Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 244


[Chapter 244.]


[Kurokami.]


[Silahkan Dibaca.]


Alam bawah sadar Ryuto.


Ryuto melihat ke arah depan, dimana duduk seorang laki-laki di sebuah singgasana yang berhiasan banyak tengkorak manusia. Laki-laki itu memiliki sayap berwarna hitam dan putih, pakaian yang dia pakai berwarna hitam polos.


“Siapa kau?”


Ryuto terkejut dan bertanya dengan penuh penasaran. Sosok laki-laki itu menampakkan wajahnya yang tampan dengan rambut hitam panjang, iris matanya berwarna ungu kehitaman. Dia tersenyum memandang ke arah Ryuto.


“Aku adalah Kurokami.”


Kalimat yang diucapkan oleh laki-laki itu, membuat Ryuto terkejut. Dia menatap pria itu dengan mata yang lebar. ‘Tidak mungkin, Kurokami bukannya hanya sebuah marga saj-‘


Ryuto berhenti berfikir ketika kata-kata Aruto teringat dalam diri Ryuto, ‘Kurokami adalah Dewa yang diturunkan oleh para Dewa lainnya, karena para Dewa iri dengan kekayaan yang dimiliknya.’


Laki-laki yang duduk di singgasana menatap dalam ke arah pemuda di depannya, dia terlihat benar-benar meremehkan Ryuto tersebut. Laki-laki yang mengaku dirinya adalah Kurokami berkata dengan nada mengejek.


“Bocah sepertimu keturunan Kurokami terakhir? Bagaimana bisa keturunan Kurokami menurun seburuk ini.”


Mendengar pernyataan Kurokami, Ryuto kembali sadar dan menatap ke arah Kurokami tersebut dengan tajam. Entah kenapa sifat dan karakter yang dimiliki sama sekali berbeda dengan Ryuto sendiri.


“Lebih baik menurun dan menguasai Dunia bawah daripada di usir dari Dunia atas dan tidak diterima di Dunia menengah.” Ryuto berkata dengan berani tanpa ada rasa takut sama sekali.


Mendengar ungkapan dari Ryuto, Kurokami tersebut tertawa dengan lantang. Tawanya semakin keras setiap 10 detik.


“Hahahahahaha, bocah yang sangat menarik. Kau tahu selama masa hidupku tidak ada yang pernah berani berkata seperti itu kepadaku.”


Kurokami benar-benar tertawa lepas, kemudian menatap ke arah Ryuto dengan tajam dan sebuah seringai muncul di mulutnya. Ryuto entah kenapa, tidak merasa takut sama sekali bahkan di tatap setajam itu oleh Kurokami, Malaikat setengah Iblis.


‘Menarik, bocah yang sangat menarik. Dia benar-benar tidak takut akan diriku. Sepertinya cocok menjadi penerus Kurokami asli nantinya,' fikir Kurokami dengan lidah yang menjilat bibirnya tanda menemukan sesuatu menarik.


Ryuto sendiri tidak peduli dengan Kurokami, dirinya menatap ke arah sekeliling tempat itu, dimana hanya terdapat sebuah dinding berwarna merah dan hitam. Berbagai rumput berwarna hitam berserakan dan rantai aneh, serta sebuah tali dengan simpul legend.


“Beritahu aku, bagaimana cara keluar dari sini?”


Kurokami mendengar pertanyaan tersebut, dia menatap ke arah Ryuto kembali. Namun tatapannya sedikit melunak. Kurokami berdiri dan berjalan mendekat ke arah Ryuto. Dia mengangkat tangannya dan memegang bahu Ryuto.


“Ikuti aku, ada sesuatu hal yang khusus untuk keturunan asli Kurokami. Aku berharap kau benar-benar bisa melebihiku, karena selepas ini aku akan tiada dari tempat ini.”


Ryuto mengerutkan keningnya mendengar ucapan tersebut, sebuah panel sistem muncul di depannya. Ryuto menatap ke arah Kurokami dan dia melihat bahwa Kurokami tidak bisa melihat layar panel tersebut.


“Apa kau mendengarku?”


Ryuto menjadi yakin ketika Kurokami berkata seperti itu. Menanggapi pertanyaan Kurokami, Ryuto hanya mengangguk dan melihat ke arah papan misi yang muncul di panel sistem tersebut.


[Perang Akhir akan tiba.]


[Misi : Menangkan Perang Akhir.]


[Hadiah : Batas fisik dihapus.]


[Gagal : Lumpuh selamanya.]


[Durasi : Sampai Perang berakhir.]


[Temukan jati diri anda.]


[Misi : Pergi ke Dunia Baru.]


[Hadiah : Sistem bertukar.]


[Gagal : Kembali ke Bumi.]


