
[Chapter 66.]
[Sebelum Masuk ke Panggung.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy, Sayoko, dan Yui dalam perjalanan menuju ke tempat Kompetisi di adakan. Sayoko dan Yui selalu berada di belakang.
“Andy, apa yang akan ku mainkan nanti?.” Ucap Sayoko penasaran, sedangkan Yui juga penasaran. Andy yang mendengar itu hanya tersenyum dan menjawab.
“Rahasia.” Ucap Andy dengan senyum misteriusnya. Sayoko dan Yui cemberut, mendengar ucapan dari Andy. Kemudian, mereka bertanya.
“Apakah kamu yakin, bisa dapat Juara pertama?.” Ucap Yui, lalu Andy menjawab dengan ringan diikuti dengan anggukan.
“Pasti bisa, lagu ini sangat populer.” Ucap Andy, membuat keduanya terkejut. Sayoko dan Yui sangat penasaran, dengan lagu yang akan di mainkan oleh Andy.
“Baiklah, aku percaya kepadamu.” Ucap Yui, lalu menatap ke arah luar jendela, bangunan-bangunan Kota yang membuat Yui merasa kagum.
“Aku benar-benar tidak bisa tidak kagum, ketika melihat pemandangan luar.” Ucap Yui, sedangkan Sayoko menjawab.
“Kau benar, apalagi ada bunga sakura yang berterbangan menambah kesan bagus.” Ucap Sayoko, ikut memandang ke arah luar.
Sedangkan, Andy sendiri dia menyetir, kemudian terdengar Notifikasi System yang membuat Andy tersenyum senang.
[Misi harian selesai.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 8.641.200.]
[Selamat, Tuan mendapatkan 10 Point Peningkatan.]
[Selamat, Tuan keterampilan Bahasa Jepang siap untuk menaikkan tingkatan.]
[Apakah Tuan, ingin meningkatkan Bahasa Jepang?.]
‘Tingkatkan, Sarah.’
[Meningkatkan Keterampilan Bahasa Jepang dimulai.]
[Peningkatan telah selesai.]
[Selamat, Tuan meningkatkan Bahasa Jepang (Rendah.) Menjadi Tingkat (Menengah.)]
Seketika, Andy menerima banyak informasi, dia lalu memahami Bahasa Jepang, serta Logat yang lebih dalam. Andy tersenyum karena dia percaya bahwa dia bisa berbicara dengan orang Jepang lebih lancar lagi.
[Selamat, Tuan telah menyelesaikan Misi tersembunyi.]
[Misi Tersembunyi.]
[Mendapatkan Keterampilan tingkat Menengah kedua kali.]
[Hadiah : Keterampilan khusus (Tubuh tahan dengan Api.) + Uang 30.000.000 Yen.]
Seketika, Andy merasakan tubuhnya mulai memanas, namun Andy bisa menahannya. Sedangkan, Sayoko dan Yui sedikit bingung, saat Andy membawa Mobil perlahan-lahan.
“Andy, apa yang terjadi?.” Ucap Sayoko khawatir dengan keadaan Andy. Sedangkan Andy, yang sudah selesai merasakan panas tersebut, menjawab.
“Tidak ada, hanya saja kukira ada Kucing yang menyebrang.” Ucap Andy, lalu melajukan kembali dengan cepat, Sayoko dan Yui hanya menghela nafas dan mengangguk.
‘Sarah, buka Status.’
[Status.]
[Nama : Andy Pratama.]
[Umur : 17 tahun.]
[System Level : 3 (97.731.200 / 100.000.000)]
[10 Detik : 100 Yen.]
[Kekuatan : 130.]
[Kecepatan : 130.]
[Kecerdasan : 70.]
[Energi : 100]
[Poin Peningkat : 20.]
[Uang : 19.991.000 Yen]
[Keterampilan (-)
- Bela diri Kuno (980/1000) (Level Rendah.)
- Kemampuan Vokal Musik (90/100)
- Bahasa Jepang (11/100.000) (Level : Menengah.)
- Bela diri Kungfu (97/100)
- Olahraga : Bola Basket (60/100)
- Medis Kuno (80/100)
- Medis Modern (Max) (Level : Tinggi)
- Mengemudi (90/100)
- Menembak (0/100)
- Supranatural (60/100)
- Programmer (0/100)
]
- Mata Tubuh (Aktif)
- Kamuflase (Aktif)
- Penyerapan Energi Roh (80/100)
- Tahan Api (0/100)
]
[Saham (-)
- Restoran Akashi (100%)
- Bar Flower (100%)
]
“Hmmm, lumayan lah.” Ucap Andy pelan. Kemudian, mereka tiba di tempat Kompetisi Musik tersebut. Andy memarkirkan Mobilnya di tempat parkir.
Selesai memarkir. Andy, Sayoko, dan Yui keluar dari Mobil. Mereka berjalan menuju ke arah pintu, banyak yang memandang mereka bertiga dengan tatapan terpana.
“Dia tampan, apalagi dua Perempuan itu sungguh sangat cantik.” Ucap orang yang akan masuk ke dalam tempat Kompetisi tersebut.
Banyak bisikan heboh di luar tersebut. Sedangkan Andy, Sayoko, dan Yui hanya biasa saja. Mereka lalu pergi ke Panitia pelaksana Kompetisi tersebut.
