Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 47


[Chapter 47.]


[Selamat Kembali.]


[Silahkan Dibaca.]


Booomm


Keduanya saling memukul, Andy menggunakan kuda-kuda seni bela dirinya. Juga Yuchi, menggunakan bela diri Ular Hijau.


Bugh Bugh Bugh Bugh.


Saling menghindar dan saling bertahan. Yuchi menyerang dengan tangan membentuk Ular(totok.) Sedangkan, Andy menepis dengan telapak tangan.


Bugh.


Andy, kemudian menyerang dengan telapak tangannya. Yuchi menahannya dengan punggung tangannya. Tangannya begitu lihai menepis seperti Perut Ular.


“Telapak suci.” Ucap Andy, menyerang dengan telapak tangannya yang bersinar terang. Yuchi, juga memposisikan tangannya dan menyerang Andy.


“Sengatan Ular.” Ucap Yuchi, kemudian muncul warna hijau di tangannya. Kemudian dia menyerang ke arah Andy. Kedua pukulan bertemu.


Boommm.


Mereka berdua mundur beberapa langkah, lalu saling memandang dan tersenyum. Sedangkan, June yang melihat pertarungan tersebut, terkejut.


“Kau, hebat juga, Bocah. Namun...” Ucap Yuchi, sambil tersenyum misterius. Sedangkan, Andy merasa bahwa ada sesuatu di tubuhnya. Andy pun paham, saat melihat Senyum Yuchi.


‘Racun. Serta ini Racun Lumpuh.’ Batin Andy, perlahan-lahan. Kesusahaan untuk menggerakkan tubuhnya. Namun, Andy tersenyum, lalu menghirup udara.


‘Sepertinya, berhasil. Memang Kungfu benar-benar Bela diri yang memiliki misteri yang banyak tersembunyi.’ Batin Andy. Sedangkan, Yuchi mengerutkan keningnya.


“Sepertinya kau bisa menetralkan Racun ku. Namun, setelah ini kau tidak akan bisa menetralkannya.” Ucap Yuchi.


‘Anak ini kelihatannya lebih hebat dibanding denganku.’ Batin Yuchi, kemudian mengeluarkan semacam Obat. Yuchi, segera menelannya.


Glek.


Seketika, tubuhnya membengkak Urat-urat Otot terlihat. June menyipitkan matanya dan bergumam pelan.


“Obat itu, jadi dia memiliki Obat terlarang yang berasal dari Negara lain.” Gumam June. Sedangkan, Andy sedikit mulai serius melihat Yuchi yang berubah.


‘Hmm, sepertinya aku harus sedikit serius.’ Batin Andy, kemudian mengambil kuda-kuda kungfu. Mereka berdua saling menatap, kemudian Yuchi melesat ke arah Andy dengan cepat.


“Sangat cepat.” Ucap Andy, segera memasuki mode bertahan. Yuchi, mengayunkan pukulannya dengan cepat.


Boom.


Andy, mundur beberapa langkah. Dia merasa sedikit mati rasa di tangannya. Namun, segera pulih kembali. Yuchi, terus menerus mengayunkan pukulannya.


Boom Boom Boom Boom.


Andy, menghindar dan menahan setiap pukulan dari Yuchi. Namun, saat pukulan terakhir, Andy tidak menyadari bahwa pukulan Yuchi lebih kuat.


Booomm.


Andy terpental sampai ke dinding. Lalu, mengeluarkan darah dari mulutnya. Andy, kemudian melihat ke arah Yuchi. Namun, tak lama kemudian sebuah Notifikasi System muncul.


[Misi Dipicu.]


[Kalahkan Yuchi, Boss Mafia Ular.]


[Hadiah : Kepemilikan Bar Flower + 50 Pasukan dari Sistem.]


[Hukuman : Kembali ke masa lalu, tanpa ingatan apapun.]


“Sepertinya, aku harus serius.” Ucap Andy, kemudian menutup matanya dan membukanya. Seketika pandangan Andy, menjadi berbeda. Dia bisa melihat seluruh Aliran dalam tubuh Yuchi.


‘Jadi begitu, dengan memcepat aliran darah. Serta, pemaksaan struktur Otot, dia melampaui batasan. Namun, efek sampingnya akan terjadi saat kelelahan.’ Batin Andy, saat melihat tubuh Yuchi.


Andy, kemudian memusatkan energi ke dalam lima jarinya, membentuk sebuah jarum yang panjang. Namun, itu hanya Andy yang bisa melihat.


Kemudian, Andy dengan cepat melesat ke arah Yuchi. Sedangkan, Yuchi juga sudah menyiapkan Pukulan.


