
[Chapter 275.]
[Perang akhir 3.]
[Silahkan Dibaca.]
Ruang Dimensi Portal.
Ryuto dan Cohza menatap ke arah sekitar empat miliar monster. Mereka kemudian merasakan sepuluh orang masuk ke dalam portal.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Ryuto mengetahui bahwa itu adalah kesepuluh istrinya. Dia tersenyum dan berkata dengan ringan. “Sepertinya mereka semua sudah siap untuk melakukan perang.”
Ryuto kemudian menghentakkan kakinya. Membuat dua pintu besar yang terbuka bergerak kembali menutup.
Boom Boom.
“Dengan begini kita bisa mengamuk sesuka hati kita.” Ryuto berkata dengan ringan dan menatap ke arah monster yang sudah berada di depannya.
Wushhhhh.
Ryuto mengeraskan tangannya, dia melesat terlebih dahulu ke arah monster tersebut. Kemudian melayangkan pukulan yang sangat kuat.
Booooommmmm.
Monster tingkat enam tersebut terhempas terbang menuju ke arah belakang. Ryuto tidak tinggal, dia menghancurkan berbagai monster di bawahnya.
Kesepuluh istrinya juga melesat maju, mereka mulai berpesta, lebih tepatnya menari dalam medan perang.
Cohza melihat hal itu menyeringai, dia juga melesat menuju ke depan. Dia membunuh berbagai macam monster tingkat lima bahkan tingkat enam.
***
Di luar portal.
Gerbang menutup dengan sendirinya, seluruh orang terkejut akan hal itu. Namun, bagi kelima pemimpin pasukan tersenyum dan membantai monster yang berada di luar terlebih dahulu.
“Bunuh semuanya dan masuk ke dalam!” Zero mengeluarkan perintah dengan keras. Para pasukan kurokami menyeringai dan menjadi lebih semangat.
“Oooooo.” Teriakan pasukan kurokami benar-benar mengguncang pulau, aura mereka terlihat meluap-luap bahkan murid Shi Tae gemetar ketakutan melihat hal itu.
Shi Tae menatap dengan senyum tipisnya, kemudian berpikir, “Benar-benar pasukan yang sangat setia dan bermartabat.”
Shi Tae menatap ke arah seluruh muridnya, dia menggelengkan kepalanya ketika melihat para muridnya hanya tersisa dua puluh orang saja.
“Sepertinya mereka belum siap untuk melawan para monster nantinya.” Shi Tae berkata dengan pelan, dia benar-benar merasa bahwa sia-sia membawa muridnya.
Shi Tae kemudian menatap ke arah gerbang yang sudah tertutup. Dia ingin naik ke alam menengah, akan tetapi muridnya belum kuat.
“Seluruh murid perguruan Shi, dengarkan perintahku!” Shi Tae berkata dengan keras. Seluruh murid Perguruan Shi menatap ke arah gurunya tersebut.
“Kembalilah dan kembangkan Perguruan Shi. Ini adalah perintah terakhir dariku!” Shi Tae benar-benar sudah tahu kapan dirinya akan menyerah.
Seluruh murid terkejut, apa maksud dari perintah terakhir? Mereka bertanya-tanya apa maksud dari gurunya tersebut.
“Guru, apa maksud perintah terakhir?”
“Jangan bilang... Guru...”
“Guru, kita harus ke Alam Menengah? Itu janji kita bukan?”
Shi Tae tersenyum dan menatap ke arah para monster yang mengarah ke dirinya dan para muridnya.
“Setiap daun akan mati menggantikan daun yang baru. Biarkan orang tua ini beristirahat dengan tenang, kalianlah yang akan bersinar nantinya.”
Shi Tae mengungkapkan isi hatinya. Pakaian dia lepas dan bergelantungan di pinggangnya. Kemudian, ia memejamkan matanya.
Kobaran api dalam dirinya yang kecil perlahan-lahan membesar, berbagai energi masuk ke dalam tubuhnya.
Fisik yang kurus tinggal tulang, sekarang perlahan-lahan mengembang dan berbagai otot-otot mulai membesar. Hawa panas seketika menyebar dari seluruh tubuh kakek Shi tersebut.
Para muridnya terkejut, dia tahu bahwa gurunya mengakhiri hidupnya. Hanya satu agar mengenang guru nantinya.
Para murid perlahan-lahan mundur ke belakang, mereka menunduk dengan ekspresi sedih di wajahnya. Dari banyak murid, ikatan yang paling dalam hanya pada dua puluh murid tersebut.
Shi Tae menatap ke arah monster dan mulai melesat dengan sangat cepat. Siluet naga timur berwarna biru terlihat. Tanah yang dilalui hancur dan meninggalkan kawah lurus.
Booooooooommmmmmm.
Berbagai monster yang terkena serangan tersebut, benar-benar hancur tanpa sisa. Namun, serangan itu tidak berhenti dan menabrak pintu gerbang akhir.
Boooommmmm.
