
[Chapter 252.]
[Anna.]
[Silahkan Dibaca.]
Jalan Tokyo, terlihat mobil hitam melesat menuju ke suatu tempat. Di dalam mobil hitam tersebut terdapat dua orang laki-laki, mereka adalah Ryuto dan Zero. Ryuto sendiri menatap ke depan, dirinya telah mengirim kedua istrinya ke dalam Dunia Jiwanya untuk berlatih.
“Tinggal terakhir yaitu Anna. Dia mendirikan bar, apakah kau tahu masalah yang dihadapinya?” Ryuto bertanya dengan nada santai, bagaimanapun juga dirinya tahu bahwa istrinya sudah mengalami penderitaan sekarang.
“Tuan Muda pertama Vastago mengincar Anna. Dirinya kerap datang ke sana dan selalu menekan bar itu, jika ingin bar bebas kembali Anna harus melayani Tuan muda pertama tersebut.” Ryuto yang mendengar itu, wajahnya menggelap.
“Vastago kembali kah? Apakah mereka benar-benar sekaya dan sekuat itu sehingga membuat mereka lancang di Tokyo?” Ryuto benar-benar merasa dirinya penuh akan emosi. Vastago benar-benar hancur jika Ryuto mau bergerak. Namun, dia tetap diam agar istrinya sendiri yang mengatasi.
Bukan karena Ryuto tidak mampu, hanya saja dia lebih menghargai perasaan istrinya tersebut. Ryuto kemudian memandang keluar jendela, lalu bertanya, “Zero, apakah mereka ada hubungan dengan Kerajaan Star bjingn itu?”
Zero mendengar pertanyaan tuannya. Dirinya masih fokus mengendarai dan mengeluarkan sebuah kertas dari jas hitamnya. Zero menyerahkan hal itu kepada Ryuto. Sementara Ryuto mengerutkan keningnya, akan tetapi tetap mengambil kertas tersebut.
Ryuto melihat isi kertas itu, dia melihat nama-nama perusahaan yang memiliki hubungan paling banyak dengan Kerajaan Star. Ryuto mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka ternyata banyak yang berada di bawah perintah Kerajaan Star.
“Sepertinya kita kecolongan kembali.” Ryuto muram sekarang, dirinya tidak menyadari akan hal ini. Sementara itu, Zero yang berada di sebalahnya fokus ke depan. Sudut mulutnya naik ke atas membentuk sebuah senyuman.
“Tidak, seluruhnya sudah berhasil di ringkus, Tuan.” Ryuto mendengar itu terkejut, dia menatap Zero dengan tatapan serius. Ryuto tidak menyangka lagi-lagi pemimpin pasukannya bergerak lebih dulu. Dia menggelengkan kepalanya, anak buah satu ini benar-benar sulit ditebak.
“Baguslah, tapi apakah ada kendala dalam menyelesaikan mereka?” Ryuto mengambil air minum dari lemari es yang berada di mobil tersebut. Dia baru saja memasangnya beberapa hari yang lalu. Entah kenapa, dirinya ingin memasang lemari es kecil untuk mobilnya.
“Tidak ada, Tuan.” Zero menjawab dengan ringan. Bagaimanapun tinggal hancurkan saja kalau tidak tunduk, dia simple seperti tuannya. Zero tidak ingin berbelit harus begini begitu, dia hanya perlu mendatangi perusahaan, langsung pergi ke ruang bos mereka, kemudian bernegosiasi.
Setiap Zero bernegosiasi, dia pasti akan berhasil dengan memuaskan. Berakhirlah seluruh perusahaan yang berada di bawah Star pindah haluan ke Kurokami. Bukan hanya itu, Zero juga memanipulasi data dari Star, agar mendapatkan file data dari seluruh perusahaan yang berada di Star.
Zero menghack seluruh perusahaan tersebut, dengan dibantu oleh hacker terkenal dari Kurokami yang dulu mantan dari Negara Indonesia. Seluruh serangan ditujukan dengan cepat ke arah perusahaan di Star. Hal itu membuat berita trending di Dunia bahwa seluruh perusahaan kehilangan seluruh aset mereka.
Ryuto sendiri tidak tahu akan hal itu, dirinya menikmati apa yang dia dapatkan dan tidak peduli dengan apa yang dilakukan para pasukan miliknya. Ryuto terpenting hidup damai bersama dengan para istrinya dan keluarganya.
***
Tiba di Bar, Zero memarkirkan mobilnya. Dirinya melihat mobil milik keluarga Vastago. Dirinya tahu bahwa tuan muda keluarga Vastago berulah kembali. Ryuto menggunakan persepsi miliknya, dia melihat seorang perempuan yang sedang gelisah dan bingung.
