Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 98


[Chapter 98.]


[Terkejut.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi pun tiba.


Rumah Ryuto, di ruangan besar. Tertidur satu laki-laki dengan 16 perempuan maupun Wanita. Lalu, mereka terbangun karena sebuah sinar matahari memasuki ruangan mereka.


“Uhh.” Ucap Ryuto, terbangun dari tidurnya. Kemudian duduk dan melihat ke arah kanan dan kiri, dia melihat para istrinya tidur pulas di tempat tidurnya.


“Oh, kemarin mereka benar-benar liar. Tapi, siapa yang mengajari para perempuan untuk liar seperti kemarin malam.” Gumam Ryuto, dia benar-benar terkejut kemarin, begitu liarnya para istrinya.


“Pasti Aoi, Lilia, Amy, dan Miya yang mengajari mereka tentang hal liar kemarin.” Ucap Ryuto, sambil menggelengkan kepalanya. Lalu, dia teringat Aria dan melihat ke arah Aria.


‘Dia juga kemarin sangat liar, apakah pengaruh obat atau memang bawaan dari lahirnya.’ Batin Ryuto kemudian turun dari tempat tidurnya.


Lalu, dia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 08.43. Ryuto sedikit terkejut dan menghela nafas.


‘Lebih baik meliburkan diri saja.’ Batin Ryuto, lalu memakai pakaian olahraga miliknya dan keluar dari kamar miliknya.


Tak lama kemudian, satu persatu para istrinya terbangun dari tidur mereka. Mereka terkejut melihat bahwa hari sudah benar-benar pagi.


“Kita terlambat sekolah.” Ucap Sayoko, sementara Miya melihat ke arah Sayoko, lalu berkata dengan suara tenangnya.


“Tidak perlu khawatir, aku kemarin sudah mengirim surat bahwa kita semua hari ini ijin.” Ucap Miya, sebenarnya dia tidak menulis sama sekali, namun dia adalah kepala sekolah, siapa yang akan menentangnya.


“Kalau begitu, syu-“ ucap Sayoko, namun terpotong oleh sebuah teriakan di sampingnya. Pemilik teriakan tersebut uang yang tak lain ialah Aria.


“Kyaaaa, apa yang terjadi denganku. Serta, ugh kenapa milikku sakit, dan kalian semua bagaimana bisa ada disini?.” Ucap Aria, dia benar-benar bingung dan terkejut.


“Tenanglah, Aria. Kamu berada di rumah kami. Ingatlah kembali, apa yang terjadi denganmu.” Ucap Miya, sementara itu Aria mulai mengingat kembali.


Aria mengingat kejadian awal, dia diculik dan akan diperkosa. Lalu, dia mengingat kembali bahwa Ryuto menyelamatkan dirinya. Kemudian, Ryuto membuatnya pingsan. Setelah itu, dia mengingat kembali bahwa dia langsung menerkam Ryuto dan mulai bermain.


‘Jadi, aku sudah kehilangan keperawananku. Serta, aku melakukan itu pertama kali dengan Ryuto.’ Batin Aria, dia benar-benar memerah malu sambil melihat bercak darah di tempat yang dia tiduri.


“Yah, jadi sekarang Aria menjadi Saudari kita.” Ucap Lilia, memeluk Aria dengan senang. Amy pun juga memeluk Aria, sementara Aoi memainkan gunung Aria dan bagian bawah Aria.


“Uhnn, sebentar, Ahhh.” Ucap Aoi, dia benar-benar tidak sadar mengeluarkan cairan kembali. Para Wanita di istri Ryuto benar-benar senang memainkan istri baru Ryuto tersebut.


Tak lama kemudian, mereka selesai bermain. Lalu, turun dari tempat tidur tersebut, namun saat Miya turun, dia merasa sedikit mual di perutnya.


“Uhh, kenapa ini aku seperti ingin mual.” Ucap Miya, begitu juga Aoi, Amy, Nanami, dan seluruh istri perempuan dari Ryuto.


Kemudian, mereka segera sadar dan melebarkan mata mereka, mereka punya satu pikiran sekarang. Lalu, Sayoko yang masih menahan mualnya berkata.


“Apakah kemarin, Ryuto tidak memakai pengaman saat bermain dengan kita?.” Ucap Sayoko, dia terkejut, lalu Yui menjawab.


“Kemungkinan itu benar, serta kita melihat bukan. Bagian kita tadi pagi mengeluarkan banyak cairan.” Ucap Yui, kemudian Angel menjawab.


“Itu benar, aku baru ingat dengan itu. Serta aku baru merasakannya tadi pagi, banyak cairan keluar dari bagian bawah kita, apakah Ryuto benar-benar memenuhi kita.” Ucap Angel.


Mereka semua sebenarnya senang, tapi bagi yang perempuan mereka bingung apakah harus keluar dari sekolah karena mengalam hal tersebut.