[Mantan Dewa memberikan anda warisan.]


[Misi : Terima Warisan.]


[Hadiah : Buku kebangkitan Qi.]


[Gagal : Menjadi Gila.]


[Selamatkan Para Istri Anda.]


[Misi : Bawa seluruh istri menuju ke Dunia Baru.]


[Hadiah : Dunia baru tersembunyi.]


[Gagal : Seluruh Istri Mati.]


[Durasi : Perang Berakhir.]


Rentetan misi membuat Ryuto terkejut, dia bertanya-tanya apakah dirinya akan pergi ke Dunia Kultivasi? Ryuto mengecek seluruh hadiahnya dan hanya satu jawabannya bahwa Dunia Baru itu adalah Dunia Kultivasi.


Kurokami yang melihat Ryuto linglung tidak bisa tidak mengerutkan keningnya. Dengan ringan, Kurokami mengayunkan jentikan ke arah kening Ryuto. Sedangkan Ryuto, tidak siap menerima hal itu dan terkena jentikan jari tersebut.


Booommm.


Ryuto terpental ke belakang dan menabrak dinding merah di belakangnya, “Urhhhhh.”


Kurokami tiba di depan Ryuto, dia berdiri dan menatap Ryuto yang terjatuh sambil terbatuk-batuk kesakitan. Ryuto merasakan tatapan tersebut, dia menatap ke atas dan melihat Kurokami menatapnya dengan dingin.


“Kau mengabaikanku, bocah. Jangan sombong hanya karena kau penguasa Dunia bawah. Panggungmu bukan itu lagi nanti. Jadi kurangi cara tidak sopanmu itu,” nasehat Kurokami kepada Ryuto yang berada di bawah.


Ryuto benar-benar merasa tak berdaya sekarang. Dia benar-benar terkejut dengan serangan Kurokami bahkan energi dalam tubuhnya menghilang dalam sekejap. Ryuto benar-benar lemah sekarang.


‘Sial, apakah ini kekuatan yang sebenarnya? Aku benar-benar masih lemah. Bagaimana aku akan melindungi istriku jika lemah seperti ini?’ fikir Ryuto sambil mengingat siluet seluruh wajah para istrinya.


Kurokami melihat Ryuto merenung, dia tersenyum ketika melihat hal itu, karena metode tersebut dapat membuat penerusnya sadar bahwa ada yang lebih kuat dari dirinya. Kurokami kemudian berbalik dan berjalan pergi menjauh.


Ryuto yang tersungkur di bawah, mencoba berdiri. Dia berusaha untuk berdiri walaupun tidak ada tenaga dan energi sama sekali. Kuromaki merasakan hal itu, dia berhenti dan menatap ke arah Ryuto yang gigih dalam berusaha.


Kurokami tersenyum menyeringai namun kembali menjadi senyum tipis ketika melihat hal itu. Kurokami melambaikan tangannya, seketika tubuh Ryuto kembali pulih. Namun, Ryuto hanya berpura-pura terkejut melihat hal itu.


“Ikuti aku, jangan sampai kehilangan arah.” Kurokami berkata dengan ringan dan mulai berjalan lurus. Ryuto hanya mengikuti dari belakang, dia tidak menatap sekitar melainkan menatap ke arah Kurokami.


***


Keduanya terus berjalan sampai akhirnya tiba di sebuah lorong yang memiliki dinding kuno seperti tempat reruntuhan zaman dahulu. Ryuto terkagum-kagum melihat hal itu. Dia juga melihat berbagai tulisan yang tidak asing baginya.


‘Aksara jawa, Huruf China, Huruf Jepang, Huruf Korea, Simbol-simbol relik Eropa, semua tulisan ini benar-benar memenuhi seluruh dinding.’


Ryuto benar-benar penasaran dengan arti seluruh bahasa tersebut. Dia meminta sistem untuk menyalin seluruh tulisan tersebut. Kemudian membuatnya menjadi sebuah buku yang dapat dia baca nantinya.


Kurokami tidak peduli dengan antusiasme Ryuto, dia hanya berjalan sampai akhirnya berhenti di sebuah pintu yang terbuat dari kayu tua. Ryuto juga berhenti dan menatapnya dengan penasaran.


Kurokami mendorong pintu tersebut, kemudian Ryuto melihat ruangan yang sangat gelap. Namun, seketika ruangan menjadi terang ketika Kurokami menyalakan lampu yang berbentuk aneh. Ryuto tidak peduli dengan lampu, tatapannya sekarang fokus ke isi dari ruangan tersebut.


“Mari kita mulai, penerimaan warisan Dewa.”


[To be Continued.]


Note : Untuk masalah data para istri Ryuto akan kubuatkan bab khusus di akhir nanti.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.