
Gary mengikuti Jager dan Damian secara diam-diam karena dia ingin tahu apa yang mereka lakukan. Semenjak menghasut Jager Maxton dia sangat penasaran, kenapa Jager tidak pergi ke Inggris untuk mencari David Adison?
Apa Jager Maxton sedang sakit? Tapi dilihat bagiamanapun Jager baik-baik saja dan dia jadi curiga, sepertinya ada yang dia lewatkan.
Akhir-akhir ini dia terlalu sibuk mencari cara mendekati Vivian untuk memperbaiki hubungan mereka sampai dia melupakan Jager Maxton. Sesuai dengan perhitungannya seharusnya Maxton sudah terhasut oleh ucapannya dan sudah pergi ke Inggris untuk membunuh David Adison karena tempramen Maxton yang mudah marah tapi kenapa sampai sekarang dia terlihat tidak melakukan apapun?
Bahkan menurut mata-matanya yang ada di Inggris, keluarga Vivian datang ke Amerika. Sepertinya ada yang salah dan telah dia lewatkan jadi sebaiknya dia mengikuti Damian dan Jager untuk mencari tahu apa yang mereka lakukan di sana.
Gary mengintip dari balik dinding saat Jager dan Damian masuk ke dalam sebuah ruangan, dia sangat ingin tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana tapi dia tidak bisa masuk ke dalam.
Dia hanya bisa menunggu mereka keluar dan setelah itu, dia akan mencari tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan.
Di dalam ruangan, dokter yang dipercaya oleh Jager sudah menunggu. Hasil tes DNA sudah ada dan dia berniat menghubungi Jager besok pagi tapi siapa sangka, Jager sudah datang dan dia datang diwaktu yang tepat.
Jager tampak sudah tidak sabar mengetahui hasilnya dan kali ini hasilnya pasti tidak salah karena dia sangat yakin Vivian memang putrinya yang hilang.
Dokter yang dia percaya tersenyum, dia tahu Jager pasti sudah tidak sabar tapi dia yakin pria tua itu pasti akan senang saat mengetahui hasilnya.
"Tuan Max, sebaiknya kau mempersiapkan hatimu sebelum aku mengatakan padamu hasil tesnya."
"Apa? Jangan katakan jika hasil tes menunjukkan jika kami tidak memiliki hubungan darah!" ucap Jager dengan cepat.
"Maaf tuan Max?"
"Tidak...tidak mungkin," Jager menyela ucapan dokter kepercayaannya dan tampak sedih.
"Dad, jangan sedih," hibur Damian.
"Tidak Dam, ternyata dia bukan putriku, aku sungguh kecewa," jawab ayahnya.
"Tuan Maxton, aku tidak bilang jika dia bukan putrimu. Aku bahkan belum selesai menjelaskan hasil tes ini padamu," ucap sang dokter.
"Oh kau benar, aku terlalu cepat menyimpulkan. Jadi katakan padaku, apakah hasil menunjukkan dia putriku? Atau bukan!"
"Tuan Max, hasil tes menunjukkan jika DNA sangat cocok dengan DNA tuan Max dan DNA istri tuan Max jadi dia seratus persen anak kandung anda."
"Apa? Jadi dia benar-benar putriku?" wajah Jager berubah dan dia tampak bahagia.
"Ya, dia seratus persen putri anda dan tidak diragukan lagi."
"Oh Tuhan, rasanya aku ingin menari karena aku benar-benar senang," ucap Maxton dengan penuh semangat.
Damian terkekeh, ayahnya pasti sangat senang dan dia juga terlihat senang. Jager mengucap kata syukur berkali-kali dan baru kali ini Damian melihat ayahnya seperti itu karena sebelum bertemu dengan Vivian, ayahnya selalu terlihat murung sepanjang hari.
"Dad, nanti kau bisa menari di rumah sepuasmu," ucap Damian.
"Kau benar Damian, aku benar-benar senang ternyata putriku?" tanpa Jager inginkan, air matanya menetes.
"Aku sungguh bahagia Damian, Tuhan masih sangat baik dan menyayangiku. Putri yang aku kira sudah tiada selama dua puluh lima tahun ternyata masih hidup dan betapa bodohnya aku tidak mencari kebenarannya waktu itu. Aku benar-benar menyesal telah membuang waktuku selama dua puluh lima tahun untuk meratapi putriku yang ternyata masih hidup," Jager menunduk dan air matanya terus mengalir karena dia tidak bisa menahannya.
"Tidak Damian, aku benar-benar menyesal karena aku tidak bisa membesarkannya menggunakan tanganku dan aku tidak tahu apa yang dia sukai dan tidak. Aku bahkan tidak menggendongnya saat dia terjatuh dan menghiburnya saat dia menangis."
"Sekarang belum terlambat dad," ucap Damian.
