Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 257


[Chapter 257.]


[Menang.]


[Silahkan Dibaca.]


Kerajaan Star.


Ryuto telah menghancurkan dan menyiksa Jack, dirinya tidak berhenti begitu saja. Dia mencabut jiwa Jack dan melenyapkan tanpa sisa, Ryuto kejam karena musuh sudah benar-benar menyentuh para istrinya.


“Dengan begini, tidak ada lagi ancaman darimu.”


Ryuto berbalik dan ingin pergi dari ruang tersebut. Namun, dia berhenti sebentar ketika melihat panel muncul di depannya.


[Selamat telah mengalahkan Jack the Hunter.]


[Seluruh istri anda yang telah disiksa oleh Jack kembali seperti semula.]


[Selamat, Tuan mendapatkan pedang penebas monster.]


Woshhhh.


Pedang berwarna hitam muncul di depan Ryuto. Pedang hitam dengan motif Naga berputar membuat pedang tersebut terkesan mendominasi. Ryuto memegang pedang itu.


Namun, pedang hitam bersinar dan melukai Ryuto sedikit. Darah menetes ke arah pedang, membuat pedang tersebut bercahaya terang.


Motif Naga dalam pedang berubah warna menjadi hitam kemerahan. Ryuto memegang pedang tersebut, dirinya dibanjiri berbagai ingatan pendahulu pedang hitam itu.


“Sungguh pedang yang mengerikan, walaupun begitu aku sangat menyukainya.” Ryuto tersenyum sambil mengelus pedang hitam itu. Seketika sarung pedang muncul di dekat Ryuto.


Melihat sarung dengan motif Naga, senyum Ryuto menjadi lebih lebar. Dirinya mengambil pedang tersebut dan menyarungkan pedang hitam miliknya.


“Kuro No Ryu, Ryukuo.”


Klik


Ryuto menghilangkan pedang miliknya tersebut, sekarang dia memandang ke arah luar tempat penyiksaan Jack.


“Sepertinya, mereka bersenang-senang. Kalau begitu, aku akan melihat dari atas.” Ryuto berkata sambil melesat ke luar dari ruangan. Dia tiba di luar dan melesat terbang lebih tinggi menuju ke arah para istrinya berada.


***


Pusat kerajaan Star, terlihat berbagai tempat di Kerajaan tersebut benar-benar hancur. Puing-puing bangunan berserakan dimana, api menyebar di mana pun tempatnya. Benteng yang dikatakan tidak bisa dihancurkan, roboh dan berserakan dimana-mana.


Di atas langit terlihat ada 51 perempuan yang tak lain para istri Ryuto. Mereka memandang ke bawah. Apa yang mereka lihat adalah berbagai perempuan yang berkumpul menjadi satu.


Total perempuan yang masih hidup di Kerajaan Star ialah 10 juta. Hal itu normal mengingat Kerajaan Star yang begitu luas. Sementara para laki-laki Kerajaan Star mati, bahkan Raja tidak diberikan kesempatan untuk berbicara sama sekali.


Para istri Ryuto menunggu suaminya. Mereka turun dan duduk di benteng yang telah roboh. Para perempuan Kerajaan Star juga sedikit mendekat dan duduk disana.


Tak butuh waktu lama, Ryuto tiba di dekat para istrinya. Dia melihat para perempuan Kerajaan Star, dirinya benar-benar sedikit terkejut melihat jumlah para perempuan mencapai 10 juta.


Ryuto kemudian turun dan berkata dengan suara tenangnya. “Aku akan memberikan dua pilihan kepada kalian.”


Para perempuan menatap ke arah Ryuto, mereka sedikit khawatir bahwa akan dijadikan budak kembali, maka dari itu tubuh mereka sedikit gemetar.


Ryuto merasakan hal itu, dan berkata kembali. “Pertama, kalian akan membangun kembali Kerajaan ini dan bergabung dengan Kerajaan Kurokami. Kedua, kalian pilih pergi bersama denganku dan keluargaku. Silahkan pilih?”


“Ingat, pilihlah sesuai hati kalian karena itu pilihan pertama. Jangan takut jika memilih pertama, aku akan membiarkan kalian.” Mendengar hal itu, hati mereka seketika menjadi cerah.


10 juta perempuan berpecah menjadi 5juta pilihan pertama dan 5 juta pilihan kedua. Ryuto tersenyum, kemudian mengayunkan tangannya.


Dalam sekejap, di depan para perempuan muncul botol pil. Mereka bingung, akan tetapi Ryuto berkata dengan lembut. “Makanlah, itu akan memulihkan kalian seperti sebelum di siksa.”


Mendengar penjelasan dan perintah Ryuto, para perempuan dengan cepat menelan pil tersebut. Tubuh mereka bercahaya seketika, kemudian redup dan akhirnya kembali menjadi diri mereka sebelumnya.


Para perempuan terkejut, hal ini bukan murah. Mereka paham akan hal itu, beberapa orang yang memilih untuk tidak mengikuti Ryuto, menyesal. 5 juta perempuan benar-benar merasa bersalah, dermawan di depannya tidak hanya menolong namun menyembuhkan mereka.


