
[Chapter 103.]
[Kurokami.]
[Silahkan Dibaca.]
Depan rumah Yakuza Itoka.
Ryuto yang menatap ke arah seorang laki-laki yang memiliki wajah sangar, rambut berwana putih pendek, hal yang menjadi ciri khasnya adalah telinganya terdapat anting salib.
“Khurt-san.” Ucap MB1 dengan keringat dan tubuh gemetar ketakutan. Sementara, orang yang bernama Khurt tersebut menatap ke MB1 dan mengibaskan tangannya.
Jlebb.
Suara sebuah tusukan terdengar oleh Ryuto, lalu dia menatap ke MB1 yang terdapat dua buah pisau menancap di dada MB1.
‘Cepat.’ Batin Ryuto, lalu menatap ke arah orang yang bernama Khurt tersebut, dia sedikit terkejut melihat Khurt sudah berada 10 meter darinya.
“Khekhekhe, ternyata kepala keluarga Kurokami begitu lemah, apakah Keluarga Kurokami benar-benar lemah dari dulu.” Ucap Khurt dengan nada mengejek.
Ryuto menatap ke arah Khurt dengan tajam, marah tapi dalam hati dia dingin. Tenang adalah kelebihan dari Ryuto sejak dulu.
[Peringatan!.]
[Orang di depan sayang, adalah orang yang kuat. Kemungkinan besar untuk menang 10%.]
‘Oh, 10% itu masih bagus.’ Ucap Ryuto dalam hati. Dia masih terus menatap ke arah Khurt, lalu bertanya.
“Apa tujuanmu kemari?.” Ucap Ryuto, dengan suara tenang dan serius. Sementara Khurt, wajahnya menjadi menghitam, lalu auranya keluar dari tubuhnya.
Wushhh.
“Bocah ingusan sepertimu, ingin bertanya tujuanku. Jangan sombong kau, bocah.” Teriak Khurt, lalu melayangkan pukulan ke arah Ryuto.
Bugghhh.
Ryuto terpental mundur dengan sangat cepat, lalu menabrak dinding dengan sangat keras.
Boomm.
“Urkkk.” Ucap Ryuto, mengeluarkan seteguk darah dari dalam mulutnya. Ke lima perempuan yang melihat tersebut sangat khawatir, namun mereka menekan keinginan untuk kesana.
‘Bertahanlah, Ryuto.’ Ucap Lilia dan Amy, mereka berdua benar-benar merasa sangat lemah, mereka tidak berdaya.
“Ya, segera kesini.” Ucap Alice, dia benar-benar terkejut melihat orang yang seharusnya di Amerika berada di sini.
“Kenapa, si Thunder Palm, Khurt berada disini?.” Ucap Alice, dia benar-benar terkejut dengan kedatangan Khurt tersebut.
Kembali ke tempat Yakuza Itoka. Ryuto tertanam di dinding tersebut, matanya benar-benar buram dan sudah mulai menandakan akan pingsan.
[Sayang, sayang. Bangun sayang, jangan pergi.]
‘Uh, tenanglah Iris. Aku merasa benar-benar berat sekarang mataku.’ Batin Ryuto, lalu muncul darah mengalir di kepalanya.
Sementara Khurt, dia berjalan ke arah Ryuto lalu mengeluarkan Ryuto dan memegang lehernya kemudian mengangkatnya.
“Bocah lemah, kau tahu lemah itu adalah dosa, apalagi di dunia seperti ini, Nak.” Ucap Khurt dengan dingin menatap ke arah Ryuto.
Ryuto yang sudah tidak kuat dia menutup matanya, lalu dalam fikirannya selalu muncul satu kata dan kata tersebut terus berulang-ulang.
‘Lemah, aku sungguh lemah, lemah, apakah aku bisa melindungi semuanya, lemah benar-benar dosa, lemah, lemah.’ Fikiran Ryuto, terpacu hanya dengan satu kata tersebut. Sampai sebuah suara muncul dalam fikiran Ryuto.
“Kau sungguh lemah, Bocah.” Ucap sosok hitam besar di depan Ryuto, sementara Ryuto dia benar-benar terkejut dengan suara tersebut, lalu melihat kanan dan kiri.
“Aku berada dimana, serta kamu siapa.” Ucap Ryuto, dia benar-benar terkejut melihat seluruh tempat tersebut hitam, tanpa ada apapun.
“Hahahaha, Kau sungguh lemah bocah.” Ucap sosok tersebut, lalu Ryuto menatap ke arah depan dan terkejut dengan apa yang dia lihat.
Teror, rasa takut, horor, semuanya muncul dalam fikiran Ryuto. Sosok yang dia lihat adalah sosok hitam besar, duduk dengan megahnya. Mata berwarna merah menyala, gelombang di tubuh sosok tersebut terlihat seperti api, singgasana dengan ujung mahkota bersayap, lalu tempat untuk tangan terdapat tengkorak.
