Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 99


[Chapter 99.]


[Teman lama.]


[Silahkan Dibaca.]


Rumah Ryuto.


Di ruang makan, Ryuto dan seluruh Istrinya mulai makan bersama. Aria yang baru merasakan bagaimana hidup bersama, membuatnya ingat akan keluarganya dulu.


Selesai makan, Ryuto menatap ke para istrinya dan berkata dengan nada lembut dan serius.


“Jika kalian bosan, kalian bisa pergi ke restoran untuk membuka restoran.” Ucap Ryuto, semuanya kecuali Aria mengangguk.


“Tunggu Ryuto, apakah tidak apa-apa? Bukankah mereka dan aku hamil?.” Ucap Aria, sementara para istrinya melihat ke arah Aria dan tersenyum.


“Kami tidak apa-apa, Aria. Apalagi bayi kami, karena sayang sudah memberikan sesuatu untuk melindungi kami dan bayi kami.” Ucap Wanita, yang tak lain Lilia.


“Melindungi?.” Ucap Aria, dia bingung lalu menatap ke arah Ryuto dengan penasaran. Sementara Ryuto, dia memandang ke arah Aria sambil tersenyum.


“Karena, sekarang kamu istriku, maka..” ucap Ryuto, berhenti lalu berdiri dan berjalan ke arah Aria sambil mengeluarkan kotak berisi cincin.


Aria yang melihat Ryuto berjalan ke arahnya, dia berdiri dan menatap ke arah Ryuto. Semua istrinya memandang ke arah Aria dan Ryuto.


Ryuto berhenti tepat di depan Aria, kemudian menunjukkan isi kotak yaitu sebuah cincin yang sangat indah, Aria melihat itu terpana.


Kemudian, dia melihat ke arah para saudari yang lain, dia baru sadar bahwa cincin mereka sama dengan cincin di depannya, tanpa sadar tangannya terangkat.


Ryuto paham maksud tersebut, dengan lembut Ryuto mengambil cincinnya dan memasukkan cincin tersebut ke jari manis milik Aria.


“Sekarang kau benar-benar milikku.” Ucap Ryuto, lalu mencium kening Aria. Setelah itu memeluknya dengan erat. Kemudian melepaskan pelukannya.


“Baiklah, ayo kita buka restoran.” Ucap Ryuto, semuanya berdiri tepat para Maid keluar dari dapur. Sementara Aria, dia akhirnya paham maksud para saudarinya.


‘Jadi, cincin ini ajaib dan akan selalu melindungi ku.’ Batin Aria, dia benar-benar senang dan bahagia. Sebelum berterimakasih, Aria ditarik kedua lengannya oleh Miya dan Aoi.


“Saudari baru, ayo. Jangan sampai tertinggal.” Ucap Aoi, dengan senyumannya. Sementara Miya hanya terkekeh mendengar ucapan Aoi.


Lalu, semuanya berangkat menuju ke restoran bersama. Karena jarak restoran dan rumah dekat, mereka berjalan santai.


“Jadi, bagaimana perkembangan restoran?” ucap Ryuto, lalu Amy yang di depan menjawab dengan santai.


“Awal sampai kemarin, selalu banyak yang datang tapi kalau di hitung kembali, mulai menurun.” Ucap Amy, sementara Ryuto mengangguk.


‘Iris, bagaimana dengan misi berantai tersebut?’


[Restoran.]


[Misi 1 : selesai.]


[Misi 2 : 9704 / 10.000]


[Misi 3 : Terkunci.]


‘Oh, berubah singkat.’ Ucap Ryuto dalam hati, kemudian mereka semua sampai di depan restoran. Lalu, Amy membuka restoran tersebut.


“Apakah baru dibuka?.” Ucap seorang Wanita di belakang mereka semua. Ryuto, Lilia, Amy, Aoi, Miya, Nanami menoleh ke belakang.


Sementara para istrinya Ryuto yang perempuan sudah masuk ke dalam restoran. Ke lima Wanita tersebut tersenyum melihat siapa Wanita tersebut, Aoi kemudian berkata.


“Anri-san, kau selalu menjadi pelanggan tetap disini. Serta, itu benar restoran baru dibuka.” Ucap Aoi kepada Wanita tersebut.


“Oh, kalau begitu kita masuk saja. Anri-chan pesan seperti biasa kan?.” Ucap Lilia, sementara Anri mengangguk lalu matanya terfokus ke arah Ryuto.


