
[Chapter 116.]
[Ibu dan anak lagi.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Haruna.
Di ruang tamu, terdapat 3 orang yang duduk. Mereka bertiga ialah, Ryuto, Haruna, dan Kaori.
“Bagaimana keadaanmu?, Aku tahu kamu pasti disana berperang dengan Yakuza tersebut, tapi kenapa kamu menolongku?.” Ucap Haruna, dia memulai dengan sebuah pertanyaan.
Haruna sebenarnya tidak ingin melibatkan Ryuto. Dia tidak peduli status Ryuto, dia benar-benar bingung dan khawatir terhadap Ryuto.
“Tenanglah, aku tidak apa-apa. Serta, kenapa aku membantumu, itu karena kamu mirip dengan Ibu tiriku.” Ucap Ryuto, dia benar-benar melihat Haruna mirip dengan Lilia.
Semangat juang, pantang menyerah, serta berani berkorban walaupun harus tersiksa. Keduanya mirip, namun perbedaannya adalah anak mereka.
Lilia beruntung memiliki Ryuto, namun Haruna, dia memiliki Putri. Secara otomatis, masalah yang ditimbulkan Yakuza, akan semakin dalam dan membuat Putrinya ikut terseret.
“Aku berbeda, aku tetap aku, Ibumu tetap Ibumu.” Ucap Haruna dengan nada tak berdaya. Namun, dalam hatinya bersyukur bahwa Ryuto dapat kembali dengan sehat.
Kaori yang melihat interaksi mereka, hanya diam dan memakan Roti yang berada di Meja. Ryuto kemudian berkata.
“Haruna, jadi bagaimana dengan perusahaan mu?.” Ucap Ryuto, sementara Haruna sedikit terkejut, mendengar namanya disebut secara langsung, apalagi di depan Putrinya.
Haruna menoleh ke Kaori yang menatap mereka berdua dengan santai. Haruna mengerutkan keningnya dengan reaksi Putrinya, lalu dia melihat sesuatu yang berkilau dan melebarkan matanya.
“Kaori, tunggu sejak kapan kamu memiliki Cincin di tempat itu?.” Ucap Haruna, dia terkejut dan segera bertanya, namun bukan Kaori yang menjawab, melainkan Ryuto.
“Aku menikahi putrimu.” Ucap Ryuto dengan nada ringan, sementara Haruna terkejut, tubuhnya seketika bergetar, lalu jatuh di kursi. Dia menatap ke arah Ryuto dengan pandangan kosong.
Sebelum Haruna berkata, Ryuto mendekat dan memeluknya. Haruna mengeluarkan air mata dan berkata sambil memukul-mukul dada Ryuto.
“Kenapa...kenapa...kenapa, Putriku. Apakah kamu tidak menyukaiku? Jawab aku, Ryuto?.” Ucap Haruna menatap ke arah Ryuto dengan berlinang air mata.
“Aku mencintai kalian berdua. Kedatangan aku kesini, ingin membawamu bersama Kaori ke rumahku.” Ucap Ryuto, sementara Haruna sedikit terkejut dengan kalimat pertama Ryuto.
“Kau yakin, menikahi Ibu dan anak?.” Ucap Haruna, dia benar-benar terkejut dengan Ryuto. Mana ada laki-laki yang menikahi Ibu dan Anak.
“Kenapa memangnya, jelas aku yakin.” Ucap Ryuto memeluk Haruna sedikit erat. Sementara Haruna, dia langsung memeluk erat Ryuto, dan membenamkan wajahnya.
“Kalau begitu, tolong jaga aku.” Ucap Haruna, dia entah kenapa merasa nyaman dan aman jika bersama dengan Ryuto.
‘Aku tidak pernah seperti ini, perasaan ini berbeda dengan saat aku bersama dengan mantan Suamiku.’ Batin Haruna. Dia benar-benar merasa ingin selalu bersama dengan Ryuto.
Kaori yang tidak mau terlewatkan, dia juga memeluk Ibunya dan Ryuto. Mereka bertiga saling berpelukan satu sama lain.
Ryuto tersenyum senang, lalu melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 12.40, Ryuto pun tersenyum. Kemudian, bergerak ke telinga Haruna.
“Ayo segera bersiap-siap.” Ucap Ryuto, kemudian menggigit pelan daun telinga Haruna. Sedangkan Haruna, dia terkejut dan seketika mendesah.
“Uhhh.” Ucap Haruna, dia melihat ke bawah dan dia tahu, bahwa dirinya benar-benar keluar. Ryuto tersenyum dan menatap ke arah Kaori, kemudian ke arah Haruna.
