
[Chapter 163.]
[Pembajakan Mall.]
[Silahkan Dibaca.]
Bali.
Ryuto dan para istrinya memakai beberapa mobil, mereka tidak dalam satu mobil. Setiap mobil disetir oleh pasukan Ryuto.
Mereka berjalan bersama menuju ke mall yang besar di Bali, banyak tatapan dari warga ke arah mobil yang di bawa Ryuto.
Tiba di Mall, mereka semua keluar dari Mobil, Ryuto dan para istrinya masuk ke dalam Mall, mereka berjalan bersama-sama.
“Kita beli baju dulu,” ucap Lilia, mereka semua sudah menentukan apa yang akan mereka beli nanti.
Jadi, Ryuto hanya bisa mengikuti mereka saja. Pergi ke toko pakaian, lalu pergi ke toko sepatu, make up, dan lain sebagainya.
(Note : segala perlengkapan para perempuan.)
Selesai membeli beberapa barang, mereka selalu bersembunyi untuk memindahkan barang-barang ke rumah yang berada di Dunia Jiwa.
Beberapa jam kemudian.
Selesai membeli barang, mereka semua pergi menuju ke bioskop untuk menonton film yang baru rilis.
Mereka menonton bersama-sama, Ryuto membeli satu ruang penuh. Dia ingin menonton hanya dengan para istrinya saja.
Ada yang menangis, ada yang tertidur, ada yang tenang menonton film tersebut, mereka menonton dengan berbagai tingkah.
1 jam kemudian.
Mereka selesai menonton film di bioskop, selepas itu, mereka keluar dari ruang, kemudian pergi keluar dari Mall.
Namun, saat mereka akan keluar dari Mall. Suara teriakan di sertai dengan tembakan terdengar.
“Berkumpul di tengah Mall, Mall ini sudah kami bajak, siapapun yang berani melawan, akan kami bunuh,” teriak orang tersebut.
Ryuto menatap ke arah para istrinya, terlihat para istrinya tersenyum senang dengan kejadian tersebut.
“Nah, sayang. Ayo ikut permainan mereka, sepertinya seru,” ucap Erika, kepada Ryuto. Diangguki oleh istri yang lainnya.
“Baiklah,” Ryuto hanya bisa tersenyum, kemudian mereka semua angkat tangan dan berkumpul dengan para sandera lainnya.
“Entah kenapa, adegan ini membuatku semangat, jantungku berdetak dengan kencang,” ucap Anri.
“Kau benar, Anri,” ucap Nina, dia juga merasakan hal sama dengan yang di rasakan Anri.
Lilia, Amy, Yui, Yuka, Angel, Silvia, Sayoko, Sasha, Yuli, Yuna, Miya, Erika, Nina, Rina, Alice, Kaori, Haruna, Iris, Asami, June, Aoi, Anri, Nanami, Aria, Iris, Lisa, Yuuko, Olivia, dan Arisa.
Mereka semua tampak senang dengan adegan pembajakan Mall tersebut, Ryuto hanya menikmati saja.
Kemudian, Ryuto mengalihkan pandangan kepada Maid dan pasukannya. Keenam Maid tenang dan berkumpul bersama dengan para istri Ryuto.
Sementara para pasukan Ryuto, hanya menatap datar ke arah para pembajak tersebut, mereka hanya menganggap remeh para pembajak tersebut.
Ryuto hanya tertawa kecil melihat tingkah para pasukannya, bagaimanapun mereka juga memiliki sifat.
‘Jadi, mari kita tonton adegan ini,' batin Ryuto, menatap ke arah para pembajak yang saling memegang senjata.
Sisi pembajak.
Pembajak tersebut, memiliki ciri-ciri memakai topeng berwarna merah dengan berbagai motif iblis.
“Seluruhnya sudah terkumpul disini,” ucap Pembajak1, kemudian pembajak2 berkata.
“Ya, juga disana ada beberapa perempuan manis, ahhh aku sudah tidak sabar untuk mengikat mereka dan meniduri mereka,” ucap Pembajak2.
“Heh, kau benar, dan juga apa yang akan dilakukan Bos di atas sana?” ucap Pembajak1.
“Dia memerintahkan yang lain untuk memasang Bom di berbagai lantai,” ucap Pembajak2.
“Kemudian, memerintahkan sebagian lainnya untuk mencuri perhiasan dan hal-hal yang bernilai di atas,” lanjut Pembajak2.
“Jadi, kita hanya memantau para sandera,” ucap Pembajak1, kemudian melirik ke arah Yuuko.
“Hai, kau ikut denganku,” ucap Pembajak1, menunjuk Yuuko dengan senjata api miliknya.
“A-aku, b-baiklah,” ucap Yuuko, dia terlihat gugup. Bukan karena dia gugup nyata, melainkan dia berpura-pura.
