
Clarina di bawa ke tempat terpencil dan disekap di sana. Mulutnya ditutup dengan lakban dan kedua tangannya terikat begitu juga dengan kakinya.
Dia baru sadar dari pingsannya dan sangat kaget ketika melihat di mana dia berada. Beberapa orang tampak berjaga-jaga dan yang membuatnya lebih kaget adalah, Thomas duduk tidak jauh darinya dan melihatnya dengan seringai di wajahnya.
Clarina tampak belum mengerti, bukankah tadi dia bersama dengan Matthew? Tapi kenapa sekarang dia bersama dengan Thomas? Tidak mungkin bukan Matthew menculiknya dan memberikannya kepada Thomas?
Thomas bangkit berdiri dan menghampiri Clarina, sedangkan Clarina tampak ketakutan melihatnya. Apa yang mau dilakukan oleh Thomas? Apa Thomas dendam padanya karena kejadian waktu itu?
"Clarina, kau masih ingat denganku, bukan?" Thomas bangkit berdiri dan menghampiri Clarina. Dia berdiri di depan Clarina dan mengangkat dagunya.
"Hm ...." Clarina hanya bisa menggeleng dan air matanya mengalir, dia tidak bisa berbicara karena mulutnya di tutup dan jujur saja dia takut dengan Thomas.
"Jika waktu itu kau tidak menolakku dan tidak mempermalukan aku maka aku tidak akan melakukan hal ini padamu!" ucap Thomas sambil mendorong dagu Clarina, sedangkan air mata Clarina terus mengalir.
"Sekarang kau harus jadi umpanku dan setelah aku membunuh Matthew Smith, aku akan membawamu pergi dan menjadikanmu milikku. Aku akan membalas perbuatannya karena dia telah menggagalkan rencanaku waktu itu dan tidak hanya itu saja, dendam lama di antara kami akan terbayar hari ini!"
Clarina menggeleng, dia berharap Matthew tahu jika dia diculik oleh Thomas dan dia harap Matthew datang menolongnya dan memang saat itu, Matthew dengan para anak buahnya sudah ada di luar sana.
Mereka sedang mengintai lokasi untuk melihat anak buah Thomas yang berjaga di tempat itu. Sesuai dengan perintah Thomas, puluhan anak buahnya berjaga di luar begitu juga di dalam. Mereka sudah siap jika ada yang menyerang.
Mereka tampak waspada dan senjata api mereka sudah siap ditembakkan jika ada musuh yang menyergap.
Sebuah peta lokasi berada di tangan James dan mereka sedang menyusun strategi. Michael memberitahu kakaknya celah-celah di mana dia bisa menyergap tanpa terlihat dan mereka mulai membagi diri menjadi tiga kelompok.
James akan membawa anak buahnya dan menyergap dari sayap kanan, sedangkan Damian akan menyergap dari sayap kiri. Matthew akan membawa anak buahnya menyergap dari depan dan mereka segera bersiap-siap.
"Damian, setelah aku menyelamatkan sahabatku maka kita akan pergi menyelamatkan ayahmu," ucap Matthew sambil melihat peluru di pistolnya.
"Aku percaya padamu, Matthew," jawab Damian.
Hampir seharian mereka berada di depan komputer untuk mencari keberadaan Jager Maxton dan sebuah lokasi sudah mereka dapatkan. Mereka sangat yakin jika Jager Maxton disekap di sana oleh Gary. Tadinya mereka mau pergi ke sana tapi tidak disangka, Gary bekerja sama dengan Thomas dan menangkap Clarina.
Gary benar-benar pengecut yang hanya bisa bersembunyi di belakang orang lain dan bisa dia tebak, Thomas hanya pion yang digunakan oleh Gary untuk membunuhnya. Jika memang Gary berani, Kenapa dia tidak menghadapinya secara langsung?
Terus lari dan lari, memanfaatkan kebencian orang lain dan hanya bisa menyerang yang lemah. Tapi apapun itu, dia tidak akan melepaskan Thomas dan Gary karena mereka sudah berani melibatkan orang-orang terdekatnya yang tidak bersalah. Lagi pula, sudah saatnya membuat perhitungan dengan Thomas karena dia telah berani mengirimkan orang untuk membunuhnya dan dia masih ingat kejadian itu di mana pertama kali dia bertemu dengan Vivian.
Peluru senjata api sudah terisi semua dan Matthew mengangkat kedua pistolnya sambil berkata, "Kau siap, Damian?"
"Tentu," jawab Damian seraya mengangkat senjata apinya.
Sesuai rencana, mereka berpencar. James pergi ke sayap kanan bersama dengan anak buahnya, sedangkan Damian menuju sayap kiri.
Matthew maju ke depan bersama dengan anak buahnya dan begitu melihat anak buah Thomas yang berjaga di depan tempat itu Matthew berkata, "Hola, perdedores."
(Halo, para pecundang.)
"Dor ... Dor ... Dor!" Matthew segera menembak anak buah Thomas yang ada di sana dan para anak buah Thomas juga mulai menembak tapi mereka tidak menyangka jika mereka disergap dari sayap kiri dan sayap kanan.
Baku tembak terjadi di luar sana, sedangkan Thomas tersenyum karena yang dia tunggu sudah datang. Thomas segera menghubungi Gary untuk memberi laporan karena dia yakin dia bisa membunuh Matthew.
