Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 45


[Chapter 45.]


[Masalah Nanami.]


[Silahkan Dibaca.]


Bel pulang berbunyi. Andy, Yui, dan Yuka mengemasi barang-barang mereka, memasukkannya ke dalam Ransel.


Saat, para Murid sudah keluar. Andy, Yui, dan Yuka keluar dari kelas. Mereka berjalan keluar Sekolah. Menuju ke Restoran Andy. Di tengah jalan mereka bertemu Sayoko dan Sasha.


Akhirnya mereka, juga ikut pergi menuju ke Restoran Andy. Lalu, saat di tengah jalan menuju ke Restoran. Andy, berhenti tepat di depan toko hewan.


“Aku, ingin membeli Anjing yang Perempuan, karena Jordan butuh pasangannya.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko, Yui, dan Yuka hanya mengangguk, berbeda dengan Sasha yang bingung.


Mereka pun, masuk menuju ke Toko Hewan. Lalu, melihat-lihat Peliharaan disana. Andy, kemudian melihat seekor Anjing berwarna putih.


Yui, Yuka, Sayoko, dan Sasha mengikuti arah pandang Andy. Sayoko pun, berjalan menuju ke Anjing Putih tersebut, lalu mengelus kepalanya dengan ekspresi senang.


“Andy, beli yang ini.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy kemudian memandang ke arah Pemilik dan bertanya.


“Apakah itu Betina?.” Ucap Andy, lalu Pemilik Toko mengangguk. Andy pun tersenyum dan menatap ke arah Sayoko.


“Baiklah, kita akan beli Anjing tersebut.” Ucap Andy, kemudian berjalan menuju ke Pemilik Toko, lalu bertanya harganya.


“Berapa harga Anjing itu, Pak?.” Ucap Andy, lalu Pemilik Toko pun menjawab.


“5000 Yen.” Ucap Pemilik Toko. Lalu, Andy kemudian mengeluarkan Uangnya. Lalu, menyerahkan Uangnya. Lalu, kemudian mereka semua keluar.


“Jangan lupa untuk kembali lagi.” Ucap Pemilik Toko dengan senang. Andy hanya mengangguk dan melambaikan tangan. Sedangkan, Sayoko memeluk Anjing Putih tersebut dalam pelukannya.


“Kau, sangat menyukainya, Sayoko?.” Ucap Sasha yang berada di dekat Sayoko. Sedangkan Sayoko membalas dengan anggukan dan menjawab.


“Itu benar, aku benar-benar suka. Dulu, aku ingin memelihara, tapi dilarang.” Ucap Sayoko, dengan bermain Anjing di pelukannya. (Anjing nya kecil oke, bukan yang besar.)


“Oh, apakah tidak apa-apa memelihara Anjing di Rumah Andy?.” Ucap Sasha, sebelum Sayoko membalas, Yui pun mendahului.


“Boleh, Andy saja memelihara 3 Kucing dan 1 Anjing. Mungkin Anjing betina ini, akan menjadi pasangan Anjingnya.” Ucap Yui, sedangkan Sasha sedikit terkejut dan tersenyum.


Sasha senang, bahwa Sayoko sekarang terlihat lebih bebas dan lebih banyak bahagia, semenjak bersama Andy. Penilaian Andy dimata Sasha meningkat, menjadi lebih senang.


‘Andy memang menepati janjinya, Nona benar-benar senang bahagia. Huff, namun mengingat kejadian, apalagi itunya Andy yang besar. Aku sedikit khawatir, apakah itu nanti bisa masuk?.’ Batin Sasha, sambil berfikir begitu besarnya Adik kecil Andy. Lalu, mengingat kejadian kemarin, membuatnya memerah.


Andy, melihat Sasha memerah, namun mengabaikannya. Karena, dia sudah dekat dengan Restorannya. Andy, kemudian membuka pintu, setelah itu mereka masuk.


“Aku akan kesana, sebentar. Kalian masuklah, duluan.” Ucap Andy, semuanya mengangguk, mereka tidak mempermasalahkan Andy pergi kemana, jadi mereka masuk ke Restoran.


Andy, kemudian pergi menuju ke sebuah Rumah yang sudah besar, seperti biasa dia menyetap Energi kembali.


[Selamat, Tuan mendapatkan 20 Energi.]


Setelah itu, terlihat Aura Roh di rumah perlahan menipis. Andy, mengangguk puas. Lalu, dia kembali ke restoran. Sesampai di Restoran, Andy pun masuk.


“Eh, Andy. Apakah sudah selesai urusannya?.” Ucap Yuka, melihat Andy yang masuk ke dalam Restoran. Sedangkan, Andy yang ditanyai, tersenyum dan mengangguk.


