
[Chapter 94.]
[Persiapan.]
[Silahkan Dibaca.]
Ryuto berjalan dan akhirnya sampai di depan klub musik, seperti biasa Sayoko sudah menyiapkan makan siang khusus untuk orang yang berada di dalam klub musik tersebut.
Selesai makan siang, Ryuto mulai melatih klub musik tersebut, sampai akhirnya bel pulang berbunyi.
Mereka semua mulai berkemas untuk pulang. Ryuto, Yui, Yuka, Angel, Silvia, Sayoko, dan Sasha pergi ke kelas mereka masing-masing, untuk mengambil ransel milik mereka.
Selepas mereka mengambil ransel mereka masing-masing, mereka semua berjalan ke arah gerbang sekolah.
Terlihat disana sudah ada, Yuna dan Arisa. Mereka tidak ikut di klub musik, karena mereka lupa untuk pergi ke sana.
Mereka kemudian pulang bersama, Raul dan Sera berbelok ke arah rumah mereka, hari ini mereka tidak bermain dulu dengan Ryuto dan perempuan yang lain.
Di jalan, Ryuto berfikir tentang hewan peliharaan dan akhirnya mengambil telpon dan menekan nomor yang memiliki nama Zero.
Purupurupuru.
Katcha.
“Zero, aku punya tugas untukku.” Ucap Ryuto, sementara para istrinya melihat Ryuto dan diam saat berjalan bersama. Lalu, terdengar suara Zero.
“Iya, Tuan. Apa tugas yang anda berikan?.” Ucap Zero di balik telpon. Lalu Ryuto menjawab dengan ringan.
“Belilah 10 kucing dan 10 anjing. Beri mereka makan setiap hari.” Ucap Ryuto, sementara Zero di balik telpon menjawab.
“Baik, Tuan.” Ucap Zero, lalu Ryuto berkata kembali.
“Serta ada tambahan 1000 pasukan, nanti akan ku kirimkan lokasinya.” Ucap Ryuto, namun dia terkejut saat mendengar jawaban dari Zero.
“Itu, sebenarnya kami sudah tahu, Tuan. Mereka sudah memberikan lokasi mereka kepada kami.” Ucap Zero dengan jelas, sementara Ryuto sedikit terkejut.
‘Iris, apakah kamu mengirimkan lokasi ke Zero secara langsung?.’
[Itu benar, Sayang.]
‘Baiklah, terimakasih.’
“Oh, berarti kalian sudah mulai membagikan tim untuk mereka, bukan?.” Ucap Ryuto dengan sedikit tersenyum, sementara Zero menjawab.
“Sudah, Tuan.” Ucap Zero, dia sedikit senang dan bangga saat menjawab dengan ucapan seperti itu. Sementara Ryuto hanya terkekeh dan menjawab.
“Hehe, kalau begitu aku tutup, serta persiapkan untuk minggu, kita akan bersiap ke Osaka, melawan seorang Yakuza.” Ucap Ryuto tanpa mendengar balasan dari Zero dia menutup telponnya.
Sementara, para Istrinya terkejut dengan perintah bersiap untuk pergi ke Osaka, serta mereka lebih terkejut lagi saat mendengar bahwa akan bertarung dengan Yakuza.
“Ryuto, kamu yakin dengan itu?.” Ucap Yuka, dia khawatir kembali. Walaupun mereka tahu Ryuto kuat dan pernah membasmi Mafia Ular dan Kura-kura.
“Itu benar, apa kamu yakin Ryuto, Yakuza berbeda dengan Mafia.” Ucap Sasha, dia tahu betul kekuatan mafia dan Yakuza di jepang.
Mafia di jepang tidak sekuat Yakuza, karena Jepang adalah wilayah nyata Yakuza, sementara Mafia hanya pendatang di Jepang.
Mafia kuat berada di wilayah Eropa. Yakuza juga tidak akan sekuat mafia jika berada di Eropa, karena wilayah disana adalah wilayah nyata Mafia.
“Aku tahu, Jepang itu milik Yakuza, maka dari itu Yakuza lebih kuat dari Mafia. Penyelundupan senjata lebih tinggi, apalagi mereka memahami medan lebih bagus dari pada Mafia.” Ucap Ryuto dengan tenang.
“Lalu kenapa, jika mereka kuat. Aku tidak terlalu peduli, karena tujuanku adalah menguasai seluruh Jepang terlebih dahulu.” Ucap ryuto.
Para istrinya yang mendengar ucapan Ryuto, mereka seperti dijatuhkan bom yang sangat kuat. Mereka benar-benar terkejut dengan ucapan Ryuto.
“Tapi, apakah kamu nanti baik-baik saja?.” Ucap Angel, dia khawatir dengan Ryuto. Dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada Ryuto.
Ryuto berhenti begitu pun para istrinya. Lalu, dia berbalik dan melihat ke arah seluruh Istrinya yang menatap ke arahnya dengan rasa khawatir.
Grepp.
