Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Virus


Setelah selesai berbicara dengan Vivian, Matthew segera mandi karena dia ingin mengambil alat penyadap. Dia juga sedang memikirkan di mana alat penyadap itu harus Vivian simpan agar kedua rekannya tidak curiga.


Tapi jika berupa alat bukankah akan sangat beresiko? Rekan Vivian akan mengetahuinya dan mereka juga akan curiga. Mungkin tidak perlu menggunakan alat dan dia sudah mendapatkan jawaban bagaimana Vivian bisa menyadap dan melacak apa yang dilakukan dan dengan siapa saja kedua rekannya berbicara.


Vivian juga akan tahu lokasi kedua rekannya dan dia akan membahas hal ini dengan adiknya nanti.


Setelah selesai mandi, Matthew segera keluar dari kamar dan yang dia cari pertama kali adalah adiknya karena saat ini dia menginap di rumah orangtuanya.


"Mich, ikut aku sebentar," ajak Matthew saat melihat adiknya sedang berbicara dengan kakek mereka.


"Ada apa kak?" Michael bangkit berdiri dan mengikuti langkah kakaknya menuju ruangan alat-alat mainan yang mereka buat berada.


Mereka masuk ke dalam sana dan Matthew menyalakan komputer sambil menarik sebuah kursi.


"Ada apa kak?" tanya Michael lagi dan dia segera duduk di samping kakaknya.


"Vivian memerlukan alat penyadap atau pelacak agar dia bisa memantau gerak gerik kedua rekannya jadi aku pikir ...."


"Kakak mau membuat Virus?" Michael memotong ucapan kakaknya.


"Yes, jika berupa alat maka kedua rekannya akan tahu dan akan curiga jadi aku pikir lebih baik memberikan Virus ke ponsel mereka dan mereka tidak akan menyadarinya."


"Baiklah Kak, itu ide yang sangat bagus. Aku akan membantumu membuat Virusnya dan setelah Virus itu masuk ke dalam ponsel maka Kakak Ipar akan mudah memantau gerak gerik rekannya melalui ponsel bahkan Kakak Ipar bisa melihat pesan yang masuk ke dalam ponsel orang yang sudah terkena Virus itu."


"Aku suka idemu," ucap Matthew.


Michael segera mengambil alih keyboard komputer dan mulai membuat sebuah program. Mereka berdua tampak sibuk di depan komputer dan tentunya itu perkara mudah bagi mereka apalagi Michael ahlinya membuat Virus yang bisa menyerang perangkat elektronik dan merusaknya.


Hanya membuat virus untuk menyadap sebuah ponsel itu sangat mudah baginya dan setelah memakan waktu kurang lebih dua jam, program yang dia buat sudah jadi.


"Sudah jadi, Kak," ucap Michael setelah program virus yang dia buat sudah selesai.


"Jadi bagaimana cara kerjanya dan apa yang harus Vivian lakukan nanti?" tanya Matthew.


"Aku akan memindahkan progam ini ke flashdisk dan nanti Kakak ipar cukup memasukkan flashdisk ke ponsel kedua rekannya dan program akan otomatis terinstal tanpa perlu membuka kunci yang terdapat di ponsel. Tunggu lima menit maka Virus akan masuk ke ponsel kedua rekannya dan setelah itu Kakak Ipar sudah bisa memantau melalui ponselnya sendiri tapi dia juga harus menginstal sebuah program. Aku sudah membuat program lain untuk Kakak Ipar dan dia harus menginstal programnya agar dia bisa memantau mereka dari ponselnya," jelas Michael.


"Oke, ini lebih baik dari pada sebuah alat dan aku akan segera memberikannya untuk Vivian."


"Tunggu sebentar," Michael segera memasukkan program yang dia buat ke dalam flashdisk dan tidak membutuhkan waktu lama program sudah dipindahkan.


Matthew segera menghubungi Vivian dan mengajaknya bertemu, tentunya Vivian sangat senang mendengar Matthew akan membawakan sesuatu untuknya.


Mereka bertemu di Cafe yang tidak jauh dari kantor Vivian dan tanpa membuang waktu Vivian segera pergi untuk menemui Matthew, tentunya dia sudah meminta ijin pada Kapten Willys terlebih dahulu.


Matthew sudah menunggunya dan begitu melihatnya, Vivian segera menarik sebuah kursi yang ada di depan Matthew dan langsung duduk.


"Apa yang kau bawakan, Matth?"


"Ini ...." Matthew mengeluarkan sebuah flashdisk dan memberikannya pada Vivian.