“Itu benar, aku sudah selesai. Lalu, dimana Yui dan Sasha?.” Ucap Andy, sambil duduk dan melihat bahwa Yui dan Sasha tidak ada di tempat mereka duduk.


“Mereka berada di dapur. Mereka ingin menyiapkan sebuah masakan.” Ucap Sayoko, yang masih asik bermain dengan Anjing Putih tersebut.


Tak lama kemudian, Yui dan Sasha keluar dengan membawa nampan berisi makanan. Lalu, kemudian mereka berdua menghidangkan makanan tersebut.


“Silahkan dinikmati.” Ucap Yui, sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk. Lalu, mengambil sebuah Sendok dan Garpu. Lalu, melihat bahwa Yui dan Sasha juga sudah duduk.


“Baiklah, kita mulai makan.” Ucap Andy, kemudian semuanya menyatukan kedua telapak tangan mereka dan berkata.


“Ittadakimasu.” Ucap mereka secara bersama. Lalu, mereka semua mulai memakan makanan yang di buat oleh Yui dan Sasha.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah menyelesaikan makanan. Lalu, Yuk dan Sayoko membawa Piring bekas makanan ke Dapur untuk dicuci.


“Kalian, tidak perlu Cuci. Besok saja, kita cucinya. Kita pulang saja, sekarang.” Ucap Andy, semuanya mengangguk. Lalu, Sayoko dan Yuka hanya menaruh Piring tersebut di dapur.


Lalu, mereka semua keluar dari Restoran, dan Andy mengunci Restoran tersebut. Mereka berlima kemudian pulang ke Rumah.


Sesampai di Rumah, Sayoko berbelok menuju ke Rumah Hewan Peliharaan. Sedangkan Yui, Yuka, Sasha pergi masuk ke dalam. Andy mengikuti Sayoko.


“Jordan, ini adalah pasanganmu.” Ucap Andy, seketika Jordan yang mendengar suara Tuannya segera berteriak.


“Oh, akhirnya aku memliki Pasangan.” Ucap Jordan, namun yang di dengar Sayoko hanya suara khas Anjing.


Guk Guk Guk.


Jordan pun segera menghampiri, Andy dan Sayoko yang berjalan menuju ke arahnya. Sayoko, sedikit terkejut dengan betapa antusiasnya Jordan.


Kemudian, Sayoko melepas Anjing putih tersebut. Jordan memandang Anjing putih, begitupun sebaliknya. Mereka saling memandang, kemudian Jordan bertindak mengajak Anjing Putih menuju ke Rumahnya.


Anjing Putih mengangguk setuju, keduanya berjalan bersama menuju ke Rumah Jordan, para Kucing mengejek pasangan Anjing baru.


“Cie Cie, dapat Pasangan baru nih.” Ucap Zen, sedangkan Andy yang mendengar suara Zen dia menahan tawanya, namun berbeda dengan Sayoko, dia hanya mendengar suara Zen.


Meong Meong.


Lalu, Sayoko dan Andy masuk ke dalam Rumah. Mereka berdua di sambut oleh kelima orang yang sedang duduk di kursi makan.


“Kalian, berdua segera duduk dan kita mulai makan.” Ucap Amy, sedangkan Andy melihat mereka dengan senang. Begitupun Sayoko, lalu keduanya duduk di kursi masing-masing.


“Yah, kita hanya makan kecil di Restoran tadi, jadi kurang kenyang.” Ucap Andy, sedangkan Yui, Yuka, Sasha, dan Sayoko mengangguk, membenarkan ucapan Andy.


“Ittadakimasu.” Ucap mereka bersama, kemudian memuaskan perut mereka yang belum penuh, atau bisa dibilang belum kenyang.


Tak lama kemudian, mereka selesai makan. Andy, Yui, Yuka, Sayoko, dan Sasha pergi ke atas menuju ke kamar masing-masing. Andy, mengambil Baju santainya dan keluar.


Andy, berjalan menuju ke kamar mandinya. Lalu, masuk dan mandi. Kemudian, dia kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


“Huff, semoga saja, Nanami ada di rumah. Jadi lebih mudah untuk mengembalikan Mobil.” Ucap Andy, kemudian keluar kamar dan turun ke bawah.


“Bu, aku akan keluar sebentar. Mau mengembalikan Mobil milik Tante Nanami.” Ucap Andy, sedangkan Lilia, memandang ke arah Putranya, lalu mengangguk.


“Segera, pulang jangan melakukan apapun. Yah, walaupun kau kuperingatkan juga percuma.” Ucap Lilia, sudah tahu sifat putranya, yaitu ‘Binatang Buas.’


