Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 132


[Chapter 132.]


[Pulang.]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto yang sudah keluar dari tempat persembunyian Aron, dia merentangkan tangannya ke atas.


Kemudian, melesat pergi menuju ke penginapan Asami. Dia melesat dengan cepat, namun dia berhenti di atas pohon.


Ryuto memandang ke arah timur, dia benar-benar merasa terpesona dengan keindahan tersebut.


“Sungguh indah,” ucap Ryuto, dia melihat Kota Kyoto yang disinari oleh sebuah matahari yang perlahan naik.


Ryuto melihat hal tersebut, sampai matahari sudah nampak sepenuhnya. Kemudian, dia mulai melesat kembali ke penginapan Asami.


Tiba di depan penginapan, Ryuto masuk ke dalam Penginapan, lalu dia melihat Youma dan Youka saling berpelukan.


Ryuto tersenyum dan berjalan ke arah mereka berdua. Keduanya menyadari kalau Ryuto mendekat, mereka saling melepaskan pelukan dan menatap ke arah Ryuto dengan gembira.


“Papa,” ucap mereka berdua. Kemudian, mereka berlari menuju ke Ryuto. Melihat keduanya berlari, Ryuto jongkok dan melebarkan kedua tangannya.


Youka dan Youma langsung memeluk Ryuto, begitu juga Ryuto. Dia beruntung bahwa di tengah jalan sudah membersihkan diri.


Ryuto memeluk mereka dengan senang. Dia benar-benar suka dengan anak-anak, baik itu laki-laki ataupun perempuan.


Ryuto mencium kening keduanya, lalu dia berkata.


“Bagaimana kalau kita menemui, Mama?” ucap Ryuto, keduanya mengangguk. Mereka tadi sudah pergi ke kamar Asami dan Ryuto.


Namun, mereka tidak menemukan Asami, Aoi, Nanami, dan Ryuto. Jadi, mereka berencana keluar dan mencari keempatnya.


“Baiklah,” ucap Ryuto, kemudian melihat sekitar. Tidak ada seorang pun, lalu Ryuto berkata “masuk,”


Kemudian, mereka bertiga menghilang dari tempat tersebut.


Lalu, mereka muncul di sebuah padang rumput, Youma dan Youka terkejut dan terpana dengan padang rumput tersebut.


“Indah,” ucap mereka berdua tanpa sadar, kemudian mereka menatap ke arah Ryuto, lalu Youka bertanya dengan tatapan memohon.


“Papa, bolehkah aku bermain kesana?” ucap Youka, menunjuk ke arah padang rumput di sisi lain, Ryuto mengangguk.


“Ya, pergilah,” ucap Ryuto, kemudian mereka berdua tersenyum cerah dan segera berlarian di padang rumput.


Kemudian, Ryuto menatap ke arah 3 Istrinya yang sedang berdiri tepat di belakangnya.


“Kalian, akhirnya sudah bangun. Sebentar, aku akan buatkan danau untuk kalian mandi,” ucap Ryuto, ketiganya mengangguk.


Mereka bertiga diam, karena mereka ingin mandi dan butuh penjelasan dari Ryuto.


‘Sistem, berapa poin yang kumiliki?’


[230.000.]


‘Belikan danau, yang sempat kau tawarkan,'


[Membeli selesai.]


Seketika, muncul danau bersih di sisi rumput lain, ketiga Wanita yang melihat itu, segera berlari ke sana dan mulai membersihkan diri.


Youka dan Youma yang bermain di padang rumput, mereka melihat danau muncul tiba-tiba, membuat keduanya berbinar-binar.


“Youma, ayo kita ke danau,” ucap Youka, sementara Youma menjawab dengan senang.


“Iya,” ucap Youma, lalu mereka berdua mendekat ke arah danau dan bermain di danau tersebut.


Mereka berdua, melihat 3 Mama mereka di sisi danau lain. Tanpa berfikir panjang, mereka segera berlari ke arah 3 Mama mereka.


“Mama,” teriak kedua anak tersebut. Asami, Aoi, Nanami mendengar suara tersebut, lalu mereka menoleh dan terkejut.


Mereka melihat Youma dan Youka berlari ke arah mereka. Asami yang terkejut segera tersadar dan berkata.


“Youka, Youma,” ucap Asami, lalu dia memeluk kedua anak tersebut yang sudah tiba di depannya.


“Mama, kami mencarimu dan Papa membawa kami kesini,” ucap Youka, sementara Youma mengangguk benar.


Lalu, mereka berlima pun akhirnya mandi bersama, sedangkan Ryuto hanya memandang sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai mandi, namun ketiga Wanita membersihkan pakaian mereka sekalian.


