
[Chapter 40.]
[Menyelamatkan Erika.]
[Silahkan Dibaca.]
Amy, Lilia, Yui, dan Yuka menatap ke arah Andy dengan tajam. Sedangkan, Andy menghela nafas kemudian, mulai memberitahu.
“Ibu, apakah kau tahu, Erika Kazawa yang dulu pernah bermain denganku?.” Ucap Andy, sedangkan Ibunya mulai berfikir dan mengangguk.
“Iya, kau dulu pernah bermain dengan anak dari Keluarga Kazawa.” Ucap Lilia, sedangkan Andy kemudian tersenyum, kemudian melanjutkan.
“Teman masa kecilku, tersebut ialah Erika Kazawa. Serta, orang yang berkencan dengan ku kemarin.” Ucap Andy, sedangkan keempatnya sedikit terkejut.
“Jadi, begitu kamu berkencan dengan teman masa kecilmu?.” Ucap Yui, sedangkan Andy mengangguk.
Amy, yang mendengarkan seketika tersenyum misterius, kemudian berkata ke pada Andy dengan menggoda.
“Jadi, kamu sudah melakukan hal itu kepada Erika?.” Ucap Amy, seketika ke tiganya menatap ke arah Andy dengan tajam. Sedangkan Andy mengangguk, lalu berkata dengan jujur.
“Ya, itu benar. Aku sudah mengklaimnya, mau bagaimana lagi, apa aku harus meninggalkannya. Kau tahu kan, dia sudah tidak memiliki orang yang dia sayang?.” Ucap Andy dengan sedih.
Lilia, juga tahu apa yang terjadi dengan keluarga Kazawa. Dia merasa kasihan dengan Putri mereka tersebut yaitu Erika Kazawa. Akhirnya mereka berempat menghela nafas dan tersenyum.
“Kau tahu, aku khawatir kau tidak bisa mengatasi seluruh Perempuan dan Wanitamu. Maka dari itu, kami butuh konfirmasi darimu, apakah kau yakin bisa mengatasi kami semua?.” Ucap Lilia.
Seketika, Andy merasa kehangatan dalam hatinya saat mendengar kekhawatiran mereka. Kemudian, Andy tersenyum dan menjawab.
“Aku pasti bisa, aku akan membahagiakan kalian semua. Aku tidak main-main, mungkin setelah aku lulus, kalian semua akan kunikahi.” Ucap Andy, dengan serius.
Amy dan Lilia, tersenyum senang. Sedangkan Yui dan Yuka memerah saat mendengar kata ‘Menikah.’ Kemudian, Amy menjawab.
“Kalau begitu, kapan kau membawa Erika kehadapan kami?.” Ucap Amy, sedangkan Andy tersenyum kemudian berdiri dan berkata.
“Aku akan mengumpulkan kalian, di Rumah baru yang baru kubeli.” Ucap Andy, tersenyum lalu pergi menuju ke atas. Sedangkan, keempatnya terkejut, dan sedikit linglung, kemudian sadar dan ingin mengatakan sesuatu, Andy sudah masuk ke dalam Kamarnya.
“Dia sudah beli Rumah?.” Ucap Amy, ketiganya mengangguk. Lalu, Lilia tersenyum senang karena Putranya benar benar, tidak akan mempermainkan semua Perempuan.
Di sisi Andy, dia mengambil Pakaian, kemudian keluar menuju ke Kamar Mandi. Selesai Mandi, Andy keluar dan mendapati Yui dan Yuka sedang masuk ke Kamarnya.
Mereka juga mendapati Andy, yang keluar dari Kamar mandi. Lalu, mereka tersenyum dan masuk ke dalam Kamar mereka masing-masing.
Andy, kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Lalu, duduk di tempat tidurnya. Kemudian, berbaring secara telentang.
Tak lama kemudian, Andy mendengar suara pintu terbuka. Kemudian Andy, duduk kembali dan mendapati Ibunya berdiri di pintu.