“Baiklah.” Ucap Andy, kemudian keluar dari Rumah dan menuju ke Mobil milik Nanami. Andy pun masuk, kemudian menyalakan dan melaju menuju ke Rumah Nanami.


Nanami, pun membuka pintu Rumahnya. Lalu, melihat Andy yang turun dari mobil tersebut. Kemudian melihat, Andy berjalan menuju ke arahnya.


“Oh, kita akhirnya bertemu kembali, Tante.” Ucap Andy, sedangkan Nanami, tersenyum senang. Lalu memeluknya. Andy sedikit terkejut dengan perilaku Nanami.


“Kau tahu, aku merindukanmu.” Ucap Nanami, sedangkan Andy menepuk punggung Nanami. Kemudian, mereka melepaskan pelukannya dan berciuman singkat.


Cup.


Selesai berciuman, Nanami mundur beberapa langkah. Lalu memandang ke arah Andy, begitupun Andy juga memandang ke arah Nanami. Lalu, Nanami sadar bahwa mereka masih di luar, Nanami pun mempersilahkan Andy masuk.


“Baiklah, ayo kita masuk, Andy.” Ucap Nanami, sedangkan Andy, dia langsung masuk mengikuti Nanami.


“Duduklah disini, akan kubuatkan Minuman.” Ucap Nanami, kemudian berjalan menuju ke Dapur untuk menyiapkan minuman. Sedangkan, Andy duduk di Sofa ruang tamu.


“Baik, maaf merepotkanmu.” Ucap Andy, sedangkan Nanami hanya tersenyum dan menjawab dengan ringan.


“Tak apa, tidak merepotkan kok.” Ucap Nanami, kemudian pergi menuju ke dapur. Andy, hanya memandangi Rumah tersebut. Lalu, sebuah suara.yang memanggilnya, terdengar.


“Kak Andy.” Teriak suara Anak kecil. Andy, pun menoleh ke arah suara tersebut, lalu dia mendapati anak kecil yang semangat turun ke bawah, anak kecil tersebut yang tak lain adalah Ren.


“Oh, Ren. Kau belum tidur?.” Ucap Andy, sambil tersenyum. Sedangkan Ren, mendengar hal tersebut, wajahnya cemberut.


“Ini baru Jam 19.21. Belum waktunya aku tidur.” Ucap Ren, sedangkan Andy tertawa mendengar jawaban dari Ren.


“Hahahaha, lalu jam berapa biasanya, Anak kecil tidur?.” Ucap Andy, sedangkan Ren berfikir lalu menjawab sambil tersenyum.


“Itu, jam 20.45. Itu adalah jam tidur untuk Anak kecil.” Ucap Ren, sedangkan Andy tersenyum mendengar jawaban Ren.


“Oh, apakah Ibumu tidak marah, jika kamu tidur jam segitu?.” Ucap Andy, sebelum Ren menjawab, Nanami memotong ucapan Ren.


“Ren, bukankah kau harusnya belajar. Lalu, tidur.” Ucap Nanami, sambil meletakkan minuman di depan Andy. Sedangkan Ren, cemberut mendengar tuturan Ibunya.


“Aku sudah selesai belajarnya, Bu. Sekarang waktunya bersantai.” Ucap Ren, lalu terlihat Nanami memandang ke arah Ren sambil tersenyum manis.


“Apa, bersantai Ren?.” Ucap Nanami, sedangkan Ren yang melihat itu, merasa takut dengan senyuman Ibunya. Lalu, menggaruk kepala belakangnya.


“Ah, sepertinya aku baru ingat ada tugas. Jadi, aku akan kembali ke atas terlebih dahulu. Kak Andy, aku pergi dulu.” Ucap Ren, kemudian berlari menuju ke kamarnya.


Andy, melihat itu terkekeh lucu, melihat hal tersebut. Lalu, Andy melihat Nanami menghela nafasnya, sedangkan Andy yang melihat itu mengerutkan keningnya, dan bertanya.


“Ada apa?. Apakah ada yang salah?.” Ucap Andy, kemudian Nanami yang menundukkan kepalanya, menatap ke arah Andy, dan menggelengkan kepalanya.


“Kenapa, kamu tidak jujur, kepadaku?.” Ucap Andy, penasaran dengan masalah yang dihadapi oleh Nanami. Sedangkan, Nanami yang melihat keras kepalanya Andy, hanya bisa menyerah dan memberitahunya.


“Perusahaan ku ditekan, lalu banyak para investor menarik dana mereka. Sekarang, mungkin Perusahaan ku berada di ambang bangkrut. Aku bingung harus bagaimana?.” Ucap Nanami, tertunduk lesu.


“Oh, masalah Perusahaan. Memang, kenapa bisa kau ditekan?.” Ucap Andy, lalu Nanami menjelaskan kembali.


