
[Chapter 221.]
[Masalah Elena.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Ryuto, ruang tamu.
“Nona / Elena.” Kedua perempuan saling memanggil. Mereka berdua berlari satu sama lain, kemudian keduanya saling berpelukan. Nona dan sekretaris yang terpisah akhirnya mereka saling berpelukan melepas rindu satu sama lain.
Ryuto dan seluruh istrinya kecuali Erika tersenyum melihat hal itu. Ryuto tidak menyangka bahwa tamu yang dibawa oleh Zero ialah Elena. Dia perlu berterimakasih kepada Zero nantinya. Beberapa istri dari Ryuto ada sedikit kebingungan.
Elena dan Erika melepaskan pelukan mereka, keduanya saling memandang. Elena menatap ke arah Erika sebelum beralih menatap ke arah Ryuto. Perempuan itu menjilat bibirnya dan berkata dengan jahil,”Aku sudah memenuhi janji kita, kau harus menepati hadiahmu Andy.”
Ryuto mendengar hal tersebut bingung, dia segera mencoba mengingat apa yang dia janjikan dengan Elena. Kemudian pemuda itu mengingat janjinya, lalu berkata,”Apakah kau yakin Elena? Selepas kau menerima hadiahnya, kau akan menjadi salah satu saudari mereka.”
Elena sedikit terkejut namun segera sadar dan senang bahwa Ryuto tidak hanya mengambil pertamanya, namun dia juga bertanggung jawab. Perempuan itu mengangguk yakin akan perkataan Ryuto.
“Aku yakin Andy. Menjadi salah satu dari mereka adalah salah satu impianku juga,” jawab Elena dengan tulus. Seluruh istri Ryuto tersenyum, mereka tidak menyangka ada seseorang yang akan menjadi saudari mereka kembali. Para istri Ryuto berjalan ke arah Elena.
Hal itu membuat Elena sedikit terkejut, namun tetap berdiri walaupun hatinya sekarang gugup. Ryuto tidak mengikuti urusan mereka. Dia pergi ke dapur dengan sebagian istrinya. Pemuda itu hanya perlu memberikan apa yang diinginkan Elena, sementara urusan lainnya biarkan para istrinya yang mengurus.
**
Ryuto dan para istrinya tiba di dapur. Mereka segera memasak makanan yang akan mereka makan pagi hari. Seperti biasa, Ryuto akan memimpin memasak. Bagaimanapun juga pengalaman Ryuto lebih tinggi dibandingkan dengan para istrinya.
Beberapa menit kemudian, para istrinya yang sedang berbicara dengan Elena masuk ke dalam ruang makan. Elena juga ikut masuk, namun dia terlihat berbeda dari sebelumnya. Perempuan itu benar-benar sudah terlihat berbicara dengan sangat akrab dengan para istri Ryuto lainnya.
Ryuto melihat hal itu sekilas benar-benar merasa sedikit terkejut. Setiap istri baru pasti akan langsung akrab dengan istri lamanya. Pemuda itu benar-benar tidak tahu bagaimana metode para istrinya tersebut.
Namun dengan melihat keakraban itu. Membuat Ryuto tersenyum dan senang dalam hati. Para istri yang ikut Ryuto memasak menatap Suaminya itu dengan bingung. Mereka tidak tahu kenapa Ryuto tersenyum-senyum sendiri.
***
Beberapa menit kemudian, Ryuto dan beberapa istrinya selesai membuat makanan. Mereka keluar dari dapur dengan membawa berbagai nampan yang berisi makanan. Para istri lainnya yang sedang melakukan percakapan berhenti ketika mencium bau makanan itu.
Makanan dihidangkan di meja makan, seluruh istri Ryuto duduk di kursi makan yang sudah disiapkan. Ryuto duduk di kursi miliknya, dia menatap ke arah seluruh istrinya dan mulai berkata,”Mari makan.”
***
Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan. Ryuto memandang ke arah para istrinya yang masih duduk di kursi makan. Dia kemudian berhenti tepat lurus menatap istrinya baru yaitu Elena. Pemuda itu penasaran bagaimana istrinya itu bertemu dengan pasukannya.
“Nah Elena, aku sedikit penasaran bagaimana kau bertemu dengan Zero? Bisakah kau menceritakannya?” tanya Ryuto dengan penuh penasaran. Elena yang diajukan pertanyaan tersebut mengangguk. Kemudian dia menceritakan seluruh kejadian yang di alaminya.
Elena mulai menceritakan awal dia dan Erika berpisah, kemudian pergi ke seluruh perusahaan Kazawa. Seluruhnya selesai dipindahkan, namun tepat saat akan naik ke pesawat tanpa sadar Hp miliknya jatuh. Saat di pesawat Elena menyadari hal itu, dia bingung karena kontak Erika hanya ada Hp yang jatuh itu.
Elena kemudian ingat bahwa di dalam laptop miliknya ada data tentang Erika. Dia mengeluarkan laptopnya, kemudian mencari data tentang Erika. Elena terus mencari data Erika, dia benar-benar terkejut melihat seluruh data miliknya hilang, baik secara offline maupun online.