Serangan Shi Tae akhirnya berhenti. Banyak debu bertebaran di mana-mana. Seluruh orang terkejut akan hal itu, akan tetapi bagi para elit biasa saja. Mereka hanya menunduk menghormati pengorbanan seorang guru.
Shi Tae terlihat parah, tubuhnya terlihat retak. Dia benar-benar sudah tak bernyawa.
Para murid ingin menangkap sosok gurunya tersebut, akan tetapi angin bekas gelombang menyapu tubuh Shi Tae. Hal itu membuat tubuhnya berubah menjadi debu hitam dan menghilang di bawa oleh angin.
Para monster tidak peduli akan hal itu, mereka mengamuk karena gerbang di tutup dan temannya mati banyak.
Zero dan yang lainnya, mulai bergerak lebih serius ketika melihat para monster mengamuk tersebut. Mereka dengan cepat melesat ke masing-masing sisi dan mulai membunuh para monster.
***
Zehard menatap ke arah Shi Tae. Dia sedikit mengeluarkan air matanya, bagaimanapun juga dia dulunya pernah tertawa dan minum bersama.
“Semoga kau tenang di sana, Ayah.” Zehard menatap ke arah dua puluh murid Shi Tae yang tengah kosong dan menangis di tempat. Dia menggelengkan kepalanya dan tidak peduli akan hidup mereka.
“Semuanya, hancurkan dan musnahkan para monster. Kita harus menyusul, ketua!” Zehard berteriak dengan keras, seluruh pasukan miliknya meraung dengan keras.
“Ooooooo.”
***
Di dalam portal.
Ryuto dan yang lainnya mengganas. Mereka benar-benar liar membunuh para monster tersebut, perlahan-lahan monster mulai berkurang banyak.
“Kalian, apakah ingin bermain dengan mereka?” seorang yang duduk di podium atas. Di bawah tempat duduknya ada dua puluh kursi yang memiliki motif sama.
“Aku akan pergi terlebih dahulu, Pemimpin.” Seorang pria yang duduk di kursi yang memiliki angka dua puluh berdiri. Pria yang berada di atas mereka menatap dan mengangguk.
“Pilihlah dan hancurkan musuhmu it---“ belum sempat menyelesaikan kata-katanya, pria yang duduk di singgasana menatap ke arah gerbang yang tertutup tersebut.
Boooooooommmmmm.
Gerbang akhir di hancurkan dengan keras. Pria yang duduk di singgasana benar-benar terkejut akan hal itu, dalam pikirannya, “Bagaimana seorang dari alam bawah dapat menghancurkan gerbang akhir?”
***
Ryuto dan yang lainnya mendengar suara ledakan di belakang mereka. Seluruhnya tersenyum ketika mendengar ledakan tersebut.
“Sepertinya kami belum terlambat untuk mengikuti pesta ini.” Zero masuk ke dalam diikuti oleh empat pemimpin pasukan dan empat elit milik Cohza.
Mereka menatap ke sekeliling dan mengetahui bahwa monster masih banyak. Berbagai pasukan kurokami masuk, begitu juga pasukan Cohza.
***
Pria yang duduk di singgasana, yang tak lain An Shi menatap ke arah gerbang dengan terkejut. Kemudian, dua puluh orang yang duduk di bawah mulai berdiri.
“Pemimpin, sepertinya kita semua harus turun melawan mereka.” Pria yang duduk di kursi satu berkata dengan serius, dia menatap tajam ke arah depan.
An Shi melihat kedua puluh Eksekutif miliknya. Dia kemudian menyeringai dan berkata dengan kejam.
“Ya, bunuh saja mereka dan siksa dengan sadis. Terutama para perempuan itu, mereka pasti istri dari Kurokami.”
Kedua puluh orang tersebut mengangguk dan turun ke bawah dengan keras.
Booooooommmmmm.
***
Ryuto dan yang lainnya menatap ledakan tersebut. Mereka menyipitkan matanya, tapi selanjutnya mereka menyeringai.
“Wah Wah, sepertinya mereka sudah tidak sabar.” Cohza berkata dengan seringai di wajahnya.
Ryuto, Tifa, Evelyn, Shima, Mona, Alsace, Rose, Kasumi, Valeria, Chu Lin, dan Sania mereka bersatu di satu tempat, begitu juga dengan Cohza.
Zero dan kedelapan orang juga mulai menyatu menjadi satu kelompok dengan kelompok Ryuto tersebut.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Zero, Cohza, Zehard, Lion, Kurht, Gin, Rider, Alpha, Simon, dan Eleven berada di depan dengan posisi siap bertarung.
Di belakang mereka adalah istri Ryuto. Para perempuan tersebut hanya tersenyum manis, akan tetapi itu adalah hal yang paling mengerikan bagi siapapun.
Di belakang sendiri adalah Ryuto, dia berdiri di atas kedua puluh orang tersebut, ia menyeringai ketika menatap ke arah An Shi.
“Mari kita mulai pesta terakhirnya.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.