Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 149


[Chapter 149.]


[Kedatangan.]


[Silahkan Dibaca.]


Gunung Fuji.


Ryuto menatap ke arah pria dan wanita, kemudian ke arah Yuli, lalu dia bertanya kepada Yuli.


“Yuli, kau kenal dia?” ucap Ryuto, sementara Yuli yang diberi pertanyaan tersebut, dia menatap Ryuto dan mengangguk.


“Dia temanku, serta orang yang waktu itu menjemputku dari Stasiun, saat kita pulang dari Osaka,” ucap Yuli.


Ryuto pun mengangguk, kemudian dia menatap ke arah wanita yang bernama Eimi, begitu juga wanita tersebut menatap Ryuto.


Eimi menatap Ryuto dengan penuh minat, pria yang berada di sebelahnya melihat hal tersebut segera berteriak.


“Oi, kau Kurokami. Tidak akan kubiarkan Istriku pergi bersamamu, jika kau tidak bisa mengalahkanku,” ucap pria tersebut.


Ryuto yang mendengar itu, dia mengedutkan bibirnya. Sementara Zehard, dia melihat hal tersebut, dia tertawa.


“Hahahahaha, kalian berdua sungguh lucu, oi Seida, duduklah di sini,” ucap Zehard, menyuruh pria tersebut.


“Diamlah, kau Zehard. Seluruh Mafia mu selalu saja membuat ulah di Jepang, s*alan,” ucap pria tersebut dengan nada tinggi.


“Hahaha, santai saja. Mereka sudah kuurus, Yakuza tidak akan kerepoton,” ucap Zehard, kemudian melanjutkan ucapannya dengan pelan.


“Yah, kalau kerepotan berarti Yakuza tak berguna,” ucap Zehard dengan pelan, namun pria tersebut mendengarnya.


“Apa kau bilang, Zehard? Mau bertarung, Hah,” ucap pria tersebut, sementara Zehard menyeringai.


“Ohhhh, sudah lama ini, kita tidak bertarung, Ketua dari seluruh Mafia, melawan Ketua dari seluruh Yakuza, judul itu menarik,” ucap Zehard.


Sementara itu, Ryuto menatap mereka dan menggelengkan kepalanya, dia meninggalkan pertarungan mereka, ke arah makanan.


“Oi, jangan makan sendirian, Kurokami,” teriak keduanya, sementara para istri tertawa pelan melihat tingkah mereka bertiga.


“Sudahlah, makan dulu, kita bicaranya nanti,” ucap Ryuto, kemudian mereka berdua mengangguk dan mulai makan bersama.


Beberapa menit kemudian.


Mereka selesai makan, lalu pria tersebut berkata dengan nada tenang, namun terlihat berwibawa.


“Terimakasih atas makanannya, maaf karena telat memperkenalkan diri, Namaku ialah Seida Mitsu, aku adalah ketua dari seluruh Yakuza di Jepang,” ucap pria tersebut.


Seida Mitsu, dia adalah ketua dari seluruh Yakuza di Jepang, bisa dikatakan dia yang paling banyak menguasai Yakuza di Jepang.


Sementara Yakuza yang tidak ingin bergabung, dia biarkan namun dengan syarat jangan mengacau Jepang.


Contoh Yakuza yang tidak bergabung ialah, Yakuza Itoka.


Seida Mitsu, dia memiliki perawakan tinggi sekitar 1.9m, memiliki otot yang kekar dan keras, dia hampir sebesar Zehard.


Dia memiliki iris mata Coklat dan sorot matanya tajam, rambut yang dia miliki pendek seperti seorang Tentara.


Dia memiliki luka garis di mata, serta pipi. Pakaian yang dia pakai, adalah hitam dengan lambang Yakuza Mitsu.


“Kalau begitu, namaku adalah Eimi Mitsu, aku adalah Istri dari Seida Mitsu, namun sebentar lagi aku akan menjadi mantannya, Fufu~,” ucap Eimi.


Eimi Mitsu, dia adalah wanita yang cantik, dengan tubuh yang ideal, menambah kesan elegan miliknya.


Dia memiliki iris mata berwarna hijau, rambut berwarna coklat cerah, rambutnya sepanjang bahu.


Dia memiliki aset yang lumayan besar, setara dengan para istri Ryuto.


“Hmm, baiklah. Aku adalah Ryuto Kurokami,” ucap Ryuto, sementara Seida menggertakkan giginya.


“Oi, kau mencari muka pada istriku kan?” ucap Seida.


Ryuto yang mendengar itu menatap ke arah Seida dengan aneh, kemudian dia berkata.