"Besok bawa hasil tes DNA ini dan perlihatkan padanya dan pada orang yang sudah mengadopsinya. Jangan lupa untuk membawa foto istri daddy untuk menjadi bukti lain dan siapa tahu mereka memintanya."
"Kau benar Damian, aku sudah tidak sabar agar esok segera tiba."
"Jika begitu ayo kita pulang, ini sudah malam dan tolong berikan resep untuk ayahku, obatnya sudah habis," pinta Damian pada dokter yang mereka percaya.
Sesuai permintaan Damian, dokter yang mereka percaya memeriksa keadaan Jager sebentar dan setelah itu dia memberikan resep obat untuk Jager. Setelah selesai mereka segera keluar dan mereka tidak tahu jika putra Marck Wriston masih mengintai mereka untuk mencari tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana.
Wajah Jager tampak berseri dan ketika mereka berjalan melewati Gary, Gary langsung bersembunyi agar Jager dan Damian tidak melihatnya dan pada saat itu, Jager mengatakan sesuatu pada Damian dan Gary mendengarnya dengan jelas.
"Aku sudah tidak sabar menemui mereka Damian dan aku sudah tidak sabar memeluknya dan mendengarnya memanggilku daddy."
Gary sangat kaget mendengarnya, apa maksud ucapan dari Jager Maxton?
"Jika begitu daddy harus menjaga kesehatan daddy baik-baik, daddy dengar bukan tadi dokter bilang daddy harus banyak istirahat dan rutin minum obat?" ucap Damian.
"Benar, aku ingin hidup lebih lama agar aku punya banyak waktu bersama dengannya," jawab Jager maxton.
"Kau pasti akan hidup lebih lama dad," ucap Damian dan mereka berjalan menuju lift.
Gary diam saja dan memikirkan perkataan Jager dan Damian, bisa dia simpulkan jika Jager baru saja memeriksa kesehatannya tapi bukan itu yang jadi masalahnya. Apa maksud dengan ucapan Jager Maxton, dia sudah tidak sabar dipanggil daddy?
Gary memikirkan hal ini baik-baik, dia sudah menghasut Jager Maxton dan mengatakan yang membunuh istri dan putrinya adalah David Adison tapi Jager tidak melakukan apapun padahal seharusnya dia langsung mencari David dan membunuhnya apalagi dia memang sudah lama mencari orang yang membunuh istri dan putrinya.
Ini benar-benar aneh, didengar dari pembicaraan mereka sepertinya mereka sudah mengetahui sesuatu dan orang yang mereka maksud?
Tiba-tiba saja Gary menyadari sesuatu, jangan-jangan Jager Maxton sudah tahu jika Vivian adalah putrinya yang hilang. Ini sangat menjawab pertanyaannya selama ini, kenapa Jager tidak bertindak dan tidak termakan oleh hasutannya dan kenapa keluarga Vivian datang ke Amerika? Jangan-jangan dugaannya memang benar, Jager sudah tahu jika Vivian adalah putrinya dan kedatangan keluarga Vivian juga untuk menjelaskan permasalahan ini.
Gary benar-benar kesal dan marah, ternyata rencananya mengadu domba Vivian dan Jager Maxton gagal. Jika Vivian sudah tahu bahwa Jager Maxton adalah ayahnya mana mungkin Vivian menangkapnya dan jika Jager tahu jika David Adison adalah orang yang menemukan dan merawat putrinya, dia tidak mungkin akan membunuh David Adison.
Sekarang terjawab sudah kenapa Vivian tidak menangkap Jager dan Damian padahal dia sudah melakukan kejahatan menggunakan nama Maxton dan dia juga sudah menggunakan wajah Damian.
Padahal dia menggunakan inisial M agar Vivian mencurigai Maxton dan dia sudah melewati banyak hal dan rencananya gagal total.
"Sh**it!" umpat Gary kesal.
Dia benar-benar tidak menduga hal seperti itu akan terjadi tapi bukan berarti dia tidak punya rencana lainnya. Dia tetap akan menjalankan rencana awal dan dia menyesal karena telah membuang topeng wajah Damian. Jika dia tahu hal seperti ini akan terjadi, wajah Damian bisa dia gunakan untuk mengadu domba mereka tapi tenang saja, dia punya wajah yang lebih bagus untuk melancarkan aksinya jadi tunggu saja. Sekarang dia harus mencari tahu dimana keluarga Vivian berada agar dia bisa menjalankan rencana selanjutnya.
"Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja Jager Maxton, kau sudah membunuh ayahku maka kau harus membayar kematiannya! Aku akan pastikan kau mati dengan cara mengenaskan dan kau Vivi dan Matthew, jangan kira kalian sudah menang, aku pasti akan menghancurkan hubungan kalian berdua!" ucap Gary dan dia segera pergi dari sana.
Sekarang saatnya memanfaatkan Ella kembali dan kali ini rencananya tidak boleh gagal.