
[Chapter 155.]
[Lisa Tearis.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto memandang ke arah Lisa yang menyeringai di depannya, begitu juga para istrinya.
Kemudian, Lisa mengangkat wajahnya. Lalu, dia menatap ke arah Ryuto dan para istrinya tersebut.
“Aku putri dari keluarga terkaya kedua di Indonesia, Lisa Tearis. Aku kabur, karena mereka menginginkan sesuatu dariku,” ucap Lisa.
Ryuto mengangguk, kemudian dia berkata dengan nada serius.
“Lalu, kau memiliki hubungan dengan Spiritual Harimau Putih, bukan?” ucap Ryuto, membuat Lisa membulatkan matanya.
“Siapa kau sebenarnya?” ucap Lisa dengan cepat berdiri dan bersikap waspada terhadap Ryuto dan para istrinya.
Ryuto tersenyum, karena Lisa menunjukkan sikap waspada, kemudian dia berkata dengan nada santai.
“Aku hanya bertanya dan juga, aku sudah mengetahui lokasi Harimau Putih tersebut,” ucap Ryuto.
Lisa terkejut, kemudian dia mengeluarkan sebuah dagger dari kakinya, dia menatap tajam ke arah Ryuto.
“Katakan, apa yang akan kau lakukan kepada Harimau Putih tersebut?” ucap Lisa, para istri Ryuto hanya tersenyum.
Sementara itu, Ryuto menatap ke arah Lisa dengan ringan. Kemudian, dia berkata.
“Mungkin memurnikannya,” ucap Ryuto, membuat Lisa menatapnya menjadi tajam. Kemudian, dengan cepat menuju ke arah Ryuto.
Wushh.
Sayoko dengan cepat menepis dagger milik Lisa, kemudian menahan Lisa dengan ringan.
‘Kuat, kenapa aku berakhir begini?’ batin Lisa, dia sekarang benar-benar sedih. Orang yang dia anggap suka, berbalik menjadi musuhnya.
“Tenanglah, Lisa,” ucap Ryuto, kemudian dia mengusap air mata Lisa yang keluar. Ryuto tidak tega melihat seorang perempuan menangis.
“Kami memang ingin memburu Harimau Putih, karena jika terlalu lama dia berada disana, energi jahat akan menguasainya,” ucap Ryuto.
Lisa membelalakkan matanya, kemudian Sayoko melepas Lisa dan mendudukkan di sofa tepat di depannya.
“Itu benar, maaf ya sedikit kasar, tapi jika itu tidak kuhentikan, kau akan membunuh Suami kami,” ucap Sayoko.
Namun, sebenarnya dalam hati Sayoko, tahu bahwa Ryuto tidak akan terbunuh hanya dengan mainan kecil.
“Tidak masalah, aku juga salah, Sayoko,” ucap Lisa, dia juga merasa salah. Karena dikontrol oleh emosi, apalagi setelah mendengar Ryuto akan membunuh Harimau Putih.
Sayoko pun kembali ke tempat dia duduk, kemudian Lisa bertanya dengan penasaran maksud dari Ryuto.
“Apa maksud kalian, Little Den akan dikuasai energi jahat?” ucap Lisa, dia benar-benar penasaran.
“Oh, namanya Little Den. Yah, sebenarnya dia adalah spiritual Harimau Putih atau bisa dibilang jiwa Harimau Putih,” ucap Ryuto.
Lisa terkejut dengan informasi tersebut, kemudian dia teringat kata-kata Little Den.
“Menjauhlah dariku Lisa, atau kau akan terluka dan mati di tempat,”
Kata-kata tersebut, membuat Lisa akhirnya paham apa yang dikatakan dari Little Den, kemudian dia menatap ke arah Ryuto.
“Apakah ada cara untuk menyelamatkan Little Den?” ucap Lisa, dia menatap Ryuto dengan penuh harap.
Ryuto yang mendengar hal tersebut, dia tersenyum dan berkata dengan jari menunjuk ke arah Lisa.
Sementara Lisa yang ditunjuk, dia bingung. Begitu juga para istri Ryuto. Namun, sedetik kemudian para istri Ryuto paham.
Para istri Ryuto mengangguk dan tersenyum menatap ke arah Lisa, hanya dengan cara itu agar bisa menyelamatkan Little Den.
Penyatuan Roh.
“Ada apa denganku?” ucap Lisa, dia benar-benar bingung dengan Ryuto yang menunjuk ke arahnya.
“Penyatuan Roh,” ucap Ryuto, kemudian dia berhenti menunjuk dan memejamkan matanya.
“Penyatuan Roh? Apa itu?” ucap Lisa, dia memiringkan kepalanya, bingung dengan ucapan dari Ryuto.
“Artinya Roh Harimau Putih tersebut, akan bersatu denganmu, hidup dan mati kalian akan bersama,” ucap Ryuto.
Ryuto membuka matanya dan menatap ke arah Lisa dengan serius, kemudian dia melanjutkan.
“Namun, kau harus belajar apa itu spiritual, jika tidak segera belajar, kau hanya akan menjadi santapan bagi orang besar,” ucap Ryuto.
