Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 95


[Chapter 95.]


[Melihat markas.]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto menjalankan mobilnya menuju ke arah markas pasukannya dengan santai, dia juga membuka kaca mobil untuk menikmati hembusan malam.


Di saat, dia menikmati hembusan malam, dia juga memandang sesuatu yang menarik, contohnya adalah seperti rok perempuan yang terbang dan memperlihatkan sesuatu.


“Beruang.” Ucap Ryuto tanpa sadar, namun perempuan yang sedang menutupi dirinya segera melihat ke arah suara tersebut.


Dia melihat Ryuto yang membawa mobil berjalan dengan santai dan terlihat bahwa dia melihatnya saat rok yang dia pakai terbang, dia tidak bisa tidak berteriak dengan wajah memerah.


“Kyaaa, mesum.” Teriakan tersebut mengundang orang di sekitarnya untuk menatap ke arah perempuan tersebut, lalu mereka melihat tidak ada siapa-siapa dan hanya menggelengkan kepalanya.


Sementara perempuan itu, dia memerah dan berlari menuju ke sebuah tempat dengan air mata terlihat di sudut matanya.


Di sisi Ryuto, saat mendengar ucapan perempuan tersebut tidak bisa tidak mengedutkan bibirnya. Dia hanya menghembuskan nafas tak berdaya dan menggelengkan kepalanya.


“Tapi, seharusnya perempuan itu terlihat seperti berumur 30 an lebih.” Ucap Ryuto, dia tidak bisa tidak membayangkan wajah lucu perempuan tersebut.


“Jika jodoh mungkin akan bertemu.” Ucap Ryuto, lalu melajukan mobilnya sedikit cepat menuju ke markasnya.


Di sisi lain, perempuan tiga puluh tahun itu masuk ke sebuah rumah, lalu memandang ke arah sofa yang terdapat dua orang disana.


“Alice, ada apa denganmu? Kenapa kamu terlihat akan menangis.” Ucap suara dari seorang wanita disana dengan penuh penasaran.


“Sniff, kakak Kazuha ada orang mesum dengan memakai mobil di luar, dia melihat celana dalamku.” Ucap seorang perempuan tersebut yang tak lain adalah Alice.


Alice, dia memiliki rambut berwarna merah darah, dengan mata berwarna hijau, ukuran gunung mirip dengan Sayoko, dia tinggi sekitar 170cm.


Alice segera memeluk seorang Wanita yang bernama Kazuha. Sementara, Kazuha membalas pelukannya dan menenangkan perempuan tersebut.


“Tenang-tenang, laki-laki itu akan di hajar oleh Yuichi. Jadi, tenanglah.” Ucap Kazuha dengan lembut, dia benar-benar seperti Ibu penyayang.


“Ya Erika, Paman akan memukul laki-laki tersebut jika memandangmu dengan mesum lagi.” Ucap Yuichi, sementara Alice yang sudah tenang, segera berubah.


“Uhh, Bu apakah sifat satuku membuat masalah, dan ini apaan?.” Ucap Alice dengan ekspresi jijiknya saat melihat cairan menjijikkan di hidungnya.


“Kenapa, dia tidak bisa tidak menangis.” Ucap Alice, dia benar-benar sedikit cemberut dengan sifat lain darinya, lalu memandang ke arah Kazuha.


“Bu, bagaimana dengan informasi tentang Nina dan Rina?” ucap Alice, seketika wajahnya menjadi serius saat membahas dengan adiknya.


“Ibu, tidak tahu nak. Menurut dari Clay bahwa Rina pergi ke Indonesia untuk menjemput Nina, tapi udah sangat lama. Kemungkinan, mereka berada di Jepang.” Ucap Kazuha, dia benar-benar sedih dan khawatir dengan keadaan kedua anaknya yang lain.


“Tenanglah, sayang. Kemungkinan besar, mereka berdua bertemu dengan Kentaro dan Julia.” Ucap Yuichi, dia menghibur Istrinya.


Ya, mereka berdua ialah Pemimpin dari Yakuza Itoka, orang tua dari Nina dan Rina. Sedangkan, perempuan satunya adalah kakak dari Nina dan Rina.


“Terimakasih, sayang.” Ucap Kazuha, dia tahu bahwa Suaminya mencoba menenangkan dirinya, jadi dia tersenyum.


