Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Pembalasan Carlk


Penampilan sudah rapi dan wajah sudah terlihat tampan begitulah penampilan Carlk malam ini dan dia akan membuat Vivian jatuh cinta lagi dengannya.


Dia memang sengaja mengajak Vivian makan malam di restoran Gladstones karena setelah selesai makan, dia ingin mangajak Vivian berjalan di sisi pantai sambil mengenang kebersamaan mereka dulu.


Itu harus dia lakukan supaya Vivian mengigat kebersamaan mereka dan mau bersama dengannya lagi. Carlk yakin Vivian hanya kecewa dan mau memaafkannya dan mau bersama dengannya lagi setelah melewati malam ini.


Sebuah tempat yang menghadap laut sudah dia pilih agar kebersamaannya dengan Vivian nanti terasa romantis.


Seikat bunga kesukaan Vivian sudah ada di atas meja dan tentunya dia akan memanjakan Vivian malam ini dan memberikan apa yang dia mau.


Untuk menunggu Vivian, Carlk memesan sebotol Anggur terbaik yang ada di restoran itu. Matanya memandangi laut dan mengingat bagaimana dulu mereka bertemu, kenangan itu tidak bisa dia lupakan dan memang tidak dia pungkiri jika dia masih mencintai Vivian.


Tapi sayang cinta itu tertutup oleh dendamnya dan untuk itulah dia ada di sana, menunggu Vivian dan pura-pura menyesal dan setelah itu dia akan menjebak Vivian.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam tapi Vivian belum juga datang, Carlk masih sabar menunggu karena dia pikir Vivian masih sibuk dengan pekerjaannya tapi waktu berputar dengan begitu cepat bahkan para pengunjung mulai meninggal restoran.


Carlk mulai kesal dan melihat jarum jam sudah hampir menunjukkan angka sepuluh, kenapa Vivian belum juga datang?


Dengan tidak sabar, Carlk meneguk Anggur yang ada di dalam gelas bahkan Anggur yang ada di dalam botol sudah hampir habis.


Dia benar-benar marah dan mencengkram gelasnya dengan erat, "Baiklah Vivi, kau tidak datang dan mempermainkan aku jadi jangan harap kau bisa tidur dengan nyenyak malam ini!" ucapnya dengan penuh emosi.


Carlk mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan pada anak buahnya.


"Buat sedikit kekacauan dan tulis sebuah teka teki!" perintahnya dan setelah itu Carlk menulis sebuah teka teki dan mengirimkan kepada anak buahnya.


Karena Vivian tidak juga datang, Carlk segera pergi dari restorant. Dia akan mengingat kejadian ini dan akan dia balas nanti setelah dia bisa mendapatkan Vivian kembali.


Dia tidak akan menyerah dan akan tetap dengan rencananya karena dia yakin Vivian masih mencintainya.


Sesuai dengan perintah Carlk, malam itu anak buahnya membuat sebuah keributan disebuah bar dengan cara menembaki orang-orang yang ada di dalam bar.


Para korban berjatuhan dan mereka orang-orang yang tidak bersalah, para anak buah Carlk menyamar menjadi perampok yang merampok Bar dengan memakai topeng agar tidak mudah dikenali dan setelah mendapatkan apa yang mereka mau dan menjalankan perintah, mereka pergi dari sana dan supaya kekacauan semakin menjadi, mereka meledakkan beberapa mobil pengunjung yang terparkir di depan Bar.


Tidak lupa, sebuah bom mereka letakkan di Bar di mana sebuah surat berada di atas bom sesuai dengan perintah Carlk, malam ini dia tidak akan membiarkan Vivian tidur dengan nyenyak.


Para polisi mulai berdatangan setelah mereka pergi, korban yang jatuh puluhan orang. Selain pengunjung Bar para karyawan Bar juga menjadi korban. Api yang membakar beberapa mobil membumbung tinggi dan beberapa mobil kebakaran sedang menuju lokasi.


Saat Patrik menghubunginya, Vivian tertidur dengan pulas di dalam pelukan Matthew. Dia sangat mengantuk dan lelah karena kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan.


Vivian meraba ponselnya tanpa membuka matanya yang masih terasa berat dan setelah mendapatkan benda itu, Vivian langsung menjawab panggilan dari Patrik.


"Hallo."


"Angel, datang ke Hard Rock Cafe sekarang juga," pinta Patrik.


"Ada apa Patrik?" Vivian berusaha membuka matanya yang terasa berat.


"Telah terjadi perampokan dan beberapa korban mati tertembak. Segera datang aku juga sedang menuju lokasi."