Pintu terbuka, Ryuto masuk ke dalam kamar. Lalu, Ryuto melihat bahwa para istrinya seperti terlihat menahan sesuatu, serta terlihat kurang sehat.


“Apa yang terjadi dengan kalian?.” Ucap Ryuto, seluruh Istrinya memandang ke arah Ryuto dengan rumit dan senyum tak berdaya, mereka lalu menjawab secara bersama.


“Kami hamil Ryuto.” Ucap mereka bersama, termasuk Aria yang belum menjadi istri Ryuto. Sementara itu, Ryuto diam dan membeku di tempat.


Ryuto benar-benar melihat ada sesuatu kehidupan di dalam tubuh para istrinya. Ryuto tercengang dengan hal tersebut.


‘Tunggu, kemarin apakah aku tidak memakai pengaman. Seingatku aku memakainya, serta bukankah tidak mungkin mereka langsung hamil bukan?.’


[Sayang, mereka tidak akan hamil jika hanya sekali diisi, tapi Sayang memenuhi bagian bawah mereka, penuh dengan cairan milikmu.]


‘Aku kemarin mengeluarkan terlalu banyak, tapi bukankah harusnya tidak mungkin hanya penuh saja bisa hamil.’


[Sayang, laki-laki jarang ada yang bisa memenuhi bagian khusus perempuan tersebut, walaupun sedikit pun, itu saja bisa membuat perempuan hamil.]


‘Huff, begitukah.’ Ucap Ryuto dalam hati, kemudian dia menatap ke arah para istrinya dan tersenyum tak berdaya.


“Aku minta maaf, kukira memenuhi bagian kalian tidak akan benar-benar membuat hamil kalian. Tapi, malah sebaliknya. Jadi tenang saja, aku akan merawat kalian sepenuhnya.” Ucap Ryuto, lalu berjalan ke arah Istrinya.


Ryuto kemudian memeluk mereka semua, walaupun tangan Ryuto tidak bisa benar-benar memeluk mereka karena banyaknya orang, namun Ryuto merapatkan mereka, jadi terlihat Ryuto memeluk mereka.


Kemudian, Ryuto melepaskan pelukannya. Para istrinya melingkari Ryuto dan memeluk secara melingkar, mereka tidak peduli bahwa mereka belum memakai apapun.


“Tolong jaga kami, sayang.” Ucap mereka bersama. Mereka benar-benar senang dan bahagia bersama dengan Ryuto.


“Baiklah, ayo kita ke kamar mandi.” Ucap Ryuto, lalu semuanya mengangguk dan mulai mengambil pakaian santai mereka. Kemudian, keluar dengan memakai handuk saja.


Mereka semua berjalan ke arah kamar mandi. Karena itu, rumah mereka jadi tidak masalah apalagi di rumah tidak ada laki-laki kecuali Ryuto.


Sampai di tempat mandi, mereka masuk. Ryuto berjalan ke arah bak dan menyalakan air hangat untuk memenuhi bak mandi. Mereka menunggu, sambil membasuh punggung bersama.


Beberapa menit kemudian, bak mandi penuh. Mereka semua mulai berendam di bak mandi, mereka benar-benar menikmati berendam tersebut.


“Oh, lalu untuk sekolah bagaimana Ryuto?.” Ucap Angel, dia dari tadi terpikirkan tentang hal tersebut terus-menerus.


“Untuk sekolah, tenang saja. Kalian akan keluar dengan alasan bahwa kalian akan pindah.” Ucap Miya, dia menjawab dengan tenang.


“Ya, keluar saja sih dari sekolah. Bukankah kalian semua sudah bisa menguasai tingkat perkuliahan?.” Ucap Ryuto, mereka mengangguk.


Itu benar, para istri Ryuto yang perempuan semuanya pintar setelah berhubungan dengan Ryuto, entah kenapa mereka pintar, mereka sendiri tidak tahu, apalagi Author sendiri.


Selepas mereka mandi, mereka memakai pakaian santai mereka. Lalu, berjalan menuju ke tempat makan. Mereka tidak menyangka bahwa makanan sudah disiapkan di meja.


“Apakah benar ini sudah dari tadi pagi?.” Ucap Ryuto dengan lembut ke arah para Maid, mereka menundukkan kepalanya dan menjawab.


“Itu benar, Tuan.” Ucap mereka mengandung sedikit kesedihan, mereka mengira mereka akan dimarahi. Namun, tanpa disangka ucapan selanjutnya membuat mereka benar-benar terharu dan senang di hati.


“Maaf, kami tidak tahu. Tapi akan kami makan, karena sudah dibuatkan. Terpenting nasi masih hangat, yang lainnya dingin tidak masalah.” Ucap Ryuto tersenyum ke arah mereka.


“Baik, Tuan.” Ucap mereka, lalu para istri Ryuto duduk di kursi makan. Mereka tidak terlalu mempermasalahkan makanan yang dingin.


“Baiklah, mari makan semuanya.”


[To be Continued.]


Info : hari santai sebelum badai.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.