
[Chapter 42.]
[Ikut Kompetisi Musik.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy tersenyum, saat melihat Notifikasi System. Lalu, Sayoko dan Sasha berhenti tepat di depan Andy. Sedangkan Yui dan Yuka, segera pergi meninggalkan Andy. Mereka berdua masuk ke Sekolah bersama dengan Raul dan Sera.
“Andy, bisakah kamu ikut denganku, ke Ruang Osis?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy tersenyum dan mengangguk. Sasha yang diam, kemudian berjalan sejajar dengan Andy, dan berkata.
“Apakah kau, bermain-main dengan Sayoko?.” Ucap Sasha, sedangkan Andy menyipitkan matanya, kemudian berkata.
“Apa maksudmu?.” Ucap Andy, sedangkan Sasha hanya menatap ke arah depan, kemudian menjawab dengan pelan.
“Apa hubunganmu dengan Angel, Yui dan Yuka?.” Ucap Sasha, sedangkan Andy melirik ke arah Sasha kemudian menjawab.
“Calon Istriku.” Ucap Andy, sedangkan Sasha terkejut dengan jawaban dari Andy. Kemudian menatap ke arah Andy dengan rumit.
“Kau, benar-benar mempermainnya berarti. –“ Ucap Sasha menaikkan suaranya, namun di sela oleh Sayoko.
“Sasha, tak apa. Andy berbeda dengan Laki-laki itu. Jadi, behenti.” Ucap Sayoko dengan tegas, sedangkan Andy mendengarkan kata ‘Laki-laki itu.’ Seketika penasaran.
“Nah, Sayoko. Bagaimana kalau pulang nanti ikut denganku?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko sedikit terkejut, lalu tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Sasha merasa ada sesuatu yang direncanakan oleh Andy.
“Aku ikut.” Ucap Sasha, sedangkan Andy mengangguk. Tak lama kemudian, mereka sampai di depan Ruang Osis. Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan.
“Hmm, kenapa sepi sekali, Ruang Osis?.” Ucap Andy, saat sudah masuk ke dalam Ruang Osis. Sedangkan Sayoko menjawab.
“Kedua anggota yang lain, masih ada urusan di kelas. Jadi hanya kita saja disini.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy hanya mengangguk, kemudian dia duduk di bangku yang berada di tempat tersebut.
Sayoko berjalan menuju ke sebuah rak dan mengambil sebuah lembaran. Lalu, Sayoko berjalan ke arah Andy, dan meletakkan Lembaran tersebut.
Ternyata lembaran itu adalah Brosur Kompetisi Musik. Andy tersenyum, lalu memandang ke arah Sayoko dan bertanya.
“Apakah kamu ingin aku ikut Lomba ini, apakah kau tahu suaraku?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko tahu bahwa Andy akan bertanya hal tersebut, jadi dia mengambil Hpnya dan memutar sebuah video.
Andy, melihat Video itu dan hanya tersenyum kecut. Terlihat disana, Andy yang sedang bernyanyi. Kemudian, Sayoko mematikan video tersebut, lalu tersenyum.
“Jadi, bagaimana?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy menghela nafas. Kemudian menganggukkan kepalanya dan menjawab.
“Aku akan ikut. Tapi beri aku sesuatu?.” Ucap Andy, sambil tersenyum. Sedangkan, Sayoko kemudian berfikir dan menemukan ide, lalu Sayoko menjawab dengan menggoda Andy.
“Bagaimana, kalau aku akan menjadi milikmu?.” Ucap Sayoko, menggoda Andy. Sedangkan, Andy seketika matanya bersinar cerah.
“Baiklah, Deal.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko tertegun, sebenarnya dia menggoda sekaligus bercanda, namun malah Andy menanggapinya dengan serius.
“Eh, kau setuju?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy menatap Sayoko dengan tatapan aneh. Lalu berkata.