Andy, dapat melihat pergerakan Otot yang lebih cepat dari Otot Manusia. Namun, karena Andy bisa mengetahui aliran darah tersebut, Andy dapat menghindari Pukulan dari Yuchi.


Wushhhh.


Pukulan Yuchi dihindari oleh Andy. Kemudian, Andy menusuk dengan tangannya tepat jalur Aliran darah. Tusukan itu tidak akan memiliki rasa sakit karena Andy, menusuk dengan lembut.


Tup Tup Tup Tup.


Andy, kemudian melihat gerakan Otot tangan lainnya bergerak. Andy, kemudian segera menghindari Pukulan Yuchi kembali.


Andy, mundur namun tak lupa menusuk tepat Pusat Aliran darah.


Tup.


Andy, backflip. Kemudian melihat ke arah Yuchi, yang bertingkah aneh. Andy tersenyum, sedangkan June terkejut.


“Apa yang dilakukan, Ryuki. Sehingga, si Yuchi seperti itu.” Ucap June, pelan. Kemudian kembali ke dalam pertarungan.


Terlihat Yuchi, merasa tubuhnya perlahan sedikit kaku. Sedangkan, Yuchi yang perlahan Emosi. Akhirnya, terlepas kendali.


“Arhhhhh.” Teriak Yuchi, kemudian memaksa tubuhnya, untuk menyerang Andy. Namun, Andy sudah tahu, bahwa Yuchi akan memaksakan dirinya.


“Sungguh bodoh.” Ucap Andy, kemudian berdiri sambil menonaktifkan mata Tubuhnya. Lalu, berjalan menuju ke arah June. Tanpa melihat Yuchi, yang perlahan-lahan mulai mengecil.


June terkejut kembali, saat melihat Yuchi yang sudah tidak memiliki Otot. Serta, menjadi sangat kurus, sampai terlihat Tulangnya. Andy yang berjalan, berbalik dan berkata dengan dingin.


“Jangan sekali-kali, kalian mengusik Wanitaku. Ingat itu, Nanami adalah Wanitaku.” Ucap Andy, berbalik kembali dan menuju ke arah June.


“Hai, maaf membuatmu menunggu.” Ucap Andy, sedangkan June mengangguk dan tersenyum, kemudian berkata.


“Tak apa, terimakasih Ryuki. Kau malah menyelamatkanku dengan menghancurkan Mafia Ular.” Ucap June, sedangkan Andy hanya tersenyum dan mengangguk.


“Baiklah, ayo kita keluar.” Ucap Andy, sedangkan June mengangguk. Akhirnya mereka keluar dari Bar tersebut. Mengabaikan seluruh Mafia Ular yang sudah tidak sadarkan diri, serta Bos yang sudah sekarat.


Sisi Andy, setelah Andy dan June keluar. Andy memandang ke arah June, begitupun June memandang ke arah Andy.


“Baiklah, bagaimana kalau kuantar?.” Ucap Andy, menawarkan diri untuk mengantar June. Sedangkan, June tersenyum dan menjawab.


“Apa tidak masalah?.” Ucap June, sedangkan Andy mengangguk. Lalu, keduanya berjalan kembali menuju ke Mobil yang dipakai Andy.


Kemudian, sesampai di Mobil. Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Lalu, Andy mulai melajukan Mobilnya dengan santai. Di dalam Mobil, Andy membuka percakapan terlebih dahulu.


“Jadi, dimana tempatmu tinggal, June?.” Ucap Andy, lalu June menjawab dengan santai tanpa memandang Andy.


“Hmm, di Apartemen Sunny, Tokyo.” Ucap June, kemudian Andy mengangguk paham. Lalu, bertanya kembali.


“Kau kesana, naik taksi?. Jaraknya dengan Apartemenmu sungguh Jauh.” Ucap Andy, sedangkan June tersenyum sambil mengangguk.


“Itu benar, aku cari Bar yang jauh dari Apartemen. Lalu, menemukan satu di tempat itu.” Ucap June, sedangkan Andy mengerutkan keningnya.


“Bukankah seharusnya mencari di dekat Apartemen saja, agar saat mabuk atau apa begitu. Tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?.” Ucap Andy, sedangkan June menjawab.


“Cari sensasi baru, namun aku tidak sesering itu ke bar jauh dari Apartemen.” Ucap June dengan jelas. Sedangkan, Andy mengangguk paham.


Keduanya kemudian diam, menikmati angin malam serta jalanan malam yang sepi. Tak lama kemudian, terlihat Apartemen Sunny.


“Terimakasih telah mengantarkanku. Lain kali, kita jalan-jalan lagi.” Ucap June, kemudian mendekat ke arah Andy dan mencium pipi kanannya.


Cup.


