Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 110


[Chapter 110.]


[Menunggu.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari.


Ryuto terbangun, kemudian melihat ke arah sampingnya, dia tersenyum ketika melihat Yuli berbaring sambil memeluknya.


Lalu, tak lama kemudian, Yuli membuka matanya dan menemukan bahwa Ryuto sedang menatapnya. Kemudian, dia sadar bahwa sudah melakukan hal itu.


“Kamu, harus bertanggung jawab.” Ucap Yuli, menatap tajam ke Ryuto. Sedangkan, Ryuto menjawab dengan santai sambil mengeluarkan cincin.


“Itu pasti.” Ucap Ryuto, lalu mengambil tangan kanan dari Yuli, kemudian memasukkan cincin ke jari manis miliknya.


Yuli terkejut dengan hal tersebut, dia tidak berharap bahwa Ryuto memasukkan cincin di tangan kanannya, Yuli memandang ke arah Ryuto dan memeluknya.


“Mohon jaga aku.” Ucap Yuli dengan hati yang sangat bahagia. Sementara, Ryuto dia membalas pelukan tersebut.


Kemudian, mereka saling berciuman. Lalu, melepaskan pelukan dan pergi mandi bersama. Mereka masuk ke kamar mandi, dan melihat Sayoko dan Sasha berada disana.


“Sejak kapan kalian berada disini?.” Ucap Ryuto heran, dia bertanya-tanya bagaimana mereka bisa masuk, bukankah hanya satu pintu masuk.


“Sejak tadi, kami lewat pintu sebelah sana.” Ucap Sayoko, menunjuk ke pintu yang benar-benar seperti tembok. Ryuto tersenyum tak berdaya.


‘Jika seperti itu, aku tidak akan tahu sebelum pergi ke ruang sebelah.’ Batin Ryuto, kemudian dia dan Yuli ikut berendam bersama dengan Sayoko dan Sasha.


“Apakah kamu sudah benar-benar siap, Ryuto?.” Ucap Sasha, sedangkan Ryuto menjawab dengan santai sambil mengangguk.


“Ya, apakah kalian ingin merasakan seperti saat Kompetisi kemarin.” Ucap Ryuto dengan santai. Sedangkan Sasha, dia benar-benar ingat saat kompetisi musik kemarin.


Sasha tersenyum dan mengangguk. Ke empat orang tersebut berendam selama 10 menit, kemudian beranjak keluar dari tempat berendam.


Ryuto dan Yuli, mereka mulai memakai pakaian formal mereka, begitu juga Sayoko dan Sasha. Setelah berpakaian dengan rapi, mereka keluar dari kamar.


Di luar, mereka berjalan ke tempat loby penginapan. Disana mereka sudah ditunggu oleh anggota klub musik sekolah.


“Maaf, membuat kalian menunggu.” Ucap Sayoko, lalu Kaori sebagai ketua Klub musik, dia menjawab sambil tersenyum.


“Tidak apa-apa, Ketua Osis.” Ucap Kaori, kemudian Sasha menatap ke arah para anggota Klub musik, kemudian berkata.


“Baiklah, mari kita pergi pesan bekal saja. Kita makan di jalan nanti.” Ucap Sasha, kemudian berjalan ke arah tempat makan.


“Biarkan, Sasha yang memesan. Jadi, apakah kalian sudah siap?.” Ucap Ryuto, memandang ke arah para anggota Klub musik tersebut.


“Kami siap, Ryuto-san.” Ucap mereka bersama, sementara Kaori mengangguk dengan semangat. Ryuto tersenyum mendengar jawaban mereka.


Tak lama kemudian, Sasha muncul dengan sembilan bekal. Lalu, Sasha membagikan ke masing-masing orang tersebut.


“Ayo kita berangkat.” Ucap Ryuto, kemudian mereka semua berjalan menuju ke tempat kompetisi musik, tepat di depan dari Penginapan tersebut.


***


Mereka sampai di tempat Kompetisi, lalu mereka masuk lewat jalur khusus untuk peserta. Disana terlihat ada Panitia yang berjaga.


“Maaf, bisakah tunjukkan surat pesertanya.” Ucap Panitia tersebut menghentikan rombongan Ryuto, lalu Yuli maju dan memberikan surat peserta.


“Baiklah, silahkan masuk.” Ucap Panitia tersebut, setelah mengecek keaslian surat tersebut. Ke sembilan orang tersebut masuk.


Di dalam tempat peserta terdapat satu Panitia lagi. Kemudian, Panitia tersebut berjalan ke arah rombongan Ryuto tersebut, lalu berkata.


“Peserta dan pembimbing, untuk tempat menunggu dan istirahat di sana, tentukan sesuai nomor yang tertera di surat.” Ucap Panitia tersebut, Ryuto dan rombongannya mengangguk.


