
[Chapter 253.]
[Jack The Hunter.]
[Silahkan Dibaca.]
Bar, terlihat 20 orang terbaring tak utuh dan tak bernyawa di lantai. Kemudian, sosok perempuan terlihat sedang menyiksa seorang laki-laki yang memakai pakaian elite penuh akan darah miliknya. Perempuan itu adalah Anna Kurokami.
Sementara itu, terlihat dua sosok minum dengan ketenangan sendiri. Mereka berdua benar-benar tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada bar tersebut. Keduanya minum segelas Vodka besar dengan sebuah es yang berbentuk berlian.
“Selepas ini, kau pulanglah Zero. Ada yang ingin kulakukan sebentar.” Ryuto berkata dengan serius. Dirinya benar-benar merasa ada sesuatu terjadi di sekitar bar milik Anna. Zero tahu akan hal itu, dirinya mengangguk dan berdiri.
Namun, sebelum Zero keluar, dirinya memberikan sebuah kertas kecil terhadap tuannya. Ryuto sendiri bingung dan mengambil kertas tersebut. Dia membuka dan Zero berkata, “Itu adalah kasus terkait hal yang kita rasakan, Tuan.”
Ryuto tersenyum dan mengangguk terima kasih. Zero berjalan keluar dari bar, dirinya segera menuju ke arah mobilnya dan menjemput Anisa tercinta. Ryuto sendiri masih minum, dia mengambil beberapa minuman keras, mulai dari Bourbon, Gin, Riesling, Vodka, Vermouth, Rum, dll. Dia menambahkan juga Anggur terkenal Chateau latheur 1988, anggur terkenal akan kualitasnya.
Ryuto meminum semua itu, dia memiliki antibodi tinggi. Hal seperti minuman tidak akan memabukkan dirinya. Anna selesai menyiksa dan membunuh orang elite tersebut, dirinya menatap ke arah Ryuto yang asik dengan minumannya.
Anna mengangkat sudut mulutnya, membentuk senyuman indah. Dia berjalan dan tiba di belakang Ryuto. Dengan cepat Anna mengalungkan tangannya ke leher Ryuto. Dirinya menyandarkan kepalanya ke bahu Ryuto. “Jadi, bagaimana dengan istri lainnya?”
Ryuto tidak menjawab, melainkan mencium dengan ganas Anna. Mendapati dirinya di cium, Anna membalas dengan agresif. Keduanya terpisah meninggalkan jembatan air liur. “Belum semuanya masih kurang beberapa, juga kau berlatihlah, sayang. Ikut dengan Clara dan Lina.”
Anna mendengar Clara dan Lina tersenyum, dirinya benar-benar rindu kepada kedua saudari tersebut. Dia juga merindukan yang lainnya juga, akan tetapi Anna merindukan hal lain yang lebih pribadi kepada kedua saudarinya.
“Bawa, aku kesana.” Ryuto mengangguk dan menghabiskan botol terakhir miliknya dan menyentuh tubuh Anna dan mengecup ringan kening Anna sebelum menghilang. Selepas itu, Ryuto menatap ke arah bar.
“Yah, sepi juga di sini. Lebih baik, kupindahkan saja bar ini dan untuk mayat-mayat ini, mungkin Ular suka.” Ryuto berkata dengan ringan dan berdiri dari tempat duduknya. Tangannya mengayun ringan dan bar menghilang begitu juga para orang-orang tersebut.
Ryuto berjalan dengan ringan ke sebuah bangunan tua. Dirinya menatap bangunan itu dengan teliti dan merasakan hawa keberadaan yang aneh. Dirinya berjalan masuk ke dalam bangunan tersebut. Namun sebuah semburan energi gelap meletus dan melesat ke arah Ryuto.
Energi tersebut kuat, akan tetapi bagi Ryuto itu lemah. Dirinya melihat sosok makhluk bertopeng dengan jubah hitam. Sabit di tangan miliknya, makhluk itu menatap ke arah Ryuto dengan tajam. Ryuto sendiri santai, walaupun sedikit bingung dengan makhluk apa yang berada di depannya.
“Se...lu..ruh...Ist..ri...Ku..ro..ka..mi..ha...rus....ma..ti...” sosok itu berkata dengan nada terbata-bata. Ryuto yang mendengar ucapan dari makhluk tersebut, seketika menjadi serius. Dirinya mendengar bahwa makhluk ini mengincar istri Ryuto keseluruhan.
‘Sepertinya familiar tapi apa ya...’ Ryuto bingung, dirinya pernah mengingat makhluk di depannya. Namun, itu ingatan milik si Kurokami, alhasil Ryuto bingung. Dia mencoba mencerna kembali ingatan Kurokami, sampai akhirnya melebarkan matanya.
“Apakah dia ada disini?” Ryuto tidak menyangka akan terjadi hal ini, dia berfikir bahwa musuh yang akan datang saat selepas Kerajaan Star runtuh hanya Gerombolan monster dari Alam menengah. Dia tidak menyangka bahwa salah seorang paling membenci dirinya ada disini.
