Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Permintaan Vivian pada Kapten Willys.


Vivian masih menunggu sedangkan Charlie masih menunduk dan dia seperti sedang ragu untuk mengatakan sesuatu. Dia bahkan melihat situasi seperti takut ada yang akan mendengar ucapannya.


Hal itu semakin membuat Vivian penasaran, sepertinya memang ada kejadian yang tidak dia ketahui dan mungkin Charlie tahu sesuatu.


"Charlie, ada apa? Apa telah terjadi sesuatu tanpa sepengetahuanku?" tanya Vivian.


"Ti-tidak ada yang terjadi Angel," jawab Charlie dan wajahnya menunjukkan jika dia memang menyembunyikan sesuatu.


"Kenapa kau terlihat seperti menghawatirkan sesuatu?" rasa curiga Vivian semakin tinggi.


"Jangan dipikirkan, waktu itu entah bagaimana kami terhempas ke arah yang berlawanan," jawab Charlie sambil berusaha tersenyum.


"Jika memang telah terjadi sesuatu, katakan padaku Charlie," Vivian menyentuh tangan Charlie dan menggenggamnya. Dia akan meyakinkan Charlie jika ada dia di sana dan dia tidak perlu menghawatirkan apapun.


Charlie masih tampak ragu, haruskah dia mengatakan apa yang terjadi saat itu pada Vivian? Tapi bagaimana jika sampai Felicia mendengarnya?


"Charlie, trust me," pinta Vivian.


Charlie mengangguk dan hendak membuka mulutnya untuk berbicara tapi sayangnya Felicia sudah kembali dan duduk di samping Charlie secara tiba-tiba. Vivian melepaskan tangan Charlie, sedangkan Felicia memandangi kedua rekannya secara bergiliran.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Felicia dengan wajah kebingungan.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya meyakinkan Charlie jika menjalin hubungan dengan laki-laki tidaklah buruk," jawab Vivian.


Melihat sikap Charlie entah mengapa dia jadi mencurigai Felicia. Tapi apakah benar Felicia si peghianatnya?


"Benar, aku pikir aku juga sudah harus mencari pacar," jawab Charlie membenarkan ucapan Vivian untuk meyakinkan Felicia agar dia tidak curiga.


"OKe, baiklah. Jadi sampai di mana pembicaraan kita tadi?" tanya Felicia.


"Sudahlah, lupakan. Lebih baik kita segera makan karena jam makan siang akan segera berakhir," jawab Vivian.


"Kau benar Angel," ucap kedua rekannya.


Mereka segera menghabiskan makanan mereka dan selama makan, mata Vivian selalu melihat kedua rekannya secara bergiliran dan jujur saja rasa curiga yang ada di dalam hatinya semakin besar pada salah satu dari mereka dan sebaiknya dia menemui mereka secara bergiliran untuk diajak bicara secara pribadi.


Dari sikap yang ditunjukkan oleh Charlie, dia sepertinya mengetahui sesuatu tapi dia takut mengatakannya dan sepertinya dia takut Felicia mendengar ucapannya. Dia semakin yakin, saat ledakan terjadi di The Ministry Of Sound, telah terjadi sesuatu pada kedua rekannya.


Jika salah satu dari mereka memang penghianat maka pada saat itu terjadi, dia harus berpura-pura menjadi korban atas ledakan yang terjadi agar tidak dicurigai dan Felicia adalah orangnya karena kakinya tertimpa puing bangunan pada saat itu.


Tapi itu baru perkiraannya saja karena kedua rekannya tetap harus dia curigai. Bisa saja mereka berdua adalah penghianat yang saling bekerja sama tapi apa motif mereka melakukan hal itu?


Dia harus semakin mewaspadai mereka berdua karena bisa saja si penghianat memutar balikkan fakta yang ada sehingga membuatnya seolah-olah tidak bersalah. Seorang penghianat tidak jauh berbeda dengan seorang penjahat. Mereka bisa melakukan apa saja untuk menutupi kejahatan yang mereka lakukan. Melihat sikap yang ditunjukkan Charlie juga Felicia, benar-benar harus semakin dia waspadai.


Bisa saja Charlie berpura-pura tahu sesuatu dan pura-pura ketakutan dan bisa saja Felicia menghindari mereka supaya tidak ketahuan dengan cara menjawab sebuah panggilan yang memang secara kebetulan masuk ke ponselnya.


Untuk membuka kedok si penghianat memang sulit dan dia harus mencari cara lain, apa perlu dia pergi menemui Mosha dan bertanya kenapa tiba-tiba saja dia mengaku sebagai seorang buronan?