Elena pasrah dan akan mencari jejak Erika di Jepang. Itu adalah yang difikirkan Elena, namun itu tidak sesuai. Di saat dia turun di Bandara Tokyo, dia dilirik oleh seorang Pangeran dari Kerajaan Blue. Pangeran itu menyuruh pasukannya untuk mengambil Elena.
Menyadari hal itu, Elena menyusuri tempat dan bersembunyi. Dia juga bergerak mencari informasi Erika, walaupun hasilnya nihil, dia tidak menyerah. Sampai akhirnya dia ditemukan Pasukan kerajaan Blue. Elena berlari menyusuri gang namun berujung di sergap oleh pasukan Kerajaan Blue.
Elena merasa lelah, dia berlari dari gang terjauh sampai terjebak oleh para Pasukan Blue. Dia terduduk lemas di tanah dan memanggil nama samaran Ryuto yaitu Andy. Sampai saat Pasukan Blue akan memegangnya, Zero pun muncul di atap gedung.
“Zero kemudian membawaku kesini. Lalu, bertemu dengan kalian semua.” Elena mengakhiri ceritanya dengan senyum senang. Sementara Ryuto dan seluruh istrinya terlihat menggelap. Mereka terlihat menahan amarahnya keluar. Elena menatap mereka dengan terkejut dan khawatir.
Elena ingin menenangkan mereka, namun dia mendengar suara Ryuto, “Sepertinya kerajaan Blue siap memulai perang denganku.” Ryuto benar-benar marah ketika mendengar Elena di kejar oleh para Pasukan Blue, apalagi mereka mengejar di wilayah miliknya.
Ryuto berdiri dan menatap ke arah seluruh istrinya, lalu berkata, “Kalian semua temani Elena, aku akan pergi ke ruang Zero terlebih dahulu.” Seluruh istrinya mengangguk, mereka mendekat ke arah Elena dan memeluknya.
“Kau melalui banyak hal, Elena. Namun sekarang kau tidak perlu khawatir kembali. Siapapun yang menyinggung keluarga kita, mereka akan segera hancur.” Ucap Erika, dia merasa bersalah membuat keputusan berpisah untuk mengurus perpindahan perusahaan.
Elena terkejut dengan seluruh istri Ryuto. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa seluruh istri Ryuto benar-benar perhatian. Perempuan itu benar-benar terlihat lelah, dia dengan erat memeluk Erika. Seluruh istri Ryuto menenangkan Elena, mereka bersumpah akan menghancurkan mereka yang melukai keluarganya.
***
Sisi Ryuto.
Ryuto sudah keluar dari ruang tamu. Dia keluar ketika para istrinya mulai mendekati Elena. Wajah Ryuto sekarang terlihat marah. Pemuda itu benar-benar tidak menyangka, salah satu dari incarannya di incar musuh. Apalagi sampai di kejar sampai Tokyo yang termasuk wilayahnya.
Ryuto sebenarnya bisa pergi ke Blue sendiri. Namun, dia perlu melatih pasukannya sekaligus. Jadi dia perlu datang ke arah tempat Zero berada. Tepat Ryuto akan tiba di dekat pintu Zero. Pintu terbuka dan Zero keluar sambil membawa sebuah surat.
Ryuto berhenti, begitu juga Zero. Mereka saling memandang, kemudian Zero menunjukkan sebuah surat di tangannya. Terlihat judul awal surat tersebut, membaca judul tersebut Ryuto menjadi dingin. Judul tersebut ialah “Turuti keinginan Pangeran Blue.”
Ryuto menatap hal tersebut, kemudian dia menatap ke arah Zero dan berkata dengan dingin, “Siapkan seluruh pasukan, lalu kirim balasan perang ke mereka. Jangan lupa tulis juga hinaan untuk mereka.”
[Data Istri Ryuto : Angel Kurokami.]
Angel adalah teman Ryuto pertama kali di Jepang. Perempuan ini adalah saudari dekat Nina, Rina, dan Alice. Dia juga bisa dianggap memiliki garis darah Yakuza dari Ayahnya yaitu Kentaro.
Awal pertemuan Angel dan Ryuto di tempat pelatihan bahasa Jepang. Angel bersama dengan Raul dan Sera, yang merupakan teman Angel dulu di Amerika.
Angel menyukai Ryuto, namun dia pernah sakit hati melihat Ryuto mencium Yui di atap gedung sekolah. Dia berlari penuh dengan rasa sakit, namun saat berlari di tangga. Angel jatuh dan masuk rumah sakit.
Dia koma selama beberapa hari, Angel memutuskan untuk hilang ingatan. Namun, hal itu diungkapkan segera oleh Ryuto, bahkan pemuda itu mengungkapkan isi hatinya tentang Angel. Melihat isi hati Ryuto, Angel luluh dan akhirnya menerima Ryuto. Sekarang Angel benar-benar senang, karena dia menikah dan memiliki saudari banyak, juga buah hati dalam perutnya.
(Nama : Angel Kurokami.)
(Umur : 18 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 4.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.