
[Chapter 41.]
[Keinginan Jordan.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy, terlihat terbaring di depan pintu kamar milik Erika dan Elena. Mereka melihat bahwa yang mereka pukul adalah Andy.
“Eh, Andy?. Andyyy.” Teriak Erika, segera menghampiri Andy yang masih terbaring di lantai. Sedangkan, Andy terbangun dengan rasa sakit di wajahnya.
“Aduduh, kenapa kalian memukulku dengan itu.” Ucap Andy, menunjuk ke arah Pemukul bisbol. Sedangkan Erika menunduk malu
“Maaf, kukira kau tadi, Aya-“ Ucap Erika berhenti saat akan menyebut kata ‘Ayah.’ Lalu melebarkan matanya dan menatap ke arah Andy dengan serius.
“Sebenarnya, ada apa dengan Paman?. Kenapa dia seperti orang yang gila?.” Ucap Erika, benar-benar takut saat memikirkan, bahwa dia dimasuki Obat tidur saat minum bersama.
“Lupakan, Orang itu sudah menghilang dari dunia ini. Aku ingin bertanya, apakah kau dan Sekretarismu baik-baik saja?.” Ucap Andy, mengabaikan rasa sakit di wajahnya.
“Kami baik-baik saja. Sebenarnya, setelah dia memberiku dan Sekretarisku obat tidur dan mengikat kami di kamar, kemudian saat aku bangun, aku mendengar dia menelpon, dan pergi entah kemana.” Ucap Erika.
“Lalu, bagaimana kau bisa keluar?.” Ucap Andy, sedangkan Erika menatap ke arah Elena. Andy pun juga menatap ke Elena.
“Dia, entah bagaimana menyimpan sebuah pisau di tubuhnya.” Ucap Erika, sedangkan Andy mengerutkan keningnya, namun tetap mengangguk.
“Aku seorang Agen pelindung dan pembunuh, khusus hanya untuk Keluarga Kazawa. Jadi, jangan menaruh kecurigaan kepadaku.” Ucap Elena dengan menaikkan alisnya.
Sedangkan, Andy yang ketahuan bahwa curiga terhadapnya seketika tersenyum canggung. Lalu, Andy menundukkan kepalanya dan minta maaf.
“Maaf, aku hanya khawatir kepada Erika. Takutnya, terjadi hal tidak diinginkan.” Ucap Andy, sedangkan Elena kemudian menjawab.
“Maaf mu kuterima, sebagai hukumanmu kamu harus tidur bersama dengan ku dan Erika.” Ucap Elena dengan berani, membuat Erika memerah karena malu. Namun, Andy menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak bisa. Bukan berarti aku tidak mau, tapi Keluargaku pasti akan mencariku. Kau tahu kan aku tidak membawa Hp keluar ini, jadi tidak bisa menghubungi keluargaku.” Ucap Andy
Erika dan Elena mengangguk paham, jadi Elena menghela nafas dan harus menunggu kunjungan ke Jepang selanjutnya.
“Baiklah, kita akan bermain saat aku dan Nona kesini kembali.” Ucap Elena, sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk.
“Baiklah, karena kalian baik-baik saja. Aku akan kembali, namun sebelum itu. “ Ucap Andy, kemudian Andy bicara kepada System.
‘Sarah, Belikan sebuah Cincin yang bisa melindungi mereka.’ Batin Andy.
[Maaf, Tuan. Cincin pelindung belum terbuka. Yang sudah terbuka adalah Gelang Pelindug.]
‘Kalau begitu, beli 2.’ Batin Andy.
[Gelang Pelindung : 1.000.000 Yen.]
[Selamat, Tuan membeli Gelang Pelindung 2x.]
‘Keluarkan di sakuku, Sarah.’ Batin Andy, kemudian terlihat di saku, Andy ada 2 Gelang. Kemudian Andy mengeluarkan Gelang tersebut.