“Bagaimana kalau kita mandi, sebelum berangkat?.” Ucap Ryuto, Ibu dan anak tersebut menundukkan kepala mereka, wajah mereka memerah dan mengangguk.
Lalu, mereka bertiga pergi ke kamar mandi. Mereka bertiga mandi, serta bermain. Haruna dan Kaori berteriak kesenangan, beruntung kamar mandi tersebut kedap suara.
Lalu, mereka bertiga masuk ke dalam Mobil. Untuk rumah, Haruna sendiri akan menyewakan untuk orang yang ingin menyewa.
Mobil menyala, lalu berjalan menuju ke arah rumah milik Ryuto. Haruna dan Kaori berada di belakang dan bersandar, kemudian tertidur lelah.
Sementara itu, Ryuto hanya tersenyum melihat tingkah Ibu dan Anak tersebut. Dia juga merasakan energi miliknya bertambah kembali.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah Ryuto. Saat Ryuto memarkirkan Mobilnya, dia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat ada Mobil lain terparkir di situ.
“Apakah ada tamu?.” Ucap Ryuto, kemudian memarkirkan mobilnya. Kemudian, melihat ke arah Haruna dan Kaori.
“Hei, bangun ayo kita masuk.” Ucap Ryuto, keduanya terbangun lalu melihat ke arah rumah, kemudian melihat ke arah Ryuto dan mengangguk.
Mereka bertiga keluar, Haruna dan Kaori membawa koper mereka. Sementara Ryuto membawa tas milik mereka berdua. Ketiganya berjalan ke arah pintu masuk.
“Kami pulang.” Ucap Ryuto, saat masuk ke dalam rumah. Lalu, terdengar suara Wanita menyambut mereka, Wanita tersebut ialah Amy.
“Selamat datang, serta kamu Haruna, bukan?.” Ucap Amy, dia benar-benar terkejut melihat orang yang dia kenal di bawa oleh Ryuto.
“Eh, Amy-senpai?.” Ucap Haruna, dia juga terkejut melihat Senpainya di rumah Ryuto. Amy yang melihat itu tersenyum penuh arti.
Ryuto bingung dan selalu berfikir ‘Setiap Wanita yang kubawa, selalu akan terhubung satu sama lain, apakah benar Dunia ini begitu sempit?.’
Amy yang melihat Haruna dan Kaori, dia menarik mereka masuk ke dalam, namun sebelum beranjak pergi, dia menoleh ke Ryuto.
“Sayang, kamu ada tamu. Serta untuk Haruna dan Putrinya biarkan aku yang urus.” Ucap Amy, kemudian berjalan pergi sambil menarik tangan Haruna dan Kaori.
‘Tamu, untukku?.’ Batin Ryuto, kemudian dia berjalan ke arah ruang tamu. Untuk tas yang di bawa oleh Ryuto, dia lepas di kamar dekat Ryuto.
Sampai di ruang tamu, Ryuto melihat ada Alice, Rina, Nina, serta 1 Pria dewasa dengan 1 Wanita. Ryuto juga melihat 4 Istrinya berada disana. Istri Ryuto yang berada di tempat tersebut ialah Lilia, Nanami, Erika, dan Silvia.
“Permisi.” Ucap Ryuto, dia masuk ke dalam ruang tamu. Kemudian, seluruh orang yang berada di ruang tamu melihat ke arah Ryuto.
“Ara- sayang kamu sudah pulang, kesini ada tamu yang ingin bertemu dengan mu.” Ucap Lilia dengan senang.
“Ya.” Ucap Ryuto, kemudian berjalan ke arah mereka. Lalu, dia duduk di tengah dari 4 Istrinya tersebut. Kemudian, Ryuto menatap ke arah tamu tersebut.
“Fufufufu, lihat menantuku sangat tampan.” Ucap Wanita tersebut, sementara Laki-laki yang bersamanya memiliki wajah yang hitam, dia menatap ke arah Ryuto dengan tajam.
“Aku tidak akan menyerahkan Putriku.” Ucap Laki-laki tersebut, sementara Ryuto tercengang dengan ucapan keduanya.
“Itu.. Sebenarnya apa yang terjadi disini?.” Ucap Ryuto, dia benar-benar bingung. Lalu, dia menatap ke arah Alice, Rina, dan Nina yang memerah dan memalingkan wajah mereka.
‘Hah, ini ada apa sebenarnya?.’ Batin Ryuto, kemudian melihat ke arah Laki-laki dan Wanita di depannya. Kemudian, Wanita tersebut tersenyum dan berkata.
“Kamu adalah Tunangan dari mereka bertiga.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.