
[Chapter 69.]
[Kabar bahagia.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy berjalan menuju ke belakang, mengikuti arahan dari Zen yang berada di bahunya. Sesampai Andy di belakang Restoran, Andy melihat 8 Orang besar diikat.
“Oh, mereka kah?.” Ucap Andy, sedangkan 8 Orang tersebut yang sudah bangun, menatap tajam ke arah Andy, lalu salah satu berteriak.
“Lepaskan kami, atau kau akan dikejar oleh seluruh Maf-“ Ucap Orang tersebut, terhenti saat sebuah kaki berada di depan Kepalanya.
Bughhh boomm.
Andy menendang kepala Orang tersebut, sedangkan Ke 7 lainnya terkejut dengan kecepatan tendangan tersebut, dalam hati mereka.
‘Apakah ini, kekuatan bocah ini. Kenapa lebih mengerikan daripada kekuatan Boss.’ Batin mereka, secara tidak sadar punggung mereka merasakan dingin yang menjalar.
“Nah, kalian jika tidak memberitahu, siapa yang menyuruh kalian, aku akan menyiksa kalian lebih dari siksaan yang pernah kalian alami.” Ucap Andy dengan seringai Iblis serta tatapan tajam yang begitu menusuk.
Lalu, salah satu dari tujuh orang tersebut, tanpa sadar menggigil ketakutan, sampai-sampai dia terkencing di celana.
“Cih, belum juga disiksa sudah ketakutan, bagaimana jika saat di siksa.” Ucap Andy, dengan menatap mereka lebih dingin.
“Jawab aku, siapa yang memerintahkan kalian kesini!.” Ucap Andy dengan keras, lalu salah satu dari 7 orang tersebut, segera menjawab.
“Itu perintah Boss. Karena ada satu Tuan muda dari Keluarga kelas 3 yang mengatakan ada Aoi dengan 3 temannya. Segera Boss menyuruh kami kesini. Aku sudah mengatakan seluruhnya, bisakah kamu melepaskanku.” Ucap Orang tersebut.
Sedangkan Andy tersenyum, lalu mengangkat tangannya. Zen yang dibahu Andy menghilang, lalu muncul di belakang tujuh Orang tersebut.
Mereka terkejut, namun saat berikutnya mereka merasa leher mereka kesakitan, lalu mereka berteriak kesakitan.
“Ahhhhhhhhh.” Teriak ketujuh orang tersebut, yang menerima cakaran tajam dari Zen. Lalu, perlahan-lahan mereka bertujuh, jatuh mati di tempat.
“Jordan, bawa mereka ke Van Hitam mereka.” Ucap Andy, kemudian kembali ke ruang Restoran, sedangkan Zen tidak mengikuti Andy, dia membantu Jordan.
Andy, kemudian pergi ke dapur dan membuatkan makanan yang mengembalikan tenaga mereka kembali. Andy membuat makanan dari ikan laut.
Beberapa menit kemudian, Andy berjalan ke arah Para Perempuan dan Wanitanya. Lalu semuanya melihat ke arah Andy dengan mata berkaca-kaca, serta mata yang penuh harap.
“Andy / Tuan, ajarkan kami bertarung.” Ucap mereka secara bersama, sedangkan Andy mengangguk setuju, karena mereka butuh hal tersebut.
“Fikirkan itu nanti, kita makan terlebih dahulu.” Ucap Andy, kemudian mereka mulai makan makanan yang dihidangkan oleh Andy.
Selesai makan, para Maid membersihkan piring dan membawanya ke dapur. Sedangkan, Andy berkata kepada semuanya.
“Nanti malam aku akan pergi.” Ucap Andy dengan serius, mereka paham arti dari ucapan itu. Mereka tahu bahwa Andy akan menghancurkan siapapun yang mengusik mereka.
Sebenarnya, mereka merasa hangat. Namun, mereka tidak ingin menjadi beban Andy dan hanya menjadi penghangat ranjang saja, mereka ingin bertarung dan berdiri di samping Andy.
“Kami tidak akan menghentikanmu, namun pulanglah dengan selamat.” Ucap Lilia kepada Andy dengan tatapan hangat serta khawatir. Sedangkan, Andy hanya tersenyum dan menjawab.
“Aku akan.” Ucap Andy, lalu pintu restoran terbuka dan terlihat lah 4 Laki-laki 1 Perempuan, mereka memiliki pakaian yang sama dan menyapa Andy.
“Salam, Tuan.” Ucap mereka, yang membuat seluruh Perempuan dan Wanita Andy terkejut. Sedangkan Andy hanya mengangguk dan berkata.
