Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 182


[Chapter 182.]


[Indonesia.]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto, Zero, June, Arisa, Silvia, dan Erika mulai melakukan perjalanan mereka kembali menuju ke markas geng Harimau.


Dalam perjalanan, ke empat istri Ryuto tertidur. Ryuto tersenyum melihat hal tersebut, kemudian berkata.


“Mereka benar-benar lelah,” Ryuto berkata sambil menyandarkan tangannya di pintu, dia juga menatap ke arah luar.


“Tuan, ada informasi baru terkait Geng Harimau,” ucap Zero, yang fokus mengendarai mobil.


“Apa itu, Zero?” tanya Ryuto, lalu fokus Ryuto menatap ke arah depan, kemudian Zero berkata dengan nada sedikit serius.


“Setiap pasukan mereka memiliki roh harimau dan tahap mereka semua adalah pejuang tingkat daratan,” ucap Zero.


Ryuto memejamkan matanya, dia tidak terkejut dengan informasi tersebut, dia merasa itu adalah kewajiban geng Harimau sendiri untuk memiliki roh Harimau.


“Lalu, ada informasi yang lainnya?” tanya Ryuto, kemudian Zero menjawab dengan serius.


“Mereka terlibat kasus dengan Geng Ular,” ucap Zero, kemudian Ryuto membuka matanya dan berkata.


“Dulu Mafia Ular, sekarang Geng ular. Apakah geng tersebut bisa berubah jadi ular,” ucap Ryuto dengan asal.


Zero yang mendengar ucapan Ryuto terkejut, dia dengan cepat bertanya kepada Ryuto.


“Tuan, bagaimana anda tahu akan hal itu?” tanya Zero, sementara Ryuto tercengang dengan pertanyaan Zero.


‘Oioi, apakah benaran?’ batin Ryuto, dia benar-benar terkejut bahwa ucapan asalnya bisa kenyataan.


“Yah, aku hanya menebak,” ucap Ryuto, dia benar-benar berkata dengan jujur, namun bagi Zero berbeda, Zero berfikir.


‘Mungkin Tuan tidak ingin kekuatan aslinya diketahui, sungguh hebat Tuan,' batin Zero, entah bagaimana rasa kesetiaannya meningkat.


Ryuto tidak tahu mengapa Zero memiliki pandangan baru, dia tidak peduli dan melanjutkan pertanyaan.


“Lalu, siapa yang menang?” tanya Ryuto, membuat Zero sadar dan menjawab dengan serius dan jujur.


“Geng Ular,” ucap Zero, kemudian Ryuto tersenyum dan melanjutkan pertanyaan kembali.


“Lalu, apakah karena ini yang membuat geng Harimau menerima kita nanti?” tanya Ryuto, sementara Zero menjawab.


“Itu benar, Tuan. Tapi menurut pengamatan Alpha, Geng Harimau terkenal akan kelicikan,” ucap Zero.


“Kenapa kau memusingkan kelicikan mereka, jika mereka berani bertindak di luar batas, bunuh saja sudah,” ucap Ryuto.


Entah kenapa dia tidak ingin repot-repot mengurusi hal yang tidak pasti, tunduk atau tidak. Jika tunduk, patuhi. Jika tidak mati.


Ryuto benar-benar sederhana, bahkan istrinya juga sederhana, mereka hanya tidak suka diusik itu saja.


“Tapi, yang dibelakang Geng Harimau sedikit tidak bisa disinggung, Tuan,” ucap Zero, membuat Ryuto mengerutkan keningnya.


“Apa maksudmu?” tanya Ryuto, dia tidak marah dengan ucapan Zero, dia berfikiran dingin.


“Di belakang Geng Harimau adalah orang kaya no 1 di Indonesia, yaitu keluarga Sasongko,” ucap Zero.


“Keluarga Sasongko adalah keluarga yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia, entah apa yang dilindungi, kami belum tahu,” ucap Zero.


Ryuto yang mendengar itu hanya tertawa lepas, dia benar-benar merasa lucu dengan Indonesia.


Tawa lepasnya membuat ke empat istrinya bangun dari tidur mereka, kemudian Silvia menguap dan bertanya kepada Ryuto.


“Hoammm, ada apa Sayang? Kenapa kau tertawa?” tanya Silvia sambil mengusap matanya.


Ryuto yang mendengar suara istrinya, dia berhenti tertawa dan menatap ke arah belakang, dia tersenyum dan berkata.


“Maaf, aku membangunkan kalian. Hanya saja, aku tertawa karena betapa lucunya negara ini,” ucap Ryuto.


Erika yang sudah terbangun sepenuhnya, menatap ke arah Ryuto dengan heran dan penasaran.