Andy merasa aneh saat melihat Ibunya berdiri, dengan raut muka sedih. Andy mengerutkan keningnya.
Lalu, Lilia perlahan berjalan menuju ke Andy, kemudian memeluk Andy dan mulai terisak-isak menangis. Andy membalas pelukan tersebut dan menenangkan Ibunya.
“Tenang, Bu. Ceritakan apa yang terjadi, secara perlahan. Agar aku mengetahui kenapa Ibu sedih?.” Ucap Andy, sambil mengelus punggung Ibunya. Saat sudah tenang, Lilia kemudian berkata.
“Kau tahu, aku tadi sungguh senang. Saat kau berkata akan menikahi kami dan bersikap adil.” Ucap Lilia, kemudian melanjutkan kembali.
“Kemarin, kau tidak pulang. Kukira kau bersama Ayahmu, maka dari itu aku sangat takut.” Ucap Lilia, sedangkan Andy mengerutkan keningnya saat mendengar kata ‘Ayah.’
“Beritahu aku, apakah B*jingan itu melukaimu Bu?.” Ucap Andy, kemudian Lilia melepaskan pelukannya, namun masih terlihat air mata yang keluar.
“Kemarin, dia menelpon ku. Dia bilang kamu harus bersamanya.” Ucap Lilia, sedangkan Andy mengusap Air mata yang keluar dari Mata Ibunya.
“Ibu tenang saja, aku akan selalu bersamamu. Aku tidak akan pernah bersama dengan B*jingan itu.” Ucap Andy dengan serius. Lilia, entah kenapa dalam hatinya senang dan hangat.
Kemudian, Lilia mencium Andy secara tiba-tiba. Lalu, setelah mencium. Dia memandang Putranya dengan tersenyum.
“Kau, selalu membuat Ibumu senang, apalagi Hangat. Akankah kau minta Imbalan?.” Ucap Lilia, sedangkan Andy, mencium Lilia. Kemudian setelah menciumnya dia berkata.
“Nanti Malam, aku akan minta sesuatu.” Ucap Andy, sedangkan Lilia tersenyum malu, terlihat Pipinya juga memerah. Kemudian, Lilia berdiri dan pergi menuju pintu.
“Kalau begitu, nantikan saat malam.” Ucap Lilia, kemudian keluar dari Kamar Andy. Setelah Lilia keluar, Andy yang semula tersenyum berubah menjadi datar dan dingin.
“Kau, masih berani mengusik Ibuku, maka kamu akan mati.” Ucap Andy, kemudian muncul sebuah Notifikasi System yang membuatnya terkejut sekaligus senang.
[Misi Dipicu.]
[Bunuh Budi Pratama.]
[Hadiah : Cincin pertahanan + Uang 1.000.000.]
[Hukuman : Seluruh Perempuan dan Wanita Tuan, akan menjadi Budak selamanya.]
‘Kenapa, hukumannya bukan diriku, melainkan Orang lain?.’
[Karena, Budi Pratama selaku Mantan Ayah Tuan. Sedang melakukan bisnis terlarang, yaitu memperbudak Para mantan Pemain AV. Besok, Budi akan mendatangi Mafia Kura-kura, untuk mengajak bekerja sama tentang masalah ini.]
[Misi Dipicu.]
[Selamatkan Erika dari Budi Pratama.]
[Hadiah : Keterampilan Programmer (Rendah.) + Uang 2.000.000 Yen.]
[Hukuman : Tuan akan kehilangan segalanya dan akan menjadi miskin selamanya.]
Andy terkejut, saat melihat ada Notifikasi System yang terdapat Nama Erika. Lalu, saat melihat bahwa Ayahnya menyandra Erika, dia langsung marah, namun segera tenang, dan bertanya.
“Sarah, kau tahu Lokasi Erika?.”
