Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 57


[Chapter 57.]


[Pertempuran di kediaman Vincent.]


[Silahkan Dibaca.]


Andy berjalan dengan santai, kemudian melihat ada 2 Penjaga yang melihat Andy. Kedua Penjaga tersebut menodongkan sebuah senapan M4A1.


“Berhenti, siapa kam-“ Ucap Penjaga 1 dan 2. Namun mereka berhenti berkata dan melihat Andy bergerak dengan cepat menuju ke arah mereka.


Kedua Penjaga tersebut tanpa aba-aba, dengan cepat menekan pelatuk M4A1 tersebut.


Drrtt Drrtt Drrtt Drrtt.


Satu tekan, muncul 3 peluru. Kecepatan Peluru sangat cepat. Namun bagi Andy, kecepatan itu sangat lambat. Andy menghindari seluruh peluru yang ditembakkan.


Kedua penjaga terkejut, saat melihat Andy bisa menghindari peluru tersebut. Dengan cepat mereka membuang Senjatanya, lalu mengambil pisau dan ingin mengeluarkan.


Namun, Andy menahan tangan Penjaga 1 tersebut keluar. Sedangkan, Penjaga 2 sudah dilumpuhkan. Andy memegang pisau Penjaga 2 dan menyayat leher Penjaga 1.


Brukk Brukk.


Kedua penjaga jatuh ke tanah, satu mati satu hidup namun tidak bisa melakukan apapun. Andy, kemudian menatap ke arah Penjaga 2 dan melemparkan pisau tepat di leher Penjaga 2.


Jleb.


Penjaga 2 pun mati. Andy dengan cepat menyisir tiap Rumah. Dia tidak akan membiarkan seluruh Keluarga Vincent aman.


Andy berjalan dan bertemu dengan 5 Penjaga sekaligus. Namun, 5 Penjaga tanpa banyak bertanya seperti 2 Penjaga sebelumnya.


“Mati kau.” Teriak ke lima Penjaga tersebut. Lalu menggunakan senjata AK47 dan M4A1, dan menekan pelatuk Senjata tersebut.


Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.


Berbagai peluru melesat ke arah Andy. Namun, Andy hanya melihat peluru itu sangat pelan. Dia benar-benar bisa melihat Peluru tersebut.


Andy berlari sangat cepat dan menghindari seluruh peluru. 5 Penjaga terkejut, namun belum bereaksi mereka sudah kehilangan nyawa.


“Cih, Penjaga mereka sangat lemah.” Ucap Andy, kemudian melihat sebuah HT. Andy tersenyum, lalu menekan HT tersebut.


“Semuanya ada penyusup di dekat pintu belakang. Diharap seluruhnya segera kesin- Uugghhh.” Ucap Andy berakting, lalu menghancurkan HT tersebut.


(Bagi yang tidak tahu HT, maka akan kuberitahu. HT itu adalah Handy Talky, biasa digunakan para Organisasi atau Polisi dll.)


Di sisi lain.


“Semuanya, ada penyusup di bagian pintu belakang.” Ucap Penjaga yang lain. Kemudian, Penjaga seluruhnya segera bersiap di jalan.


“Seingatku, kita sudah memasang banyak orang.” Ucap Pemimpin Penjaga tersebut. Lalu, ada suara masuk dari HT Pemimpin tersebut.


“Pemimpin, di luar sedang terjadi ****- Arhh.” Ucap Penjaga yang berada di luar, terpotong karena mati. Lalu, Pemimpin mendengar suara tembakan yang diredam.


Pyuh Pyuh Pyuh.


“Sial, sebenarnya ada apa ini?. Biasanya tidak seperti ini.” Ucap Pemimpin Penjaga. Kemudian, datang orang tua beserta 4 Wanita.


“Alex, apa yang terjadi. Kenapa kami mendengar suara tembakan?.” Ucap Orang tua tersebut. Yang tak lain Vincent, pemilik Rumah tersebut.


“Pak, ada penyusup yang menyerbu rumah anda. Dimohon anda masuk ke dalam kamar, biar kami yang mengatasi.” Ucap Pemimpin Penjaga, Alex. Sedangkan Vincent menjawab.


“Apakah penyusup ini, ada kaitannya dengan hilangnya Ferdy?.” Ucap Vincent menahan amarah. Sedangkan Alex menjawab.


“Belum tahu, Tuan. Tapi, kemungkinan bisa ya.” Ucap Alex, sedangkan Vincent wajahnya mulai menggelap dan berkata.


“Bawa dia kehadapan ku nanti.” Ucap Vincent masuk ke dalam kamarnya bersama keempat Istrinya. Alex kembali fokus dengan penyusup.


Di sisi Andy.


Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.


Peluru terus menghujani Andy. Sedangkan, Andy tersenyum saat melihat musuh berdatangan bukan dirinya yang harus mendatangi mereka.


