
[Chapter 100.]
[Pergi ke Yakuza Itoka.]
[Silahkan Dibaca.]
“Bagaimana kalau dengan Ryuto?.” Ucap Amy secara tiba-tiba. Ke empat istri Ryuto menatap ke arah Amy, begitu pula Anri.
“Kau benar, tapi apa tidak apa-apa? Takutku nanti Ryuto marah?.” Ucap Aoi, dia entah kenapa takut kalau Ryuto marah.
“Hmmm, kita tanya saja dulu. Apa salahnya kan tanya?.” Ucap Nanami, ke lima orang tersebut mengangguk, sementara Anri bingung.
“Apakah tidak masalah, maksudku kalian seperti menjual Suami kalian loh?.” Ucap Anri, dia benar-benar merasa aneh dengan kelima temanny tersebut.
“Santai saja, kita lihat apakah dia mau atau tidak.” Ucap Lilia, kemudian Miya pergi ke dapur untuk memanggil Ryuto.
Tak lama kemudian, Miya dan Ryuto keluar dari dapur. Lalu, mereka pergi ke tempat para Wanita tersebut berkumpul.
“Jadi, ada apa?.” Ucap Ryuto sampai di tempat tersebut dan duduk di dekat Aoi. Kemudian, Lilia berkata.
“Sayang, apakah kamu bisa memuaskan Anri?.” Ucap Lilia dengan ringan dan serius. Sementara Ryuto yang mendengar tersebut memandang ke arah Lilia dengan aneh.
“Tunggu, apa maksud kalian. Apakah kalian ingin aku memuaskan Anri-san?.” Ucap Ryuto, dia tidak marah tapi heran dan aneh dengan keinginan kelima istri wanita tersebut.
‘Apakah mereka lagi ingin hal yang aneh-aneh (ngidam kalau di Jawa.)' Batin Ryuto, dia hanya punya fikiran tersebut, tapi meminta Suaminya memuaskan temannya, bukankah keinginan tersebut aneh.
“Itu benar.” Ucap Amy, dengan santai. Sementara Ryuto dia berperang dengan fikirannya dan akhirnya menghela nafas.
‘Lebih baik turuti saja, itu pasti kemauan bayi di dalam perut mereka. Haihh, apakah nanti anak-anakku akan seperti aku.’ Batin Ryuto, menggelengkan kepalanya dan menjawab.
“Baiklah, tapi nanti malam saja. Aku ingin pergi setelah ini.” Ucap Ryuto berdiri. Sementara kelima istrinya tersenyum senang. Hanya Anri yang benar-benar tertegun.
‘Kenapa dia tidak marah, tapi nanti malam apakah dia benar-benar bisa mengalahkanku.’ Batin Anri, tapi dia tersenyum dan menjilat bibirnya.
“Menarik.” Gumam Anri, sementara Ryuto berkata kepada mereka.
“Aku ingin pergi ke tempat Yakuza Itoka terlebih dahulu. Zero memberitahu bahwa Rina dan Nina berada disana.” Ucap Ryuto. Lalu Lilia berkata.
“Bisakah aku ikut? Juga dengan Amy, kami sebenarnya khawatir dengan mereka berdua.” Ucap Lilia, sementara Ryuto menatap ke arah Lilia, lalu ke arah Amy.
“Kalau begitu, ayo kita berangkat.” Ucap Ryuto, lalu menatap ke arah Aoi, Nanami, dan Miya. Ryuto berkata.
“Kami pergi dulu, kalian nanti bilang ke saudari yang lain. Selepas masalah di Osaka minggu nanti. Kita akan berlibur keluarga.” Ucap Ryuto, membuat ketiga Wanita tersebut tersenyum cerah.
Sebelum mereka menjawab, Ryuto sudah keluar bersama dengan Lilia dan Amy. Lalu, Miya pergi ke dapur untuk memberitahu kepada saudari yang lainnya.
Di sisi Ryuto, dia berjalan ke rumahnya untuk mengambil mobil yang sudah dia beli dari sistem. Mereka berjalan ke arah rumah menikmati suasana sekitar.
Sesampai di gerbang rumah, Ryuto masuk lalu pergi ke tempat parkir mobil. Sementara Lilia dan Amy menunggu di gerbang.
Keluarlah Ryuto dengan mobil baru yaitu BMW X6 vantablack : Suv. Lilia dan Amy terkejut dengan mobil tersebut, karena seingat mereka Ryuto tidak memiliki mobil tersebut.
“Ayo masuk, aku sekalian mau mencoba mobil baru kubeli tadi pagi.” Ucap Ryuto, keduanya langsung masuk ke dalam mobil.
Mereka benar-benar terpana dengan isi mobil tersebut, karena Ryuto memodifikasinya lewat System membuat isi mobil tersebut menarik dan indah.
