
[Chapter 145.]
[Kehancuran Klan Sain.]
[Silahkan Dibaca.]
Klan Ouro
Maria dan yang lainnya melepaskan ikatan mereka, kemudian menatap penuh amarah kepada penjaga Sain tersebut.
“Sial, merek-“ teriak Sain1, namun berhenti saat merasakan rasa sakit di tangan kanannya. Dia melihat tangan kanannya, tatapannya menjadi horor.
Jresss.
“Arhhhh,” teriak Sain1 kesakitan, ke empat Sain yang berada di luar mendengar teriakan Sain1, mereka dengan cepat masuk.
Brakkkk.
“Apa yang ter-,” ucap Sain2 terhenti saat melihat Sain1 duduk dan terbaring mati di tempat.
Lampu mati dan banyak pasang mata berwarna kuning dan ada yang berwarna merah.
Pasang mata tersebut mengarah ke empat Sain tersebut, seketika tubuh empat Sain tersebut bergetar.
Mereka segera berbalik untuk pergi, namun sebuah tusukan mendarat di bagian tenggorokan, jantung dan kepala mereka.
Jleb Jleb Jleb Jleb.
Ke empat Sain berhenti, pandangan mereka menjadi kabur dan jatuh berbaring di tempat.
Maria dan yang lainnya, selesai membunuh ke empat Sain, mereka keluar dari kediaman, lalu saat Maria akan berteriak, sebuah suara teriakan yang paling dikenal seluruh Klan Ouro terdengar.
“Kalian,” teriak suara orang tersebut, para Klan Ouro berbalik dan mendapatkan sosok Wanita yang telah pergi.
“Syukurlah, kalian baik-baik saja,” ucap Wanita tersebut, yang tak lain Yuuko dengan tampilan khawatir.
“Guru,” ucap Maria, semua Klan Ouro menunduk. Sementara Yuuko mengangkat tangannya.
“Berdirilah, aku minta maaf untuk kalian. Seharusnya aku membawa kalian bersama dulu,” ucap Yuuko, penuh penyesalan.
“Tidak apa-apa, Master Klan,” ucap mereka para perempuan Klan Ouro. Yuuko pun berkata dengan tegas.
“Setelah ini, kita akan berpindah. Tapi, sebelum itu hancurkan Klan Sain,” teriak Yuuko, dia sudah berada di puncak emosinya.
Kemudian, berbagai istri Ryuto muncul di sebelah Yuuko, lalu Erika berkata.
“Yuuko-san, sepertinya Klanmu baik-baik saja,” ucap Erika, sementara Yuuko memeluk Erika dan berkata.
“Itu benar, beruntung mereka belum diapa-apakan,” ucap Yuuko, dia sedikit terisak tangis.
Yuna, Arisa, Erika, Sayoko, Sasha, Yuli, Anri,dan Yuka memeluk Yuuko bersama, mereka menenangkan Yuuko agar tidak menangis.
Seluruh orang Klan Ouro, begitu juga Maria, menatap para istri Ryuto sedikit terkejut. Kemudian, mereka dan para istri Ryuto, mendengar suara dari atap.
“Yah, nanti pindahkan saja Klan Ouro ke tempatku,” ucap Ryuto, semuanya menatap ke arah Ryuto.
Sayoko menatap dan melompat menuju ke Ryuto, dia duduk di sebelah Ryuto, sambil berkata.
“Itu benar, Yuuko-san. Dia memiliki sesuatu untuk tempat tinggal Klan Ouro,” ucap Sayoko, sementara Ryuto tersenyum, dia tahu maksud Sayoko.
Yuuko dan seluruh istri Ryuto juga melompat dan memeluk Ryuto, beruntung Ryuto selalu sigap menerima pelukan tersebut.
Grepp.
Seluruh Klan Ouro tercengang, kecuali Maria yang menunduk malu. Dia sebenarnya ingin ikut juga, namun belum siap.
“Sayang, aku akan pergi menghancurkan Klan Sain dengan mereka,” ucap Yuuko, lalu para istri Ryuto juga menatap ke arah Ryuto.
“Ya, setelah selesai. Kembalilah ke rumah, kalian jika ingin ikut, ikutlah,” ucap Ryuto menatap ke Yuuko, kemudian beralih ke para istrinya.
Lalu, mereka melepaskan pelukan dan mendapatkan ciuman masing-masing di bibir, kemudian mereka melesat ke arah Klan Sain bersama seluruh Klan Ouro.
Ryuto kemudian mengalihkan pandangan ke samping, dimana Sayoko masih berada di sampingnya.
“Ayo kita pulang,” ucap Ryuto, lalu Sayoko mengangguk dengan senang. Mereka berdua berbalik dan pergi menuju ke rumah.
Sisi Yuuko.