“Sampai jumpa.” Ucap June, pergi sebelum Andy menjawabnya. Sedangkan Andy sendiri meletakkan tangannya di pipi kanan tepat June menciumnya.


‘Ugh, aku lengah sedikit. Yah, tidak masalah. Dapat sebuah kecupan gratis.” Ucap Andy, kemudian melajukan mobilnya menuju ke Rumah.


Beberapa menit kemudian, Andy sudah sampai Rumahnya. Kemudian, Andy memarkirkan Mobilnya dan turun dari Mobil.


Lalu, Andy berjalan menuju ke arah pintu Rumah. Saat, di tengah jalan, Andy mendengar suara Notifikasi System yang membuat dirinya tersenyum.


[Selamat telah menyelesaikan misi.]


[Selamat, Tuan mendapatkan kepemilikan Bar Flower.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 50 Anggota baru.]


[Seluruh Anggota berada di Bar Flower sekarang.]


“Bagus, hmm kapan-kapan saja aku akan kesana.” Ucap Andy, kemudian masuk ke dalam Rumah. Saat dia masuk, Andy mendapati Ibunya dan Tantenya masih menunggu di Ruang tamu.


“Akhirnya, kamu sudah pulang. Ini sudah jam berapa?.” Ucap Lilia, menatap ke arah Andy. Sedangkan Andy, menatap ke arah Jam. Lalu, memandang ke arah Ibunya.


Namun, sebelum menjawab. Amy segera berlari ke arahnya, dengan wajah yang sangat khawatir dan cemas.


“Ini, kenapa dengan dirimu. Bajumu, sedikit ada sobek. Lalu, tanganmu terlihat ada lebam. Kau habis, bertarung dengan siapa?.” Ucap Amy dengan khawatir.


Lilia, juga memperhatikan itu. Dia juga berlari ke arah Putranya. Kemudian, mengecek seluruh tubuh Andy.


“Kau, baik-baik saja kan, Andy?. Apakah masih ada yang sakit?. Mana biar Ibu dan Tante sembuhkan.” Ucap Lilia, dengan nada khawatir.


Sedangkan, Andy sendiri hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu berkata dengan santai.


“Aku tidak apa-apa, Bu?.” Ucap Andy, menenangkan Ibunya. Kemudian mengalihkan perhatian menuju ke Amy.


“Aku bertarung dengan Mafia Ular.” Ucap Andy, kepada Amy. Mereka berdua mendengar tersebut. Hanya menghela nafas.


“Beruntung, Mafia Ular kecil itu. Kukira Mafia yang besar. Namun, kau tidak apa-apa kan?. Serta, kenapa kau bertarung dengan Mafia kecil itu?.” Ucap Amy.


“Itu karena, mereka menekan Nanami.” Ucap Andy, sedangkan Lilia dan Amy, menatap ke arah Andy kemudian menghela nafas kembali.


“Kau akan membahayakan nyawamu, demi Wanitamu. Aku benar-benar semakin mencintaimu.” Ucap Amy, kemudian memeluk Andy.


“Itu benar, aku juga semakin bangga dan cinta padamu, Andy.” Ucap Lilia, juga memeluk Andy. Sedangkan, Andy tersenyum dan membalas pelukannya, sambil berkata.


“Bagaimana kalau kita mandi bersama?.” Ucap Andy, tersenyum menyeringai. Namun, sebelum Amy dan Lilia menjawab. Andy sudah menarik mereka, dan menggendongnya.


“Kyaaaa.” Teriak keduanya. Andy, kemudian dengan cepat menuju ke atas dan pergi menuju ke kamar mandi.


Sesampai di kamar mandi, mereka kemudian mandi bersama. Sambil bermain, selama 3 Jam. Selepas itu, Andy, Amy, dan Lilia keluar.


Terlihat Andy yang masih bertenaga, sedangkan Amy dan Lilia, sedikit lelah. Serta jalan mereka berdua sedikit aneh. Andy, membawa mereka ke kamar masing-masing, dan tak lupa mencium kening mereka.


“Selamat tidur.” Ucapan Andy untuk keduanya. Lalu, pergi menuju ke Kamarnya. Namun, pintu Kamar Sayoko terbuka.


Terlihat, Sayoko sudah memakai pakaian Olahraganya. Andy, sedikit mengerutkan keningnya, kemudian bertanya.


“Kau mau kemana, Malam-malam begini memakai pakaian Olahraga?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko memandang ke arah Andy dengan ekspresi datar.


“Jelas, aku mau olahraga Pagi. Kenapa, memangnya?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy menatap ke arah Sayoko dengan ekspresi aneh.


“Ini, jam berapa?. Bukannya masih malam.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko menunjuk ke arah Jam yang berada di lantai atas.