Menggunakan energi, membuat pakaian mereka segera kering. Lalu, mereka memakai kembali pakaian mereka.


Setelah itu, mereka berlima berjalan ke arah Ryuto yang berbaring memejamkan matanya. Aoi yang sudah di dekat Ryuto, berkata.


Lalu, mereka ingat saat Ryuto membuat mereka pingsan, bangun dan mulai melakukan permainan, kemudian pingsan.


“Dunia milikku,” ucap Ryuto, ketiga Wanita tersebut sedikit terkejut dan Asami bertanya.


“Maksudnya?” ucap Asami, kemudian Ryuto duduk dan berkata sambil tersenyum.


“Yah, ini adalah Dunia milikku. Disini 1 hari sama dengan 1 menit di Dunia nyata,” ucap Ryuto, ketiganya akhirnya paham.


“Lalu, bagaimana dengan Aron?” ucap Asami, yang membuat Ryuto tersenyum. Lalu, Ryuto berkata dengan santai.


“Dia menghilang dari dunia,” ucap Ryuto, dia tidak ingin memberitahu mereka bahwa, Ryuto menyiksanya lalu terbunuh sendiri, karena disini ada 2 anak kecil.


Mereka bertiga mengangguk mengerti, disini ada 2 anak kecil. Mana mungkin, Ryuto bilang menyiksa ataupun membunuh.


“Baiklah, Asami dan Youka, Youma. Kalian akan pindah ke Tokyo, bersama kami?” ucap Ryuto.


“Baik,” ucap Asami, dia benar-benar menurut dengan Ryuto, karena dia sudah menganggap Ryuto sebagai Suami yang baik.


Serta, sebagai Rubah Penggoda, hanya Ryuto saja yang bisa memuaskannya. Mantan Suaminya saja, hanya 10 menit sudah lelah.


“Baiklah, ayo kita kembali,” ucap Ryuto, kemudian memegang ke 5 orang tersebut. Lalu, menghilang dari tempat.


Mereka berenam muncul di penginapan, lebih tepatnya kamar Ryuto. Kemudian, Ryuto memandang ke arah Aoi, Nanami, dan Asami.


“Kalian bersiaplah, serta Asami. Tetap jalankan saja, aku sudah memberikan tanda disini, sehingga kamu bisa kembali,” ucap Ryuto.


Dia akhirnya paham, bagaimana kerja masuk keluarnya Dunia Jiwa. Dia saat di Dunia jiwa sudah bertanya ke Sistem.


[Dunia jiwa, ada tiga cara untuk masuk.]


[Pertama, melalui pemilik sendiri.]


[Kedua, cincin nikah.]


[Ketiga, Tanda yang akan tinggalkan pemilik.]


[Pemilik bisa meninggalkan tanda, agar orang terdekat Pemilik bisa masuk dan keluar sesuai tanda yang sudah ditentukan oleh Pemilik.]


‘Aku tidak menyangka, dengan begini. Aku bisa melatih mereka, beserta bermain lama,' batin Ryuto.


Lalu, Ryuto menatap ke arah Youma dan Youka, kemudian dia berkata dengan lembut.


“Youma, Youka. Kalian akan memiliki teman disana, serta disana ada anak dari Mama Nanami,” ucap Ryuto.


Mata keduanya cerah, mereka sangat senang mendapatkan teman baru.


Ryuto, Youka, dan Youma berjalan keluar dari penginapan, menunggu ketiga Wanita selesai berkemas-kemas.


Tak lama kemudian, ketiga Wanita sudah selesai berkemas. Lalu, mereka keluar dan bertemu dengan Ryuto.


“Baiklah, ayo pergi ke Stasiun,” ucap Ryuto, kemudian mereka berenam berjalan ke arah Stasiun yang jaraknya cukup dekat dengan tempat mereka.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di Stasiun dan menunggu kereta yang menuju ke Tokyo.


Mereka berenam juga membeli bento di toko terdekat, karena mereka belum makan, sejak pagi.


Kereta menuju ke Tokyo tiba, mereka berenam masuk ke dalam dan pergi ke Vip. Lalu, mereka duduk di kursi.


Asami, Aoi, dan Nanami satu baris, sementara Ryuto bersama Youka dan Youma.


Tak lama kemudian, kereta pun bergerak beriringan dengan suara notifikasi sistem.


[Misi dipicu.]


[Bunuh Spiritual jahat.]


[Lokasi : Tokyo, Stasiun lama.]


[Hadiah : 10.000 Poin + 5 pemimpin pasukan memiliki Roh baru.]


[Hukuman : pengguna akan tertidur 50 tahun + sistem pergi.]


[Durasi : 30 Hari.]


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.