Yuuko, para istri Ryuto, dan seluruh Klan Ouro pergi dengan cepat menuju ke Klan Sain. Mereka semua sudah bersiap-siap.
“Berani berurusan dengan Klan Ouro, jalan satu-satunya mati,” ucap Yuuko, sementara para istri Ryuto hanya tersenyum.
Mereka membiarkan Yuuko marah, mereka juga akan seperti itu, jika seseorang yang berharga di lukai atau mati.
Beberapa menit kemudian.
Mereka tiba di kediaman Klan Sain, lalu Yuuko berteriak dengan keras dan lantang.
“Keluar kalian, para Klan Sain,” teriak Yuuko, dia marah namun bisa mengendalikan amarahnya.
“Hahahaha, tanpa perlu menyeretmu kesini, ternyata kalian kesini,” ucap pria tua, memakai pakaian putih dengan simbol di tengah pakaian.
“Orang tua, hari ini Klan mu akan hilang dari muka bumi, semuanya serang dan hancurkan Klan Sain,” teriak Yuuko.
“Ou,” teriak semua Klan Ouro, kemudian mereka mulai melayangkan berbagai kemampuan spiritual ke Klan Sain.
“Lumpuhkan mereka, lalu kita nikmati tubuh mereka nanti,” teriak Pria Tua tersebut, seketika seluruh orang Klan Sain melesat ke arah berbagai anggota Klan Ouro.
“Hihi, Yuuko-san. Biarkan kami mengamuk saja,” ucap Yuna, dia tertawa pelan. Seluruhnya berhenti dan melihat ke arah Yuna dan kelompoknya.
“Saudari Yuna, apakah kau yakin, maksudku mereka lemah,” ucap Yuuko, dia benar-benar senang dengan para Saudarinya.
“Tenang saja,” ucap Yuna, kemudian dengan cepat membunuh beberapa orang dari Klan Sain.
“Kau curang, mendului start,” ucap Arisa, kemudian dia juga ikut membantai anggota Klan Sain.
Pria tua tersebut terkejut melihat, seluruh anggota Klan Sain terbantai, dia meraung dengan marah.
“L*cur si*lan, kalian beraninya membunuh anggota Klan Sainku,” raung marah pria tua tersebut.
Sementara Istri Ryuto, hanya tertawa sadis. Mereka malah membunuh anggota Klan Sain sambil menyiksa di depan mata pria tua tersebut.
Pria tua meraung dan akan melayangkan serangan, namun sebuah tendangan tepat mengenai wajah pria tua tersebut.
Bughhh.
“Fufu~ Maaf, lawanmu adalah aku,” ucap Yuuko, sambil menutupi mulutnya yang sedang tertawa ala wanita.
“Sial,” ucap pria tua tersebut, bangun dan menatap tajam ke arah Yuuko. Lalu, dia melapisi tangan dengan energi spiritual.
“Rasak-,” ucap pria tua, terpotong oleh rasa sakit di bagian tangan yang dia fokuskan spiritual.
Pria tua tersebut, segera menatap ke arah tangan kanan, namun merasakan sebuah rasa sakit di tangan kiri.
Pria tua terkejut, melihat kedua tangannya menghilang dan dia melihat ke bawah, akhirnya dia menemukan kedua tangannya yang terjatuh di tanah.
“Ahhhhh, tanganku,” teriak pria tua tersebut, dia benar-benar merasa kesakitan. Pria tua menatap ke arah Yuuko dengan tatapan takut.
“Fufu~ itu masih belum seberapa, mari kita mulai penyiksaan,” ucap Yuuko, menyeringai sambil mengeluarkan sebuah cambuk berduri.
Klan Sain pun akhirnya hancur, dengan keseluruhan anggota Klan tidak utuh.
Beberapa menit kemudian.
Seluruh Klan Ouro beserta dengan Maria mengumpulkan mayat Klan Sain menjadi satu, kemudian membakar beserta kediamannya.
“Harta sudah kita ambil, mulai bakar,” ucap Maria, kemudian api menyala dan membakar kediaman tersebut.
“Terimakasih, saudari yang la-,” ucap Yuuko, terpotong oleh sebuah pelukan dari para istri Ryuto yang lain.
“Kita saudari, jadi saling menjaga satu sama lain,” ucap Sasha, sambil memeluk Yuuko.
Semuanya juga mengangguk dengan hal tersebut, Yuuko benar-benar senang dan bahagia.
“Baiklah, ayo kita kembali,” ucap Erika, semuanya saling melepaskan pelukan dan mengangguk.
Mereka pun pergi menuju rumah Ryuto, diikuti seluruh klan Ouro, tanpa mereka sadari, kehancuran tersebut di saksikan oleh seseorang.
“Masa muda memang mengerikan,” ucap orang tersebut, kemudian melayang pergi menuju ke arah timur.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.