah angkuh dan rasa puas memenuhi hatinya. Dia sangat siap memamerkan karya ciptaannya kepada sahabatnya.


"Lihat ini," ucap Bruke seraya memperlihatkan wajah hasil ciptaannya kepada Gary.


"Wow, sempurna. Apa itu sudah jadi?" Gary mendekati sahabatnya dan melihat wajah yang dipamerkan oleh sahabatnya dengan teliti.


"Belum, tunggulah beberapa hari lagi dan wajah ini sudah bisa kau gunakan!"


Gary masih melihat wajah itu, beberapa hari lagi? Oh sepertinya ini waktu yang tepat. Entah apa tujuan keluarga Vivian datang ke Amerika tapi dia mendapat sebuah ide cemerlang.


"Kerja bagus Bruke, tidak sia-sia kau menghabiskan waktu setiap hari di Laboratoriun dan kau benar-benar jenius," puji Gary dan Bruke terlihat senang dengan pujiannya.


"Jadi? Apa yang ingin kau lakukan dengan wajahnya? Apa rencanamu?"


Sebuah seringai menghiasi wajah Gary, tentu wajahnya itu berguna untuk banyak hal dan sebelum dia dan Thomas menjalankan rencana besar mereka, dia akan menggunakan wajah itu untuk suatu tujuan terlebih dahulu.


"Tentu untuk menyingkirkan Matthew Smith," jawab Gary.


Seandainya dia tahu Vivian berhubungan dengan Matthew lebih cepat, mungkin dia akan meminta Bruke membuat wajah Vivian untuk mengelabui Matthew tapi sudah tidak ada waktu lagi karena sekarang Thomas sedang menangkap umpan untuk memancing Matthew Smith.


"Kalian punya rencana yang bagus?" tanya Bruke penasaran.


"Tentu Bruke, kami akan langsung menjalankan rencana saat Thomas mendapatkan umpannya!"


"Wow, jika kalian membutuhkan wajah, aku punya banyak dan wajah yang kau minta waktu itu, sudah selesai dan bisa kau bawa sekarang!" ucap Bruke seraya berjalan menuju sebuah ruangan dan Gary mengikuti langkahnya.


Bruke menunjukkan sebuah wajah lain pada Gary dan Gary tampak tersenyum puas melihat wajah pria yang dia bunuh waktu itu. Dengan menggunakan wajah orang lain apapun yang dia lakukan, tidak akan pernah ada yang mengetahui identitas aslinya.


Ini adalah sebuah keuntungan bagi mereka dan dia hanya perlu menunggu beberapa hari lagi sampai wajah yang dia inginkan selesai dibuat oleh Bruke dan setelah itu dia akan menjalankan rencananya.