[Mencari Lokasi.]
[Ditemukan.]
[Erika sekarang berada di sebuah Kamar di Hotel Ikaru, bersama dengan Elena, dan mereka sekarang berada di kondisi ikatan dan pingsan.]
“Lalu, dimana B*jingan itu.”
[Dia berada di Taman.]
“Sepertinya keberuntungan berada di tanganku. Sekarang sudah Malam, serta Taman akan sepi saat Malam.” Ucap Andy. Kemudian Andy berdiri dan berjalan ke arah lemarinya.
Dia mengambil Jaket hitamnya, dan Maskernya dia masukkan di Saku. Setelah itu dia keluar dan turun ke bawah.
Amy dan Lilia yang sedang menghidangkan makanan, melihat Andy turun. Namun, mereka penasaran saat Andy memakai setelan seluruhnya hitam.
“Kau mau kemana, Andy?.” Ucap Lilia, penasaran dan khawatir dengan Putranya. Sedangkan, Andy yang ditanya, tersenyum dan menjawab dengan santai.
“Aku ingin mengatasi seekor Hama yang merusak keluargaku.” Ucap Andy dengan jujur. Amy dan Lilia terkejut, mereka paham apa maksud ucapan Andy.
“Apakah kau akan membunuhnya, tapi dia belum melukai Ibu, Nak. Apakah perlu membunuhnya?.” Ucap Lilia, sedangkan Amy mengangguk.
“Ibu, kalau masalah itu hanya aku anggap biasa. Namun, kali ini dia menyandra Erika. Maka dari itu, aku membunuhnya.” Ucap Andy, kemudian keluar dari Rumah.
Di sisi Andy, dia berjalan ke arah Jalan Raya. Andy kemudian, menghentikan sebuah Mobil Taxi. Tak lama kemudian, Mobil Taxi pun berhenti. Yang tak disangka adalah Supirnya adalah Supir yang berasal dari Tokyo Drift.
“Paman, kita bertemu kembali.” Ucap Andy, dengan senyuman seperti biasa. Sedangkan Supir Taxi mengangguk. Kemudian Andy, masuk. Saat melihat Andy sudah, kemudian berkata.
“Nak, sorot matamu. Terlihat kau ingin membunuh seseorang.” Ucap Supir Taxi tersebut. Andy tidak terkejut, jika Supir Taxi tersebut mengetahuinya.
Karena, terlihat bahwa Supir Taxi ini, terlihat sudah pernah membunuh orang berkali-kali. Jadi, akan paham dengan tingkah dan sorot mata seseorang yang akan membunuh.
“Kau benar, Paman. Aku akan membunuh seseorang Malam ini.” Ucap Andy, sedangkan Supir Taxi kemudian mengangguk dan bicara.
“Aku akan kasih saran, jika kau belum siap secara mental, lebih baik buat saja lumpuh, dan juga membunuhlah orang yang salah, jangan membunuh secara membabi buta.” Ucap Supir Taxi tersebut, Andy mengangguk dan tersenyum.
“Baiklah, dimana lokasi targetmu?.” Ucap Supir Taxi. Kemudian, Andy berkata.
“Berada di Taman Tokyo.” Ucap Andy, seketika Wajah Supir Taxi serius dan mengangguk. Kemudian melajukan Mobilnya menuju ke Taman, sambil berfikir.
‘Semoga, tidak mengganggu rencana dari dia.’ Batin Supir Taxi. Tak lama kemudian, mereka sampai di Taman tersebut.
“Paman, bisa tunggu disini. Karena, selepas ini aku akan ke Hotel Bintang 5 Ikaru.” Ucap Andy, kemudian turun, begitupun Supir Taxi.
“Aku akan mengawasi dari bayangan.” Ucap Supir Taxi, sedangkan Andy mengangguk. Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Andy berjalan dengan santai, dan tidak terdengar sekalipun langkah kakinya. Supir Taxi benar-benar terkejut dengan hal tersebut.