Mobil terparkir, akan tetapi salah seorang berjas hitam datang dan menodongkan pistolnya. “Keluarlah kalian.”
Mobil berhenti, Ryuto dan Zero keluar dari mobil. Mereka berdua berjalan ke arah orang berjas hitam tersebut. Melihat keberanian Ryuto dan Zero, orang berjas hitam menjadi muram dan berteriak, “Bajin-“
Sebelum kedua berjas hitam bereaksi, Zero menusuk tepat jantung kedua orang berjas. Jantung keluar dan berada di genggaman Zero. Dengan cepat, Zero meremas jantung tersebut dan hancur berserakan dimana.
Ryuto tidak peduli, dirinya hanya berjalan masuk dan melihat ada sekitar 20 orang berjas hitam. Kemudian, terlihat ada satu orang sedang menggoda perempuan cantik, rambut pirang bergelombang membuat daya tarik unik. Perempuan itu adalah Anna, seorang pemilik bar.
Ryuto berjalan dengan ringan, tatapannya tertuju ke arah perempuan tersebut, seketika sudut mulutnya naik sebentar dan berubah dingin. Dirinya berjalan ke arah kerumunan tersebut, dengan Zero yang berada di belakangnya.
Dua puluh orang berjas hitam terkejut melihat hal itu, mereka menatap dengan penuh pertanyaan, siapa kedua orang ini? Mereka bertanya-tanya, akan tetapi Ryuto dan Zero tidak peduli. Mereka berdua berjalan dan duduk di kursi meja tempat pemilik bar.
“Pemilik, dua botol Vodka.” Ryuto berkata dengan ringan tanpa tahu situasi sekitar. Orang yang memakai pakaian elite terkejut melihat hal itu. Dia muram, karena ada orang yang menyela dirinya memggoda perempuan yang dia incar.
Anna lebih terkejut, dia bertanya-tanya, apakah orang ini tidak tahu siapa yang berada di sebelahnya? Anna menggelengkan kepalanya dan berkata dengan senyum manisnya. “Sebentar, akan kusiapkan.”
Ryuto mengangguk, sementara Zero diam. Orang elite benar-benar merasa tidak senang sekarang, amarahnya tersulut ketika Ryuto dan Zero tidak menganggapnya ada. Dia meraung dengan marah. “Bjingn, siapa yang mengijinkan kalian ber-“
“Zero, entah kenapa ada bau yang menyengat. Bau ini sungguh menjijikan, bahkan lalat saja kalah menjijikan dari bau ini.” Ryuto memprovokasi orang elite tersebut, dirinya menutup hidungnya menambah kesan mengejek.
“Kau benar, Tuan. Bau ini lebih menjijikan daripada kotoran, juga sepertinya bukan dari bar ini.” Zero menambahkan provokasi tersebut. Api menyala dituangkan oleh minyak, orang elite tersebut memerah, dia marah.
Anna mendengar itu benar-benar terkejut dan tertawa kecil, dia baru kali ini melihat ada orang yang berani melawan keluarga Vastago. Anna menyajikan dua vodka dengan penuh rasa kasih sayang. Namun, hanya satu yang diberikan rasa cinta miliknya, itu adalah vodka yang akan diminum oleh Ryuto.
“Dua Vodka sudah jadi, silahkan dinikmati.” Anna menyajikan di depan Ryuto dan Zero. Di saat Anna akan kembali tangannya ditarik dan didudukkan dalam pangkuan Ryuto. Hal itu membuat Anna memerah malu.
“Nah, kau menambahkan rasa cinta bukan?” Ryuto menggoda Anna dengan lihai. Dia juga memainkan jarinya agar Anna puas. Orang elite melihat hal itu wajahnya sudah berubah hitam. Dia sudah tidak bisa membendung amarahnya.
“Kalian bunuh bocah itu dan seret jlan-“ orang elite itu lagi-lagi tidak bisa menyelesaikan kata-katanya. Anna yang berada di pangkuan Ryuto, melemparkan garpu tajam ke mata orang elite tersebut, dirinya tersenyum manis dan tertawa sambil menutup mulutnya.
“Fufufu~, kau tahu sayang? Aku sudah menunggumu untuk datang kepadaku. Terima kasih telah membangkitkan ingatanku.” Anna sudah kembali, Ryuto membuat Anna puas dan dengan stimulasi sedikit membuat seluruh ingatan Anna kembali.
Ryuto baru menyadari hal tersebut, ketika membuka ingatan asli Clara dan Lina. Dirinya bisa membuka dengan cepat jika menstimulasi istrinya tersebut. Ryuto benar-benar senang dan sekarang Kurokami Anna, sang Iblis penyiksa telah bangkit.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.