‘Makhluk apa di depan ku ini?.’ Batin Ryuto dengan rasa takut, dia benar-benar takut saat melihat senyum mengerikan makhluk tersebut.
“Leluhur yang lain?.” Ucap Ryuto, dia benar-benar terkejut. Lalu, menatap ke arah makhluk hitam tersebut, dan dia akhirnya menyadari.
“Apakah kamu, Kurokami?.” Ucap Ryuto, sementara Makhluk hitam tersebut tersenyum liar. Kemudian berkata.
“Hahahahaha, sudah lama tidak ada yang memanggilku dengan sebutan itu.” Ucap Makhluk hitam tersebut sambil tertawa. Kemudian, makhluk hitam tersebut berkata.
“Nak, kembalilah. Serta terima ini.” Ucap Makhluk tersebut, lalu mengibaskan tangannya. Seketika Ryuto merasa tubuhnya terlempar.
Di tempat rumah Yakuza Itoka, Khurt yang memegang kepala Ryuto, merasakan ada yang aneh dengan Ryuto.
‘Apa yang terjadi dengan bocah ini?’ batin Khurt, kemudian merasakan udara di sekitar menjadi mengerikan, kemudian masuk ke dalam tubuh Ryuto.
Khurt yang merasakan bahaya dari Ryuto, dia melemparkan Ryuto sekali lagi ke arah dinding.
Boomm.
“Aku tidak tahu, apa yang terjadi denganmu. Namun, sepertinya kau mengancam Mafia kita nantinya, jadi aku akan membunuhmu.” Ucap Khurt, mengeluarkan dua pisau.
Lalu melemparkan pisau tersebut, ke arah Ryuto. Namun, pisau tersebut dihalangi oleh sebuah pertahanan tak kasat mata.
“Berhenti disana, Khurt. Ini bukan wilayahmu, dan negaramu.” Ucap seseorang di atap kediaman Yakuza Itoka.
“Oh, tak kusangka pelindung Yakuza Itoka datang kesini.” Ucap Khurt memandang ke atap rumah Yakuza Itoka.
Namun, sebelum pelindung tersebut mengucapkan sebuah kata. Gelombang energi besar meledak di tempat Ryuto.
Booomm.
Khurt dan pelindung Yakuza Itoka tersebut, menatap ke arah Ryuto yang memiliki Aura berwarna hitam mengelilingi tubuhnya.
Lalu, mereka berdua terkejut dengan aura tersebut. Khurt dengan cepat mengalirkan energi berwarna biru putih, lalu terlihat telapaknya terdapat sebuah petir biru.
Kemudian, Khurt mengayunkan telapak tangannya ke depan. Tanpa di sangka, telapak tangan Khurt tepat pada pukulan tangan milik Ryuto.
Boooomm.
Gelombang kejut menyebar ke segala arah, Ryuto dengan kuat memberikan tambahan tenaga ke dalam tangannya.
Boom.
Khurt terkejut, lalu terlempar keluar rumah Yakuza Itoka. Khurt tersenyum lalu menghilang pergi dari tempat tersebut.
Ryuto kemudian terlihat melepaskan energi dari tubuhnya, kemudian terduduk dan terbaring di tempat tersebut.
Brukk.
Ke lima perempuan dan Wanita yang melihat hal tersebut, segera ke arah Ryuto. Sementara orang yang berlalu lalang, mereka benar-benar berfikir tentang dunia mereka.
Sementara penjaga Yakuza Itoka tersebut, membacakan sebuah mantra. Lalu, seluruh tempat kejadian tersebut, berubah menjadi semula, sementara orang yang berlalu lalang, entah bagaimana mereka lupa dengan kejadian tersebut.
Tak lama kemudian, ketiga Wanita tersebut tiba di rumah Yakuza Itoka, mereka berlari ke arah Ryuto yang terbaring di lantai.
“Ryuto.” Teriak Lilia dan Amy, mereka berdua segera melihat keadaan Ryuto. Sementara, Alice menatap ke arah pelindung Yakuza Itoka.
Mereka berdua mengangguk, lalu pelindung Yakuza Itoka tersebut, menghilang dari tempat. Lalu, Alice berjalan ke arah Ryuto.
“Kita bawa dia, ke rumah kalian. Aku takut disini belum aman.” Ucap Alice, sementara itu Lilia dan Amy mengangguk. Rina dan Nina sampai di tempat dengan mobil.
“Ayo bawa dia masuk.” Ucap Rina, lalu Alice menggendong Ryuto. Kemudian, mereka masuk ke dalam mobil tersebut, Rina berada di tempat sopir Nina di sebelahnya. Alice, Ryuto, Lilia, dan Amy berada di belakang.
Rina dengan cepat menyalakan mobil dan melaju dengan cepat menuju ke rumah Ryuto.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.