
[chapter 237.]
[Ketahuan.]
[Silahkan Dibaca.]
Pantai Tokyo, terlihat satu pemuda tengah di kelilingi oleh berbagai perempuan. Mereka semua duduk sambil menatap ke arah laut yang menunjukkan tenggelamnya Matahari. Pemuda dan perempuan itu ialah Ryuto dan seluruh keluarganya.
“Indah.. walaupun pernah melihatnya. Namun, pemandangan Matahari terbenam benar-benar indah.” Erika benar-benar terpesona oleh keindahan Matahari terbenam. “Ya, kau benar. Hal ini sangat indah.” Silvia juga terpesona akan pemandangan itu.
Ryuto tersenyum dan tidak berkata apapun, karena dirinya masih menikmati pemandangan tersebut. Para istrinya sendiri saling berbicara satu sama lain, bahkan ke-3 perempuan sebelumnya juga ikut dalam pembicaraan.
Matahari sepenuhnya tenggelam, Ryuto menutup matanya dan merasakan hembusan angin yang berbeda. “Angin laut normal berubah menjadi Angin laut malam.” Ryuto merasa segar kembali, dia memperhatikan sekitarnya.
Terlihat pantai yang sudah sepi, hanya tersisa dirinya dan para istrinya. Para orang-orang di sekitarnya sudah berjalan pergi meninggalkan pantai. “Nah, apakah kita perlu kembali?” tanya Ryuto membuat para istrinya memiringkan kepalanya dengan bingung.
“Maksudnya, sayang?” Aoi bertanya dengan nada bingung dan penasaran. Ryuto yang melihat hal itu tersenyum dan menunjuk ke arah laut. “Coba rasakan dengan persepsi kalian.” Para istrinya penasaran, mereka mengangguk dan mengaktifkan persepsinya.
Sementara itu, ke-3 perempuan bingung. Mereka hanya diam dan memperhatikan Ryuto dan para istrinya. Namun, dalam hati sebenarnya ke-3 perempuan itu ingin juga seperti para Istri Ryuto. Tanpa sadar, mereka menatap Ryuto dengan intens.
Ryuto menyadari hal itu, dia tersenyum dan berfikir, ‘Sepertinya ke-3 perempuan itu perlu kuhukum di tempat tidur.’ Senyum Ryuto semakin melebar ketika ke-3 perempuan tersebut memohon dengan nada imut.
Ryuto mengangguk, lalu terdengar suara istrinya. “Sayang, kau lagi memikirkan apa?” tanya Nina dengan datar. Istrinya tersebut samar-samar dapat melihat isi fikiran orang dan dia melihat fikiran Suaminya itu. “Bukan apa-apa, hanya saja nanti kalian akan bertambah saat bermain.”
Nina menatap ke arah 3 perempuan, kemudian balik menatap ke arah laut. Senyum di wajahnya muncul dan berkata pelan. “Kau benar, sepertinya nanti akan ada tambahan teman bermain.” Para istrinya tersenyum mendengar ucapan dari Nina.
Seluruh istri Ryuto kemudian memfokuskan persepsinya ke arah laut. Mereka benar-benar penasaran dengan apa yang dilihat oleh Suami mereka. Selepas itu, mereka terkejut kecuali Karlina dan Iris.
“Pulau dalam lautan.” Para istrinya berkata secara bersamaan. Ryuto tersenyum dan mengangguk, lalu dia berkata, “Bagi Iris dan Karlina, hal itu biasa. Karena Iris adalah Dewi jadi pasti sudah tahu seluruhnya. Sementara Karlina adalah penguasa lautan jadi pasti tahu akan hal itu.”
Iris dan Karlina mendengar ucapan Ryuto, sedikit malu. Bagaimanapun juga, mereka tidak ingin mengungkapkan identitas tersebut. Para istei Ryuto lainnya tersenyum ketika melihat tingkah Iris dan Karlina yang malu.
Ke-3 perempuan terkejut ketika mendengar ada pulau di dasar laut. Mereka terkejut kembali ketika mendengar Iris adalah Dewi dan Karlina adalah Penguasa lautan. Ke-3nya terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Juga di pulau itu, tidak ada apapun kecuali sebuah gua yang didiami oleh seekor Ular Hitam besar.” Ryuto berkata sambil menyipitkan matanya menatap ke arah Ular Hitam tersebut. Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah kain dengan lambang bintang di dekat Ular tersebut.
‘Kenapa ada lambang Kerajaan Star disana? Apakah Ular itu termasuk milik Kerajaan Star?’
[Menjawab, tidak. Kain bintang yang anda lihat, itu benar milik Kerajaan Star. Namun, kain itu milik seorang Kultivator yang akan mengacau di pantai Tokyo.]
‘Tunggu, apa maksudmu Sistem?’
[Kerajaan Star merasakan tekanan yang anda berikan. Mereka benar-benar tertekan dengan penghancuran barang-barang illegal yang akan masuk ke Kerajaan Kurokami. Alhasil, Kerajaan Star mengirim 3 Kultivator untuk mengacau Kerajaan Kurokami sepenuhnya.]