Ryuto lalu melajukan mobilnya menuju ke tempat Yakuza Itoka, Ryuto menjalankan mobilnya dengan santai, sehingga Lilia dan Amy benar-benar menikmati keindahan di luar.
Beberapa menit kemudian, Ryuto sampai di tempat Yakuza Itoka. Namun, dia mengerutkan keningnya, saat melihat tempat tersebut sepi.
“Kalian tetaplah di dalam, aku akan keluar.” Ucap Ryuto, keduanya mengangguk mengerti. Lalu, Ryuto keluar dari mobil.
Ryuto memandangi sekitar dan tidak melihat apapun yang aneh, lalu Ryuto berjalan ke arah rumah Yakuza Itoka.
“Apakah ada orang di dalam?.” Ucap Ryuto normal, namun dapat di dengar dari dalam. Tidak ada respon sama sekali.
“Hmm, aneh. Lebih baik aku hubungi Zero.” Ucap Ryuto, lalu mengeluarkan telpon dan menekan kontak nomor milik Zero.
Purupurupuru.
Katcha.
“Ada apa, Tuan?.” Ucap Zero, lalu Ryuto menjawab.
“Seharusnya mereka ada di dalam, Tuan.” Ucap Zero, sementara Ryuto mengerutkan keningnya. Lalu, masuk ke dalam dengan masih memegang telpon.
“Tidak ada orang, sama sekal-“ ucap Ryuto, terpotong dengan serangan menuju ke arahnya. Ryuto menghindar ke belakang.
“Oh, ada orang yang menyerangku, Zero. Jadi kututup dulu.” Ucap Ryuto, lalu menutup telponnya, sementara Wanita tersebut menyerang kembali saat melihat Ryuto sedikit lengah.
Wussh.
Tendangan dengan sepatu terdapat pisau mengarah ke Ryuto. Sementara itu, Ryuto dengan lancar melakukan backflip ke belakang.
“Siapa kamu, apa urusanmu di sini.” Ucap orang tersebut, namun Ryuto mengerutkan keningnya. Lalu, berkata.
“Perempuan, oh jadi lawanku perempuan.” Ucap Ryuto, sementara orang tersebut melemparkan dua pisau ke arah Ryuto dengan cepat.
Wush Wush.
Ryuto melihat itu, bergerak normal. Dia tersenyum, karena baru ini melihat ada lemparan melebihi dari kecepatan peluru.
‘lemparan yang sangat cepat. Tapi di mataku itu normal.’ Batin Ryuto, kemudian melompat dan berputar sambil menangkap gagang pisau tersebut.
Perempuan tersebut tertegun, lalu menjadi serius. Lalu, mengambil sebuah bilah pedang pendek (Tanto, kalau tidak salah namanya.)
Perempuan tersebut, melesat dengan cepat ke arah Ryuto. Sementara Ryuto yang mendarat segera menahan pedang pendek perempuan tersebut dengan pisau yang dia pegang.
Dinggg.
Ryuto sedikit terkejut dengan kekuatan perempuan tersebut. Dia bisa mengukur bahwa perempuan tersebut, memiliki kekuatan membunuh 1000 pasukan Mafia.
‘Yakuza memang beda, mereka di atas Mafia.’ Batin Ryuto, lalu dia merasakan perutnya sakit. Lalu, melihat bahwa dia di tendang oleh perempuan tersebut.
‘Sial, aku lengah.’ Batin Ryuto, kemudian saat dia terbang keluar dari rumah Yakuza Itoka tersebut. Ryuto langsung melakukan backflip, serta melemparkan pisau yang dia pegang ke arah perempuan tersebut.
Wushhh.
Tidak tinggal diam, perempuan tersebut mengambil pisau Ryuto yang terjatuh karena tendangan. Dia juga melemparkan pisau tersebut.
Wushh.
Tringgg.
Kedua pisau jatuh ke lantai. Lalu, perempuan tersebut keluar dari rumah dengan memakai pedang pendek di tangannya.
Ryuto tersenyum melihat hal tersebut, karena baru kali ini ada yang bisa membuatnya bertarung dengan sungguh-sungguh.
“Siapa kamu, apa tujuan mu kesini?.” Ucap Perempuan tersebut, lalu Ryuto menjawab dengan jujur dan santai.
“Aku mendengar bahwa Rina dan Nina disini, jadi aku ingin menemuinya.” Ucap Ryuto, lalu perempuan tersebut mengerutkan keningnya.
“Kau pasti alasan.” Ucap Perempuan tersebut, melesat maju menyerang ke arah Ryuto, sementara Ryuto tersenyum.
“Sepertinya, aku harus meladenimu, Kucing Nakal.” Ucap Ryuto, juga melesat maju ke arah perempuan tersebut.
Lalu, dari dalam rumah Yakuza Itoka keluar dua orang perempuan, begitu juga di mobil Lilia dan Amy keluar dari mobil.
“Berhenti, Kakak / Ryuto.”
[To be Continued.]
Promosi milik teman
sama
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.