“Ini, untuk keselamatan kalian. Ingat ini adalah Gelang Pelindung, apapun yang terjadi Gelang ini akan melindungi kalian, saat aku tidak ada di dekat kalian.” Ucap Andy.
Kemudian, Andy memasang Gelang tersebut ke pada keduanya. Saat sudah, terpasang. Gelang tersebut, bercahaya dan memiliki Warna yang berbeda.
‘Eh, kenapa?.’
[Gelang itu, akan berubah ke warna yang disukai penggunanya. Itu tidak akan lepas, jika bukan pemiliknya. Walaupun terlepas pun, orang lain tidak bisa mengambilnya.]
‘Begitu, ini akan menjadi Jaminan keselamatan untuk Para Perempuan dan Wanita ku.’ Batin Andy. Tersenyum dan mengangguk
Sedangkan Erika dan Elena, terpana dengan Gelang yang diberikan oleh Andy. Mereka kemudian menatap ke arah Andy dan mencium pipi Andy, kemudian berbalik masuk ke dalam Kamar dan menutupnya.
Andy tertegun, kemudian berjalan pergi dari depan pintu kamar tersebut. Andy, keluar dari Hotel Ikaru dengan senang.
Lalu, sebuah Notifikasi System muncul. Andy senang dengan Notifikasi tersebut, namun dia abaikan terlebih dahulu, karena perlu pulang terlebih dahulu.
Andy, berdiri di dekat jalan raya, dia melihat apakah ada Mobil Taxi atau tidak, namun terlihat tidak ada satupun Mobil Taxi yang lewat.
Tak lama kemudian, sebuah Mobil berhenti tepat di dekat Andy, sedangkan Andy yang melihat itu mengerutkan keningnya, dan menatap dengan waspada.
Namun, seketika menghilangkan kewaspadaannya, saat melihat bahwa itu adalah Wanita yang dia kenal, yang tak lain adalah Ibu Ren, yaitu Nanami.
“Nak Andy, kenapa berdiri di depan Hotel. Apakah, kau menunggu sebuah Taxi?.” Ucap Nanami, yang mendekat ke arah Andy.
“Oh, Ibunya Ren. Itu benar, aku menunggu Taxi. Namun tidak, terlihat sama sekali.” Ucap Andy, sedangkan Nanami tersenyum dan menjawab.
“Bagaimana bisa, ada Taxi di jam semalam ini. Bagaimana kalau aku antar pulang?.” Ucap Nanami, sedangkan Andy bingung, namun bertanya
“Apakah tidak merepotkan?.” Ucap Andy, sedangkan Nanami menggelengkan kepalanya. Kemudian, Andy tersenyum dan menjawab.
“Baiklah, terimakasih.” Ucap Andy. Kemudian keduanya pergi menuju ke Mobil Nanami. Andy dan Nanami masuk ke dalam.
Kemudian, mobil melaju dengan cepat menuju ke rumah Andy. Seiring perjalanan mereka asik berbicara dan menggoda, sampai akhirnya Nanami menghentikan Mobil di tempat yang sepi.
“Bagaimana, kalau kita melakukannya disini?.” Ucap Nanami, dengan tersenyum. Sedangkan, Andy mengangguk saja. Kemudian, Andy membuka kunci tempat duduknya.
Lalu, tempat duduknya dia tarik ke belakang dan turun sedikit. Kemudian Nanami mulai melepaskan pakaiannya. Kemudian mereka mulai bermain di dalam Mobil.
Walaupun mereka bermain dengan sangat hebat, Mobil pun tidak akan Goyang. Mereka terus melakukan Ronde demi Ronde.
4 Jam kemudian, mereka telah selesai melakukannya, Andy kemudian meletakkan Nanami di belakang, kemudian Andy menyetir Mobil tersebut.
Sedangkan, Nanami sudah terlihat lemas dan bergetar. Dia tidak pingsan, namun dia perlu menyadarkan dirinya sendiri.