Kemudian, mereka berjalan dan mencari ruang untuk mereka bersiap dan menunggu. Mereka sampai di ruang tersebut.


Beberapa menit kemudian, MC mengumumkan bahwa Kompetisi di mulai. Entah kutukan atau apa, Ryuto dan Klub musik sekolahnya, berada di urutan terakhir.


Ryuto berada di Nomor 35, sementara Klub musik sekolahnya berada di urutan 34. Juga seharusnya peserta sampai 120 lebih, namun hanya 35 peserta.


Penyebabnya tetap sama, yaitu jurinya bukan orang biasa. Mereka semua adalah orang-orang musisi terkenal dan melegenda.


Perwakilan dari Grub band Green, One ok Rock, Radwimps, serta kedua Juri yang menilai di kompetisi musik Ryuto kemarin.


Sayoko selalu bilang untuk tenang dan melakukan sebisa mereka, para Anggota Klub musik mengangguk, mereka akan tampil semaksimal mungkin.


Setiap detik, menit, jam mereka menunggu giliran. Banyak lagu yang mereka dengar, entah itu baik atau buruk, semua di dengar oleh ke 9 orang tersebut.


Ryuto selalu menghela nafas mendengarkan suara para peserta, lalu dia melihat ke arah Kaori yang gemetar karena gugup. Ryuto tersenyum dan memegang tangan Kaori.


Sontak Kaori terkejut saat tangannya di pegang oleh Ryuto, namun dia lega melihat siapa yang memegang tangannya. Ryuto yang sudah memegang tangan Kaori, berkata.


“Tenanglah, jangan gugup, aku yakin kamu akan menjadi juara.” Ucap Ryuto, sementara Kaori mengangguk, entah kenapa dengan sentuhan dan ucapan Ryuto, membuat perasaan gugupnya hilang di ganti dengan semangat.


“Aku pasti menang.” Ucap Kaori, semua anggota Klub musik yang mendengar ucapan Kaori, mereka mengangguk dan semangat.


Ryuto senang melihat mereka semangat kembali. Yuli, Sayoko, dan Sasha tersenyum dan mereka benar-benar senang dengan suami mereka, karena sudah menghilangkan kegugupan para anggota Klub musik.


Mereka tenang dan sedikit bersantai, karena waktunya istirahat sebentar. Sedangkan sekarang tinggal 3 peserta. Ryuto hanya meminum dan melihat ke arah Hpnya.


[Zero : Tuan, semuanya sudah siap. Tinggal beberapa kendaraan, namun apa perlu kita memakai kendaraan?.]


[Ryuto : Iya, kita perlu kendaraan. Serta, Gin bagaimana dengan penyelidikan yang ku minta dulu?.]


[Gin : Tuan, seluruh informasi sudah ku berikan kemarin.]


Itu adalah isi dari Hp milik Ryuto, sementara Yuli menatap itu dan mengangguk. Dia tahu, bahwa rumor Pasukan Ryuto akan berperang dengan Yakuza Homaku.


Kenapa bisa, mendapatkan rumor?. Karena Ryuto sengaja menyebar hal tersebut, agar Yakuza Homaku bersiap-siap.


‘Aku tidak bisa menghentikan Ryuto, dia kuat sekarang, tidak seperti dulu.’ Batin Yuli, sementara Sayoko dan Sasha, mereka berdua diam dan menyemangati Ryuto.


Tak lama kemudian, suara Mc membuat anggota Klub musik berdiri. Ryuto menatap ke arah mereka berlima dan berkata.


“Lakukan sebisa kalian, serta semangat.” Ucap Ryuto, kelimanya mengangguk lalu keluar dari ruangan, diikuti dengan Yuli dan Sayoko.


Sementara itu, Sasha mendekat ke arah Ryuto. Lalu, menatap Ryuto dengan senyuman. Kemudian, dia duduk di sebelah Ryuto, dan berkata.


“Apakah aku bisa ikut berperang?.” Ucap Sasha, lalu Ryuto menghentikan mengetiknya dan menatap ke arah Sasha.


“Kau yakin?.” Ucap Ryuto, dia tidak buru-buru menolak. Sedangkan Sasha, dia mengangguk dengan semangat.


“Ya, setelah menerima energi darimu. Kau tahu, aku menembus tingkat yang baru. Jadi perlu, sesuatu untuk mengujinya.” Ucap Sasha dengan semangat.


“Baiklah, nanti malam bersiap-siaplah. Serta, apakah kau sudah pernah membunuh orang.” Ucap Ryuto, sedangkan Sasha mengangguk dan menjawab.


“Sudah berkali-kali, tapi itu dulu, saat aku masih Smp.” Ucap Sasha, sementara Ryuto dia mengangguk.


Kemudian, mereka mendengar suara musik milik Klub musik sekolah mereka dimulai.


[To be continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.