
Gary berdiri di depan jendela dan tampak berbicara dengan seseorang. Dia berbicara dengan sekretarisnya. Urusan kantor dia percayakan pada sekretarisnya karena dia tidak bisa pergi ke sana.
Jika ada pekerjaan dan rapat penting, dia akan melakukannya secara online. Itu dia lakukan supaya persembunyiannya tidak diketahui oleh Michael.
Setelah berbicara dengan sekretarisnya, Gary masih belum beranjak karena dia sedang menunggu sebuah telephon penting dan telephon yang dia tunggu adalah dari sekutunya yang ada di agensi.
Dia ingin tahu lebih jauh, apa maksud sekutunya mengatakan jika Vivian akan menikah?
Dia tidak akan menerima ini, tidak! Dari awal Vivian adalah miliknya dan Matthew hanya orang yang hadir di antara mereka.
Dia tidak akan membiarkan Vivian menikah dengan Matthew dan dia akan mengacaukan semuanya. Jika dia tidak bisa memiliki Vivian maka Matthew pun tidak, dia juga tidak boleh memilikinya karena sejak awal Vivian adalah miliknya.
Karena gagal mengadu domba Maxton dan Vivian, rencananya benar-benar berubah apalagi semenjak dia tahu, jika Matthew adalah orang yang merebut Vivian darinya. Sejak dulu dia benci dengan Matthew dan tidak rela jika lagi-lagi Matthew menang darinya dan merebut Vivian. Apa yang menjadi miliknya sejak awal harus tetap menjadi miliknya.
Dia akan menghancurkan hubungan Matthew dan Vivian, dan setelah hubungan mereka hancur maka rencana akan dijalankan. Mereka akan membunuh Matthew dan memancingnya dengan umpan. Setelah itu dia akan membawa Vivian pergi jauh dan mengutus seseorang membunuh Maxton.
Inilah rencana yang dia susun dengan Thomas bersama dengan mata-matanya. Tapi soal membawa Vivian pergi, mata-matanya tidak mengetahuinya karena dia menginginkan kematian Vivian.
Ponsel yang masih dia genggam berbunyi dan dengan cepat Gary segera mengangkat ponselnya dan menjawabnya.
"Mr. M, aku tidak bisa lama karena aku khawatir rekanku akan curiga," ucap si penghianat.
"Katakan padaku, apa maksudmu Vivian akan menikah setelah tugasnya selesai?" tanya Gary tanpa basa basi.
"Yang dia katakan padaku seperti itu Mr. M. Setelah tugasnya selesai dia akan mengundurkan diri dan akan menikah tapi aku tidak tahu dengan siapa," jawab si penghinat.
"Terus cari tahu apa saja rencananya dan katakan padaku!" perintah Gary.
"Sepertinya aku harus membatasi gerakanku Mr. M."
"Kenapa? Jangan katakan jika kau sudah ketahuan?"
"Tidak! Tapi sepertinya Angel sedang mencari sesuatu dan aku khawatir dia menaruh curiga diantara aku dan renanku."
"Bodoh!" teriak Gary marah.
"Kau tidak perlu khawatir Mr. M. Aku akan membalikkan fakta dan dia tidak akan pernah mencurigaiku karena aku akan menjadikan rekanku sebagai kambing hitamku. Itulah sebabnya aku mengajaknya dalam misi ini. Aku hanya memperalatnya agar posisiku tidak terancam nanti."
"Hng, ternyata kau cukup cerdik," puji Gary.
"Tentu saja, sudah aku katakan padamu bukan untuk tidak menghawatirkan apapun setelah aku datang? Aku dengar kambing hitam yang menggantikanmu sudah selesai diintrogasi dan dia cukup pintar mengiring opini polisi juga Kapten Willys. Aku juga mendengar dia sudah diyakini sebagai dirimu dan akan segera menjalani persidangan. Setelah itu dia akan dieksekusi mati dan kau bebas Mr. M."
"Bagus, kau benar-benar pintar. Entah bagaimana caramu menjadikannya kambing hitam tapi aku memuji kepintaranmu."
Si penghianat tersenyum, tentu memanfaatkan penjahat yang akan menghadapi hukuman mati sangatlah mudah dan Mosha benar-benar orang yang cocok dia manfaatkan. Apa Mosha pikir dia akan menyelamatkannya saat dia akan menjalani eksekusi?
Tentu saja tidak karena jika Mosha hidup maka posisinya akan terancam, bisa saja suatu saat dia kembali tertangkap dan bisa saja polisi mengenalinya sebagai Mosha walaupun dia sudah berganti wajah. Jika sampai itu terjadi, bisa saja Mosha membocorkan kesepakatan mereka. Walaupun Mosha tidak melihat wajahnya tapi jika Mosha mengatakan pada pihak berwajib bahwa, salah satu agen yang mengejarnya waktu itu membuat kesepakatan dengannya maka mereka bertiga yang akan menjadi tersangka. Tapi menurutnya Vivian bukanlah orang yang akan dicurigai oleh Kapten Willys.
Biarkan Mosha mati maka rahasia aman dan dia hanya bisa mengatakan rahasia itu pada Raja Neraka.
Karena si penghianat tidak bisa berlama-lama jadi mereka menyudahi pembicaraan mereka. Dia masih diam saja dan pada saat itu, Bruke mendekati Gary karena ada sebuah kejutan yang akan dia tunjukkan pada Gary.
