
[Chapter 246.]
[Mulai persiapan perang dengan Kerajaan Star.]
[Silahkan Dibaca.]
Pagi hari, kediaman Kurokami tepatnya sebuah kamar yang luas, terdapat seorang pemuda tengah duduk dan menatap ke arah seluruh perempuan di depannya. Mereka adalah Ryuto dan seluruh istrinya.
“Jadi, itulah keseluruhan kejadian yang kualami.” Ryuto berkata dengan tenang, dia menceritakan seluruh kejadian yang dia alami ketika berada di alam bawah sadar, dia menceritakan mulai dari bertemu dengan Kurokami sampai pewarisan terjadi.
Ryuto juga mendapatkan ingatan tentang para istri-istrinya Kurokami sebelumnya. Dia benar-benar ingat keseluruhan, hanya saja dia ingat tentang hal itu saja, ingatan lainnya tidak ada sama sekali. Mungkin saja ingatan yang diberikan tersebut agar memudahkan misinya.
“Lalu, saudari kita seluruhnya sekarang ada 150?” Yuuko bertanya dengan penuh rasa penasaran, dia benar-benar terkejut bahwa saudari asli mereka adalah 15 juta dan itu normal bagi Kurokami, karena Kurokami benar-benar kuat dalam hal permainan.
“Ya, itu benar. Juga aku sudah meminta Zero untuk mencari keberadaan mereka disini. Namun, sepertinya ada beberapa saja.” Ryuto mengungkapkan rencananya tersebut, para istrinya mengangguk.
“Kalau begitu, ayo datangi Zero.” Sayoko sedikit penasaran, siapa saja yang menjadi calon saudari selanjutnya.
Ryuto mengangguk, akan tetapi yang ikut bersaam Ryuto menuju ke arah ruang kerja Zero hanya dua, yaitu Sayoko dan Sasha. Sementara itu, istri lainnya pergi menuju ke dunia jiwa Ryuto untuk melakukan peningkatan.
Seluruhnya bergerak dengan cepat. Ryuto, Sayoko, dan Sasha pergi menuju ke ruang kerja Zero. Sementara seluruh istri Ryuto sudah memghilang dan tiba di dunia jiwa Ryuto. Mereka dengan ringan berjalan menuju ke ruang tempat berlatih, lalu masuk ke dalam ruang tersebut.
***
Ryuto dan kedua istrinya tiba di depan pintu ruang kerja Zero. Mereka masuk ke dalam bertepatan dengan Zero mengambil file yang berisi dengan perintah misi tuannya.
Ryuto dan kedua istrinya duduk di sofa dan Zero mendekat menyerahkan file tersebut. Sayoko dan Sasha juga membantu suaminya dalam mengecek daftar-daftar calon istri Ryuto nantinya. Zero sendiri berjalan kembali ke rak dan mencari sesuatu di sana.
Tiba-tiba Sayoko yang memilih berhenti ketika melihat perempuan yang dikenalnya dalam kertas tersebut. Sasha yang melihat Sayoko berhenti menjadi penasaran, begitu juga dengan Ryuto. Keduanya menatap file kertas yang dipegang oleh Sayoko.
Sasha seketika terkejut, dirinya tidak menyangka akan hal itu. Namun, dalam hatinya sama dengan Sayoko, yaitu rindu dan senang bahwa perempuan itu akan menjadi salah satu saudari mereka nantinya.
“Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian menangis?” Ryuto terkejut melihat kedua istrinya menangis.
Sayoko dan Sasha segera menghilangkan air mata mereka dan menatap ke arah Ryuto dengan penuh harap. Ryuto yang ditatap seperti itu, dengan ringan mengelus kepala mereka. Hal itu membuat emosi mereka yang tidak stabil menjadi stabil.
Sayoko dengan tenang berkata, “Sayang, bisakah aku mengambil perempuan ini?”
Ryuto sedikit terkejut dan menatap kertas itu. Dia menyipitkan matanya melihat nama dan identitas perempuan tersebut. Semakin ke bawah dia berhenti dan fokus ke arah nama anak perempuan tersebut.
“Miura Sayoko.” Ryuto mengucapkan nama tersebut dan terkejut dalam hatinya.
“Jadi, begitu. Perempuan itu adalah Ibumu?” Ryuto akhirnya paham kenapa Sayoko ingin mengambil kertas tersebut.