Andy, tidak kembali ke rumahnya terlebih dahulu. Dia perlu mengantarkan Nanami, ke rumahnya terlebih dahulu.
Tak butuh waktu lama, Andy sudah sampai di Rumah Nanami. Bagaimana Andy bisa tahu, karena dia bertanya kepada Nanami.
“Kita sudah sampai di Rumahmu, Nanami?.” Ucap Andy, sedangkan Nanami yang sudah sadar mengangguk.
“Kau bawa saja, Mobilku. Aku masih ada Mobil lain. Sampai bertemu kembali.” Ucap Nanami, melangkah menuju ke Rumahnya dengan langkah yang sedikit aneh.
Andy, keluar dan membantunya masuk ke dalam Rumah. Nanami, merasa hangat di dalam hatinya. Nanami, senang dengan perhatian Andy.
‘Dia sungguh perhatian, pantas Amy menyukainya. Sikap dan perilaku nya sangat tinggi. Apalagi tidak mengabaikan Perempuan dan Wanita yang sudah bersetubuh dengannya.’ Batin Nanami.
Kemudian, Andy membawanya ke kamar Nanami. Kemudian menurunkannya, lalu Andy mengucapkan.
“Aku akan pulang terlebih dahulu, jaga dirimu.” Ucap Andy, kemudian keluar dari Kamar dan Rumah Nanami. Kemudian masuk ke Mobil, dan melaju menuju ke arah rumahnya.
Lalu, Andy sampai di Rumah, saat Mobil memasuki Rumah. Amy dan Lilia keluar dari rumah dan melihat Mobil yang masuk ke dalam rumahnya.
“Bukankah itu, Mobil Nanami?.” Ucap Amy, sedangkan Lilia diam, dia tidak tahu Mobil siapa, sekarang mereka berdua khawatir dengan keadaan Andy.
Saat, pintu dibuka. Keluarlah Andy dari Mobil. Amy dan Lilia sedikit terkejut, lalu segera menghampirinya.
Mereka berdua sampai didekat Andy, dan segera memeluknya. Keduanya terisak karena khawatir akan terjadi apa-apa kepada Andy.
“Sudah, sudah. Ayo kita masuk.” Ucap Andy memeluk lengan mereka dan menuju ke arah Rumah. Kemudian mereka masuk, Amy dan Lilia segera memanaskan kembali masakannya.
“Kami, panaskan makanan terlebih dahulu. Tunggu, dan duduk di bangku meja makan.” Ucap Lilia, sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk.
Andy, kemudian berjalan ke arah ruang makan. Andy duduk di bangku makan, menunggu makanan yang sedang dipanaskan.
Beberapa saat kemudian, Amy dan Lilia keluar membawa makanan yang sudah dipanaskan. Andy, kemudian makan makanan tersebut.
“Jadi, bagaimana?.” Ucap Amy, setelah Andy sudah makan. Dia sedikit khawatir, akan terjadi apa-apa kepada Keponakannya.
“Semua baik-baik saja. B*jingan itu sudah dibunuh. Tapi bukan aku yang membunuh.” Ucap Andy, sedangkan Amy dan Lilia memandang ke arah Andy dengan terkejut.
“Seorang kenalan. Sudahlah jangan dibahas lagi. Aku akan ke kamar terlebih dahulu, serta tunggu aku di kamar.” Ucap Andy, kemudian berjalan menuju ke kamar.
Lalu, Andy mengambil pakaian dan keluar, lalu menuju ke kamar mandi. Saat akan masuk, Amy dan Lilia melihat Andy yang masuk menuju ke kamar mandi.
Mereka berdua berjalan ke arah kamar mandi, lalu membuka pintu. Keduanya masuk ke dalam, kemudian mengunci pintu kamar mandi.
“Nah, Andy kenapa tidak melakukan disini. Sekalian kita nanti bisa bersih, setelah bermain.” Ucap Amy, sedangkan Andy yang berendam hanya menjawab.