“Waktu itu, aku disuruh tunduk kepada Perusahaan milik Mafia Ular. Namun, aku menolaknya. Kau tahukan, bukan hanya tunduk saja, namun aku disuruh menghibur mereka, dengan bermain bersama semua orang Perusahaan mereka.” Ucap Nanami, merasa tertekan.


Andy tersenyum, kemudian berdiri dan duduk di dekat Nanami, kemudian menyandarkan kepalanya ke bahunya. Andy juga mencium keningnya, setelah itu berkata.


“Tenang saja, pasti akan segera selesai.” Ucap Andy, menenangkan Nanami. Sedangkan, Nanami merasakan kehangatan di hatinya. Dia tidak pernah mendapatkan kehangatan seperti ini, setelah Suaminya meninggalkannya.


Nanami tidak menjawab, melainkan dia langsung duduk di pangkuan Andy, dan membenamkan wajahnya ke Dada Andy, dia memeluknya sambil terisak-isak menangis.


‘Dia, mengalami tekanan yang begitu berat. Serta tidak ada yang membantunya untuk meringankan bebannya, dia hanya punya satu penyemangat yaitu Putranya sendiri. Kau memang Wanita kuat, Nanami.’ Batin Andy, sambil mengelus punggung Nanami, agar tenang.


Andy, mengetahui apa yang menjadi suasana berat dari Nanami. Dia sudah merasakan suasana tersebut saat, Nanami memeluknya di depan rumah.


Lalu, Andy melihat bahwa Nanami tertidur di pelukannya. Andy, hanya terdiam sambil tersenyum, kemudian, mengangkat Nanami dengan gaya Putri.


Andy pun membawa Nanami menuju ke kamarnya. Sesampai di Kamar Nanami, Andy menaruh Nanami di Kasurnya. Andy, kemudian mencium kening Nanami, dan berkata.


“Malam ini, akan kuselesaikan masalahmu.” Ucap Andy, kemudian berjalan keluar dari Kamar Nanami. Saat di luar, Ren datang menghampirinya.


“Kak, apakah Ibu tidur?.” Ucap Ren, khawatir dengan keadaan Ibunya. Andy, merasa Ren adalah anak yang baik. Andy, menjawab dengan anggukan.


“Itu benar.” Ucap Andy, kemudian saat akan pergi Ren memegang tangan Andy, sedangkan Andy yang tangannya dipegang, dia melihat ke arah Ren. Kemudian, Ren berkata.


“Kak, bisakah kamu membantu Ibuku. Akhir-akhir ini dia seperti depresi terus. Bisakah, kakak membantunya?.” Ucap Ren dengan wajah memohon. Sedangkan Andy, tersenyum dan mengangguk.


“Tenang, akan kubantu Ibumu. Besok kau akan melihat Ibumu yang ceria kembali.” Ucap Andy, sedangkan Ren, yang mendengar itu seketika menjadi senang, sebelum dia berterima kasih, Andy mendahului.


“Saat, aku keluar. Tutup dan kunci pintunya, lalu segera tidur.” Ucap Andy, sedangkan Ren mengangguk. Mereka lalu turun ke bawah. Ren pun mengungkapkan terima kasih.


“Terimakasih, Kak. Telah membantu Ibuku.” Ucap Ren, sedangkan Andy menatap ke arah Ren dan mengacak rambutnya.


“Kau jangan khawatir, Kakak akan membantu Ibumu. Baiklah, aku akan pergi, jangan lupa tutup dan kunci Rumah.” Ucap Andy, berbalik dan pergi keluar Rumah.


“Baik, Kak.” Ucap Ren, kemudian setelah melihat Andy membawa Mobil Ibunya kembali. Ren menutup pintu dan menguncinya.


Andy, memasuki Mobil Nanami kembali. Dia lupa tujuannya untuk mengembalikan Mobil tersebut. Namun, dia tidak peduli. Karena, sekarang ada yang berani mengusik orangnya.


Andy, diselimuti oleh Amarah, namun dia tetap tenang karena Keterampilan Seni bela diri Kuno nya, membuat dirinya tenang, walaupun amarah menyelimuti.


“Sarah, tunjukkan Lokasi Mafia Ular, yang mengancam Nanami.”


[Informasi Lokasi : 3000 Yen.]


[Lokasi, Cabang Mafia Ular sudah di dapat.]


[Silahkan ikuti tanda panah di depan.]


Andy, kemudian menyalakan Mobil dan melajukan mobil mengikuti arah panah yang berada di depannya tersebut, lalu berkata.


“Tunggulah, kehancuran mu Mafia Ular.”


[To be Continued.]


Info : Maaf telat Up.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.