Dengan cepat berbagai perempuan dari memilih pilihan satu pindah ke pilihan dua. Ryuto melihat hal itu mengerutkan keningnya. Namun, segera kembali seperti semula. Dia tidak akan memaksa.


“Apakah kalian yakin mengikutiku?” 10 juta perempuan menunduk dengan serentak. Ryuto menatap hal itu, sedikit terkejut.


“Kami yakin, Tuan.”


“Kalau begitu, mulailah berbaur dengan Negara milikku.” Ryuto mengayunkan tangannya, seketika 10 juta perempuan menghilang dalam sekejap.


Ryuto selesai memindahkan para perempuan, dirinya berbalik dan menatap ke arah 51 istrinya. Dirinya tersenyum dan melebarkan tangannya.


Para istrinya memahami isyarat tangan seperti itu, mereka dengan cepat melesat ke arah suaminya. Ryuto memeluk mereka semuanya, walaupun tangannya tidak bisa memanjang, akan tetapi dia bisa memeluk seluruhnya.


Ryuto memeluk istrinya dengan penuh akan rasa kasih sayang dan cinta. Selepas sesi berpelukan, para istri Ryuto saling menatap ke arah suaminya.


“Ayo kita pulang, rayakan kemenangan kita.”


Ryuto berkata dengan nada senang. Para istrinya mengangguk, kemudian mereka semua pergi menuju ke arah Kediaman Utama Kurokami.


***


Di jalan, Ryuto mengambil telepon miliknya. Dia kemudian mencari nama Zero, lalu dirinya menekan tombol panggil.


Purupurupuru.


Katcha.


“Zero, persiapkan acara kemenangan. Star dah kuhancurkan karena telah membuatku marah.” Ryuto berkata dengan nada ringan. Zero sendiri sedikit terkejut, akan tetapi segera sadar.


“Dimengerti, Tuan.” Zero dengan cepat menerima tugas tersebut. Ryuto menutup telepon miliknya, dia melesat dengan santai sambil melihat ke arah laut yang menampakkan Matahari akan tenggelam.


‘Istriku di Kerajaan Star sebenarnya ada beberapa. Aku harus segera mengumpulkan mereka jadi satu, selepas itu menunggu Gerbang menuju alam menengah terbuka.’


Ryuto mengangguk dan sudah menentukan rencana selanjutnya. Para istrinya sendiri berbicara di antara mereka, bagaimanapun mereka benar-benar akrab, walaupun terkadang sering membuat kelompok-kelompok, akan tetapi kelompoknya akan selalu diganti setiap beberapa jam.


***


Zero dengan cepat memerintahkan seluruh pasukan untuk mempersiapkan seluruh pesta perayaan tersebut. Dia benar-benar merasa senang sekaligus sedih. Senang karena Kerajaan Kurokami menang. Sedih karena dirinya tidak ikut dalam bertempur.


Sosok perempuan seketika datang dari belakang Zero. Dia menepuk pundak Zero dan berkata, “Apakah ada masalah, sayang?”


Mendengar suara lembut tersebut, Zero berbalik dan melihat seorang perempuan cantik dengan rambut pirang bergelombang. Zero tersenyum dan berkata, “Tidak ada apa-apa, Sayang. Hanya saja aku merasa sedikit sedih tidak ikut bertarung.”


Anisa, nama perempuan tersebut. Dirinya memeluk Zero dengan mesra membuat pasukan yang sedang mempersiapkan pesta berhenti. Mereka tersenyum dan menggoda Bossnya tersebut.


“Boss, bawa segera ke hotel, bermesraannya di sana saja.”


“Itu benar, Boss. Hotel Ocean memiliki tempat tidur yang nyaman boss.”


Berbagai pasukan menggoda Zero. Hal itu, membuat Zero dan Anisa memerah karena malu. “Diam kalian! Segera laksanakan tugas!”


Zero berteriak membuat pasukan bekerja kembali sambil tertawa. Anisa sendiri menutup wajahnya, Zero menyadari hal tersebut. Dirinya menarik tangan Anisa menuju ke luar. Anisa yang ditarik terkejut, apalagi melihat Zero membawanya keluar, berbagai Fantasi keluar di fikirannya.


***


Ryuto dan para istrinya hampir tiba di dekat Kerajaan Kurokami. Namun, sebelum tiba tujuan, Ryuto berhenti seketika. Para istrinya juga berhenti melihat hal itu.


“Kalian semua, pergilah kembali terlebih dahulu!”


Para istri Ryuto mendengar perintah tersebut, hanya mengangguk. Mereka dengan cepat melesat kembali ke Kerajaan Kurokami dengan penuh penasaran.


Ryuto melihat istrinya sudah pergi, dirinya menatap ke arah lain. Dia dengan dingin berkata, “Keluarlah, aku tahu kau bersembunyi di sana.”


Brushhhhhhhhh.


Sosok besar keluar dari lautan, sosok itu memiliki tubuh besar dengan tubuh berwarna emas, trisula berada di tangannya. Matanya menyala berwarna merah. Senyum muncul di wajah sosok tersebut.


“Kurokami....”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.