"Oh my God!" Vivian langsung bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang.


"Aku akan segera ke sana," jawabnya.


Vivian melempar ponselnya dan turun dari atas ranjang dengan terburu-buru, sedangkan Matthew terbangun dari tidurnya dan melihat Vivian memakai bajunya dengan terburu-buru pula.


"Ada apa babe? Mau kemana?"


"Terjadi perampokan dan pembunuhan Matth, aku harus pergi!"


"Hard Rock Cafe," jawab Vivian dan dia segera menghampiri Matthew karena dia ingin mengambil ponselnya.


"Tidurlah lagi," ucap Vivian sambil mengecup bibir Matthew.


"Berhati-hatilah! Hubungi aku jika kau mengalami kesulitan."


"Pasti Matth."


Vivian segera berlari keluar karena dia harus bergegas, kejahatan memang selalu terjadi di California.


Dia membawa motornya menuju lokasi dengan cepat dan begitu tiba, Patrik sudah ada di sana.


Tempat itu hancur berantakan dan beberapa mobil hangus terbakar. Beberapa mobil Ambulans telah datang untuk mengevakuasi korban bahkan tempat sudah disterilkan dari warga sipil.


Para penjinak bom sudah berada di tempat untuk menjinakkan bom yang sebentar lagi akan meledak dan menghancurkan segalanya.


Vivian berlari ke arah Patrik yang sedang berbicara dengan seorang petugas kepolisian dan polisi itu memberikan sebuah surat kepada Patrik dan surat itu mereka temukan di atas bom.


"Apa yang terjadi Patrik?" tanya Vivian.


"Perampokan dan pembunuhan tapi ini?" Patrik memberikan surat yang dia dapat kepada Vivian.


"Sepertinya yang melakukan hal ini si buronan kita!" ucap patrik.


"Bagaimana di dalam?" tanya Vivian seraya mengambil amplop yang diberikan oleh Patrik dan membukanya.


"Sebuah bom aktif ada di dalam dan petugas sedang menjinakkannya dan kau tahu bukan? Ini hanya untuk mengalihkan perhatian kita."


Vivian mengangguk dan membuka kertas yang dia keluarkan dari dalam amplop dan setelah itu Vivian membaca isi surat itu.


"Sudah lama aku tidak bermain denganmu Angel, sepertinya kau begitu menikmati malammu yang tenang. Malam ini aku ingin kita bermain dan pecahkanlah teka teki yang aku berikan jika tidak korban yang mati tidak hanya di Bar ini saja. Jika kau ingin menyelamatkan mereka maka kau harus bergegas memecahkan teka teki ini."


Vivian membalikkan kertas di mana sebuah tulisan ada di sana dan membacanya dengan teliti.


..."Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Cinderela berlari menuruni anak tangga dan melepaskan dua sepatunya. Sang pangeran berlari mengejar tapi Cinderela terus berlari karena dia tidak mau membuat hati pangeran berdarah. Waktumu tidak banyak Angel, jika kau tidak ingin ada korban lagi maka mulailah memecahkan teka teki ini mulai sekarang, M."...


"S*h*it!" umpat Vivian kesal. Dia sungguh benci dengan teka teki!


"Ada apa Angel?"


"Jam berapa sekarang Patrik?"


"Hampir jam sebelas," jawab Patrik seraya melihat jam dipergelangan tangannya.


"Ck, kita tidak punya banyak waktu untuk menemukan bom lainnya!"


"Apa?"


Vivian memberikan surat itu kepada patrik dan Patrik membacanya dengan cepat, "Orang gila seperti apa sebenarnya buronan kita?" tanya Patrik sambil berdecak kesal.


"Jika sudah tertangkap aku akan memakaikan gaun Cinderela padanya dan menendang bokongnya sampai puas karena dia telah mempermainkan aku!" Vivian menekan kepalan tangannya hingga berbunyi.


Dari kejauhan, Carlk melihat Vivian dengan senyum licik mengembang di wajahnya. Tidak mau datang menemuinya tapi bisa datang kelokasi kejadian dengan cepat, dia harap Vivian tidak bisa memecahkan teka teki yang dia berikan sehinga dia sibuk sepanjang malam.


"Nikmati malammu Vivi," ucap Carlk dan dia segera membawa mobilnya pergi.


Vivian dan Patrik menghela nafas, teka teki yang menyebalkan dan apa maksud dari teka teki itu? Apa buronan mereka baru saja menonton pertunjukkan Cinderela? Apapun itu waktu mereka tidak banyak lagi untuk menemukan bom lain yang disimpan entah di mana oleh buronan.