“Baik. Zero, Lion, Eleven, Gin, dan Alpha. Aku akan memberikan kalian tugas masing-masing.” Ucap Andy, kemudian melanjutkan.
“Zero dan Gin, kalian dan Pasukan kalian maju bersama ku nanti, Lion dan Eleven aku ingin kalian menyerang dengan jarak jauh, Alpha aku ingin kau membebaskan Wanita yang ada di tempat tersebut. Apakah ada pertanyaan?.” Ucap Andy, lalu Gin mengangkat tangannya.
“Baiklah, ada lagi?.” Ucap Andy, lalu ke limanya hanya diam.
“Kalau tidak ada, kita bubar. Gin aku ingin kamu membawa Van Hitam itu ke tempat yang sepi, lalu buatlah Van hitam itu seperti kecelakaan dan mati ditempat.” Ucap Andy. Sedangkan Gin, mengangguk.
“Dimengerti, Tuan.” Ucap Gin, lalu para Pemimpin Pasukan tersebut berbalik dan pergi menyiapkan seluruh timnya. Andy, sendiri kembali memandang ke arah para Wanita dan Perempuan.
“Andy, siapa mereka?.” Ucap Amy, sedangkan Andy tersenyum dan menjawab dengan jujur.
“Mereka adalah Pasukanku. Mereka berlokasi di Bar Flower.” Ucap Andy, kemudian Andy melihat bahwa Lilia ingin muntah. Amy yang sudah tahu hal itu, segera membawanya ke dapur.
Sedangkan, Andy terkejut dan khawatir dengan keadaan Ibunya. Lalu, Andy menggunakan Mata Tubuhnya, dan dia terkejut.
Ada semacam gumpalan berwarna putih di sekitar area Wanita Ibunya, Andy tersenyum senang, saat melihat hal tersebut.
Sedangkan, yang lainnya bingung apa yang terjadi dengan Andy. Sedangkan Sayoko dan Yui, salah sangka. Mereka kira Andy ingin mengumumkan bahwa dia adalah Juara 1 Kompetisi Musik. Jadi Sayoko memberitahu mereka.
“Andy senang, karena dia tadi mendapatkan Juara 1 dalam Kompetisi Musik.” Ucap Sayoko, sedangkan Yuka, Sasha, Aoi, Miya terkejut dan kagum dengan Andy.
“Selamat Andy, kamu mendapatkan Juara 1 dalam Kompetisi Musik.” Ucap Aoi, sedangkan Andy yang tersenyum sambil melamun hal lain, terkejut dan menoleh ke Aoi.
“Oh, terimakasih.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko melanjutkan ucapannya tadi.
“Juga dia mendapatkan pelukan dari Yamazaki dan Kiyoe. Dia pasti membayangkan yang tidak-tidak tentang Kiyoe.” Ucap Sayoko, sedangkan seluruhnya menatap ke arah Andy sambil menyipitkan mata.
“Andy, kau tidak boleh merebut Istri orang.” Ucap Yuka.
“Jangan jadi, Gigolo perebut Istri orang, Andy.” Ucap Aoi.
Sedangkan Miya dan Sasha mengangguk. Andy mengerutkan keningnya mendengar tuduhan para Perempuan dan Wanitanya. Andy pun menjawab.
“Siapa yang akan merebutnya?.” Ucap Andy, lalu melanjutkan. “Aku tersenyum juga bukan karena Juara 1, memang itu membahagiakan namun ada yang lebih membuat ku bahagia.”
Sayoko, Yui, Yuka, Sasha, Aoi, dan Miya penasaran dengan apa yang membuat Andy begitu bahagia, lalu Sayoko berkata.
“Apa yang membuatmu bahagia?. Jika bukan karena itu?.” Ucap Sayoko, lalu Andy menonaktifkan mata tubuhnya, dan berkata sambil tersenyum.
“Jika ada Gumpalan berwarna Putih dengan adanya darah di tempat khusus Perempuan atau Wanita, artinya apa?.” Ucap Andy, membuat tebak-tebakan.
Mereka berfikir sebentar, lalu membelalakkan mata mereka. Mereka tahu apa yang dimaksud oleh Andy, lalu Sayoko berkata.
“Bukankah, kau memakai pengaman kemarin. Saat melakukan permainan dengan kami?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy mengangguk.
“Memang, aku menggunakan pengaman kemarin. Tapi ada satu Wanita yang tidak ingin aku memakai pengaman.” Ucap Andy.
Lalu, mereka terkejut, lalu mengingat kembali, dan membelalakkan mata mereka kembali, sebelum ada yang bertanya kembali, sebuah suara dari dapur, yang tak lain adalah Amy.
“Semuanya, Lilia telah hamil.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.