‘Fufufu~ aku dipilih terlebih dahulu,' batin Yuuko, menatap ke arah para istri Ryuto yang lain.
Mereka saling terhubung dan mengangguk, kemudian seringaian muncul, namun segera menghilang.
Yuuko pun ikut dengan Pembajak1, mereka pergi menuju ke sebuah ruangan tertutup, Ryuto hanya menatap sambil tersenyum.
‘Aihh, aku merasa kasihan kepada orang itu,' batin Ryuto, kemudian menatap ke arah Pembajak2 dengan serius.
Kemudian, dia melirik ke arah Zero, sementara Zero yang dilirik oleh Ryuto, merespon. Kemudian, dia mengangguk.
Zero dan beberapa orang menghilang dari tepat, mereka menggunakan salah satu kemampuan yaitu Stealth.
‘Baiklah, mari kita lihat ekspresi mereka saat terkejut, Bom yang mereka pasang tidak berguna,' batin Ryuto.
Di sisi luar.
Banyak mobil polisi mulai bermunculan satu persatu, bahkan helikopter polisi pun ikut datang.
Pasukan Garuda Indonesia, mulai turun dari Helikopter, mereka mengepung setiap sudut luar Mall.
Kemudian, Pemimpin Pasukan mengeluarkan pengeras suara, lalu dia berteriak dengan keras.
“Harap kalian, para ******* untuk menyerah, dan keluar dari Mall dengan tenang,” ucap Pemimpin tersebut.
Di sisi Ryuto.
Ryuto mendengar suara tersebut, namun dia mengerutkan keningnya saat mendengarkan ucapan dari suara tersebut.
‘Apakah sebegitu Naifnya?’ batin Ryuto, dia pun menggelengkan kepalanya. Kemudian menutup matanya dan merasakan sekitar.
Di sisi Yuuko.
Dia sudah masuk ke dalam ruangan bersama dengan Pembajak1, kemudian ruangan terkunci oleh Pembajak1.
“Lepaskan seluruh pakaian milikmu,” ucap Pembajak1 dengan nada tinggi dan tatapan tajam.
Yuuko pun berpura-pura takut, kemudian melepaskan kancing perlahan-lahan. Namun, saat kancing pertama terlepas, Pembajak1 mulai menjilat bibirnya dan menyeringai mesum.
Saat akan membuka kancing kedua, Yuuko menghilang dan menendang tepat perut samping dari Pembajak1.
Boomm.
Pembajak1 menabrak dinding, membuat sebuah bentuk jaring di dinding. Yuuko, tertawa kecil kemudian berkata.
“Fufufu~, betapa kasihannya kau,” ucap Yuuko, kemudian Pembajak1 menatap ke arah Yuuko.
Segera dia menjadi takut, saat melihat tatapan Yuuko, mata kuning menyala dengan tajam. Pembajak1 benar-benar takut.
Tap tap tap.
“Jangan mendekat, jangan mendekat,” ucap Pembajak1 benar-benar ketakutan. Dia mundur, namun sudah sampai batas dinding.
“Fufu~, aku dengar kau ingin menyiksa kah. Bagaimana kalau aku siksa dengan hebat,” ucap Yuuko, sambil memegang sebuah tali hitam, yang entah darimana dia dapatkan.
Di sisi Ryuto.
Ryuto tersenyum melihat tingkah Yuuko yang siap menyiksa. Kemudian, dia melihat ke arah para istrinya.
Merasakan tatapan Ryuto, mereka juga menatap ke arah Ryuto, mereka tersenyum dan mengangguk.
Sisi pemimpin pembajak.
“Apakah semuanya sudah disiapkan?” ucap Pemimpin pembajak, kemudian Pembajak3 menjawab.
“Sudah semuanya, Tuan,” ucap Pembajak3, kemudian Pemimpin Pembajak menatap ke arah luar.
Banyak kerumunan Polisi dan Pasukan Garuda di luar, Pemimpin Pembajak menyeringai melihat hal tersebut.
“Orang-orang naif,” ucap Pemimpin pembajak, kemudian dia berbalik dan pergi menuju turun ke bawah.
Di sisi Ryuto.
‘Zero dan yang lainnya sudah melaksanakan tugasnya,' batin Ryuto, kemudian dia berdiri.
“Hei, siapa yang mengijinkanmu berdiri,” teriak Pembajak2, mengarahkan senjata api laras panjang miliknya.
“Maaf, aku terlalu lelah untuk duduk, jadi ingin berdiri,” ucap Ryuto, dengan ringan dan santai.
Namun, Pembajak2 dengan berani akan menekan pelatuk senjata miliknya, namun hal selanjutnya membuatnya terkejut.
Ryuto menghilang dari tempat dan muncul di belakang Pembajak2, kemudian dia berkata dengan tenang.
“Waktunya permainan dimulai,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.