“Tenanglah, aku akan baik-baik saja. Aku juga ingin kalian melatih diri kalian sendiri, aku takut terjadi apa-apa kepada kalian di saat aku tidak ada di dekat kalian.” Ucap Ryuto mengeratkan pelukannya.
“Percayalah kepadaku, aku akan kembali dengan aman.” Ucap Ryuto, lalu mencium kening mereka satu per satu, sementara itu para istrinya yang dipeluk mulai berfikir.
‘Kami juga harus kuat, agar tidak menjadi beban Ryuto saat dipuncak.’ Batin para istrinya, lalu Ryuto melepaskan pelukannya dan berkata.
“Baiklah, ayo kita pergi ke toko hewan. Aku ingin memelihara seekor kelinci.” Ucap Ryuto, sementara para Istrinya tersenyum dan berkata.
“Baik, Sayang.” Ucap mereka bersama, lalu mereka berjalan bersama menuju ke toko hewan yang tidak jauh dari tempat mereka.
Sesampai di sana, Ryuto masuk dan membeli 8 kelinci. Kenapa banyak, itu karena istri Ryuto memiliki pilihan masing-masing. Akhirnya, Ryuto membelikan sesuai selera mereka.
Selesai membeli kelinci mereka keluar dan berjalan menuju ke rumah mereka terlebih dahulu sebelum menuju ke restoran.
Sesampai di rumah, Ryuto pergi masuk ke dalam rumah, sementara para Istrinya pergi ke tempat para hewan peliharaan.
Di sisi Ryuto, dia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil pakaian santainya, seperti biasa pakaian Saitama Opp*i.
Saat Ryuto keluar, dia melihat para istrinya yang perempuan sudah masuk. Lalu para istrinya memandang ke arah Ryuto yang membawa pakaian.
“Tunggu sebentar, Yuto.” Ucap mereka satu per satu, mereka segera pergi ke kamar mereka masing-masing. Ryuto menatap mereka dengan heran dan hanya mengangkat bahunya.
Ryuto kemudian berjalan menuju ke kamar mandi keluarga, dia masuk dan mulai mengalirkan air hangat di bak mandi kotak yang besar.
Saat bak mandi sudah penuh, Ryuto berendam ke dalam bak mandi tersebut. Di saat dia akan berendam, pintu kamar mandi terbuka. Ryuto mengabaikannya dan mulai berendam.
‘Akhirnya segar.’ Batin Ryuto, kemudian para istrinya yang perempuan datang dan mulai melepaskan handuk mereka, sebelum berendam mereka menggosok punggung mereka masing-masing lalu berendam bersama Ryuto.
Arisa dan Yuna, mereka berdua masih malu untuk melepaskan handuk mereka, namun Yui dan Yuka menyeringai dan menarik handuk mereka.
“Kyaa.” Teriak keduanya, sementara yang lainnya tertawa melihat reaksi Arisa dan Yuna. Sementara Ryuto tersenyum dengan reaksi keduanya.
Lalu, Ryuto menarik keduanya ke dalam bak mandi. Lalu mendudukkan mereka di sampingnya. Sementara itu keduanya masih memerah malu saat ditarik oleh Ryuto.
Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari kamar mandi bersama. Para istrinya sudah mulai memakai pakaian mereka.
Ryuto juga sudah memakai pakaiannya, lalu mereka keluar dari rumah. Mereka berjalan bersama menuju ke restoran.
Sesampai di sana, Ryuto tersenyum melihat beberapa orang pasukan Kurokami membantu para istrinya. Lalu, Ryuto melihat mobil Nanami juga terparkir disana.
‘Aku perlu mengecek markas pasukan terlebih dahulu.’ Batin Ryuto, lalu masuk ke dalam restoran bersama dengan istrinya.
Mereka segera memasuki dapur dan melihat para istrinya yang Wanita terlihat sibuk mengurusi pesanan dari para pelanggan. Lalu, para istrinya yang Wanita melihat dirinya masuk, mereka menoleh ke arahnya dan dengan senyum senang berkata.
“Selamat datang, sayang.” Ucap mereka, sementara Ryuto tersenyum dan membalas dengan senang.
“Terimakasih, sayang.” Ucap Ryuto, lalu dia mulai membantu dalam memasak, mereka senang dengan bantuan dari Ryuto.
Beberapa jam kemudian, tepatnya 20.11. Mereka menutup restoran tersebut, lalu Ryuto memandang ke arah Nanami.
“Aku pinjam mobilmu.” Ucap Ryuto, sementara Nanami menyerahkan kunci mobilnya, lalu Ryuto menerimanya dan menatap ke arah para istrinya baik perempuan maupun Wanita.
“Aku pergi dulu, untuk melihat para pasukan.” Ucap Ryuto, sementara seluruh Istrinya mengangguk, mereka tahu bahwa Ryuto akan berperang setelah kompetisi musik.
Menyalakan mobil, Ryuto menjalankan mobil tersebut menuju ke arah markas pasukannya berada.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.