“Kenapa, aku harus menolak Perempuan cantik?.” Ucap Andy dengan polosnya. Sayoko senang, namun kembali murung karena Andy belum tahu, Sayoko sepenuhnya.
“Baiklah, aku akan ke kelas terlebih dahulu. Kalian, saat pulang jangan lupa.” Ucap Andy, kemudian keluar dari ruangan. Sayoko masih menatap punggung Andy dengan perasaan rumit.
“Nah, Sasha. Jika dia tahu aku sudah tidak seperti yang lainnya, apakah dia masih menerimaku?.” Ucap Sayoko, memandang ke arah Sasha dengan sedih.
Sasha kemudian, mendekat dan memeluknya. Sasha terlihat seperti sosok Ibu yang sedang memeluk Putrinya yang sedang menangis.
“Aku yakin, dia akan menerimamu. Apapun yang terjadi.” Ucap Sasha, dalam hatinya dia berkata ‘Sebenarnya aku tidak tahu, Sayoko. Namun, Andy sepertinya benar-benar mencintamu, jadi kau harus senang dan bahagia.’ Batin Sasha sambil menenangkan Sayoko.
Di sisi Andy, dia berjalan menuju ke kelasnya. Sampai di depan kelasnya, Andy segera masuk dan duduk di bangkunya.
Lalu, bel masuk terdengar dan Guru pun masuk. Semuanya kemudian mendengarkan pelajaran yang disampaikan Guru tersebut.
Beberapa jam kemudian, Bel istirahat berbunyi. Andy, keluar dan ingin menuju ke atap sekolah untuk bersantai.
Andy keluar dari kelas, kemudian berjalan menuju ke Atap sekolah. Namun, saat melewati ruang Kepala Sekolah, Andy mendengar suara teriakan.
“Aku tidak akan pernah menikahimu, Ferdy!.” Teriak suara Wanita yang tak lain adalah Kepala Sekolah, Amamiya Furuyama.
“Hehehe, kau tahu. Ruangan ini hanya ada kita berdua, akan kuklaim kau disini.” Ucap seorang Laki-laki yang terlihat mengesalkan.
“Tidak, apa yang akan kau lakukan!.” Ucap Amamiya, kemudian berusaha membuka pintu tapi tidak bisa. Andy tahu, karena dia melihat gagang pintu bergerak.
“Kau tidak akan bisa, keluar Miya.” Ucap Ferdy tersebut, kemudian terdengar di dalam seperti sesuatu jatuh ke tanah.
“Kyaaaa.” Ucap Amamiya, sedangkan Andy yang daritadi menguping. Menjadi geram dan menendang pintu Kepala Sekolah dengan keras.
Brukkkk.
Ferdy dan Amamiya terkejut, dengan suara pintu yang terbuka dengan keras. Lalu, mereka melihat seorang siswa, yang tak lain itu adalah Andy.
Andy, melihat bahwa, Kepala Sekolah Amamiya sudah ditindih oleh Ferdy, sedangkan Ferdy melihat ada yang mengganggu dirinya, seketika marah.
Namun, sebelum berteriak sebuah tendangan yang sangat kuat dan cepat, mengenai wajahnya. Ferdy terkejut dan terkena tendangan tersebut.
Brukkkkk.
Andy, tidak tinggal diam. Dia mendekati Ferdy dan memukuli Wajahnya terus menerus. Amamiya melihat itu sedikit terkejut.
Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.
Andy, melihat bahwa Ferdy sudah tidak sadarkan diri. Andy pun menghentikan pukulannya, dan melihat ke arah Amamiya dan bertanya.
“Apakah, Amamiya-Sensei baik-baik saja?.” Ucap Andy dengan rasa khawatir. Sedangkan Amamiya membalas dengan khawatir.
“Aku tidak apa-apa, tapi kamu akan menjadi target dari Keluarga Ferdy.” Ucap Amamiya, namun Andu melambaikan tangannya.