“Jack the Hunter...” Ryuto mengerutkan keningnya, dia berkata dengan dalam. Musuh bebuyutan yang dianugerahi Dewa lainnya masih berada di Alam Bawah. Dirinya tidak menyangka akan kejutan ini, dia menatap ke arah makhluk di depannya.
“Grim, kau harus kuhancurkan sekarang juga.” Ryuto dengan cepat melesat ke arah makhluk yang bernama Grim tersebut. Dirinya tiba di depan Grim, tangan mengepal dengan Qi menyelimuti seluruh tangannya.
“Matilah,” ucap Ryuto dengan tajam, dia mengayunkan tangannya dengan cepat ke arah Grim tersebut. Grim terkejut, dirinya tidak bisa menghindari pukulan itu. Dia terkena pukulan dengan telak.
Bangunan kokoh seketika roboh, beruntung bangunan tersebut tidak ada orang dan sudah terbengkalai lama. Sosok berdiri di antara puing-puing terlihat, sosok itu adalah Ryuto yang telah menghancurkan Makhluk Grim.
“Seperti yang kuduga, ini masih lemah, yang artinya Jack belum memulihkan kekuatannya. Aku harus cepat mengatasinya, jika tidak seluruh dunia ini akan dalam bencana.” Ryuto teringat salah satu kemampuan Jack, dimana sekelompok manusia bangkit dan akan menginfeksi para manusia lainnya.
Kekuatan itu benar-benar merepotkan, bagaimanapun juga sekelompok orang menginfeksi orang lain menjadi bagian dari kelompok itu. Orang yang sudah menjadi makhluk kebangkitan akan selalu berjalan mengikuti suara dan hanya bisa mati jika seluruh tubuh hancur atau kepalanya diledakkan.
Ryuto menatap Grim, makhluk yang paling mengerikan jika berada di kekuatan puncaknya. Sabit yang normal bisa melukai jiwa seseorang. Kelincahan dan kekuatan Grim benar-benar tidak bisa diukur dengan mudah. Setiap dirinya bertarung, Grim akan menjadi tambah kuat jika tidak dihancurkan.
“Aku harus me- tunggu pantas hanya tersisa 60 saja istriku di Alam bawah. Jadi, selama ini diburu oleh Jack dan Kerajaan Star.” Ryuto mengepalkan tangannya erat-erat. Dirinya benar-benar marah sekarang.
“Awas saja kalian berdua, akan kupastikan kalian mengalami nasih yang mengerikan.” Ryuto bersumpah, langit seketika menciptakan petir dan menghancurkan salah satu bangunan kosong. Sumpah yang diterima oleh alam, wajib dilaksanakan.
Ryuto berbalik dan melompat ke tiap gedung-gedung kota. Tujuannya sekarang adalah toko ramen yang baru saja buka. “Perang memang wajib, membunuh musuh adalah wajib. Namun, yang paling perlu dan paling wajib adalah makan.”
Ryuto melompat dari gedung satu ke gedung lain, dia juga melewati gedung yang dekat dengan pelabuhan. Di saat dirinya melihat kelaut, dia melihat berbagai bayangan kapal besar disana. Seluruh penduduk juga melihat hal itu, para pasukan yang bersiaga segera bersiap.
“Mereka tidak sabaran sepertinya.” Ryuto menggelengkan kepalanya, dia menyalurkan Qi kedalam tangannya. Menatap lurus ke laut, tatapan tajam dan fokus. Melompat dengan tinggi dan mengayunkan tinjunya.
Bushhh.
Siluet berbagai ledakan terjadi di laut, semua pasukan dan penduduk terkejut melihat hal itu. Dalam fantasi mereka, tidak terbayang bahwa seluruh kapal meledak. Pasukan1 mengalihkan pandangannya ke atas dan melihat Ryuto yang terbang. Tubuhnya gemetar dan berkata, “Tu-Tuan, telah datang.”
Penduduk bahkan pasukan langsung menatap ke arah Ryuto yang tenang terbang di atas. Pakaian miliknya terlihat berkibar oleh angin. Sosok ini mirip seorang pahlawan, akan tetapi ini bukan pahlawan. Ryuto menatap ke para pasukan dengan isyarat tangan, pasukan mengangguk paham.
Ryuto tersenyum dan melesat menuju ke tempat Ramen yang baru buka tersebut. Dia juga sudah menghubungi Amy untuk datang bersama yang lainnya ke toko tersebut. Dirinya mengambil telpon kembali dan menelpon Zero.
Purupurupuru.
Katcha.
“Persiapkan serangan kejutan awal, terjunkan tepat di Istana Kerajaan Star.” Ryuto langsung memberikan perintah. Dirinya bukan orang yang akan lama-lama dalam hal perang, bagaimanapun juga istri lainnya sedang menunggu di Kerajaan Star.
“Roger, Pak.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.