“Baiklah, ayo kita lakukan disini.” Ucap Andy, kemudian berdiri. Lalu, menarik keduanya untuk bermain di kamar mandi.
4 jam kemudian, Andy dan kedua Wanita, yang tak lain Amy dan Lilia. Selesai melakukan permainan malam, terlihat Amy dan Lilia terbaring lemas tanpa ada kekuatan, tubuhnya bergetar hebat, lalu lidahnya keluar, dan matanya ke atas.
Andy, kemudian membersihkan keduanya dan membawanya ke kamar masing-masing, kemudian memakaikan pakaian tidur.
Setelah melakukan hal tersebut, Andy berjalan menuju ke kamarnya. Lalu, melihat bahwa Jam sudah menunjukkan jam 04.00.
“Huff, aku tidak melihat Jam, saat melakukannya. Baiklah, aku akan memasak untuk mereka.” Ucap Andy, kemudian berjalan turun menuju ke Dapur.
Lalu, Andy mulai memasak, hal sederhana yaitu Nasi Goreng, namun sedikit ada tambahan khusus dari Andy sendiri.
Tak butuh waktu lama, Andy selesai membuat 5 Nasi Goreng. Lalu, Andy melihat jam, ternyata Jam sudah menunjukkan Pukul 05.00, kemudian terlihat Amy dan Lilia turun.
“Eh, kalian kenapa turun. Bukankah, kalian harusnya tidur untuk memulihkan tenaga kalian?.” Ucap Andy, sedangkan Amy dan Lilia yang mendengar suara Andy segera melihat Andy yang keluar dari dapur.
“Kami sudah pulih.” Ucap Amy, namun Andy tidak percaya. Kemudian Andy menarik keduanya, untuk duduk di bangku meja makan.
Andy, menghidangkan dua Nasi Goreng, ke mereka berdua. Lalu berkata.
“Jangan, memaksakan diri. Setelah makan, kembali ke kamar dan tidur.” Ucap Andy, sedangkan keduanya ingin membantah, namun Andy menatap mereka dengan dingin. Keduanya akhirnya mengangguk, serta merasakan hangat dalam hati mereka.
Setelah mereka selesai makan, mereka beranjak pergi dari bangku meja makan menuju ke arah kamar mereka. Andy tersenyum melihat mereka yang menurut.
Andy, kemudian menghidangkan 2 makanan untuk Yui dan Yuka nanti. Kemudian, Andy pergi keluar untuk melakukan Misi Harian seperti biasa.
Andy, keluar dan melakukan Olahraga seperti Push Up dan Sit Up. Selesai itu, Andy pergi menuju ke tempat Anjing dan Kucingnya.
“Baiklah, waktunya kalian makan.” Ucap Andy, mengambil makanan Anjing dan Kucing.
“Tuan, bisakah aku meminta sesuatu.” Ucap Jordan, sedangkan Andy tersenyum lalu menjawab.
“Boleh, tapi setelah kamu makan.” Ucap Andy, seketika Jordan senang. Lalu, dengan Rakus dia memakan makanannya.
“Hmm, Jordan. Kau sangat rakus.” Ucap Zen, dengan santai memakan makanannya. Kemudian Istrinya, yaitu Nia. Mulai makan makanannya bersama anak mereka.
Tak lama kemudian, mereka selesai makan. Jordan pun dengan semangat meminta sesuatu kepada Andy.
“Tuan, bisakah anda mencarikan Anjing untukku?.” Ucap Jordan, sedangkan Andy yang mendengarnya sedikit terkejut. Lalu, muncul sebuah Notifikasi.
[Misi dipicu.]
[Kasihan Jordan yang sendirian, Tuan harus mencarikan Anjing Perempuan untuk Jordan.]
[Hadiah : Uang 500.000 Yen.]
[Hukuman : System akan pergi.]