Kemudian, Erika ingat akan sesuatu tentang Negara Indonesia tersebut. Lalu, dia bertanya kepada Ryuto.


“Apakah yang kau maksud keburukan Indonesia?” tanya Erika, kemudian Ryuto menatapnya dan mengangguk.


“Menurutku bukan hanya di Indonesia saja, sayang. Tapi, Negara lain juga, walaupun tidak separah disini,” ucap Erika.


“Apakah kau tahu sesuatu?” tanya Ryuto, membuat Erika mengangguk dan berkata dengan santai.


“Indonesia itu memiliki berbagai pulau, namun mereka memiliki hutang yang sangat besar,” ucap Erika.


“Awalnya, aku hanya menganggap itu biasa, namun ketika melihat hutangnya yang sangat tinggi, bahkan Negara yang kaya pun terlampaui oleh hutang tersebut, aku terkejut,” ucap Erika.


Ryuto mengerutkan keningnya, dia benar-benar merasa ada sesuatu yang menarik di balik ini semua.


“Lalu, aku mulai tertarik dengan hal tersebut, sampai akhirnya aku paham kenapa hutangnya sebesar itu,” ucap Erika.


“Pertama, jumlah masyarakat menjadi lebih tinggi, karena Negara ini seperti tempat untuk pembuangan bagi Negara lain,” ucap Erika.


“Kedua, Pemerintah mereka terdapat banyak yang melakukan korupsi, mengakibatkan hutang menjadi meningkat cepat,”


“Ketiga, Faktor sumber daya banyak tapi pengelola minim pengetahuan, di negara ini para warga benar-benar dituntut,”


“Ketiga hal itu yang sebenarnya terjadi, aku merasa kasihan dengan Negara ini sebenarnya,” ucap Erika.


Erika berhenti bicara, membiarkan Ryuto mencerna informasi tersebut, begitu juga ketiga saudari yang lainnya.


“Kau benar, Negara ini benar-benar membuatku kasihan. Pejuang yang gigih melawan dan mengusir penjajah, namun rusak oleh orangnya sendiri,” ucap Ryuto.


“Nah Erika, apakah Negara ini di jual?” tanya Ryuto, entah kenapa dia memiliki fikiran tersebut.


“Mana ada Negara di jual, sayang, walaupun ada, apakah orang tersebut sanggup membiayai seluruh hutang Negara,” ucap Erika.


Erika tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Ryuto, kemudian dia mendengar perintah Ryuto kepada Zero, dia benar-benar terkejut.


“Zero, cari tahu bagaimana memiliki Negara ini,” ucap Ryuto, kemudian dia melanjutkan ucapannya.


“Kalau bisa beli, namun jika mereka mempersulit invasi saja,” ucap Ryuto dengan ringan dan serius.


Erika, Silvia, June, Arisa, dan Zero terkejut mendengar ucapan dari Ryuto, mereka benar-benar tidak percaya dengan pendengaran mereka.


“Sayang, kau bilang apa tadi?” tanya June, dia benar-benar terkejut, dia bertanya kembali untuk memastikan pendengarannya tidak salah.


“Kuasai Indonesia, buat menjadi Negara kuat, hilangkan kebusukan Negara,” ucap Ryuto, June pun sudah mengkonfirmasi pendengaran miliknya normal.


“Kau yakin, sayang?” tanya Arisa, dia sudah sadar dari keterkejutan, dia perlu mengkonfirmasi ucapan Ryuto.


“Aku yakin,” ucap Ryuto, membuat ke empat istrinya menghela nafas panjang dan mereka mulai tersenyum kembali.


“Kalau kau sudah yakin, apa boleh buat,” ucap Erika, kemudian di tambahi oleh June, dengan nada tenangnya.


“Ya, menguasai sebuah Negara bukan hal buruk juga,” ucap June, kemudian Silvia tertawa pelan.


“Fufu~, benar-benar menarik,” ucap Silvia, lalu Arisa menambahi ucapan dari Silvia.


“Itu benar, menarik. Tidak seorang pun berani seperti itu,” ucap Arisa, kemudian mereka berbicara sendiri, mengabaikan Ryuto dan Zero.


Ryuto melakukan hal tersebut, bukan karena tertarik saja, melainkan sesuatu layar di depannya terpampang jelas.


[Misi Dunia.]


[Kuasai Indonesia, hancurkan kebusukan Negara, Para pahlawan mengharapkan anda.]


[Hadiah : Fitur Perkembangan Negara.]


[Hukuman : Dunia akan musnah.]


[Durasi : 30 hari.]


‘Misi sudah muncul, Jepang belum kukuasai sekarang Indonesia terlebih dahulu,' batin Ryuto, kemudian mobil berhenti.


“Tuan, kita sudah sampai.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.