"Gary, apa kau punya waktu?"
"Kenapa?" Gary memutar langkahnya dan mendekati Bruke.
"Kemarilah, kau pasti akan senang melihat ini," ucap Bruke.
Di dalam sana begitu banyak wajah hasil ciptaan Bruke dan wajah itu sesekali Gary gunakan jika dia mau keluar.
"Lihat ini, aku yakin kau akan puas," Bruke menunjukkan mahakarya ciptaannya yang ada di dalam sebuah kotak kaca pada Gary.
"Wow, jadi sudah selesai?"
"Yes, ini sudah bisa kau gunakan dan kau tidak perlu khawatir karena ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang tidak akan mudah sobek. Itu sebabnya aku membutuhkan banyak waktu untuk membuat wajah ini agar sempurna," ucap Bruke dengan bangga.
"kau hebat Bruke, aku bangga punya sahabat sepertimu," Gary tersenyum puas melihat wajah yang sudah dia nantikan sekian lama.
"Eits, kau akan lebih senang lagi karena selain membuat wajah ini aku juga membuat wajah lainnya," ucap Bruke.
"Tunjukkan padaku mahakarya ciptaanmu, Bruke."
Bruke tersenyum dan membuka sebuah kotak lainnnya yang sengaja dia tutupi. Begitu penutup kotak terbuka mata Gary membulat dan mendekati kotak untuk melihat wajah yang ada di dalam kotak dengan teliti.
"Aku?" ucapnya sambil memegang wajah.
"Yes, aku ingin membuat sebuah kejutan untukmu dan kau bisa meminta seorang anak buahmu menggunakan wajahmu untuk mengecoh musuh saat menjalankan rencana."
"Ini benar-benar luar biasa Bruke, kau sangat hebat," puji Gary.
Ini sungguh kejutan yang sangat luar biasa, dia tidak menyangka Bruke membuat wajahnya juga. Dia benar-benar bisa memanfaatkan hal ini, Gary Wriston ada dua? Dia ingin lihat bagaimana cara Matthew Smith bisa mengenali mana yang asli dan mana yang palsu. Dengan begini Matthew tidak akan bisa menangkapnya karena dia akan mengecoh Matthew menggunakan wajah palsunya.
Selama Matthew sibuk dia akan menggunakan kelemahan Vivian untuk menangkap Vivian. Setelah itu dia akan membawa Vivian pergi yang jauh bersama dengannya dan Matthew tidak akan pernah menemukan mereka apalagi, Thomas yang akan menghabisi Matthew.
Rencana ini semakin sempurna berkat wajahnya yang dibuat oleh Bruke, wajah sudah siap lalu apalagi yang harus dia tunggu?
"Bruke, setelah semuanya selesai kau bisa mengambil perusahaanku," ucap Gary.
"Tidak Gary, kita sahabat dan aku tidak menginginkannya," tolak Bruke.
"Tidak, Bruke. Semua jadi milikmu karena aku akan pergi dari sini. Anggap itu bayaran untukmu karena kau sudah membantuku."
"Kau yakin?" tanya Bruke memastikan.
"Ya, sekarang aku hanya ingin Vivian saja. Thomas akan membunuh Matthew dan aku akan memerintahkan anak buahku untuk membunuh Maxton pada saat rencana kami dijalankan. Aku ingin semua berakhir secara bersama-sama karena jika satu-satu, maka mereka akan waspada."
"Baiklah, kau tidak perlu khawatir. Sekalipun kau pergi aku akan tetap mendukungmu," ucap Bruke seraya menepuk bahu Gary.
Gary tersenyum dan segera mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Thomas, dia ingin memberi tahu Thomas jika rencana mereka sudah bisa dijalankan.
"Bagaimana Thomas? Semua sudah siap dan aku menunggu aksimu," ucap Gary setelah Thomas menjawab panggilan darinya.
"Beri aku waktu dua hari lagi, dia akan kembali dua hari lagi dan pada saat itu aku akan menangkapnya," jawab Thomas.
"Baiklah, aku tunggu dan lagi pula ada yang harus aku lakukan sebelum rencana kita berjalan dan kau hubungi wanita itu, dia adalah pion kita dan yang akan membantu rencana kita agar berjalan dengan lancar. Pihak berwajib tidak akan bisa menangkap kita selama dia bersama dengan kita dan kita akan tahu apa saja yang mereka rencanakan."
"Baiklah, kita bahas lagi rencana kita secara rahasia bertiga," ucap Thomas dan pembicaraan mereka berakhir.
Gary memandangi salah satu wajah yang ada di dalam kotak, dua hari lagi? Sepertinya besok dia sudah harus menyapa seseorang menggunakan wajah itu dan setelah selesai, wajah itu akan Thomas gunakan untuk menangkap mangsa.
"Vivi, kau pasti jadi milikku dan kau Matthew Smith, sekalipun kau punya mata yang bisa melihat apapun tapi aku akan mengecohmu dan tunggu saja, ajalmu sebentar lagi tiba begitu juga denganmu Maxton, kau akan bertemu dengan ayahku sebentar lagi!" ucap Gary dan matanya masih menatap salah satu wajah yang ada di kotak dengan penuh kebencian.