[Durasi : ]
“Baiklah, akan kucarikan nanti.” Ucap Andy, kemudian Andy mulai melanjutkan Olahraganya yaitu lari pagi. Sedangkan Yui dan Yuka, yang sudah di tempat makan, melihat Nasi Goreng yang ada disana, kemudian ada sebuah surat.
{Aku memasakkan untuk kalian berdua, Ibu dan Tante sekarang istirahat, jadi jangan di ganggu.
Dari Andy.}
Kemudian, mereka berdua segera makan saja. Karena, mereka tahu bahwa Ibu dan Tantenya bermain dengan Andy sampai mereka berdua kelelahan.
Di sisi Andy, yang sudah menyelesaikan Misi Harian, seketika menerima Notifikasi System hadiah.
[Misi harian telah selesai.]
[Misi pembunuhan selesai.]
[Misi Penyelamatan selesai.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 11.641.200 Yen.]
[Selamat, Tuan mendapakan 10 Point Peningkatan.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Keterampilan Programmer (Rendah.).]
[Selaamt, Tuan mendapatkan Cincin Pertahanan.]
[Selamat, Cincin Pertahanan di Shop telah terbuka, silahkan Tuan bisa beli.]
Andy, menerima rentetan Notifikasi Hadiah, namun tak lama kemudian, merasakan Otaknya dimasuki banyak Informasi. Selesai itu, Andy merasa dia bisa membuat suatu Program.
“Baiklah, waktunya persiapan untuk pergi ke Sekolah. Selepas itu menyerap Energi Roh. Lalu, mengembalikan Mobil Nanami.” Ucap Andy, kemudian masuk ke dalam rumah.
Saat Andy, masuk dia mendapati Yui dan Yuka yang sedang makan dengan senyum senangnya. Andy segera menuju ke atas, lalu masuk ke dalam Kamarnya.
Lalu, Andy mengambil Seragamnya dan keluar pergi menuju ke kamar mandi. Andy segera mandi. Tak lama kemudian, Andy sudah Mandi dan memakai seragam sekolah.
Dia keluar, lalu menuju ke kamarnya mengambil Ranselnya. Dia turun ke bawah, dan melihat Yui dan Yuka menunggunya untuk berangkat.
Karena tidak ada Amy dan Lilia, ketiganya segera berangkat menuju ke Sekolah. Andy mengunci pintu Rumah. Karena, Amy dan Lilia masih tidur, Andy khawatir akan ada seseorang yang masuk. Jadi dia mengunci pintu.
Andy, tidak khawatir setelah mengunci pintu, jika mereka berdua bangun, mereka bisa keluar, karena memiliki kunci masing-masing.
Ketiganya berangkat menuju ke Sekolah bersama. Namun, kali ini ada satu lagi yang ikut, yaitu Zen. Andy melihat Zen yang sedang berjalan di pagar mengikuti mereka.
Di tengah jalan, Zen segera berbelok. Dia keluar, karena ikut membantu mencarikan Jordan pasangan. Andy tersenyum dengan rasa persaudaraan mereka.
Andy, Yui, dan Yuka di tengah jalan mereka, menuju ke Sekolah, mereka melihat Raul dan Sera yang sedang bercanda mesra.
Mereka berlima saling menyapa dan pergi menuju ke Sekolah bersama. Sampai di Sekolah, Andy melihat Sayoko dan Sasha di depan gerbang.
Saat mereka melihat Andy yang berjalan menuju ke Sekolah, mata mereka menjadi cerah dan segera menuju ke arah Andy.
Sedangkan, Andy sedikit bingung, karena tiba-tiba di datangi, oleh Sayoko dan Sasha. Namun, kebingungannya, hilang saat mendengar suara Notifikasi System.
[Misi Dipicu.]
[Mengikuti Kompetisi Musik.]
[Hadiah : Keterampilan bermain Piano + Uang 1.500.000.]
[Hukuman : System off selama 2 Tahun.]
[To be Continued.]
Info : Nama Kucing Orange kuubah menjadi Zen, bukan Ren lagi.
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.