Ke lima orang tersebut tahu, kemana arah yang dituju oleh Anri. Lalu, mendengar pertanyaan dari Anri membuat mereka tersenyum.


“Siapakah laki-laki tampan?.” Ucap Anri sambil tersenyum. Sementara itu, Ryuto tersenyum dan menjawab dengan lembut.


“Perkenalkan namaku Ryuto Kurokami, Suami dari mereka berlima dan Suami dari perempuan di dalam.” Ucap Ryuto sambil tersenyum.


Anri mendengar hal tersebut terkejut, lalu memandang ke arah dalam restoran, dia menghitung perempuan di dalam.


‘9 orang di dalam, di tambah 5 orang temanku. Total 14 orang, lalu laki-laki 1 apakah bisa mengatasi?.’ Ucap Anri dia benar-benar terkejut.


Sementara itu, Ryuto pergi ke dalam restoran meninggalkan mereka berenam.


Kelima istri Wanita Ryuto paham apa yang difikirkan Anri, lalu mereka terkekeh pelan. Kemudian Nanami berkata.


“Kamu pasti terkejut, bagaimana permainannya kan. Fufufufu, kamu ikut pun Ryuto bisa mengalahkan dirimu.” Ucap Nanami, sementara Anri yang mendengar hal tersebut benar-benar tertarik.


“Ohhh, apakah kamu yakin. Dia bisa mengatasiku? Banyak loh, laki-laki menyerah saat bermain dengan ku.” Ucap Anri, kelima istri Ryuto mengangguk.


“Kamu akan kalah, sebab dia monster. Apalagi jika dia benar-benar mulai serius.” Ucap Amy, sementara itu Anri semakin penasaran dan tertarik.


“Yah, itu membuatku semakin tertarik.” Ucap Anri, lalu mereka berenam masuk ke dalam restoran sambil berbincang-bincang.


Ryuto dan yang lainnya sudah berada di dapur. Melihat Anri masuk bersama istrinya, dia tersenyum dan membuatkan minuman untuk mereka.


Beberapa menit kemudian, Ryuto keluar sambil membawa nampan minuman ke meja mereka berenam.


“Ini, silahkan diminum.” Ucap Ryuto, keenam orang tersebut berhenti berbicara, mereka tersenyum dan menjawab dengan senang.


“Terimakasih.” Ucap mereka berenam, Ryuto tersenyum dan mengangguk. Lalu Anri yang penasaran dengan minuman yang di buat Ryuto, dia mencoba meminumnya.


Saat meminum, Anri seketika merasa tubuhnya benar-benar rileks dan beban yang selama ini dia rasakan perlahan berkurang.


Anri juga merasa bahwa dirinya benar-benar bebas, rasa depresi yang dia alami juga menghilang, apalagi perasaan negatif yang bersarang di tubuhnya mulai menghilang.


“Minuman ini, begitu membuatku sangat santai.” Ucap Anri, sementara kelima istri Ryuto juga meminumnya. Mereka juga mengalami hal yang sama seperti Anri.


“Kamu benar.” Ucap mereka, satu per satu. Lalu setelah meminum minuman buatan Ryuto, Aoi bertanya kepada Anri.


“Apakah kamu masih bekerja disana?.” Ucap Aoi, dia benar-benar penasaran. Selama Anri menjadi pelanggan setia restoran Ryuto. Aoi belum pernah bertanya tentang hal tersebut.


“Tidak, kau tahu aku depresi jika disana. Tidak ada laki-laki yang benar-benar bisa membuatku puas disana, alhasil aku keluar. Kemudian aku melihat restoran ini, lalu aku masuk dan terkejut bahwa pemiliknya kalian.” Ucap Anri.


“Akhirnya aku mencoba makanan dan minuman disini, benar-benar merilekskan dan menjernihkan pikiran milikku. Baru hari ini, kita bisa berbicara bersama.” Ucap Anri.


“Mendengar kalian sudah menikah, huff entah kenapa aku juga ingin. Tapi, begitulah banyak yang tidak bisa mengatasi diriku jika di atas ranjang kalian tahu sendiri bukan.” Ucap Anri.


Ke lima orang tersebut mengangguk, mereka paham betul dengan Anri. Banyak laki-laki menyerah jika bermain dengan Anri, dia liar dan pasti lawan akan kalah jika bermain dengannya.


“Bagaimana kalau, kamu mencoba dengan Ryuto?.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.