“Kau ini, bagaimana bisa menyimpulkan hal seperti itu, serta kenapa kau selalu menyebutku ingin merebut istrimu,” ucap Ryuto.


Seida menatap Ryuto serius, kemudian dia berkata dengan nada serius miliknya.


“Kalau kau ingin memiliki Eimi, lawan aku dan kalahkan aku,” ucap Seida.


Zehard melihat interaksi tersebut, tidak bisa tidak tertawa.


“Hahahahaha,” tawa Zehard, Ryuto menatap Seida kemudian Eimi, namun Eimi sudah berbicara dengan para istrinya.


[Misi dipicu.]


[Rebut istri Seida Mitsu.]


[Hadiah : 100.000 Poin + Keterampilan Taichi (Max.)]


[Hukuman : Seluruh poin + keterampilan hilang.]


[Durasi : -.]


Ryuto yang melihat misi tersebut, tidak bisa tidak tercengang. Lalu, dia menghela nafas berat.


“Baiklah, tentukan lokasinya,” ucap Ryuto kepada Seida dengan serius. Seida pun berkata.


“Lokasi, Arena tengah laut, Ring Marina,” ucap Seida, sementara Ryuto mengangguk setuju.


“Jam 8 pagi, tepat minggu depan,” ucap Seida, lalu Ryuto berfikir dan mengangguk.


Kemudian, Seida berdiri. Lalu, berbalik untuk pergi, dia berkata.


“Eimi, kalau kau berada disini, akan ku tinggal sekarang, aku ada kerjaan lain,” ucap Seida, entah kenapa nadanya menjadi santai.


“Aku akan disini, ada Yuli dan yang lainnya,” ucap Eimi, sementara Seida mengangguk dan pergi.


Zehard pun juga berdiri, kemudian dia menatap ke arah Ryuto dan berkata.


“Hidangan yang kau buat sangat enak, melebihi restoran bintang 5, kapan-kapan aku akan berkunjung untuk makan lagi,” ucap Zehard.


“Oh satu hal, suatu saat aku akan mengajakmu berpetualang,” ucap Zehard, berbalik sambil tertawa, diikuti Kurht yang selesai mengembalikan keadaan Gunung.


“Oke, aku nantikan,” ucap Ryuto, kemudian dia menatap ke arah para istrinya, lalu dia berkata.


“Bagaimana, apakah kalian ingin disini dulu atau kita pergi ke suatu tempat?” ucap Ryuto mendekati mereka.


“Disini dulu saja, nanti kita pulang bersama,” ucap Amy, dia masih ingin di gunung Fuji, karena udara yang segar.


“Baiklah,” ucap Ryuto, kemudian berbaring di pangkuan Nanami, dia benar-benar suka berbaring di paha tiap istrinya.


Jam 16.43.


Mereka turun dari gunung dan pergi ke mobil panjang milik mereka, Eimi juga ikut naik. Entah kenapa, dia bersenang-senang bersama para istri Ryuto.


Semuanya sudah masuk, Zero pun menyalakan mobilnya dan pergi dari gunung Fuji, mereka pergi menuju ke rumah Ryuto.


Jam 19.23.


Mereka tiba di rumah Ryuto, satu persatu turun. Kemudian, semuanya pergi masuk ke dalam rumah, begitu juga Eimi.


“Terimakasih, Zero. Minggu depan mungkin aku akan menyusahkan dirimu kembali,” ucap Ryuto.


“Tidak masalah, Tuan, serta aku pergi kembali ke markas dulu, Tuan,” ucap Zero, diangguki oleh Ryuto.


Zero pun pergi, Ryuto berbalik masuk ke dalam rumah miliknya. Ryuto menyadari ada yang mengikuti dia, sejak pertarungan.


Namun, Ryuto diam saja. Karena orang tersebut, berada di langit. Bagaimana dia bisa tahu, itu semua karena sistem.


Ryuto masuk ke dalam rumah, sosok yang mengikuti Ryuto, perlahan terlihat.


Sosok tersebut ialah seorang pria tua, dia berkata dengan nada santai.


“Hohoho, masa muda memang menyenangkan, sepertinya aku perlu membawa muridku, untuk bertarung nanti,” ucap pria tua tersebut.


Lalu, dia melayang pergi menuju ke timur kembali.


Ryuto masuk ke dalam rumah miliknya, kemudian dia melihat bahwa istri dan maidnya menunggunya.


“Baiklah, ayo kita mandi,” ucap Ryuto, membuat mereka mengangguk, begitu juga Eimi.


Ryuto yang melihat itu menyeringai dan berfikir.


'Seida, kucicipi Istrimu dulu,'


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.