Andy, kemudian memandang ke arah, Jam yang ditunjuk oleh Sayoko. Seketika, Andy terkejut. Bahwa di Jam menunjuk ke Pukul 05.00.


“Ugh, kalau begitu. Ayo kita turun, melakukan Olahraga.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko hanya mengangguk.


Kemudian, mereka turun ke bawah. Lalu, keluar dari Rumah. Andy, melakukan Olahraga ringan seperti Push Up dan Sit Up terlebih dahulu. Sedangkan, Sayoko memulai pemanasan seperti biasa.


Selesai melakukan itu, Andy pergi menuju ke Rumah Hewannya. Lalu, memberikan Makanan ke Hewan Peliharaan. Andy tidak berbicara banyak kepada mereka.


Karena, Andy segera menyelesaikan Misi Harian, kemudian masuk ke Rumah dan masak untuk makan pagi.


Selesai, memberi makan. Andy segera berlari pagi, memutari Komplek seperti biasa. Selepas itu, Andy segera masuk ke dalam Rumah diikuti dengan Sayoko.


Andy, kemudian masuk ke dalam Dapur. Lalu, membuat makanan untuk Makan pagi mereka. Andy dengan mudah, memasak hal yang sederhana, karena waktunya yang sedikit.


Selesai, memasak. Andy menghidangkan makanan ke pada 4 Perempuan tersebut. Yui, yang melihat bahwa Andy yang memasak, bukannya Ibunya dan Tantenya. Dia bertanya.


“Kemana, Ibuku dan Ibumu?.” Ucap Yui, sedangkan Andy duduk di kursi makan, lalu menatap ke arah Yui dan menjawab.


“Mereka istirahat. Mereka kelelahan, karena menungguku pulang malam.” Ucap Andy, selebihnya tidak diceritakan. Yui hanya mengangguk, sedangkan Sayoko dan Sasha sedikit curiga, namun mengabaikannya.


“Ittadakimasu.” Ucap mereka, kemudian makan makanan yang sudah dihidangkan tersebut. Mereka memakan dengan lahap, karena masakan Andy sangat enak.


Selesai, makan. Andy, segera naik ke atas untuk memakai Seragamnya. Sedangkan, Para Perempuan membawa Piring bekas ke tempat cuci.


Tak lama kemudian, Andy turun dan melihat bahwa keempat perempuan sudah siap untuk berangkat. Andy, tersenyum dan berkata.


“Baiklah, ayo berangkat.” Ucap Andy, kemudian mereka berlima keluar dari Rumah dan menuju ke Sekolah. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Raul dan Sera.


Namun, Andy bukan fokus ke arah keduanya, namun fokus ke arah seorang Perempuan yang bersama mereka. Andy, kemudian berjalan ke arah Perempuan tersebut.


“Kita pergi, dahulu saja.” Ucap Sera, menarik Raul menuju ke Sekolah. Sedangkan, keempat Perempuan yang bersama Andy. Mengikuti Sera dan Raul.


Mereka berempat tidak ingin mengganggu, pertemuan Andy dengan Perempuan tersebut. Mereka, membiarkan keduanya melepaskan rindu mereka.


Sisi Andy, dia berdiri tepat di depan Perempuan tersebut. Andy tersenyum dan bahagia dalam hatinya saat melihat Perempuan tersebut.


Begitupun, Perempuan tersebut juga memandang ke arah Andy dengan penuh kerinduan. Sudah berapa hari mereka tidak bertemu.


Bagi, keduanya. Sehari tidak bertemu sama dengan Setahun tidak bertemu. Mereka saling memandang, lalu terlihat air mata kerinduan muncul di Perempuan tersebut.


Andy yang sudah tidak tahan pun, mendekat dan memeluk Perempuan tersebut. Begitupun juga Perempuan tersebut, dia juga memeluk Andy.


Terlihat, sebuah Sakura yang jatuh, kemudian di terpa oleh Angin. Sakura pun terbang menutupi keduanya. Dunia terlihat milik mereka sendiri.


Mereka diam, dalam pelukan masing-masing. Namun, berikutnya Andy memeluknya dengan erat. Sedangkan, Perempuan tersebut semakin erat juga pelukannya.


Lalu, Andy perlahan melepas Pelukannya. Begitupun Perempuan tersebut. Mereka tersenyum dan Andy pun mendekatkan Bibirnya ke arah bibir Perempuan tersebut.


Cup.


Sebuah Ciuman Romantis, tanpa adanya Hawa Na*su. Selepas Andy dan Perempuan tersebut berciuman. Andy pun berkata dengan suara lembut.


“Selamat kembali, Angel.”


[To be Continued.]


Maaf telat, Noveltoon membuatku Down hari ini. Jadi, saat menulis. kurang semangat sama sekali.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.