"Di dalam flashdisk ini ada sebuah virus yang adikku buat. Cukup sambungkan flasdisk ini ke ponsel dan virus akan otomatis terinstal ke dalam ponsel. Kau juga tidak membutuhkan waktu lama, cukup lima menit maka virus sudah terinstal dan setelah itu kau sudah bisa memantau gerak gerik rekanmu dari ponselmu tapi kau juga harus menginstal sebuah program dan ini ... setelah kau menginstal program yang ada di sini maka kau sudah bisa melacak posisi mereka dan tahu dengan siapa saja kedua rekanmu sedang berbicara," jelas Matthew seraya memberikan sebuah flashdisk lain kepada Vivian.


"Wow, adikmu benar-benar hebat," puji Vivian.


"Tentu saja, walaupun dia lemah secara fisik tapi jangan remehkan otaknya."


"Ya, adikku punya penyakit bawaan. Walaupun dia sudah menjalani operasi tapi dia tetap harus menjaga fisiknya."


"Oh my God, itu sebabnya dia tidak pernah terlibat dengan apa pun?"


"Aku tidak mengijinkan."


"Baiklah, ucapkan terima kasihku pada Michael. Aku sudah harus kembali karena tidak bisa lama dan aku harus mencari cara untuk memasukkan virus ini ke dalam ponsel kedua rekanku."


Vivian bangkit berdiri dan Matthew mengikutinya, sebelum Vivian beranjak pergi Matthew meraih pinggang Vivian dan mencium pipinya.


"Kapan kau pulang ke rumah?"


"Besok, mungkin," jawab Vivian.


"Baiklah, setelah ini aku akan mencari tempat bagus untuk mempertemukan keluarga kita."


Vivian tersenyum, semoga tidak ada yang menghalangi keinginan mereka dan tidak ada yang mengganggu mereka. Dia harap mereka bisa menangkap Gary secepatnya karena jika Gary masih bebas di luar sana maka mereka harus tetap waspada.


"Terima kasih Matth, semoga dengan virus ini aku bisa tahu di mana Gary bersembunyi."


"Kau tidak perlu khawatir, aku sedang menyebar orang untuk mencarinya tapi kau tahu dia selalu menggunakan wajah orang lain dan ini tidaklah mudah."


"Aku tahu, dia hanya pengecut yang bisa bersembunyi."


"Jika dia sudah tertangkap maka aku tidak akan segan lagi. Seharusnya aku memenggal kepalanya waktu itu."


"Baiklah, aku sudah harus kembali ke kantor, Matth."


"Semoga berhasil, Babe."


Vivian mengangguk dan sebelum pergi, Matthew mencium bibirnya dan setelah itu Vivian kembali ke kantor sambil memikirkan bagaimana caranya memasukkan virus yang di buat Michael ke dalam ponsel kedua rekannya.


Sepertinya dia harus meminta bantuan pada Kapten Willys dan ini bukan ide yang buruk. Setelah dia kembali, Vivian meminta bantuan sang Kapten untuk membuat rapat dadakan dan mengumpulkan semua agen tapi mereka tidak boleh membawa ponsel mereka.


Hanya dengan cara ini dia bisa mengambil ponsel kedua rekannya sedangkan sang Kapten berpura-pura mengutus Vivian ke penjara untuk mengambil berkas Mosha.


Vivian pura-pura pergi sedangkan agen lain masuk ke dalam sebuah ruangan untuk menghadiri rapat. Tentunya sesuai dengan perintah sang Kapten, ponsel mereka semua ditinggalkan.


Vivian kembali setelah semua rekannya pergi dan setelah itu dia membuka laci meja kedua rekannya yang terkunci menggunakan sebuah alat. Dia melakukan hal itu dengan cepat dan segera memasukkan Virus ke dalam ponsel kedua rekannya.


Seperti yang dikatakan oleh Matthew, hanya dalam lima menit saja virus sudah masuk ke dalam ponsel kedua rekannya. Dia yakin dengan ini dia bisa tahu siapa penghianatnya dan mengetahui di mana Gary sedang bersembunyi.


Setelah selesai, Vivian menyimpan ponsel kedua rekannya kembali dan setelah itu dia pura-pura pergi. Dia tidak boleh muncul tiba-tiba sebelum rapat selesai dan dia lebih memilih memantau ponsel kedua rekannya melalui ponselnya.


Virus yang dibuat Michael benar-benar membantu. Semua pesan yang masuk ke dalam ponsel Charlie dan Felicia dapat dia lihat semuanya.


Pada saat itu, sebuah pesan masuk ke dalam ponsel salah satu rekannya dan pesan itu berbunyi, "TW, SFC 15:30."


Vivian mengernyitkan dahi, apa maksudnya? Apa itu semacam kode?


Sepertinya dia harus memecahkan kode itu tapi sayangnya dia tidak punya banyak waktu karena tanpa sepengetahuannya, Gary sudah mulai bergerak menggunakan wajah palsunya.