Tapi jika dia melakukan hal itu, maka Gary akan semakin waspada begitu juga dengan si penghianat. Jangan sampai mereka membunuh Mosha di penjara karena takut kedok mereka ketahuan. Lebih baik dia mencari cara lain dan akan dia pikirkan hal ini baik-baik.


Dia tidak mau menemui Kapten Willys secara langsung agar si penghianat tidak curiga dan mencari tahu apa yang dia bicarakan dengan Kapten Willys.


Belajar dari pengalaman dan email adalah alternatif efektif agar si penghianat tidak tahu apa yang dia bicarakan dengan Kapten Willys karena setelah itu, email akan dia hapus.


"Kapten, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Kapten dan ini penting," Vivian mengirimkan email seperti itu untuk Kapten Willys.


"Datang ke ruanganku Angel, kita bicarakan permasalahan ini di dalam ruanganku," perintah Kapten Willys.


"Maaf Kapten, aku ingin membahas hal ini melalui email karena aku tidak mau ada yang tahu jika aku berbicara dengan kapten," jawab Vivian.


"Baiklah Angel, katakan padaku ada apa?"


"Bisakah kasus Mosha diperlama Kapten?" pinta Vivian dan tentunya permintaan darinya membuat Kapten Willys mengernyitkan dahi.


"Kenapa kau meminta demikian?" tanya Kapten Willys.


"Please Kapten, tolong perlama kasus Mosha dan jangan sampai dia dieksekusi dengan cepat."


"Tidak bisa Angel, bukti sudah hampir lengkap dan dia memang buronan kita. Tidak lama lagi sidang akan dimulai dan pada saat itu, Mosha akan dijatuhi hukuman mati!"


Vivian menghela nafas, sepertinya dia tidak punya pilihan selain mengatakan pada Kapten Willys jika dia mencurigai seorang agen yang ada di sana sebagai penghianat.


"Maaf sebelumnya Kapten, tapi aku mencurigai ada penghianat lain di organisasi selain Rick."


Saat membaca email dari Vivian, Kapten Willys tampak sedikit kaget. Sebelumnya memang sudah ada penghianat dan Vivian orang pertama yang menyadari hal itu. Sebaiknya dia mengikuti apa yang Vivian minta dan apa yang sedang dia rencanakan.


"Katakan padaku siapa penghianatnya dan katakan juga padaku, kenapa kau meminta kasus Mosha diperlama?" tanya Kapten Willys.


"Aku belum tahu siapa penghianatnya Kapten tapi aku akan berusaha untuk membuka kedoknya. Aku meminta Kapten Willys memperlama kasus Mosha karena setelah Mosha dijatuhi hukuman mati maka aku harus kembali ke Inggris dan jika aku kembali maka aku tidak bisa menangkap si penghianat. Aku tidak mau di dalam organisasi terdapat seorang penghianat karena itu sangat berbahaya untuk misi-misi para agen selanjutnya."


Setelah membaca email dari Vivian, Kapten Willys tampak mempertimbangkan permintaan Vivian di ruangannya. Sepertinya ini hal yang sangat serius karena Vivian sampai berhati-hati berbicara dengannya melalui email.


Dia tidak boleh meremehkan permintaan Vivian apalagi yang dia katakan benar, sangat berbahaya jika di dalam organisasi terdapat seorang penghianat karena orang seperti itu bisa membocorkan rencana para agen begitu saja.


"Baiklah Angel, aku percaya padamu. Kasus Mosha akan dibuat sedikit lebih lama sampai kau menemukan penghianat itu tapi ingat, aku harap kau menemukannya dengan cepat," Kapten Willys menyetujui permintaan Vivian setelah mempertimbangkan hal itu baik-baik.


"Terima kasih atas kepercayaan Kapten dan tolong hapus percakapan kita," pinta Vivian dan Kapten Willys menyetujuinya.


Email dihapus setelah mereka selesai membahas hal itu, sedangkan si penghianat tak henti-hentinya melihat ke arah Vivian karena dia ingin tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Vivian dan dengan siapa dia berbicara.


Dia akan mencari tahu nanti tapi sekarang waktunya memberi tahu buronannya sesuatu yang penting.


"Setelah misi selesai Angel akan mengundurkan diri karena dia mau menikah jadi sebelum itu terjadi, aku harap kau bisa menyingkirkannya!"


Begitu membaca pesan itu, Gary benar-benar kaget. Apa maksud perkataan yang diucapkan oleh sekutunya? Apa benar Vivian mau menikah?


#Berasa jadi detektif lagi padahal cuma detektif harga bawang dan cabe di pasar 😂#