"Dia sudah datang Gary, kali ini aku pasti akan menghabisinya," ucap Thomas dengan penuh percaya diri.
"Bagus Thomas, aku percaya padamu. Bunuh dia sehingga kita bisa jadi penguasa. Jangan biarkan dia berada di atas kita terus menerus dan penggal kepalanya," perintah Gary.
"Tentu, ini adalah kesempatan yang sudah lama aku tunggu! Dia pasti akan kesulitan melewati anak buahku dan walaupun dia berhasil, dia pasti akan mendapat beberapa tembakan," jawab Thomas.
Thomas tersenyum dengan licik dan pembicaraan mereka berakhir. Thomas berjalan menuju sebuah meja di mana sebilah pedang ada di atas meja. Thomas mengambil pedang itu dan melihatnya, kali ini Matthew pasti mati di tangannya karena dia tidak seperti para cecungguk yang dia kirimkan waktu itu.
Memang orang-orang yang menyerang Matthew saat itu adalah orang-orang yang dibayar oleh Thomas. Karena mereka gagal membunuh Matthew jadi Thomas tidak melakukan apapun dan dia tidak menyangka jika hari ini akan tiba di mana dia akan menghadapi Matthew secara langsung dan semua ini berkat kerja samanya dengan Gary.
"Come to me Matthew and i will kill you," ucap Thomas sambil melihat mata pedangnya yang tajam.
Diluar sana, Matthew masih menghadapi anak buah Thomas yang semakin banyak. Dia dan Damian berdiri bersama dan saling membelakangi. Mereka terus menembak musuh yang terlihat dan terkadang saling melindungi.
"Kau boleh juga, Damian," puji Matthew.
"Ini aksi perdanaku, adik ipar," jawab Damian.
Matthew tersenyum dan setelah itu dia berkata, "Setelah ini kita pergi selamatkan ayah mertua."
"Deal," jawan Damian dan mereka mengadukan telapak tangan mereka berdua.
Mereka berdua maju bersama dan menembak anak buah Thomas yang terlihat. James dan anak buahnya juga menembaki musuh dan mereka melangkah maju mengikuti bos mereka. Michael mengawasi mereka dari komputer dan mengatakan pada kakaknya di mana saja posisi musuh.
Berkat informasi yang diberikan oleh adiknya, Matthew tidak perlu menghawatirkan ada musuh yang melukainya karena adiknya bisa melihat semua pergerakan orang dari atas sana. Itulah yang membuat banyak orang takut dan segan dengan mereka karena yang satu mengawasi dan yang satu mengeksekusi. Perpaduan yang sempurna dan selama mereka berdua bersatu, tidak akan ada yang bisa mencelakai mereka.
Matthew dan Damian terus menembak dan melangkah maju, Michael mengatakan setiap musuh yang terlihat kepada kakaknya dan dalam sekejap mata saja, mereka sudah menguasai medan. Anak buah Thomas yang berada diluar sudah terkapar tapi bukan berarti anak buahnya tidak ada yang terluka akibat tembakan.
Yang terluka dikumpulkan dan mereka diperintahkan untuk kembali sedangkan yang tersisa akan menyergap ke dalam bersama dengannya.
Mereka kembali berkumpul. Entah apa yang menunggu mereka di dalam sana mereka tidak tahu karena tidak ada cctv di dalam gudang tua itu sehingga Michael tidak bisa melihat ke dalam jadi mereka harus tetap waspada.
"Mich, kau terus awasi jangan sampai Thomas kabur," perintah Matthew.
"Tenang saja, Kak. Aku akan mengawasinya dan mengatakan padamu jika dia melarikan diri," jawab Michael.
"Aku harap dia tidak sepengecut Gary," ucap Matthew.
"Habisi dia hari ini, Kak."
"Tentu, memotong satu tangannya akan sangat menyenangkan dan dia bisa menjadi makanan lezat untuk serigala peliharan Daddy."
Michael terkekeh, sudah dia duga kakaknya tidak akan membunuh Thomas saat itu juga karena dia tahu, kakaknya lebih suka menangkap musuh dan melemparkannya ke dalam kandang binatang peliharaan mereka.
"Kalian sudah siap?" tanya Matthew.
"Tentu," jawab Damian.
"Berpencar," perintah Matthew.
Mereka kembali berpencar, Damian mengepung tempat itu bersama dengan anak buah Matthew karena mereka akan menyergap secara tiba-tiba nanti dan menyelamatkan Clarina, sedangkan James mengikuti Matthew bersama dengan beberapa anak buahnya untuk menyergap ke dalam melalui pintu utama.
Matthew dan James melangkah menuju pintu dan dalam hitungan ketiga, James menendang pintu hingga terbuka dan mereka segera menyergap masuk ke dalam.
Para anak buah Thomas yang sedang berjaga di dalam langsung mengarahkan senjata api mereka ke arah Matthew begitu juga yang dilakukan oleh Matthew dan para anak buahnya.
"Hola Chunggington," sapa Matthew ketika melihat Thomas sedang berdiri membelakanginya.
Thomas memutar langkahnya dan menatap Matthew dengan tajam. Dia tidak menyangka jika Matthew bisa melewati anak buahnya tanpa terluka sedikitpun. Pria ini sungguh berbahaya dan sebaiknya dia membunuhnya hari ini juga.