“Aku akan mencoba mencari tahu tentang kedua adikku nanti.” Ucap Alice, sementara Kazuha dan Yuichi memandang ke arah Alice dengan senyum hangat.


Lalu, Yuichi memeluk mereka berdua. Dia benar-benar sayang kepada Istrinya dan putrinya pertama, kemudian Yuichi berkata.


Di sisi lain, Ryuto sampai di markasnya. Dia tidak bisa tidak terpana melihat markas yang begitu megah di depannya.


“Apakah ini benar, markas yang diberikan System?”


[Itu benar, sayang.]


“Ini benar-benar besar.” Ucap Ryuto, kemudian memarkirkan mobilnya di parkirkan markas tersebut, dia juga tidak bisa tidak terkejut melihat sebuah mobil jeep hitam yang terparkir banyak di tempat parkir tersebut.


‘Besar, dan layak.’ Batin Ryuto, kemudian dia mematikan mobilnya dan keluar dari mobil. Kemudian, Ryuto pergi menuju ke dalam Markas.


Pasukan yang berada di depan melihat Ryuto masuk, mereka segera menundukkan kepala mereka, lalu berkata.


“Salam, Tuan muda.” Ucap mereka secara serempak. Sementara Ryuto, dia mengangguk dan berkata sambil tersenyum.


“Kerja bagus, lanjutkan pekerjaan kalian.” Ucap Ryuto, lalu pergi masuk ke dalam markas, sementara para pasukan mulai melakukan pekerjaan mereka kembali.


Saat Ryuto masuk, dia benar-benar terpesona dengan isi dari markasnya, di lantai 1 terlihat itu hanya aula biasa yang luas. Namun, di Aula tersebut berbagai peralatan latihan tersusun disana.


Kemudian, saat Ryuto menaiki tangga, dia mengangguk melihat sebuah koridor yang terdapat banyak pintu, yang mengartikan banyak kamar di koridor tersebut.


Lalu, dia berjalan ke ujung koridor dan melihat bahwa sisi kanan dan kiri juga ada pintu kamar yang banyak, lagi.


Kemudian, Ryuto menaiki tangga ke lanrai tiga. Disana dia juga melihat koridor dengan penuh kamar lagi, sama seperti lantai dua, jadi dia menaiki tangga lagi sampai ke lantai empat.


Dia melihat bahwa di lantai 4 hanya ada beberapa kamar, kemudian Ryuto berjalan ke ujung koridor dan melihat bahwa itu sebuah pintu sendiri.


Ryuto membukanya, dan saat melihat isinya dia terkejut dan terpesona. Terlihat berbagai buku di rak buku, lalu rak buku tersebut menjulang ke atas dengan cara spiral.


“Sungguh perpustakaan yang menarik.” Ucap Ryuto, tanpa sadar di sana juga ada penjaga perpustakaan. Lalu, saat mereka mendengar sebuah suara di pintu, mereka segera melihat.


Mereka semua terkejut dan berdiri, namun saat akan berkata. Ryuto menutup pintu perpustakaan dan pergi ke lantai lima.


Disana dia melihat bahwa hanya ada satu pintu, dan saat Ryuto membukanya disana terlihat sebuah meja bundar di tengah dengan kursi yang sudah siap di samping meja bundar tersebut.


Para pemimpin tim sudah berada di sana, saat mereka mengetahui bahwa Ryuto akan berkunjung. Mereka tahu, Ryuto berkunjung saat mereka mendengar bahwa Ryuto menanyai tentang pasukan 1000 nya.


Mereka bisa menyimpulkan hal tersebut, karena mereka tahu karakteristik Ryuto, pemimpin yang baik dan penuh perhatian, mereka tahu Ryuto datang, juga karena sifat dari Ryuto yang pengertian.


Semua memandang Ryuto dan berdiri, mereka semua menundukkan kepala mereka saat melihat Ryuto.


“Selamat datang, Tuan.” Ucap Mereka secara serentak. Lalu, Ryuto berjalan dengan ringan ke arah meja yang terlihat megah, dengan hiasan sebuah mahkota di puncak kursinya.


“Baiklah, kalian segera duduk dan kita mulai pertemuan.” Ucap Ryuto segera, sebuah momentum keluar dari tubuh Ryuto.


Pertemuan para pemimpin dimulai


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.