Memiliki Roh, ada konsekuensi tertentu, setelah bergabung dengan roh, banyak master yang akan menginginkan orang tersebut.
Apalagi, Roh yang digabungkan itu bukan Roh biasa, contohnya Harimau Putih tersebut.
Apalagi istrinya, Ryuto hanya perlu memerintahkan menghancurkan sebuah Negara, mereka akan menghancurkan dengan mudah.
Tingkat kekuatan mereka, sudah cukup untuk menghancurkan sebuah Negara.
“Aku akan, aku akan belajar itu, bisakah kau mengajariku tentang spiritual,” ucap Lisa, sementara Ryuto mulai memainkan perannya.
“Aku tidak bisa, jika orang itu bukan orangku, artinya aku tidak akan mengajari mereka, jika bukan keluargaku,” ucap Ryuto.
Lisa pun tahu, kemudian dia memerah dan berkata dengan nada rendah.
“Kalau begitu, jadikan aku istrimu,” ucap Lisa, dia benar-benar malu dengan pengungkapan tersebut.
Jantungnya benar-benar berdetak kencang. Dia segera menutupi wajahnya karena malu.
Sementara itu, Ryuto tersenyum dan tahu bahwa Lisa sebenarnya menyukainya, hanya perlu memaksa sedikit agar terungkap.
Keempat istri Ryuto tersenyum lebar, kemudian mereka menatap ke arah Ryuto, menandakan untuk pergi.
Ryuto yang ditatap seperti itu, hanya menghela nafas tak berdaya. Dia pun berdiri, kemudian berkata.
“Aku akan menerimamu, namun kau harus berbicara dengan para istri ku, untuk persetujuan lebih lanjut,” ucap Ryuto.
Kemudian, Ryuto berjalan pergi dari ruang tersebut menuju ke ruang dapur. Rencana Ryuto selanjutnya adalah memberi sebuah tarikan, yaitu makanan.
Entah kenapa, keahlian Ryuto memikat perempuan menjadi lebih tinggi, Author sendiri tidak tahu harus bagaimana.
Selepas Ryuto pergi, keempat istri Ryuto menatap ke arah Lisa dengan mata yang cerah. Mereka terlihat seperti menemukan harta karun.
Kemudian, keempatnya memberi pelajaran apa saja yang perlu disiapkan Lisa, entah itu apa, hanya perempuan yang tahu.
(Note: Author ga tahu pembahasan apa saja jika perempuan berkumpul, ingat satu hal, perempuan adalah makhluk misterius Tuhan.)
Di sisi Ryuto.
Dia menemukan bahwa bahan-bahan di lemari es, terlihat baru. Dia benar-benar kagum dengan hal tersebut.
Ryuto pun mengambil daging, kemudian membuatnya kotak-kotak, lalu dia menyiapkan sebuah bumbu.
Ryuto hanya berfikir membuat kari, karena dia ingin mencicipi yang namanya kari, walaupun dia berada di Jepang, dia belum pernah melakukan Kuliner bersama seluruh istrinya.
“Sepertinya, aku perlu bersantai setelah dari Indonesia,” ucap Ryuto, dia benar-benar perlu meluangkan banyak waktu bersama seluruh istrinya.
Beberapa jam kemudian.
Ryuto selesai membuat kari, aroma makanan menyebar ke seluruh ruangan. Empat istrinya dan Lisa berhenti berbicara.
Mereka benar-benar merasa lapar saat mencium aroma masakan yang dibuat Ryuto.
Lalu, mereka menatap ke arah Ryuto, yang membawa nampan berisi 6 piring disana.
“Waktunya makan,” ucap Ryuto, sambil tersenyum melihat betapa kelima perempuan tersebut ingin segera makan.
Ryuto pun tiba di dekat mereka, lalu menghidangkan makanan tepat di depan mereka.
“Mari makan,” ucap Ryuto, mereka mengangguk dan mulai mengambil sendok, lalu menaruh suapan pertama ke mulut mereka.
Seketika mereka melebarkan mata, rasa yang makanan yang belum pernah rasakan menyebar ke seluruh tubuh mereka.
Bushh.
Mereka benar-benar merasa panas dan senang, dengan cepat mereka memakan makanan tersebut.
Tanpa sadar, dalam celana mereka, sesuatu mengalir dan membasahi celana mereka.
Mereka selesai makan, ke 5 perempuan tersebut memerah, ketika menyadari celana mereka basah.
“Sayang, ayo kita mandi,” ucap Sayoko, dia benar-benar sudah tidak tahan. Begitu juga ketiganya, Lisa juga dengan malu-malu menatap ke arah Ryuto dengan tatapan memohon.
“Ayo, kita pergi ke kamar mandi,” ucap Ryuto, mereka pun segera mengikuti Ryuto dari belakang.
Lisa juga mengikuti dan berkata dalam hatinya, dengan wajah memerah dan jantung berdetak kencang.
‘Ayah, Ibu, putrimu akan melangkah menuju dewasa’
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.