“Tidak perlu khawatir.” Ucap Andy, kemudian menggendong Laki-laki itu keluar dari Ruang Kepala Sekolah. Amamiya melihat itu terkejut dan bertanya.
“Kau akan membawanya kemana?.” Ucap Amamiya, sedangkan Andy menjawab dengan mudah.
“Aku akan melemparnya keluar.” Ucap Andy, kemudian berjalan menuju ke bawah. Namun, Andy tidak membawanya keluar, namun kebuah Gudang yang sudah lama tidak terpakai.
‘Kukuku, aku melihat ada Energi Roh di Gudang ini.’ Ucap Andy tertawa dalam hati. Kemudian, Andy memasuki Gudang tersebut.
Terlihat, banyak Roh yang masih berkeliaran. Lalu, melihat bahwa ada kursi dan lakban disana. Andy, mendudukkan Ferdy di Kursi tersebut dan mengambil lakban, kemudian mulai melakban tangan, kaki, mulut dan tubuh Ferdy.
“Baiklah, selesai.” Ucap Andy, kemudian membuka mata batin Ferdy, dan meninggalkannya. Saat sampai di luar, Andy menggunakan Energinya ke sebuah, kertas dan menempelkan ke pintu.
Seketika, Kertas menghilang masuk ke dalam Pintu. Andy sudah memasang kedap suara dengan kertas tersebut.
“Hehehe, dengan ini teriakannya tidak akan terdengar.” Ucap Andy, meninggalkan Ruang Gudang. Lalu, kembali ke Ruang kepala sekolah. Sesampai disana, terlihat Amamiya melihat ke arah Andy dengan khawatir.
“Aku tidak masalah. Jika, semisal mereka menyalahkan, Sensei. Sensei bisa menelponku. Akan kuatasi nanti.” Ucap Andy, sedangkan Amamiya tertegun dengan kepercayaan diri Andy, dia tersenyum dan menjawab.
“Dasar, kau ini seperti sedang menggodaku, untuk berlindung kepadamu. Apakah kau menyukaiku juga?.” Ucap Amamiya bercanda dan menggoda Andy. Sedangkan, Andy tersenyum dan menjawab.
“Aku menyukai seorang Perempuan atau Wanita, itu harus mereka menyukai ku untuk sekarang. Karena, aku sudah memiliki beberapa Perempuan dan Wanita, jadi jika ingin mencari lagi, aku harus benar-benar memilih orang yang benar-benar jujur mencintaiku.” Ucap Andy.
Sedangkan, Amamiya tersenyum dan sedikit terkejut dengan jawaban dari Andy. Dia seperti tertolak, namun tidak menyakitkan. Amamiya juga sadar, bahwa dia juga masih menanggung biaya sekolah Putrinya.
“Abaikan saja, aku sudah Tua, bahkan aku dan Amy lebih tua aku. Serta, aku juga sudah memiliki 1 Putri.” Ucap Amamiya, sedangkan Andy terkekeh mendengar hal tersebut.
“Memang, aku peduli. Bagiku kau juga cantik.” Ucap Andy, sedangkan Amamiya tersipu dengan ucapan Andy, kemudian langsung sadar.
“Tidak baik, menggoda Kepala Sekolah, segera kembali ke kelas. Bel masuk akan berbunyi.” Ucap Amamiya, kemudian Bel pun berbunyi.
“Baiklah, sampai jumpa lagi, Amamiya-Sensei.” Ucap Andy, berjalan pergi menuju ke kelasnya. Sedangkan, Amamiya masih menatap punggung Andy yang perlahan menghilang.
“Dia ini seperti penakluk Wanita saja.” Ucap Amamiya menggelengkan kepalanya dan masuk ke kantornya.
Di sisi Andy, dia berjalan ke arah kelasnya. Sesampai di depan pintu kelasnya, Andy membukanya dan masuk ke dalam kelas. Dia duduk di tempat biasanya.