‘Anak ini, tidak biasa. Dia berjalan seperti Assasin. Tidak ada suara dan hawa keberadaan yang sangat kecil.’ Batin Supir Taxi yang bersembunyi di balik Pohon.
Andy terus berjalan, begitupun Supir Taxi terus memantaunya. Sampai di sebuah bangku ada seorang Perempuan yang terlihat pingsan di bangku, dengan seorang Laki-laki yang berdiri.
Disana, terlihat Laki-laki tersebut. Memandang Perempuan tersebut dengan nafsu dan bersiap ingin menyetubuhinya.
Andy dan Supir Taxi melihat hal tersebut. Mereka berdua sedikit terkejut. Namun, Andy segera tiba dan menghentikan Laki-laki tersebut.
“Berhenti.” Ucap Andy, kemudian Laki-laki itu dengan marah melihat siapa yang menghentikannya, namun saat melihat yang menghentikan adalah Andy, dia kemudian tersenyum dan berkata.
“Andy, akhirnya kau memilih Ayahmu, daripada Ibumu dan Kakaknya yang l*cur itu.” Ucap orang tersebut yang tak lain Budi Pratama. Supir Taxi menyipitkan matanya, namun tetap mendengarkan percakapan mereka.
Terlihat, Budi terus mengoceh tentang kejelekan dan keburukan Mantan Istrinya di depan Andy. Namun, terlihat Andy hanya tersenyum.
“Kesinilah, Nak. Aku mendapatkan sebuah mangsa yang masih tersegel.” Ucap Budi, sedangkan Andy perlahan berjalan ke arah Budi. Supir Taxi ingin menghentikan, namun terkejut dengan hal selanjutnya.
Andy tiba di depan Budi. Kemudian, mengayunkan Pukulan dengan keras tepat di perutnya Budi. Sedangkan Budi terkejut dan melebarkan matanya.
Bughhhhhh
Budi terbaring dengan memegang perutnya yang sakit. Namun, saat akan berteriak, Andy menendang tepat lehernya. Sehingga, Budi hanya pingsan.
“Kau sungguh berisik. Beraninya kau mengatai Ibuku.” Ucap Andy, kemudian Supir Taxi yang terkejut, segera sadar dan keluar dari balik pohon.
“Kau belum bisa membunuh, Nak. Kau belum siap.” Ucap Supir Taxi, mendekat ke arah Andy yang menundukkan kepalanya.
“Kau benar, Paman. Bisakah, Paman mengatasinya.” Ucap Andy, sedangkan Supir Taxi tersenyum dan menjawab.
“10.000 Yen, untuk menyelesaikannya.” Ucap Supir Taxi, sedangkan Andy mengangguk dan menjawab sambil tersenyum.
“Deal.” Ucap Andy, kemudian berjalan ke arah Perempuan yang terlihat pingsan. Andy menggendongnya seperti Putri. Sedangkan, Supir Taxi membawa Budi.
Mereka pergi menuju ke Mobil Taxi, Andy menaruh Perempuan itu di kursi depan. Sedangkan, Andy dan Budi berada di kursi belakang.
“Baiklah, pergi ke Hotel.” Ucap Andy, sedangkan Supir Taxi mengangguk. Kemudian Mobil melaju menuju ke Hotel bintang 5 Ikaru.
Sesampai di sana, Andy turun. Kemudian menatap ke arah Mobil Taxi dan memandang ke arah Perempuan yang di depan, kemudian menatap ke arah Supir Taxi.
“Paman, aku merepotkan mu untuk mengantarkannya ke rumahnya.” Ucap Andy, sedangkan Supir Taxi mengangguk. Lalu, melaju meninggalkan Hotel.
Saat Mobil Taxi sudah jauh dari, Hotel. Perempuan itu terbangun, kemudian merobek Wajahnya. Yang tak lain Wajah Palsu, untuk penyamaran.