Andy menghindari setiap peluru yang akan mengenainya. 10 Penjaga yang melihat itu terkejut. Namun sebelum mereka bereaksi, mereka sudah tertusuk oleh Andy.


Jleebbb.


“Sudah 30 orang yang datang, tinggal 20 lagi.” Ucap Andy, kemudian berjalan maju kembali. Lalu, saat berbelok dia melihat banyak peluru yang datang.


Andy sedikit terkejut, namun dengan cepat bisa menghindari seluruh Peluru tersebut. Kemudian, tiba di depan Penjaga tersebut.


Andy menendang Wajah penjaga 31 tersebut. Sedangkan Keempat penjaga yang lain membeku, namun segera sadar dan mengambil pisau mereka.


Namun, Andy terlebih dahulu mengambil Pisau Penjaga 31, kemudian melemparnya ke arah kening Penjaga 32.


Jlebb.


Kemudian, Penjaga 33-35 mengayunkan Pisaunya ke arah Andy. Namun, Andy bereaksi lebih dulu. Andy menunduk dan menendang tangan Penjaga 33.


Bugh.


Jleb.


Lalu, Pisau milik Penjaga 34 terlepas. Andy juga mengambilnya dan melempar ke arah perut penjaga 33.


Jleb.


Penjaga 35 marah, karena temannya tertusuk. Dia mengayunkan pisaunya kembali, namun Andy dengan mudah menahan tangan Penjaga tersebut.


Bugh.


Lalu, Andy memukul dengan cepat dan tepat pada aliran syaraf milik Penjaga.


Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.


Terlihat, Penjaga 35 sudah tidak berdaya. Kemudian terlihat Penjaga 35 berdiri tidak stabil, kemudian jatuh.


Brukk.


Andy mengambil pisau 35 tersebut dan melempar tepat leher Penjaga 35 tersebut. Setelah selesai membunuh ke 5 Penjaga tersebut. Andy melesat kembali mencari seluruh Keluarga Vincent.


Tak lama kemudian, Andy berhenti saat melihat ada 15 Orang di depannya. Dari ke 15 tersebut, hanya satu yang lebih kuat dari Penjaga lain.


“Berhenti kau penyusup. Lebih baik, kau menyerah.” Ucap Pemimpin Penjaga, yang tak lain ialah Alex, sedangkan Andy menatap Alex sambil menyipitkan matanya.


Tanpa banyak bicara, Andy melesat ke arah 15 Penjaga tersebut. Alex terkejut dengan kecepatan dari Andy. Alex kemudian berteriak.


“Tembak dia.” Teriak Alex. Kemudian 14 Penjaga tersebut menghujani Andy dengan banyak peluru.


Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt Drrt.


Seperti biasa, Andy hanya melihat peluru itu pelan. Kemudian, Andy dengan mudah menghindari, dan mengambil Desert Eagle yang dia dapatkan di awal.


Dor Dor Dor Dor.


Keempat penjaga yang melesatkan tembakan seketika jatuh dengan wajah yang terkejut. Alex juga terkejut, bahwa Andy memiliki senjata.


Brukkk Brukk Brukk Brukk.


Andy, tidak tinggal diam saja. Saat, Hujan Peluru masih terus ada. Andy memanfaatkan kecepatan dan ketepatannya.


Dor Dor Dor Dor Dor.


Ke lima Penjaga yang terkena tembakan, mereka memiliki ekspresi terkejut. Sedangkan kelima penjaga sisanya merasakan ketakutan.


Brukk Brukk Brukk Brukk Brukk.


Andy, tidak peduli dan menembakkan kembali ke arah 5 Penjaga sisanya.


Dor Dor Dor Dor Dor.


Ke 5 Penjaga tidak berkutik, mereka tertembak. Lalu, seketika tumbang bersama.


Brukk Brukk Brukk Brukk Brukk.


Alex, melihat bawahannya mati semua. Wajahnya menghitam, lalu menatap ke arah Andy dengan penuh kebencian.


“Siala-“ Teriak Alex terpotong oleh tembakan dari Andy.


Dor.


Alex terkejut, sekaligus menatap Andy dengan kebencian lalu perlahan jatuh, lututnya menyentuh tanah terlebih dahulu, kemudian seluruh tubuhnya.


Brukk.


“Sekarang tinggal keluarga Vincent kah, siksaan apa yang cocok.” Ucap Andy, kemudian berjalan dengan santai menuju ke lantai yang menuju ke lantai atas.


Sedangkan di luar, terlihat halaman sudah penuh dengan Mayat dan rumput yang berada di luar berubah menjadi merah.


Para pasukan Andy, berjaga di setiap Pohon, mereka menjaga agar tidak ada yang keluar.


Di sisi Andy, dia berdiri di pintu pertama.


“Waktunya penyiksaan.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.