Tak lama kemudian, Guru pun masuk. Pembelajaran pun dimulai, Andy mendengarkan dengan serius, namun perlahan konsentrasinya hilang, karena dia lupa belum makan apapun.
‘Sial, aku tidak sempat makan siang.’ Batin Andy, kemudian waktu berjalan. Sampai, waktunya untuk pulang.
Bel pulang berbunyi, Guru keluar dari ruangan, lalu diikuti para Siswa. Yui dan Yuka tetap di tempat menunggu Andy.
“Kalian, mau ikut tidak?. Aku akan pergi ke Restoran.” Ucap Andy, keduanya kemudian berfikir, lalu mengangguk setuju. Keduanya keluar dari kelas.
“Memangnya kenapa kita kesana, Andy?.” Ucap Yui, sambil melihat ke arah Andy, begitu juga Yuka. Sedangkan Andy tersenyum dan menjawab.
“Nanti akan kuberitahu. Kita tunggu Sayoko dan Sasha terlebih dahulu.” Ucap Andy, keduanya menyipitkan matanya, dan hanya mengangguk.
Tak lama kemudian, Sayoko dan Sasha berjalan keluar dan menemukan Andy, Yui, Yuka, sedang berdiri. Sayoko tahu bahwa Andy menunggu dirinya. Keduanya berjalan ke arah Andy, Yui, dan Yuka.
“Akhirnya, kalian tiba. Baiklah, ayo ke Restoranku.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko dan Sasha sedikit terkejut, lalu Sayoko bertanya.
“Apakah kau memiliki Restoran sendiri atau milik Keluarga?.” Ucap Sayoko, sebelum Andy menjawab, Yui yang berada di dekat Sayoko menjawab.
“Dia sendiri, Ketua Osis. Dia yang memiliki Restoran itu.” Ucap Yui, sedangkan Sayoko mengangguk, namun dia merasa tidak nyaman saat memanggilnya dengan Ketua Osis.
“Ano, Yui-san. Bisakah memanggilku dengan Sayoko saja, daripada Ketua Osis. Sekarang kan, kita berada di luar Sekolah.” Ucap Sayoko, sedangkan Yui mengangguk.
“Baik, Sayoko. Kalau begitu jangan panggil aku Yui-san, tapi Yui saja tanpa embel-embel.” Ucap Yui, dan Sayoko mengangguk. Lalu mereka berjabat tangan, lalu ekspresi mereka terlihat seperti akrab.
Sasha pun juga sudah akrab dengan Yuka. Andy sungguh terkejut dengan kejadian ini, lalu dia mulai berfikir.
‘Perempuan maupun Wanita, sungguh cepat akrab. Sekali bicara, mereka langsung membahas hal yang lain, ini mungkin Kemampuan khusus Perempuan dan Wanita.’ Batin Andy, mengangguk-angguk.
Yui, Yuka, Sasha, dan Sayoko seketika sorot matanya menjadi tajam, lalu mengarahkan ke Andy. Sedangkan Andy, bingung. Lalu Yui berkata mewakili ketiganya.
“Kau pasti memikirkan hal yang tidak-tidak tentang kami kan?.” Ucap Yui, sedangkan Andy sedikit terkejut, dengan sensitivitas mereka berempat.
“Tidak, mana mungkin aku memikirkan hal seperti itu.” Ucap Andy, berkeringat dingin sambil mengalihkan pandangannya.
“Mencurigakan.” Ucap mereka berempat, sambil menyipitkan matanya ke arah Andy. Lalu, mereka mengabaikannya dan melanjutkan pembicaraan mereka sambil berjalan.
Tak lama kemudian, mereka telah sampai di Restoran Andy. Sayoko dan Sasha terkejut dengan Restoran yang dimiliki Andy.
“Bukankah ini, dekat dengan Sekolah. Serta ini tempat dulu Restoran Akashi.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy mengangguk.
