Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 197


[Chapter 197.]


[Ren mengikuti jejak ayahnya.]


[Silahkan Dibaca.]


Ruang penyiksaan.


Ridwan Yudistira mengeluarkan keringat dingin, dia tidak menyangka seluruhnya di ketahui oleh Ryuto.


“Ak-aku...” Ridwan ingin menyangkal, namun kata-kata miliknya terlihat seperti tertahan di dalam tenggorokannya.


Seluruh penonton menatap Ridwan dengan marah, Ryuto sendiri paham perasaan para penonton.


“Sekali lagi, apakah kau ada penyangkalan, Ridwan Yudistira?” tanya Ryuto menekankan nama Ridwan Yudistira.


Ridwan tidak berkata, dia menundukkan kepalanya, ekspresi miliknya kosong, dia benar-benar terlihat putus asa.


“Kuanggap ekspresi wajahmu mengatakan tidak,” Ryuto mengangkat tangannya dan memerintahkan kedua pasukan disana.


“Bawa Ridwan ke tempat eksekusi, kita akan eksekusi publik seluruh orang yang bekerja sama dengan Ridwan.”


Ryuto mengeluarkan perintah, kedua pasukan dengan segera berjalan ke arah Ridwan, kemudian live mati.


*


Seluruh warga Indonesia yang menonton hal tersebut mendidih, mereka marah dengan Ridwan dan yang lainnya, mereka kagum dengan kinerja Ryuto.


“Aku tak menyangka, Pemimpin baru segera menghancurkan para koruptor tersebut.”


“Kau benar, sepertinya Pemimpin baru benar-benar orang yang cocok menjadi Pemimpin negara.”


“Oh iya, aku melihat banyak orang berpakaian rapi membawa para orang-orang tak mampu, bahkan anak-anak yang di panti juga.”


“Sepertinya mereka dibawa para pasukan Pemimpin baru.”


Berbagai pembicaraan tentang Ryuto mulai menyebar di seluruh Indonesia, mereka semua benar-benar senang dengan Ryuto menjadi pemimpin.


***


Laut Selatan, Karlina yang sudah mendengar informasi tersebut, dia tersenyum senang, dia tidak menyangka bahwa Ryuto bisa bergerak cepat.


“Akhirnya aku akan menemui dirinya,” Karlina tersenyum senang, para pelayan dan pasukan Ratu senang dengan perubahan Ratu mereka.


Karlina menatap ke arah para pelayan, kemudian mengalihkan ke arah 5 orang yang dia rantai di sisi tembok kanan.


“Aku tidak menyangka, bahwa kalian yang sudah membuat Suami Ratu ini menjadi hancur,” Karlina menatap dingin ke arah 5 orang yang pingsan tersebut.


“Biarkan Suami dan saudari lainnya yang akan menghukum kalian,” ungkap Karlina, dia duduk dan mulai menggerakkan Istana menuju ke Jakarta.


***


Ryuto berjalan menuju ke tempat para istrinya, dia selesai mengungkapkan seluruh koruptor Indonesia yang umum.


Dia belum mengakhiri koruptor yang lainnya, Ridwan ini kasus kelompok, ada yang individu dan itu kecil-kecil.


“Bagaimana?” Ryuto bertanya kepada Zero yang berada di sebelahnya, dia penasaran dengan progres penangkapan seluruh koruptor.


“Seluruhnya masih dalam proses, Tuan. Kami mulai memfilter tiap perusahaan, mungkin 3 hari selesai,” ungkap Zero.


Ryuto mengangguk dengan senang, kemudian dia berkata dengan nada tenang namun serius.


“Seluruh kejahatan yang di Indonesia lenyapkan, jika ada yang menyerah tangkap dan mulai buat mereka jadi pasukan.”


Zero mengangguk mendengar hal tersebut, dia dengan cepat berbelok ke kanan dan berpisah dari Ryuto.


Ryuto sendiri hampir tiba di halaman tempat para istrinya tersebut, dia tersenyum dan mengubah penampilan menjadi santai.


“Hai,” sapa Ryuto yang sudah melihat sebagian istrinya berada di halaman bunga tersebut, sebagian istri Ryuto menoleh ke arah Ryuto.


“Sayang,” ungkap Istri Ryuto, mereka sedikit terkejut melihat Ryuto berada di halaman bunga tersebut.


“Dimana saudari kalian yang lain?” tanya Ryuto dengan penasaran, dia tidak pernah melihat sekalipun istrinya berpisah-pisah.


“Sebagian memasak, kami disini karena menikmati pemandangan, juga menunggu mereka selesai masak,” ungkap Sayoko.


Ryuto mengangguk, dia baru tahu bahwa dapurnya tepat di dekat halaman tersebut, mereka menikmati suasana sore hari.


Ryuto sendiri mencium para istrinya dan berkata dengan nada santai dan lembutnya.