Ryuto yang mendengar pernyataan tersebut, dia sedikit terkejut. Namun, dia tersenyum menyeringai ketika mendengar hal itu. Pemuda itu menatap ke arah para istrinya dan berkata dengan santai. “Perlu ke Pulau itu atau ke Hotel?”
***
Di suatu tempat, Kerajaan Star.
Terlihat sebuah desa yang ditinggalkan. Desa itu hanya ada puing-puing bangunan. Namun, ada satu bangunan yang masih berdiri. Rumah tersebut penuh dengan rumput-rumput, tembok yang sudah ada berbagai tanaman dan lumut.
Namun, rumah itu terlihat ada cahaya di dalamnya. Cahaya tersebut ialah sebuah lentera yang menyinari sebuah jalan menuju ke arah bawah. Jalan itu terus turun sampai akhirnya berhenti di sebuah pintu yang memiliki dua sayap hitam dan putih.
Sosok hitam berjubah menatap ke arah pintu tersebut. Sosok itu meniup pintu tersebut, membuat seluruh debu di pintu menghilang. Terlihat jelas ukiran dua sayap hitam dan putih dengan tulisan di bawah.
Sosok hitam itu kemudian mendorong pintu tersebut. Pintu terbuka dan hembusan aura kegelapan keluar dari balik pintu tersebut. Sosok hitam itu juga mendengar rintihan-rintihan para perempuan yang meminta pertolongan.
“To..long.”
“Ahhh..sa..kit.”
Sosok hitam itu terus mendengarkan suara lirih perempuan penuh dengan kesakitan. Namun, suara tersebut perlahan-lahan surut dan menjadi sepi tidak ada sama sekali suara. Sosok hitam tersebut perlahan masuk ke dalam ruang itu, pintu secara otomatis tertutup.
***
Suatu kota, Kerajaan Star.
Di sebuah rumah yang sederhana terdapat sebuah ruangan rahasia. Ruangan itu terlihat normal dengan sebuah Kursi 7 melingkar. Dalam kursi tersebut juga terdapat 7 orang yang saling berhadapan satu sama lain.
Ke-7 orang itu memiliki ciri khas sama yaitu memakai pakaian serba putih dengan topeng yang aneh. Hal yang membedakan mereka adalah postur tubuh dan sebuah simbol lambang di pakaian mereka masing-masing.
“Kita sudah menguasai Kerajaan Star. Namun, kita tidak tahu keberadaan Cohza Akura. Bagaimana denganmu, Moon, Sun, Star?” ketiga orang yang dipanggil menggelengkan kepalanya, kemudian orang yang memiliki codename Sun berkata, “Kerajaan Kurokami benar-benar ketat informasi dalam.”
“Susah untuk mendapatkan informasi tentang Kerajaan Kurokami, bahkan informasi Cohza Akura sama sekali tidak akurat.” Moon menambahi ucapan Sun tersebut. Sementara itu, Star berkata dengan nada serius. “Aku ingin menyusup ke kediaman Kurokami, selepas ini.”
Tiger, Neptune, Suzaku, dan Turtle menatap ke arah Star dengan serius, Tiger yang menjadi pemimpin mereka semua bertanya, “Kau yakin, Star?” Tiger harus memastikan keputusan dari rekannya tersebut. Namun dalam hati, dia tidak peduli sama sekali.
Star mengangguk dan berkata, “Serahkan kepadaku.” Mereka semua mengangguk paham, kemudian mereka melakukan pembicaraan sampai akhirnya ke-7 orang itu selesai melakukan pertemuan. Satu persatu orang itu keluar dari ruangan tersebut.
***
Moon yang selesai melakukan pertemuan, dia pergi ke salah satu batang pohon. Kemudian, muncullah Star disana. Star membuka topengnya dan terlihat sosok perempuan cantik dengan rambut emas panjang, dia menatap ke Moon dengan senyuman.
“Kaguya, kau bertemu dengan Ryuto Kurokami kan?” Kaguya di balik topengnya terkejut, namun sebelum berkata kembali. Star menyela terlebih dahulu. “Aku tahu, karena waktu itu aku juga berada di dekat kalian.”
Kaguya menjadi tajam, dia menatap ke arah Star dan berkata dengan suara dalam. “Lalu, jika kau sudah tahu, apa yang akan kau lakukan?” Star tersenyum mendengar pertanyaan itu. “Aku ingin...”
[Data Istri Ryuto : Rina Kurokami.]
Rina adalah Kakak dari Nina. Dia awal bertemu dengan Ryuto di Bandara, awal pertemuan mereka Ryuto salah mengira Rina adalah Nina. Selepas itu, mereka bertemu kembali di Rumah sakit. Hubungan mereka selepas itu menjadi meningkat pesat dan akhirnya Rina menjadi istri Ryuto.
(Nama : Rina Kurokami.)
(Umur : 18 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.