“Itu benar, aku membelinya. Karena, mereka bangkrut. Tidak ada pelanggan, sama sekali.” Ucap Andy, kemudian membukakan pintu Restoran.
“Ayo masuk.” Ucap Andy, kemudian keempatnya masuk. Sayoko dan Sasha terkejut dengan isi di dalam Restoran tersebut.
“Ini, Restoran yang luar biasa. Udara menyejukkan, perasaan yang menyejukkan, perasaan dan pikiran ku menjadi lebih rileks.” Ucap Sayoko, sambil duduk dan tersenyum. Sasha juga mengangguk.
“Kalian, duduk dulu. Aku akan ke dapur.” Ucap Andy, sedangkan Yui dan Yuka juga duduk di sisi berlawanan dari Sayoko dan Sasha.
“Jangan terkejut, dengan hidangan yang disiapkan Andy. Karena dia pintar dalam memasak.” Ucap Yuka, sedangkan Sayoko dan Sasha penasaran.
“Eh, itu benar. Sambil menunggu, bisakah kasih tahu sebenarnya ada apa, Andy tiba-tiba juga mengajak kalian berdua, maaf jika terlihat menyinggung.” Ucap Yui, sambil menggaruk kepala belakang yang tidak gatal.
“Oh, itu. Mungkin masalahku, serta Kompetisi Musik yang akan datang.” Ucap Sayoko, sedangkan Sasha tidak mempermasalahkan apapun, karena dia percaya sama Sayoko.
“Ehhh, siapa yang akan ikut dalam Kompetisi Musik?.” Ucap Yui dan Yuka, terkejut dengan informasi tersebut. Sayoko terkekeh melihat mereka berdua, Sasha tersenyum senang melihat keduanya.
“Andy akan ikut Kompetisi Musik, hihihihi.” Ucap Sayoko. Lalu, mengeluarkan Hpnya dan menunjukkan sebuah video.
Yui dan Yuka tahu, di video itu adalah Andy yang kemarin menyanyi di Restoran. Mereka berdua mengangguk-angguk. Lalu, selesai Video, Andy berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Sayoko dan Sasha, merasakan aroma makanan yang dihidangkan Andy, seketika berkhayal tentang kenikmatan makanan tersebut.
Makanan sudah berada di depan mereka, keempatnya meneguk air liur mereka, lalu mengambil Pisau dan Garpu yang disiapkan.
“Mari kita makan.” Ucap Andy, kemudian mereka berempat memakan makanan tersebut. Saat makanan berada di mulut mereka.
Seketika, mereka melihat diri mereka terjerat oleh tentakel Gurita, kemudian menggosok mereka di seluruh bagian. Mereka berempat berteriak bersama.
“Kyaaaaa.” Teriak mereka berempat, lalu kembali ke kesadaran masing-masing. Lalu, terlihat mereka terengah-engah tanpa tahu sebabnya.
“Ugh, sungguh nikmat makanan ini.” Ucap Sayoko, lalu terlihat sesuatu keluar dari antara kakinya. Begitupun Ketiga lainnya. Andy, hanya tersenyum.
Keempatnya segera memakan makanan itu dengan cepat, lalu ijin pergi ke belakang, untuk mengganti Seragam. Andy, membawa semua piring yang kosong ke dapur, hanya membiarkan Minuman di tempat.
Tak lama kemudian, keempat Perempuan kembali dari belakang dengan pakaian ganti mereka. Andy, bertanya-tanya bagaimana mereka mendapatkan Pakaian. Namun, Andy hanya menggelengkan kepalanya.
Lalu, Andy dan keempatnya duduk di bangku pelanggan, lalu mereka mulai meminum minumannya. Sekarang keempatnya merasa berada di sebuah ladang bunga yang menyejukkan.
Lalu, terlihat suasana menjadi nyaman. Mereka kembali ke kesadaran mereka sambil tersenyum. Andy, kemudian memulai pembicaraan.
“Baiklah, mari kita mulai pembicaraan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.