Sayoko yang mendengar pertanyaan tersebut mengangguk dengan benar. Ryuto tersenyum dan berkata, “Lakukanlah, akan tetapi jangan paksa dirinya. Jika semisal Ibumu ingin tapi dihalangi oleh Suaminya atau bisa dibilang Ayahmu, hancurkan saja keluarga itu.”
Sayoko mengangguk, bagaimanapun juga dia sudah tidak peduli dengan keluarganya dulu, yang paling dia inginkan ada di keluarga itu hanya Ibunya saja tidak dengan lainnya. Sayoko yang sudah mendapatkan izin, langsung berdiri diikuti oleh Sasha.
Ryuto terus mencium Sayoko sampai nafas Sayoko benar-benar habis. Ryuto melepaskan ciumannya dan menarik Sasha, dia juga melakukan hal yang sama kepadanya. Ryuto selepas mencium keduanya berkata, “Hati-hati dan cepat pulang.”
Kedua istrinya mengangguk dengan senang. Keduanya pergi keluar dari ruang kerja Zero. Ryuto kemudian menatap ke arah file tersebut dan menyadari bahwa hanya ada 60 istri Kurokami asli di Alam bawah.
“Hanya ini saja ternyata, sepertinya aku akan mencari sisanya di Alam menengah dan atas nantinya.” Ryuto berkata dengan serius dan mengambil file tersebut.
Zero yang melihat bahwa tuannya sudah selesai membaca seluruh file tersebut. Zero maju dan memberikan file lain, Ryuto mengangguk dan mulai membuka file dan melihat isinya. Disana terlihat keanehan yang terjadi kepada Star dan pergerakan dari Star.
“Seminggu dari sekarang kita kuasai Star. Serbu dari manapun, ingat bunuh saja laki-lakinya dan sisakan para perempuan saja.” Ryuto memberikan perintah dengan serius.
Zero tersenyum dan berfikir akhirnya Kurokami bergerak kembali. Zero membungkuk dan berkata, “Sesuai perintah anda, Tuan.”
Ryuto mengangguk dan dia berdiri. Lalu, melemparkan sebuah cincin yang memiliki sebuah permata hitam di tengahnya. Zero menangkap cincin itu dan menyadari bahwa cincin tersebut adalah cincin penyimpanan.
Zero memasang cincin itu dan melihat isinya. Dia melihat berbagai uang berserakan di bawah dan berbagai botol pil tertumpuk di atas. Zero mengetahui pil-pil yang berada di dalam botol pil tersebut. Dia menyadari bahwa tuannya benar-benar akan bertempur habis-habisan selepas melawan Kerajaan Star.
“Aku harus segera melaksanakan tugasku, seminggu sudah lebih dari cukup untuk mengumpulkan banyak pasukan untuk berperang nantinya.”
Zero dengan cepat keluar dari ruang kerjanya, kemudian di luar dia dengan cepat menghilang dari tempat.
***
Ryuto berjalan menuju ke arah gerbang milik Kediaman Kurokami. Dirinya ingin pergi menuju ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum melakukan perang melawan Kerajaan Star. Dia juga berharap bahwa di perjalanan akan mendapatkan seorang perempuan lagi.
Ryuto menggelengkan kepalanya dan hanya berharap kepada keberuntungan yang dia miliki. Ryuto tiba di gerbang, dia keluar dari kediaman dan melompat ke arah sebuah gedung di dekatnya. Dia juga sudah memastikan bahwa tidak ada orang di sekitarnya. Walaupun adapun orang, Ryuto tidak peduli karena dirinya adalah Raja Kurokami.
Ryuto melompat dari gedung satu ke gedung lainnya. Tujuan dirinya adalah Kuil yang sudah lama tidak terpakai. Dia bergerak kesana karena merasakan adanya sesuatu hal yang akan terjadi di tempat tersebut.
Ryuto melesat dengan cepat, bagaimanapun juga dirinya sudah berada di ambang batas Prajurit Alam puncak. Dia sudah menjadi terkuat di Alam rendah, maka dari itu dia tidak perlu khawatir akan hal yang terjadi.
***
Kuil lama Tokyo, Ryuto tiba tempat tersebut. Dia tiba bertepatan dengan sebuah cahaya yang berwarna merah melesat ke arah atas. Dia bisa merasakan bahwa adanya pertempuran disana. Juga dirinya merasakan aura yang akrab baginya
“Semoga aku tidak telat, bertahanlah Cohza.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.