“Jadi, dia Andy?.” Ucap Perempuan tersebut, terlihat rambutnya berwarna perak dan panjang. Kemudian, Perempuan itu membuat Rambutnya menjadi ekor kuda.
“Ya, dia Andy. Bagaimana, menurutmu July?.” Ucap Supir Taxi, sambil mengeluarkan Rokok dan menyalakannya.
“Hmm, yah. Dia kemungkinan bisa memuaskanku.” Ucap Perempuan tersebut, yang tak lain July. Kemudian, dia mengambil Rokok dari kotak Rokok milik Supir Taxi dan menyalakannya..
“Padahal, aku Suamimu. Yah, tidak masalah, kalau itu Andy.” Ucap Supir Taxi, dia tidak terlalu peduli. Terpenting Istrinya Bahagia.
“Fuuuhh, terimakasih banyak, August. Sebab itulah aku mencintaimu.” Ucap July kemudian mencium pipi Supir Taxi, yang tak lain adalah August.
“Baik, Baik. Jadi bagaimana dengan June?.” Ucap August, lalu July menjawab dengan nada lesunya.
“Aku tidak tahu, dimana itu Artis AV Lilia dan Amy. Tapi, kenapa Bos Month mencarinya. Apakah dia ingin tubuh keduanya?.” Ucap July, sedangkan August memukul kepala July.
“Dasar bodoh, Boss Month adalah Kakak dari mereka berdua, dia adalah orang yang sangat khawatir dan tidak akan bernafsu dengan Saudaranya sendiri.” Ucap August.
“Aduh, kan aku hanya menebak.” Ucap July, sedangkan August kemudian melanjutkan ucapannya.
“Boss Month, dia selalu menyayangi Adiknya. Siapapun yang melukai Adiknya, akan dikejar sampai ujung dunia, lalu dibunuh dengan cara yang kejam.” Ucap August.
“Begitukah, tapi kenapa Boss Month sekarang baru mencarinya?.” Ucap July, sedangkan August menjawab.
“Bukan, sekarang tapi sudah lama. Lilia dan Amy adalah pemeran AV terkenal seperti dirimu dulu, July. Namun, tak lama kemudian mereka berdua berhenti. Boss Month terus mencari keduanya dan tidak bertemu.” Ucap August.
“Itu benar, juga. Lilia adalah bintang panas tingkat tinggi di Inggris sedangkan Amy adalah bintang panas tertinggi di Jepang. Aku juga, namun masih dibawah Amy.” Ucap July, sedangkan August tersenyum.
“Boss Month mencari mereka berdua karena adikkah?. Keluargakah?.” Ucap July, saat berkata ‘Keluarga’ dia mengucapkan dengan pelan. Namun August mendengarnya.
“Jangan fikirkan, mereka. Sekarang, kamu kan bahagia denganku. Lupakan mereka, oke?.” Ucap August sambil mengusap kepala July.
“Terimakasih, August. Kau selalu ada untukku.” Ucap July, dengan mata berkaca-kaca. Kemudian menoleh ke arah belakang.
“Nah, August. Jadi dimana kita akan menyingkirkannya?.” Ucap July, sambil menatap ke arah Budi yang masih pingsan.
“Gedung kosong sebelah pelabuhan. Tempat biasa Organisasi membunuh.” Ucap August dengan serius, July pun mengangguk. Mereka melesat ke arah Pelabuhan dengan cepat.
Sedangkan, di sisi Andy. Dia berjalan dengan cepat menuju ke ruang yang telah ditunjukkan oleh System.
Andy telah tiba di depan pintu, yang ada Erika dan Elena. Kemudian menghela nafas, lalu membukanya. Namun, hal selanjutnya dia terkejut dengan sesuatu yang datang ke arahnya.
“Rasakan ini, kau Orang Tua B*jingan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.