“Aku akan pergi ke dapur,” ucap Ryuto, kemudian istri Ryuto mengangguk dan mulai menikmati suasana sore sambil berbicara satu sama lain.


Ryuto sendiri sudah tiba di dapur, dia melihat para istrinya sedang memasak, Ryuto tersenyum dan mendekat.


Para istri Ryuto berhenti memasak dan menatap ke arah suara Ryuto tersebut, mereka terkejut dan berteriak bersama.


“Sayang,” mereka berteriak dengan nada terkejut, Ryuto sendiri menaikkan alisnya mendengar mereka berteriak.


“Ada apa?” Ryuto bingung dan bertanya, Lilia berjalan ke arahnya, dia sudah sadar dari keterkejutan, lalu berkata.


“Kau mengejutkan kami, bukankah kau masih menyiksa orang itu?” Lilia mengajukan pertanyaan tersebut.


Ryuto tersenyum dan mulai mengambil pisau, kemudian dia berbalik dan berkata dengan nada santai.


“Eksekusi publik,” Ryuto berkata dengan santai, kemudian mulai memotong beberapa sayuran.


Para istrinya mengangguk paham, mereka melanjutkan kembali memasaknya, mereka juga menambahkan menu baru.


***


Malam tiba, Ryuto dan seluruh istrinya sudah berkumpul di ruang makan, makanan dihidangkan tepat di depan mereka.


“Selamat makan.”


Mereka kemudian makan dengan tenang, dalam hati mereka menikmati makanan tersebut.


Selesai makan, Maid mulai mengumpulkan piring bekas dan membawanya ke dalam dapur.


Ryuto kemudian menatap ke arah seluruh Istrinya tersebut, lalu dia bertanya dengan nada lembut.


“Bagaimana dengan para junior dalam perut kalian?” tanya Ryuto, dia melihat perut istrinya mulai terlihat sedikit menonjol.


Mereka menatap ke arah Ryuto, lalu sambil tersenyum mereka berkata dengan nada senang.


“Aman, mereka akan keluar sekitar 7 bulan mungkin,” ungkap Lilia, semua saudarinya mengangguk.


“7 Bulan kah, semoga saja tepat hari itu, kita bisa menguasai seluruh dunia dan berdiri di puncak,” Ryuto berkata sambil menyandarkan kepalanya.


Para istrinya tahu, Ryuto ingin para anak-anak nanti tidak ada ancaman dan hidup dengan damai.


“Oh ya, bagaimana keadaan Ren, Youka, Youma?” tanya Ryuto, sementara para istrinya terkikik mendengar pertanyaan Ryuto.


Ryuto penasaran melihat para istrinya yang terkikik saat mengajukan pertanyaan tersebut, Nanami melihat wajah Ryuto yang penasaran, diapun menjawab pertanyaan Ryuto.


“Ren mulai menjadi mirip sepertimu Ryuto, dia juga mulai mengumpulkan para gadis di sekitarnya,” ungkap Nanami.


Ryuto terkejut dengan informasi tersebut, Ren mengikuti jejaknya. Ryuto tidak menyangka akan hal tersebut.


“Sudah berapa gadis yang sudah dia taklukkan?” tanya Ryuto, kemudian Nanami tersenyum dan menjawab.


“10,” Ryuto yang mendengar itu terkejut, lalu segera sadar dari keterkejutan, dia menghela nafas panjang dan tersenyum.


“Semoga dia tidak melukai gadis-gadisnya,” ungkap Ryuto, seluruh Istrinya tersenyum mendengar ucapan Ryuto.


Para Maid sudah selesai membersihkan piring bekas makanan, mereka juga ikut duduk di ruang makan tersebut.


Mereka semua mulai melakukan pembicaraan santai di ruang makan tersebut, sampai akhirnya mereka mendengar suara deritan tempat tidur.


Ryuto dan para istrinya menatap ke arah sumber suara tersebut, mereka menatap ke arah kamar yang mengeluarkan Aura roh normal.


“Sepertinya orang yang kita tunggu akan muncul,” para istrinya tersenyum mendengar ucapan Ryuto.


Ryuto tersenyum, kemudian dia melihat pintu kamar ruang tersebut terbuka, lalu terlihat seorang pria tua.


Pria tua tersebut memakai seragam rapi berwarna krem, di atas saku baju terdapat lambang Indonesia.


Di seberang sakunya terdapat nama dan identitas di bawah namanya, dia memakai songkok krem dengan pin Garuda di ujung.


Nama dan Identitas pria tersebut terlihat samar, kemudian pria tersebut menatap ke arah Ryuto dan para istrinya.


“Generasi sekarang benar-benar membuat generasi tua terkejut,” ungkap pria tersebut berjalan ke arah Ryuto dan para istrinya.


Nama dan identitas pria tersebut akhirnya terpampang jelas.


‘I.r Soekarno.’


‘Presiden pertama.'


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.