“Untuk yang berpartisipasi Kompetisi, harus pergi kemana kah?.” Ucap Andy, kemudian Panitia tersebut mengarahkan ke arah belakangnya.
“Lurus saja, kak. Nanti sampai di belakang panggung. Disana adalah Ruang tunggu bagi Peserta Kompetisi. Namun, sebelum pergi ke sana, apakah ada yang bisa kami verifikasi agar menunjukkan bahwa, Kakaknya adalah Peserta?.” Ucap Panitia tersebut.
Lalu, Sayoko menunjukkan sebuah kartu beserta Nomor urut. Panitia pun mengangguk lalu mepersilahkan Andy, Yui, dan Sayoko untuk pergi ke tempat tunggu.
Sesampai di tempat tersebut, Andy duduk bersama Yui dan Sayoko. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa acara Kompetisi ini begitu sangat besar.
“Ini sepertinya bukan Kompetisi Musik biasa, Sayoko?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko mengangguk lalu menjawab.
“Ada 3 Juri yang hadir. Karena 2 Juri adalah orang yang terkenal. Maka dari itu Acara ini begitu besar.” Ucap Sayoko, lalu Andy tersenyum dan menjawab.
“Ohh, siapakah itu?.” Ucap Andy, kemudian Sayoko mengambil Brosur yang berada di dekatnya, lalu menunjukkan foto seorang Laki-laki dan Wanita.
“Masayoshi Yamazaki, pencipta lagu romantis dan sedih, One more Chance One more Time.” Ucap Sayoko, Kemudian Sayoko menunjuk ke arah seorang Wanita di Brosur, Andy tersenyum dan Sayoko berkata.
“Kiyoe Yoshioka, penyanyi asal Ikimono Gakari.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy mengangguk paham. Lalu bertanya.
“Kedua Juri yang benar-benar hebat dalam hal bernyanyi. Kapan aku akan maju ke dalam panggung?.” Ucap Andy, lalu Sayoko tersenyum dan menjawab.
“Ke 30, Nomor terakhir.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy menundukkan kepalanya, lalu berkata.
“Hmm, 30 orang saja?. Kukira sampai 90 an lebih.” Ucap Andy, sambil memegang dagunya. Sedangkan, Sayoko menjawab.
“Karena, Jurinya kedua orang terkenal. Pastinya untuk menang susah.” Ucap Sayoko, akhirnya Andy paham penyebabnya.
“Oh begitu, serta sudah dimulai acaranya.” Ucap Andy, kemudian terdengar MC yang memberi sambutan, begitu juga Juri. Lalu, memanggil Kontestan pertama.
Andy, Yui, dan Sayoko mendengarkan seluruh Musik, mulai dari Orange, Blue Bird, dan masih banyak lagi. Pemilihan lagunya bagus, namun suara mereka tidak sesuai atau kurang pas dalam bernyanyi.
Andy sendiri bisa mengetahuinya, walaupun penonton benar-benar suka dengan musik tersebut, namun bagi Andy itu masih buruk, kurang sesuai dan banyak lagi.
Lalu, tibalah Kontestan ke 29. Andy sedikit terkejut, bahwa ternyata sudah Kontestan ke 29. Lalu, memandang ke arah Sayoko dan Yui.
“Cepat sekali, memang sudah berapa jam?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko menjawab tanpa menatap Andy.
“Hah, ini sudah 2 Jam loh. Kamu, yang dari tadi fokus mendengarkan lagu-lagu para Kontestan. Jadinya tidak tahu dengan jam.” Ucap Sayoko, lalu Andy mengangguk dan tersenyum canggung. Kemudian, terdengar suara dari dekat panggung.
“Kontestan ke 30, bersiaplah untuk tampil.” Ucap suara tersebut yang tak lain Panitia yang bertugas memberitahu Kontestan. Andy kemudian berdiri dan berjalan ke arah Panitia tersebut.
“Semangat Andy.” Ucap Sayoko dan Yui. Sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk, lalu Panitia berkata.
“Kamu bisa mengambil salah satu alat musik disana, jika kamu butuh alat musik.” Ucap Panitia dengan ramah, Andy mengangguk lalu mengambil sebuah Gitar.
‘Sarah, belikan aku Keterampilan Bermain Alat Musik : Gitar tingkat Rendah, lalu tingkatkan ke Menengah.’
[Sudah selesai.]
[Selamat, Tuan membeli Keterampilan Bermain Alat Musik : Gitar (Rendah.).]
[Meningkatkan, Keterampilan Bermain Alat Musik : Gitar (Rendah.) Menuju (Menengah.)]
[Peningkatan selesai.]
Lalu, Andy mencoba bernyanyi sebentar, lalu muncul Notifikasi System yang membuar Andy tersenyum lalu berkata.
“Tingkarkan ke tingkat menengah.”
[Selamat, Tuan Keterampilan Vokal Naik ke tingkat (Rendah).]
[Selamat, Tuan Keterampilan Vokal Naik ke tingkat (Menengah.]
[Selamat, Tuan Level System sudah bisa di Tingkatkan.]
Lalu, Andy menerima banyak informasi tentang musik dan bermain gitar, lalu Andy merasa tenggorakannya seperti panas, namun itu sebentar.
“Kontestan ke 30, Silahkan masuk ke Panggung.” Ucap Panitia tersebut, Andy pun mengangguk lalu berjalan masuk ke panggung.
“Marilah, kita sambut Kontestan ke 30, Andy.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.